Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Di Luar Perkiraan


__ADS_3

Seorang gadis yang sangat cantik pun tiba di gedung itu, seorang gadis yang bernama Adelia Cipta atau biasa di sapa Adel. Gadis tersebut adalah anak dari sahabat papanya Adit, saat kecil mereka sering bermain bersama dan kedua orang tua mereka pun sempat berencana untuk menjodohkan mereka berdua


Tetapi Adit langsung menolak keras rencana tersebut, karena bagi seorang Adit dia hanya menganggap Adel sebagai seorang gadis kecil dan tak menaruh perasaan apapun. Tetapi hal tersebut berbeda jauh dengan apa yang di rasakan oleh Adel karena dia menaruh hati kepada Adit semenjak dia masih kanak-kanak


Gadis tersebut melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah lantai di mana ruangan Adit berada dan langsung menuju ke arah meja Arman


"Kak Adit ada di ruangannya kan?"


"Aduh kenapa perempuan ini ada di sini sih? biasanya pak Adit akan selalu cari alasan buat menghindar dari perempuan ini"


Dan mendengar suara seorang perempuan menyebut nama Adit tanpa sadar Ara langsung menoleh ke arah suara tersebut


"Siapa ya perempuan ini? cantik banget"


"Maaf mbak pak Adit sepertinya sedang sibuk" tersenyum ramah


Adel pun tersenyum dengan sombong


"Kamu mending kabari kak Adit kalau saya ada di sini, karena kak Adit sendiri yang minta saya untuk datang"


"Apa iya? pak Adit biasanya selalu cari alasan buat menghindar dari mbak Adel"


"Udah akh saya hubungi kak Adit aja langsung"


Adel pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Adit


"Kak di mana?"


"Di ruangan aku, kenapa?"


"Kata asisten kak Adit sekarang kak Adit lagi sibuk"


"Tunggu sebentar"


"Ya kak"


Adit pun langsung memutuskan sambungan teleponnya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu


"Kenapa ga langsung masuk aja sih Del?" tersenyum dengan hangat


Ara pun hanya bisa terdiam melihat sikap ramah dan ekspresi wajah Adit


"Ternyata ga cuma sama aku aja dia bersikap begitu, dengan perempuan lain juga dia bisa bersikap seperti itu. Sadar Ara lihat perempuan itu dia benar-benar cantik, jangan gantung kan harapan kamu ke laki-laki ini"

__ADS_1


Ara berusaha menekan perasaan yang sedang dia rasakan, walaupun tak bisa dia pungkiri bahwa Adit sudah berhasil merobohkan dinding yang selama ini dia jaga. Sedangkan Adel tersenyum bahagia mendapatkan sambutan hangat dari Adit, sambil tersenyum sinis ke arah Arman dia pun melangkahkan kakinya ke arah Adit


Saat Adel sudah masuk ke dalam ruangan, Adit yang akan menutup pintu sempat mencuri pandang ke arah Ara. Dan yang dia dapatkan hanyalah Ara yang tetap fokus terhadap pekerjaan yang sedang dia kerjakan


"Dasar perempuan aneh, benar-benar ga punya perasaan"


Tanpa rasa malu sedikit pun Adel tak henti-hentinya menempel kepada Adit, bahkan saat Ara mengantarkan minuman ke dalam ruangan tersebut Adel tetap tak mau menjaga jarak terhadap Adit. Sedangkan Adit berusaha sekuat tenaga menahan segala rasa melihat sikap Ara yang terkesan biasa saja


Setelah cukup lama akhirnya mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan sudah pasti dengan posisi Adel mengaitkan tangannya ke tangan Adit, saat itu ingin sekali rasanya Adit menepis tangan Adel tetapi dia tetap mencoba bertahan untuk melanjutkan tujuan utamanya


"Saya mau keluar kantor kalau ada hal penting kamu bisa hubungi saya"


"Baik pak"


Adit pergi meninggalkan lantai tersebut tanpa berpamitan kepada Ara sama sekali, bahkan dia tak menoleh sedikit pun ke arah Ara


"Belum juga satu hari berlalu sudah ada perempuan lain yang menempel seperti perangko begitu ke dia, apa yang bisa aku harapkan dari laki-laki mesum kayak dia?"


