Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Anak Haram


__ADS_3

FLASH BACK


Adit yang sudah bertekad ingin memiliki Ara seutuhnya tak ingin lagi menunda waktu, walaupun Ara sudah bersedia menjadi istrinya tetapi dia tetap ingin melamar Ara dengan cara yang istimewa


Pagi itu Adit saat Adit terbangun dari tidurnya dia pun langsung menghubungi Ara


"Ya kak"


"Ara maaf hari ini aku ga bisa jemput kamu, soalnya aku ada pertemuan penting sebentar lagi"


"Oh, ya udah ga apa kak nanti aku berangkat sendiri aja"


"Oke, kamu hati-hati di jalan ya"


"Ya kak" Adit memutuskan sambungan teleponnya


Adit segera bangkit dari tidurnya dan membersihkan diri, dia pun segera berpakaian rapi lalu mengendarai mobilnya ke arah kediaman keluarga Vira. Tetapi Adit sama sekali tidak turun dari dalam mobilnya


Saat Adit sudah yakin bahwa Ara meninggalkan kediaman keluarga Vira, dia pun segera turun dari dalam mobilnya untuk menemui keluarga Vira. dan saat itu Vira orang yang membukakan pintu untuk Adit


"Loh kok ada di sini pak? tadi kata Ara..."


"Ya saya bohong sama dia, apa saya boleh masuk? saya perlu bantuan kalian"


Dan kini semua sudah berada di ruang tamu


"Sebelumnya saya minta maaf karena saya mau minta tolong ke kalian semua" tersenyum


"Minta tolong apa ya pak?"


"Saya sudah berencana melamar Ara hari ini, tapi saya butuh bantuan dari kalian semua"


Gilang dan yang lainnya sedikit terkejut mendengar ucapan dari Adit, mereka benar-benar tidak menyangka bila Adit akan menunjukkan keseriusan dalam waktu sesingkat itu


"Apa yang bisa kami bantu pak?"


Adit mulai menceritakan semua rencana yang telah dia susun untuk Ara, dan sudah pasti seluruh keluarga Vira mendukung rencana Adit. Adit juga menyerahkan pakaian yang akan di gunakan oleh Ara dan yang lainnya


"Bapak tenang aja kami akan membuat Ara datang ke sana"

__ADS_1


"Terima kasih" tersenyum bahagia


Selepas itu Adit segera menemui orang tuanya dan menceritakan tentang rencananya, pada awalnya mamanya Adit sempat sedikit marah karena dia tak ikut andil dalam rencana tersebut. Tetapi amarah tersebut hanya berlangsung sesaat karena yang terpenting adalah Adit sudah menemukan belahan hatinya


FLASH OFF


Vira dan yang lainnya berada di satu mobil sedangkan Ara dan Daffa sudah pasti berada di mobil Adit, sesampainya di kediaman Vira Daffa yang berada di kursi belakang sudah tertidur dengan pulas. Dengan sigap Adit segera menggendong tubuh Daffa dengan sangat hati-hati dan membawa buah hatinya ke dalam kamarnya


Adit pun mengikuti langkah kaki Ara bergabung dengan uang lainnya di ruang tamu, mereka semua menerima kehadiran Adit di sana tanpa rasa ragu sama sekali. Karena mereka sudah yakin akan hati Adit, setelah cukup lama Adit pun berpamitan untuk pulang karena sudah menjelang tengah malam. Ara pun mengantarkan Adit hingga ke mobilnya


"Kamu hati-hati di jalan ya kak"


Tiba-tiba saja Adit memeluk tubuh Ara dengan erat


"Rasanya aku ikhlas harus pisah sama kamu" berbisik


"Ya ampun kak besok juga kita ketemu lagi" merona


Adit melepaskan pelukannya dan menatap jauh ke dalam mata Ara


"Aku mau secepatnya kamu sah jadi milik aku, aku ga mau jauh dari kamu"


Entah sudah semerah apa wajah Ara pada saat itu dan yang pasti detak jantung Ara sudah berdetak tak menentu


