Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Perempuan Terakhir


__ADS_3

Tak lama mereka bertiga pun berkumpul dan saat itu Dion tanpa sadar benar-benar memperlakukan Caca seperti dia memperlakukan Ara dahulu kala, setelah puas berada di sana Ara pun berpamitan untuk kembali ke kediamannya. Karena dia tak enak hati meninggalkan Daffa sendirian di rumah, setelah kepergian Ara suasana canggung terjadi di antara mereka berdua, karena Caca langsung mendadak menjadi pendiam


"Aku antar ya"


"Aku bawa mobil kak" menjawab dengan cepat


"Pakai supir kan?"


"Iya sih kak" mendudukkan kepalanya


"Apa kamu sengaja menghindar dari aku?"


"Bukan gitu kak aku ga lagi menghindar kok, aku cuma..."


Caca sedang bingung cara mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan, sedangkan Dion terus menatap ke arah Caca dengan tatapan yang serius


"Pertama kamu ga balas pesan dari aku, kedua kamu ga mau angkat telpon dari aku. Ketiga kenapa pagi buta kamu udah pergi dari apartemen?"


"Kok kak Dion tau?"


"Ya aku ke apartemen kamu mau ajak sarapan bareng padahal aku udah siapin sarapan buat kamu, jadi aku ke security minta cek rekaman cctv walaupun dengan alasan yang beda. Supaya bisa liat kamu pergi dari jam berapa?"


"Akh!! kenapa aku selalu keliatan bersikap bodoh sih di depan kak Dion?"


Tanpa menunda waktu Dion segera bangkit dari duduknya dan menggandeng tangan Caca keluar dari tempat itu, Dion pun mendekat ke arah Caca seperti akan memeluk dirinya


"Kamu mau ngapain kak?" menatap tajam


"Kenapa?" Dion melanjutkan aksinya dan ternyata dia memasang kan sabuk pengaman untuk Viona


Dan Caca pun hanya merasa malu karena sudah berpikiran buruk dengan Dion, Dion mulai melajukan mobil dan dia menghentikan mobilnya di suatu tempat karena bagaimana pun dia harus memperjelas hubungan mereka


"Kalau kamu memang ga suka aku dekati kamu, tolong kamu kasih aku satu alasan yang masuk akal. Aku janji aku ga akan pernah ganggu kamu lagi" menatap serius ke arah Caca


"Apa karena aku lebih tua dari kamu?"


Caca hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Apa karena status aku yang sekarang seorang duda?"


Caca langsung menatap tajam ke arah Dion dan tatapan mata Caca dapat mengatakan dengan jelas bahwa bukan itu alasannya


"Terus apa? atau karena malam itu aku lakuin itu dengan membayangkan Ara?"


Caca pun menundukkan kepalanya


"Aku bilang sekali lagi sama kamu aku minta maaf atas perbuatan aku malam itu, tapi sekarang aku dan Ara udah ga ada hubungan apapun"


"Aku tau kak" lirih


"Terus apa karena itu? apa kita perlu ulang sekali lagi biar kamu bisa yakin aku sudah sepenuhnya melepaskan Ara"


Kata-kata Dion berhasil memancing sedikit amarah Caca dia pun langsung menatap tajam ke arah Dion, sedangkan Dion hanya tersenyum melihat tatapan mata Caca yang dia anggap menggemaskan


"Aku cuma bercanda kok"


"Ga lucu kak"


"Ya maaf, habis kamu diam aja sih"


"Itu cuma salah alasannya kak, tapi alasan utamanya ada di aku"


Senyuman di bibir Dion pun langsung menghilang dia menantikan jawaban dari Caca


"Mungkin kamu lupa sama aku kak, tapi jauh sebelum ini semua kita ketemu kita sudah pernah ketemu kak"


Dion hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya, dia sedang berusaha keras untuk mengingat di mana dia pernah bertemu dengan Caca


"Kamu ingat dulu kamu dan kak Ara pernah menyelamatkan seorang anak dan mamanya saat sedang di culik" menatap kembali ke arah Dion


"Kamu tau dari mana?"