Ara pun mencoba melupakan segala beban di hatinya dan kembali fokus kepada pekerjaan yang menanti dirinya, sedangkan Adit sudah mulai merasa geram akan sikap Ara yang tak menunjukkan sedikit pun perasaan cemburu


Adit tetap menemani kemana pun Adel akan pergi karena dia merasa masih membutuhkan bantuan dari Adel, sedangkan Ara merasakan perasaan yang aneh di dalam hatinya. Ada perasaan sesak yang berusaha dia kendalikan


Saat pulang kantor tiba hal pertama yang Ara lakukan adalah langsung kembali ke kediaman Vira dan mencari sang buah hati, begitu melihat Daffa Ara langsung memeluk erat tubuh anaknya. Cukup lama Ara hanya memeluk Daffa tanpa mengeluarkan sepatah kata pun


"Maaf ya sayang kemarin mama ga pulang"


"Ga apa kok mah, aku di temani mami semalam"


Ara pun melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Daffa


"Kamu mau jalan-jalan sama mama ga?"


"Boleh, tapi mama harus mandi dulu ya"


Ara pun akhirnya dapat tersenyum setelah melihat wajah polos anaknya


"Ya udah mama mandi dulu sebentar ya sayang"


Ara membawa anaknya berkeliling kota tersebut dan Ara pun mengatakan akan membawa Daffa ke makam mamanya saat libur kerja, setelah puas berkeliling Ara membawa anaknya ke sebuah rumah makan yang cukup ternama yang menyediakan makanan kesukaan sang buah hati


"Kamu mau pesan apa sayang?"


"Ayam goreng"

__ADS_1


"Aku dari dulu ga terlalu suka dengan daging ayam, tapi Fafa akan selalu pesan itu saat makan di mana pun" tersenyum


Ara sudah akan memanggil pelayan di tempat itu dan tiba-tiba saja ponselnya pun berdering, dan panggilan tersebut berasal dari mamanya Adit


"Halo tante"


"Kamu lagi di mana sayang?"


"Aku lagi makan di luar tante"


"Bareng Adit ya sayang?" bersemangat


"Mana mungkin saya makan bareng pak Adit tante, sekarang dia pasti lagi asik sama perempuan itu"


"Halo sayang.."


"Oh maaf tante tapi aku sekarang lagi ga bareng pak Adit"


"Oh.. Tante sebenarnya sudah masak banyak hari ini, tante rencananya mau undang kamu makan malam di rumah tante"


"Mungkin sebaiknya aku jujur tentang Daffa supaya mereka ga salah duga tentang hubungan aku dan pak Adit"


"Lain waktu ya tante, soalnya sekarang aku lagi makan sama anak aku"


"Anak dia bilang, berarti dia sekarang lagi di luar berdua sama cucu aku"


"Kamu sekarang lagi ada di mana sayang?"


"Aku lagi di rumah xx tante, ada apa ya?"


"Kamu jangan makan apapun dan jangan pergi kemana-mana ya, sekarang juga tante minta supir untuk jemput kalian"


"Tapi tante..."


"Tante kan juga pengen loh kenal sama anak kamu sayang, lagian tante sudah masak banyak dan itu semua tante masak sendiri. Masa kamu tega sih sayang" dengan nada suara memelas


"Ya udah tante aku tunggu di sini ya"


"Oke sayang tunggu sebentar ya"


"Ya tante"


Mamanya Adit segera mengirimkan supir untuk menjemput mereka berdua, sedangkan Ara merasa heran karena apa yang terjadi benar-benar di luar dari yang dia perkirakan

__ADS_1


__ADS_2