
"Penyesalan yang tidak berguna!"
Cresentia benar-benar sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak memaki mantan menantunya itu.
"Mi, Lay harus profesional. Melanjutkan kontrak yang memang tidak bisa Lay putus begitu saja Mi," kekeh Lay Sanespere, membela diri dari semua tuduhan mantan mertuanya.
"CK! Professional Kamu bawa-bawa? lalu di mana hati nurani Kamu sebagai seorang mama? Kamu tega meninggalkan anakmu sendiri yang masih bayi! Dia butuh kasih sayang dan ASI saja Kamu tidak peduli, lalu Kamu bicara soal profesionalisme?"
Lay Sanespere terdiam mendengar suara mami Cresentia yang meninggi. Dia sadar jika apa yang dilakukannya dulu salah. Tapi Lay Sanespere tetap mempertahankan pendiriannya, yang tidak bisa memutuskan kontrak kerjanya begitu saja.
Dia akan dituntut ganti rugi yang sangat besar, karena memutuskan kerjasama sebelum waktunya habis, atau penalti resign.
Pinalti resign adalah hukuman yang diberikan kepada salah satu pihak yang mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam sebuah perjanjian kerja.
Segala macam peraturan yang tertera di kontrak bertujuan untuk melatih model kedisiplinan. Kedisiplinan tersebut bertujuan untuk kepentingan mereka bersama. Terutama untuk model itu sendiri, seandainya mereka memutuskan untuk bekerjasama dengan agen lain. Jadi Ketika kontrak selesai, tak jarang model masih melanjutkan karirnya bersama Posture Management asalkan usianya masih berada di bawah 30 tahun.
Posture Management bisa dikatakan sebagai agen yang menaungi model.
Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan model melanjutkan kontraknya atau tidak seperti pernikahan atau lebih memilih bekerja kantoran. Model biasanya akan melanjutkan kontrak jika sudah merasa nyaman di Posture Management tersebut.
Hal ini juga yang terjadi pada Lay Sanespere. Selain dia sudah nyaman dengan karir dan pekerjaannya, dia juga banget mencintai profesinya sebagai model, yang dituliskan oleh banyak orang termasuk para wanita dari kelas sosial atas.
Dia begitu bangganya, sehingga tidak ingin merusak postur tubuhnya dengan memberikan ASI pada Reo.
Lay Sanespere juga merasa sangat menyayangkan, seandainya harus melepaskan profesinya itu, sebab dia sudah memiliki pendapatan yang sangat besar dari dunia modelling.
Setiap model mempunyai tarif yang berbeda tergantung pada beberapa hal, salah satunya yakni jam terbang. Faktor lain yang mempengaruhi model tarif yakni kualitas berjalan di catwalk. Dan dia mendapatkan semua itu dengan perjuangan yang keras sejak awal, belum dia mengenal Shiro Yuki.
Lay Sanespere sudah menjadi model dunia, karena jam terbang yang tinggi, serta faktor keberuntungannya sebagai istri dari Shiro Yuki, yang tentunya dikenal masyarakat luas.
Agensi model yang mengontrak dirinya juga dari brand dunia, sehingga Lay Sanespere sangat menyayangkan seandainya dia harus keluar dari agensi tersebut, karena tidak semua model bisa mendapatkan kesempatan yang sangat bagus seperti dirinya.
Selain mamperagakan baju-baju brand dunia, Lay Sanespere juga sering menjadi model iklan, sehingga Lay Sanespere sangat menyayangi profesinya.
Meskipun sebenarnya Shiro Yuki mampu membayar denda atau pinalti untuk pemutusan kontrak secara sepihak yang melakukan istrinya, tapi pada kenyataannya, Lay Sanespere tetap memilih untuk meninggalkan keluarga kecilnya.
Hal inilah yang membuat Cresentia marah dan dendam pada mamanya Reo, karena menganggap Lay Sanespere merendahkan keluarganya, dengan lebih memilih pekerjaan dibanding dengan suami dan anaknya sendiri.
"Maaf Mi, Lay memang egois. Tapi tolong beri kesempatan pada Lay untuk memperbaikinya."
__ADS_1
Lay Sanespere tetap kekeh dengan apa yang dia inginkan saat ini, yaitu rujuk kembali dengan mantan suaminya, Shiro Yuki, sehingga dia bisa bersama dengan Reo juga.
