Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Ancaman Dari Adit


__ADS_3

Papa Surya menatap ke arah Dion dengan serius membuat Dion sedikit ragu untuk menyampaikan semua kecurigaan yang dia rasakan, tetapi dia langsung terbayang rasa sakit yang sudah Ara alami selama ini. Dia pun membuang napasnya dengan kasar dan mulai menatap serius ke arah papa Surya


"Aku minta Ara cerita tentang kejadian malam itu om"


"Lalu?"


"Ara sudah cerita semuanya om, dan aku rasa ada sesuatu yang aneh dari semua kejadian di malam itu om"


"Aku harap kalian berdua ga terlibat di kejadian yang sudah menimpa Ara"


"Bisa kamu jelaskan secara rinci sama om?"


Dion pun mulai menjelaskan semua cerita yang dia dapat dari Ara, dan papa Surya pun mulai mengeraskan rahangnya. Ada perasaan marah yang bergejolak dan perasaan kecewa terhadap diri sendiri bercampur menjadi satu


Dion juga menjelaskan bahwa dia sedang meminta bantuan seseorang untuk mencari tau siapa yang tega melakukan hal tersebut kepada Ara, dia juga menjelaskan alasan dirinya mencurigai Nana. Papa Surya pun langsung menyenderkan tubuhnya ke senderan bangku sambil memejamkan ke dua bola matanya


"Astaga apa aku sudah melakukan kesalahan yang fatal? apa kecurigaan aku akan menjadi kenyataan?"


Cukup lama juga papa Surya tetap berada dalam posisi seperti itu, sedangkan Dion memilih untuk diam agar papa Surya dapat menenangkan dirinya. Setelah merasa lebih tenang papa Surya mulai membuka matanya dan menatap serius ke arah Dion


"Apa kamu tau Ara ada di mana?"


Dion pun menjawab dengan anggukkan kepalanya, dia memberitahukan di mana selama ini Ara berada. Dion juga mengatakan tempat di mana Ara bekerja bila papa Surya ingin menemui Ara


"Terima kasih ya Dion kamu sudah kasih tau semua itu sama om, kalau gitu om permisi dulu"


"Ya om sama-sama" tersenyum


"Kalau gitu om pergi dulu ya"


Dion hanya membalas dengan senyuman dan papa Surya pun segera bangkit dari duduknya, dia mulai melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu dengan perasaan yang hancur. Bagaimana bisa dia melakukan banyak hal bodoh selama ini


Sedangkan di tempat yang berbeda sudah pasti ada Ara dan Adit yang baru saja menyelesaikan makan siang mereka, saat akan kembali ke kantor Adit pun berpamitan untuk sejenak pergi ke kamar mandi. Sudah pasti Ara tetap setia duduk di tempat yang sama menunggu kehadiran Adit di sana


"Kak Ara apa kabar?" tersenyum dengan sombongnya


Ternyata di sana ada Nana dan beberapa teman kantornya yang baru tiba untuk makan siang, begitu melihat Ara dia pun segera menghampiri Ara dan teman-temannya pun mengikuti langkah kaki Nana

__ADS_1


"Ya ampun kemarinan udah ketemu sama kak Dion, kenapa sekarang harus ketemu sama Nana sih? pasti dia mau cari masalah sama aku"


"Hai" tersenyum dengan malas


"Kok ga Ara ga pernah pulang ke rumah sih? apa kak Ara masih marah sama papa?"


"Karena itu bukan rumah aku" dengan santai


Ara masih berusaha untuk tidak terpancing emosi, salah satu teman Nana pun mencolek tangan Nana


"Siapa dia?"


"Ini kakak aku namanya kak Ara, itu loh yang aku pernah ceritain ke kalian" tersenyum


"Oh yang itu ya..."


