
Tanpa banyak kata Remon langsung melangkahkan kakinya ke luar dari mall tersebut tanpa mau melepaskan tangan Vira sama sekali, Vira sudah beberapa kali mencoba menarik tangannya tapi apa daya karena setiap Vira mencoba menarik tangannya Remon akan semakin erat menggenggam tangan Vira. Remon pum mulai melepaskan tangan Vira setelah mereka tiba tepat di depan mobil Remon
"Mobil aku ga parkir di sini om"
Dan tiba-tiba saja cup sebuah ciuman singkat mendarat mulus di bibir Vira, perbuatan Remon tersebut berhasil membuat Vira terkejut bukan main
"Setiap kamu panggil aku om aku hukum dengan cium kamu"
Vira yang mendengar hal tersebut langsung menutupi mulutnya dengan kedua tangannya
"Kenapa? ga ada salahnya dong kalau ada om yang cium ponakan nya sendiri" tersenyum
"Akh!! kenapa aku ngerasa aku yang jadi kejebak sendiri ya?"
"Kamu mau ke mana sekarang?"
"Balik ke kantor o..."
Vira yang tersadar akan apa yang akan dia dapatkan dengan melanjutkan ucapannya dan langsung menutup kembali mulutnya dengan kedua tangannya, sedangkan Remon hanya bisa tersenyum dengan semua tingkah laku Vira
"Aku bawa mobil kak"
"Ya udah mana kunci mobil kamu? nanti aku suruh orang antar ke kantor kamu"
"Ga usah lah kak, ga enak kalau ngerepotin orang lain"
Tiba-tiba saja cup ciuman singkat kembali mendarat di bibir Vira, Vira pun langsung menatap tajam ke arah Remon
"Akh!! kamu jangan seenaknya gitu dong cium bibir aku kak"
"Ya abis calon istri aku ga mau nurut sih" tersenyum
"Siapa yang mau jadi istri kamu kak? kelakuan kamu aja masih kayak gitu"
Remon pun langsung memegang kedua pipi Vira dan menatap jauh ke dalam mata Vira
"Aku udah bilang aku bisa jelasin, aku benar-benar ga sengaja tadi ketemu dia di sini. Aku ke sini tadinya mau cari hadiah buat kamu"
"Tapi yang aku liat beda jauh sama yang kamu bilang kak, kamu juga ga ada hubungi aku sama sekali. Tiba-tiba aku liat kamu lagi mesra sama cewek tadi" menatap tajam
"Astaga aku udah jujur loh sama kamu, aku ga hubungi kamu supaya ga ganggu kamu kerja"
"Terus mana?" mengulurkan tangannya
"Apa?"
"Katanya kamu ke sini mau beli hadiah buat aku"
__ADS_1
"Ya tadi aku mau masuk ke toko perhiasan tapi tiba-tiba ada dia di sana"
Vira hanya terdiam sambil menatap ke arah Remon seolah dia sedang berkata bahwa dia tak percaya dengan penjelasan yang di berikan Remon
"Ini aku kasih buktinya ke kamu ya, jangan marah lagi"
Remon pun langsung mengeluarkan ponselnya dan membuka semua pesan yang tertera di ponselnya, di sana terlihat banyak sekali pesan yang tidak di baca dan panggilan telepon yang di abaikan. Dan semua pesan serta panggilan tersebut berasal dari beberapa orang wanita
"Aku ga gubris mereka kok"
Bukannya mereda yang ada rasa cemburu di dalam hati Vira semakin membara, dia pun melepaskan tatapan membunuh ke arah Remon
"Lah kenapa lagi sekarang?"
