Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Bencana Yang Menanti


__ADS_3

Dion pun mulai membuka matanya dan yang dia lihat saat itu wanita yang berada di dalam pelukannya adalah Ara


"Kamu ada di sini? aku tau kamu pasti akan kembali ke pelukan aku"


"Tapi aku bukan Ara kak" dengan suara pelan


Dion membenamkan wajahnya ke dada wanita tersebut


"Aku mohon Ara kamu boleh marah sama aku tapi aku mohon jangan pernah tinggalin aku Ara" memeluk erat wanita tersebut


Wanita tersebut hanya bisa diam membeku mendengar semua keluh kesah dari Dion, bahkan wanita tersebut yakin bila saat itu Dion sudah mulai mengeluarkan air matanya


"Kenapa aku jadi ga tega mau pergi ya?"


Dion membuka matanya dan menatap wanita tersebut dengan mata yang sudah berurai air mata, Dion mulai mendekatkan bibirnya ke arah bibir wanita tersebut. Wanita itu pun terkejut dan langsung memalingkan wajahnya


"Tolong jangan tolak aku Ara" lirih


Malam yang panas pun terjadi antara Dion dan wanita tersebut tetapi selama mereka melakukan hal tersebut Dion selalu memanggil wanita tersebut dengan sebutan Ara, Dion yang sudah di bawah pengaruh obat benar-benar tak bisa lagi membedakan siapa wanita yang kini ada di hadapannya


Dion mencurahkan segala perasaan yang selama ini dia pendam terhadap Ara kepada wanita yang kini berada di dalam pelukannya, Dion benar-benar melakukan itu semua secara lembut kepada wanita tersebut


Lain hal dengan wanita tersebut entah apa yang ada di dalam pikirannya, dia hanya menutup rapat mulutnya dengan air mata yang terus berlinang. Dion pun selesai melepaskan hasrat nya dan langsung mencium kening wanita tersebut dengan lembut


"Terima kasih, aku janji mulai hari ini aku akan perjuangankan kamu untuk jadi milik aku"


"Aku yakin itu ga akan mungkin terjadi kak, karena yang ada di pandangan dan hati kamu cuma perempuan itu"


Dion menjatuhkan tubuhnya di samping wanita tersebut sambil memeluk tubuhnya dan dia pun mulai terlelap ke alam mimpi, wanita tersebut mulai memindahkan tangan Dion secara perlahan setelah yakin Dion sudah tertidur pulas. Dia pun mulai mengenakan pakaiannya yang telah tercecer di lantai, dengan tatapan penuh penyesalan dia memandang Dion sebelum pergi dari tempat itu


"Apa membayar hutang budi harus sejauh ini?"


Wanita tersebut langsung keluar dari apartemen Dion dan meninggalkan tempat itu, sedangkan Dion sama sekali tak terjaga dari tidurnya

__ADS_1


Pagi yang indah pun mulai menyapa dan sinar mentari pagi mulai menyusup dari celah tirai apartemen Dion, sehingga membuat dia mulai terbangun dari tidurnya yang lelap. Dion langsung memegang kepalanya yang masih terasa berat dan mencoba memperhatikan sekeliling


"Kok aku bisa ada di kamar aku?"


Dion mulai terkejut karena melihat dirinya yang terlihat polos tanpa ada sehelai benang pun menutupi tubuhnya


"Apa yang udah aku lakuin semalam?"


Dion berusaha keras mengingat semua kejadian yang telah menimpa dirinya dan secara perlahan potongan ingatan tentang kejadian semalam hadir di dalam ingatan nya


"Perempuan itu pasti ngerjain aku!! Ara oh ya Ara di mana?"


Dion mulai bangkit dari tempat tidur dan kedua bola matanya pun membulat dengan sempurna melihat bercak darah yang ada di atas tempat tidurnya


"Apa-apaan ini semua? sial!! berarti siapa perempuan semalam?"