Caca pun tersenyum


"Jangan bilang kalau kamu anak yang waktu itu"

__ADS_1


Caca pun menjawab dengan anggukkan kepalanya


"Kamu serius? kamu kelihatan beda banget sekarang" tersenyum


"Apa kak Dion tau alasan hari itu aku sama mama di culik?"


Dion pun hanya menggelengkan kepalanya


"Karena aku hanya seorang anak yang lahir dari sebuah hubungan gelap" tersenyum getir


"Dari data yang di kirimkan Adit bilang kalau anak ini anak angkat yang di berikan seluruh warisan keluarga itu"


Caca kembali menatap jauh ke depan, dia mengumpulkan keberanian untuk menceritakan semua kisah hidupnya. Dia hanya ingin Dion menjauh dari kehidupan yang sedang dia jalani, walaupun dia sudah menyimpan Dion di dalam hatinya semenjak kejadian dia di culik


Caca terlahir dari hubungan seorang anak tunggal konglomerat ternama yang sudah menikah, mamanya yang seorang sekretaris menjalin hubungan dengan sang bos besar. Saat mengetahui bahwa mamanya hamil papanya melakukan segala cara untuk menikahi mamanya, karena selama pernikahan dengan istrinya mereka tak kunjung di karunia anak


Tetapi istri dari papanya mengetahui hubungan mama dan papanya dan dia pun berusaha untuk melenyapkan mamanya dan Caca yang masih berada di dalam kandungan, untuk menghalangi hal tersebut papanya pun menghembuskan nafas terakhirnya. Mamanya yang merasa ketakutan akan hal tersebut membawa Caca pergi jauh dari kota asal mereka


Setelah bertahun-tahun berlalu sang kakek menemukan catatan papanya yang menceritakan semua tentang mamanya dan Caca, dan sudah pasti keluarga itu tak ingin garis keturunan mereka terputus dan mulai mencari di mana keberadaan mamanya dan Caca. Dan hal tersebut terdengar oleh wanita yang pernah menjadi istri papanya


Dan hal itu pun terjadi di mana akhirnya Dion dan Ara bertemu Caca untuk pertama kali, setelah kejadian itu mamanya dan Caca langsung mendapatkan pengawalan ketat kembali ke kota sang kakek. Sedangkan seorang pengawal di tinggalkan untuk menjaga Ara dan Dion, setelah Dion dan Ara sadarkan diri mereka di minta untuk tutup mulut dan tidak melaporkan semua kejadian tersebut ke pihak kepolisian


"Sekarang kamu udah tau alasan utamanya kak selain malam itu kamu anggap aku kak Ara, karena memang aku ga punya hak meminta sesuatu yang lebih dari kamu kak. Karena aku cuma anak..."


Caca tak bisa melanjutkan ucapan yang akan dia ucapkan, karena tiba-tiba saja Dion menarik wajah Caca jatuh ke dalam pelukannya


"Itu masalah mereka bukan masalah kita, sekarang yang kita jalani masalah kita. Dan aku udah bilang aku akan bertanggung jawab" dengan penuh keyakinan


"Tapi kak.."


"Aku cuma tau aku lagi belajar mencintai kamu, dan aku harap kamu juga belajar mencintai aku"


"Aku ga perlu belajar itu kak, karena kamu memang sudah ada di dalam hati aku"


Dion mulai melepaskan pelukannya dan menatap jauh ke dalam mata Caca


"Denger ini terakhir kali kamu menghindar dari aku, walaupun kamu ga suka sama aku kamu harus mulai belajar untuk itu. Karena aku orang pertama yang memiliki kamu"

__ADS_1


Caca hanya bisa terharu dengan kesungguhan yang di ucapkan oleh Dion dan matanya pun mulai berkaca-kaca, Dion pun tersenyum karena dia yakin bahwa mata Caca mengatakan bahwa dia setuju. Dion pun mencium ujung kepala Caca dengan sangat lembut


"Aku harus jujur sama kamu kalau kamu bukan perempuan pertama yang melakukan itu sama aku, tapi kalau kamu kasih aku kesempatan aku bisa janji kamu akan jadi perempuan terakhir bagi aku" penuh keyakinan


__ADS_2