Ara hanya menjawab dengan senyuman dan anggukkan kepalanya


"Aku harap saat nanti kamu tau semuanya kamu juga tetap bisa percaya sama aku"


"Ya udah kamu masuk istirahat ya"


"Hati-hati di jalan kak"


"Ya sayang" tersenyum hangat lalu mencium kening Ara dengan lembut


"Akh!! apa aku harus periksa ke dokter jantung ya? kayaknya jantung aku mulai ga beres kalau dekat kak Adit"


Adit pun pergi dari sana dan sudah pasti Ara kembali ke kamarnya dan menatap ke arah Daffa yang sudah tertidur pulas


"Kamu bahagia kan sayang? mama harap selamanya kita bertiga akan selalu bahagia"

__ADS_1


Adit mulai mempersiapkan satu persatu segala kebutuhan untuk mendirikan sebuah rumah tangga, Adit bahkan telah menyiapkan sebuah rumah yang sangat mewah bagi keluarga kecilnya. Dia hanya mau Ara dan Daffa mendapatkan semua yang terbaik yang dia bisa


Sedangkan acara pernikahan Dion dan Nana sudah hampir seratus persen rampung, hanya tinggal beberapa bagian kecil yang belum selesai dan salah satunya adalah memilih cincin pernikahan untuk mereka berdua. Mereka pun berjanji akan bertemu di akhir pekan untuk memilih cincin pernikahan mereka


Detik demi detik pun berlalu hingga hari pun silih berganti, dan kini hari di mana Dion dan Nana membuat janji untuk memilih cincin pernikahan pun tiba. Tetapi tiba-tiba saja Dion ada sebuah keperluan mendadak dan terpaksa menunda janji temu mereka, Nana yang tak ingin merasa kecewa pun akhirnya meminta mamanya menemani dirinya berjalan-jalan di mall terbesar di kota itu


Sungguh sesuatu yang sangat kebetulan karena Ara dan Daffa juga berada di sana, mereka berada di sana karena akan bertemu dengan mamanya Adit. Ara dan Daffa yang sedang berkeliling tak menyadari bila dari kejauhan Nana dan mama Tania menatap tajam ke arah mereka


"Kan mah aku ga bohong, kak Ara udah pulang mah"


"Ayo kita kasih dia sedikit pelajaran sayang"


"Tapi orang yang ada sama dia itu menakutkan mah"


"Ya kan kamu liat sendiri mereka cuma berdua sayang, apa yang harus kamu takuti?"


"Iya juga orang yang waktu itu melindungi dia ga kelihatan, setidaknya aku bisa balas rasa malu yang waktu itu"


Dengan langkah kaki yang pasti Nana dan mama Tania mendekat ke arah Ara


"Ara" tersenyum ramah


"Kok bisa ketemu mereka sih? kalau mereka cuma hina aku aja aku pasti bisa terima. Tapi gimana kalau mereka menghina Daffa?"


"Mama ada di sini?"


Tiba-tiba saja mama Tania memeluk tubuh Ara, dua orang pengawal yang bertugas melindungi Ara dari kejauhan sudah bersiap tetapi mereka kembali ke posisi mereka saat melihat mama Tania dan Ara berpelukan. Mama Tania melepaskan pelukannya dan memberikan senyuman penuh arti kepada Ara


"Ini anak kamu ya?"


"Ya mah" dengan suara pelan


Mama Tania pun menatap ke arah Daffa


"Ya ampun sayang kamu ganteng banget ya"


Entah mengapa saat mama Tania mulai tertuju ke arah Daffa sudah ada perasaan yang mengganjal di dalam hati Ara


"Aku mohon mah jangan lakukan hal yang berlebihan, dia cuma anak kecil yang ga tau apa-apa"

__ADS_1


"Terima kasih" Daffa tersenyum dengan ramah


"Tapi kamu tau ga kalau kamu itu cuma anak haram?" tersenyum jahat


__ADS_2