Semua terlihat tersenyum meledek ke arah Ara, seolah mereka mengatakan kepada Ara bahwa mereka mengetahui tentang kejadian yang telah menimpa Ara


"Tapi kak Ara harus janji ya sama aku saat nanti aku nikah sama kak Dion kak Ara harus datang, lupain aja kak kejadian tentang malam itu. Aku udah maafin kelakuan kak Ara kok, aku juga yakin papa pasti bisa maafin kak Ara"


"Aku ga salah apapun jadi aku ga perlu kata maaf dari kalian semua"


"Tempat mewah begini kok bisa ada serangga sih"


Nana pun langsung terbakar emosi karena mendapatkan perlakuan seperti itu dari orang yang tidak dia kenal, dia pun langsung bangkit dan menatap tajam ke arah Adit. Sedangkan Ara sedang berusaha menahan tawanya, dia benar-benar tidak percaya Adit bisa melakukan hal tersebut


"Kamu bilang saya serangga!! kamu ga tau siapa saya?"


Adit mengabaikan ucapan Nana dan menoleh ke arah Ara


"Pergi yuk banyak kuman di sini" tersenyum dengan hangat


Ara pun merasa tak perlu lagi memberikan pembalasan untuk Nana karena Adit sudah memberikan pelajaran yang lebih besar


"Ya kak"


Ara pun tertawa lalu bangkit dari duduknya dan sudah pasti Adit langsung menggenggam tangan Ara, lalu melewati orang-orang tersebut seperti mereka tak ada di sana. Nana yang semakin terbakar emosi pun mulai menaikkan sedikit volume suaranya

__ADS_1


"Heh cowo sombong!! kamu bilang saya serangga apa kamu kira perempuan yang ada di samping kamu itu perempuan baik-baik!!"


Adit pun menghentikan langkah kakinya dan berdiri tanpa menoleh ke arah Nana, tetapi sudah pasti Adit sudah mulai terbakar emosi karena tanpa dia sadari genggaman tangannya mulai mengeras


"Tadi aja berlagak sombong, sekarang kamu diam kan. Enak aja setelah bikin aku malu kamu mau pergi begitu aja"


Sedangkan Ara mulai merasakan sakit karena genggaman tangan Adit


"Kak" menarik tangannya dan secara spontan membuat Adit tersadar


"Maaf"


"Ga apa kok kak" tersenyum


Adit memberikan sebuah kode dengan tangannya dan entah dari mana datangnya tiba-tiba saja ada beberapa orang berpakaian rapi seperti para pengawal pribadi sudah berada di dekat Adit


"Antar dia ke mobil saya" memberikan kunci mobilnya kepada seseorang


"Baik pak"


"Tapi kak"


"Kamu tunggu di mobil ya, aku ga lama kok" tersenyum


Saat itu Adit sedang menampilkan senyuman di bibirnya tetapi Ara benar-benar bisa merasakan aura dingin yang Adit keluarkan hingga dia tak berani untuk membantah ucapan Adit, Ara pun di antar oleh salah satu pengawal untuk kembali ke mobil Adit


Adit pun melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah Nana, dalam sekejap nyali Nana dan teman-temannya langsung menciut


"Siapa orang ini sebenarnya? kayaknya aku pernah liat tapi di mana ya? kok orang ini mengeluarkan aura yang menakutkan"


"Saya sedang berusaha keras menahan diri untuk tidak menghancurkan kamu secara berkeping-keping, kamu tau alasannya?" berbisik di telinga Nana dengan nada yang dingin


Nana hanya bisa terdiam di liputi rasa takut


"Bukan karena saya takut dengan keluarga Sanjaya ataupun tunangan kamu, tapi saya sedang menunggu mendapatkan izin dari perempuan tadi. Jadi saya peringatkan kamu jangan coba-coba lagi menyakiti atau menghina dia, atau saya akan hancurkan kamu dan keluarga Sanjaya tanpa harus menunggu izin dari dia"


Adit sudah mulai melangkahkan kakinya dan berhenti tanpa menoleh ke arah Nana

__ADS_1


"Dia mungkin ga akan balas kamu atas perbuatan kamu hari ini ataupun malam itu, tapi kalau kamu mau mencoba kesabaran saya silahkan lakukan sekali lagi"


Nana hanya bisa terdiam dan Adit pun pergi meninggalkan Nana begitu saja, saat Adit sudah mulai tidak terlihat Nana pun terduduk lemas di lantai mengingat semua ucapan Adit


__ADS_2