Malam Yang Menyakitkan

Malam Yang Menyakitkan
Masa Lalu Brian Dan Lian


__ADS_3

FLASH BACK


Lian kecil harus tinggal bersama paman nya karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia karena sebuah kecelakaan, walaupun kedua orang tua Lian meninggalkan dia beberapa harta tetapi Lian kecil tak bisa berbuat apapun. Sehingga semua harta peninggalan orang tuanya beralih ke paman nya, bahkan untuk biaya kuliah pun dia harus bekerja paruh waktu


Lian selalu mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari seluruh orang di rumah itu semenjak dia kecil, dia tak pernah mendapatkan yang namanya kehangatan sebuah keluarga. Hingga dia mulai masuk ke perguruan tinggi akhirnya dia pun mulai berkenalan dengan seorang pria yang kurang baik


Pria tersebut menggunakan seribu cara untuk menaklukkan hati Lian, Lian yang tak pernah mendapatkan perhatian dan juga kasih sayang dengan mudah tertipu oleh pria tersebut. Dan dengan bodoh nya dia pun menyerahkan kehormatan dirinya sebagai seorang wanita


Hubungan mereka pun berjalan dengan baik hingga Lian mulai menyadari bahwa dia sudah terlambat datang bulan, Lian pun memberanikan diri untuk melakukan pemeriksaan dan benar saja hal yang paling dia takuti pun terjadi


Dengan perasaan cemas dan takut yang bercampur menjadi satu Lian memutuskan untuk langsung mencari sang kekasih hati di tempat kost nya, tetapi apa yang dia lihat pada saat itu saat sang kekasih hati membuka pintu kamarnya ada seorang wanita sedang berada di dalam kamar tersebut


"Ngapain kamu ke sini?" menatap tajam


Lian hanya bisa membisu dan ke dua bola matanya hanya tertuju ke arah wanita yang berada di dalam kamar tersebut


"Dia siapa kak?"


Wanita tersebut pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah sang pria dan langsung memeluk tubuh pria tersebut dari belakang


"Siapa dia sayang?"


Air mata Lian pun terjatuh dengan sendirinya, dia sudah mengerti hubungan yang terjalin di antara mereka berdua


"Bukan siapa-siapa cuma orang ga penting" dengan entengnya


Lian masih tetap berusaha menguatkan hatinya dan mengeluarkan hasil pemeriksaan dari dalam tasnya

__ADS_1


"Aku ke sini mau kasih liat ini ke kamu kak"


Dengan sombongnya pria tersebut membaca hasil pemeriksaan tersebut dan dia pun melempar kertas tersebut tepat ke wajah Lian


"Kamu kira aku bakal percaya anak yang ada di perut kamu itu anak aku, kamu kan bisa aja tidur sama siapapun di luar sana. Dan sekarang kamu minta aku yang tanggung jawab, apa kamu pikir aku ini orang bodoh?!!"


"Tapi aku cuma lakuin itu sama kamu kak" dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan


Pria tersebut sudah tak mau lagi mendengar penjelasan dari Lian, dengan sangat kasar dia pun mendorong tubuh Lian hingga jatuh terduduk


"Pergi dari sini dan jangan pernah berharap aku akan tanggung jawab"


Pria tersebut pun langsung menutup pintu kamar tersebut, Lian pun langsung bangkit dan mengetuk pintu kamar tersebut berulang kali sambil menangis dengan hebatnya. Tetapi hasilnya hanyalah sia-sia karena pintu kamar tersebut tidak pernah terbuka


Dengan hati yang sudah hancur lebur Lian melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu, dia tak tau kemana harus pergi dia hanya mengikuti ke mana langkah kaki membawa dirinya


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? aku harus apa sekarang? aku ga mungkin pulang ke rumah dengan keadaan yang seperti ini pasti paman akan pukul aku lebih parah dari biasanya"


Lian terus melangkahkan kakinya tanpa arah dan tujuan, bahkan dia tak memperdulikan keadaan sekitar hingga tanpa sadar dia menyeberang jalan tanpa melihat ada sebuah mobil yang sedang melaju dengan cukup cepat