"Aku kan udah kasih buktinya aku ga balas pesan dia, telpon dari dia juga ga ada yang aku angkat"
"Banyak banget ya" tersenyum sinis
"Apanya?" mengerutkan keningnya
"Perempuan koleksi kamu kak"
"Ya ampun salah lagi gw"
Untuk pertama kalinya Remon merasakan perasaan takut bila wanita yang berada di hadapannya akan menjadi salah paham, dan dia pun sudah kehabisan cara untuk meyakinkan Vira. Dengan cepat Remon langsung menarik tubuh Vira ke dalam pelukannya dan memeluk tubuh Vira dengan sangat erat
Entah sudah secepat apa detak jantung Vira pada saat itu, dia pernah merasakan perasaan seperti itu saat baru menjalin hubungan dengan Dirga dan sudah lama sekali dia tidak merasakan perasaan seperti itu lagi
"Kamu pasti bohong kan kak"
Remon pun melepaskan pelukannya dan mencoba menatap jauh ke dalam mata Vira, dia berusaha mendapatkan kepercayaan dari wanita yang ada di hadapannya tersebut
"Kamu bisa pegang omongan aku, aku pasti buktiin ke kamu kalau aku akan berubah cuma untuk kamu"
"Tapi aku ga mau kamu berhubungan dengan wanita manapun lagi kak, aku ga mau cuma jadi yang pertama tapi masih ada yang lain selain aku" menundukkan kepalanya
Remon pun tersenyum dengan tulus lalu mencium kening Vira dengan sangat lembut
"Aku janji cuma kamu perempuan satu-satunya yang aku miliki sekarang dan selamanya"
"Karena aku yakin kamu ga akan melakukan hal yang sama kayak mantan istri aku"
Vira pun hanya bisa terdiam dengan wajah yang sudah memerah
"Ayo aku antar balik ke kantor"
Mereka pun naik ke dalam mobil Remon dengan perasaan yang sama-sama lega, Vira mencoba untuk mempercayai semua ucapan Remon dan Remon sudah yakin bila Vira adalah wanita yang patut dia perjuangkan
__ADS_1
"Apa yang kamu suka?"
"Kenapa kak?"
"Aku tadinya mau beliin kamu hadiah satu set perhiasan, tapi takutnya kamu ga suka. Soalnya aku baru sadar kamu ga pernah pakai perhiasan yang mencolok"
Vira pun tertawa kecil
"Kenapa? kok malah ketawa"
"Apa perempuan yang selama ini sama kamu suka kalau di kasih itu?"
Remon pun menjawab dengan anggukkan kepalanya
"Oh.."
"Kalau kamu mau minta hadiah apa dari aku?"
"Kasih kabar ke aku kak"
Remon pun melirik sekilas ke arah Vira yang saat itu sedang melepaskan senyuman terbaik yang dia punya sambil menatap ke arah dirinya
"Maksudnya?"
"Aku tuh perempuan kak, aku butuh di perhatiin"
"Ternyata kamu memang beda sama perempuan yang selama ini dekat sama aku, biasanya kalau perempuan lain pasti akan minta sesuatu yang berharga"
Sepanjang perjalanan mereka pun saling berbincang tentang diri mereka masing-masing, mereka berdua mencoba saling terbuka untuk saling mengetahui kekurangan mereka masing-masing. Tanpa terasa mereka pun sudah tiba di kantor Vira
"Aku turun dulu ya kak"
"Tunggu..."
Remon pun langsung mengeluarkan ponselnya dan memblokir semua nomor wanita yang ada di ponselnya di hadapan Vira, karena saat itu dia benar-benar sudah yakin bahwa Vira adalah wanita yang tepat untuk di jadikan pendamping hidup nya
"Begini udah cukup kan?"
"Sebenarnya ga perlu sampai sejauh itu kak" tersenyum
"Ga lah, aku mau kamu yakin kalau aku serius sama kamu"
"Kalau kamu serius sama aku cukup dengan jaga perasaan aku aja kak" tersenyum dengan tulus
Dan tiba-tiba saja cup Vira mencium pipi Remon dengan cepat dan langsung turun dari mobil Remon karena menahan rasa malu, Remon hanya memegangi pipinya dan menatap Vira dari belakang
"Aku yakin aku bisa menemukan kebahagian aku di diri kamu"
__ADS_1