Dion segera pergi ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri, sejuta pertanyaan tentang wanita semalam terus mengganggu pikiran Dion. Setelah membersihkan diri Dion segera memakai pakaian rapi untuk pergi ke kantor, tetapi sebelum itu dia memutuskan untuk menemui bagian keamanan di apartemen tersebut dan ingin mencari tau tentang wanita itu


"Selamat pagi"


"Saya mau tanya apa ada yang lihat semalam saya pulang sama siapa?"


Para penjaga keamanan di apartemen itu langsung saling memandang satu sama lain


"Maaf pak kami kurang memperhatikan, tapi sepertinya saya lihat bapak pulang dalam keadaan tidak sadar dan di bantu oleh seorang wanita"


"Apa kamu lihat wajahnya?" menatap dengan serius


Orang tersebut menjawab dengan menggelengkan kepalanya, Dion langsung mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Ara dan Nana. Tetapi orang tersebut menjawab dengan pasti bahwa wanita tersebut bukanlah Ara atau pun Nana


"Apa saya bisa lihat rekaman cctv semalam?"


"Maaf pak rekaman cctv di apartemen ini sedang dalam masa pemeliharaan, karena kemarin ada sedikit gangguan"

__ADS_1


"Sial!! kenapa bisa kebetulan begini sih?"


"Apa ada masalah pak?"


"Oh ga saya cuma mau mengucapkan terima kasih sudah membantu saya pulang, kalau gitu saya pergi dulu ya"


"Baik pak" tersenyum ramah


Dion pun segera pergi meninggalkan tempat itu dan memutuskan untuk langsung pergi ke kantor walau hati kecilnya belum merasa tenang dan merasa bersalah


Sedangkan di tempat yang berbeda papa Surya terpaksa menunda untuk pergi ke kantor karena Nana sedang menangis sedih di hadapan dirinya


"Aku udah ga kuat pah, kak Dion ga pernah mau kasih aku kejelasan tentang hubungan kami"


"Jadi kamu mau papa berbuat apa?"


"Tolong bantu bicara sama kak Dion pah, aku ga mungkin tunggu lebih lama lagi"


"Sepertinya aku harus turun tangan, gimana juga Dion memang sudah terlalu lama menunda waktu"


"Ya udah kamu tenang dulu, nanti papa akan temui Dion untuk membahas ini"


"Terima kasih ya pah"


Di saat semua masalah mulai datang silih berganti di dalam kehidupan Nana dan Dion, lain hal dengan Ara dan Adit yang semakin dekat. Bahkan Adit sudah seratus persen mendapatkan hati Daffa, Adit akan selalu menyempatkan diri untuk bermain sejenak dengan Daffa saat dia mengantarkan Ara pulang kerja


Sosok Adit benar-benar di sambut baik di tengah keluarga Vira, Adit juga sudah mulai mempersiapkan diri untuk melamar Ara secara resmi. Baginya saat ini Ara dan Daffa adalah tujuan hidupnya


Papa Surya pun meminta Dion untuk datang ke kantornya dan sudah pasti Dion menyempatkan diri datang ke sana, dan di sana papa Surya meminta Dion untuk mulai mengambil sikap atas hubungan dirinya dan Nana


Pada awalnya Dion masih meminta sedikit waktu untuk mencari wanita pada malam itu karena setidaknya dia harus meminta maaf kepada wanita tersebut, tetapi semua jalan yang Dion lalui untuk mencari wanita tersebut seakan hanya menemukan jalan buntu


Dion yang sudah tak dapat berharap apapun lagi kepada Ara hanya bisa pasrah, dia pun memutuskan untuk menikahi Nana sesuai permintaan papa Surya. Sudah pasti kabar tersebut di sambut gembira oleh Nana dan mamanya

__ADS_1


Segala persiapan untuk acara pernikahan Nana dan Dion sudah mulai di persiapkan oleh kedua belah pihak, acara pernikahan mereka di rencanakan akan di adakan dengan sangat mewah. Walaupun tidak ada satu orang pun yang tau bahwa akan ada bencana yang sudah menanti di sana


__ADS_2