Secara samar Lian pun mendengar dan melihat seorang pria turun dari dalam mobil, dan pria tersebut langusng berlari ke arah dirinya yang sudah tergeletak dengan darah segar mengalir di mana-mana


"Kamu jangan tidur, saya bawa kamu ke rumah sakit sekarang"


Secara perlahan Lian pun mulai kehilangan kesadarannya, dan pria tersebut ternyata adalah Brian. Brian pun langsung melarikan Lian ke rumah sakit sesampainya di rumah sakit Brian meminta agar Lian mendapatkan perawatan yang terbaik, tetapi dia di buat terkejut oleh dokter karena ternyata gadis yang baru saja dia tabrak tersebut telah mengalami keguguran karena benturan yang keras


Brian hanya berani menghubungi Adit dan Remon tanpa berani mengatakan apapun kepada kedua orang tuanya, dan Brian setia menemani Lian di rumah sakit selama dia belum sadarkan diri. Saat Lian sudah sadarkan diri dia pun terpaksa mengatakan bahwa anak dalam kandungan Lian sudah tiada

__ADS_1


Saat itu Lian menangis dengan hebatnya karena satu-satunya alasan dia untuk tetap melanjutkan hidup pun sudah kembali kepada sang pencipta, perasaan bersalah di dalam hari Brian pun semakin besar melihat Lian yang terpukul


Hari demi hari terus berlalu Brian selalu menemani Lian di rumah sakit dan keadaan Lian sudah mulai berangsur membaik, Brian hanya meninggalkan Lian saat dia akan bekerja setelah itu dia akan kembali ke rumah sakit untuk menjaga Lian


Hari itu entah mengapa perasaan Brian benar-benar terganggu, dia pun memutuskan untuk membeli dua paket makan siang dan langsung menuju ke rumah sakit. Tetapi begitu dia tiba di sana dia tak dapat menemukan Lian di dalam kamarnya


Di atap rumah sakit Lian sudah berdiri di tempat paling ujung dan hanya terhalang oleh pagar pengaman


"Udah ga ada gunanya lagi aku di sini, aku mohon maaf sama mama dan papa karena aku ga berhasil jadi anak yang kuat. Sekarang aku mau menyusul kalian di sana, setidaknya ada kalian yang bisa memeluk aku di sana"


Lian pun mulai naik ke pagar pembatasan rumah sakit tersebut, dia mulai merentangkan ke dua tangannya dan menutup matanya. Lian pun sudah memajukan salah satu kakinya dan tiba-tiba saja ada tangan yang menarik tubuh Lian


"Kamu udah gila ya? apa yang mau kamu lakukan?!!"


Brian berteriak sekuat yang dia bisa sambil mencengkram lengan Lian


"Lepas!! ga ada gunanya lagi aku hidup!! lebih baik aku mati aja!!"


Brian menampar wajah Lian dengan sangat kuat untuk mengembalikan kesadaran gadis tersebut, dan Lian pun langsung terduduk lemas dengan air mata yang mengalir dengan hebatnya


"Sekarang aku sendirian, jadi untuk apa lagi hidup di dunia ini?"


Entah itu hanya sebatas perasaan bersalah atau memang sedari awal Brian sudah menaruh hati kepada Lian, dia pun langsung memeluk tubuh Lian dengan sangat erat


"Mulai sekarang kamu ga sendiri lagi, ada aku tempat untuk kamu pulang" berbisik


"Mulai sekarang aku akan jadi rumah untuk kamu, mungkin aku memang bukan laki-laki baik tapi aku janji selama nafas aku masih berhembus selama itu juga aku akan selalu jadi rumah untuk kamu"

__ADS_1


FLASH OFF


Brian benar-benar membuktikan ucapannya dengan menikahi Lian, sedangkan semenjak itu bagi Lian suaminya adalah rumah bagi hidupnya. Dia bersedia di perlakukan seperti apapun karena hanya Brian tempat dia untuk kembali


__ADS_2