"Tidak ada istilah rujuk!" tegas Cresentia, yang diangguki juga oleh Yuki Nagato.
Shiro Yuki sendiri hanya diam saja sedari tadi, tidak ada respon apapun yang ditunjukkan. Baik menerima atau tidak, atas permintaan mantan istrinya itu.
*****
Di balkon, Reo sedang melanjutkan sarapan paginya, di temani oleh pengasuhnya sendiri, yaitu Amy.
Amy, yang sebenarnya mengagumi dan mengidolakan sosok model dan artis cantik tersebut, mencoba untuk bertanya pada anak asuhnya itu, yang pada kenyataannya adalah anak kandung dari model tersebut.
"Tuan Muda. Apa benar, wanita tadi adalah mamanya Tuan Muda?"
"Tidak tahu," jawab Reo, dengan masih mengunyah makanannya.
"Tapi... tadi dia bilang mau bertemu dengan Tuan Muda," ujar Amy, mengingatkan Reo, dengan apa yang tadi mereka dengar dari perkataan Lay Sanespere.
"Mamaku cuma satu," sahut Reo, sambil menyuap makanan lagi.
Amy mengerutkan keningnya, mendengar jawaban yang diberikan oleh Reo, yang kemungkinan besar mengetahui jika model Lay Sanespere adalah mamanya.
"Kenapa tadi tidak mau peluk mamanya Tuan Muda?" Amy bertanya lagi, dengan menatap wajah Reo. Dia terlihat begitu antusias dan menunggu jawaban yang akan diberikan oleh anak asuhnya, yang kadang kala sama juteknya seperti papanya.
Amy menyipitkan matanya, mendengar pertanyaan yang diajukan untuknya itu.
"Bukan! Bukan Mama Amy, tapi mama cantik yang ada di bawah tadi!" Amy mencoba memberikan penjelasan kepada Reo, dengan sebutan mama yang dia ucapkan.
"Tapi mamanya Reo hanya cuma satu, dan itu Mama Amy!" tegas Reo, dengan meletakkan sendok makan. Dia tidak melanjutkan makannya lagi, karena kesal dengan semua pertanyaan yang diajukan Amy padanya.
Sikap Reo ini membuat Amy terkejut, karena tidak pernah menyangka, jika sikap anak asuhnya itu tidak sama seperti anak-anak lain pada umumnya, yang tentunya dekat dengan mama kandungnya.
"Emhhh..."
Klontiang!
"Dia bukan mamanya Reo!"
Amy lebih terkejut lagi, pada saat Reo memotong kata-kata yang belum sempat dia katakan. Apalagi dengan membanting sendok ke piring.
__ADS_1
Setelah itu Reo bangkit dari tempat duduknya, kemudian berlari menuju ke kamarnya sendiri.
"Tuan Muda! Tuan Muda!"
Amy berteriak mengejar Reo, untuk meminta maaf. Tapi Reo tidak peduli dan terus berlari menuju kamarnya.
Reo masuk ke kamar, kemudian menutup pintu dengan keras.
Blummm!
Tok tok tok!
"Tuan Muda! Tuan Muda Reo!"
"Tolong buka pintunya ya!"
Tok tok tok!
"Seharusnya Tuan Muda tidak seperti itu sikapnya pada mama! Bagaimanapun juga, dia adalah mamanya Tuan Muda," ujar Amy, berusaha untuk membujuk Reo, yang tidak bisa menerima keberadaan Lay Sanespere.
"Terima kasih sudah mau membujuk anakku. Aku sangat sedih, karena ternyata bukan hanya Mas Shiro saja yang yang tidak mau menerimaku, tapi Reo juga. Hiks hiks hiks..."
Tiba-tiba Lay Sanespere sudah ada di belakangnya Amy, dan menangis tersedu-sedu, di saat bercerita tentang keadaannya yang memprihatinkan.
Amy merasa kasihan pada Lay Sanespere, yang ditolak oleh anaknya sendiri.
"Apakah Kamu bisa menolongku dengan membujuknya, supaya mau memaafkan dan menerimaku?"
Amy mengangguk, menyetujui permintaan Lay Sanespere, karena merasa kasihan dengan wanita yang saat ini berdiri di depannya dengan wajah sedih.
*****
Malam harinya, Reo baru saja tidur. Amy berniat untuk keluar dari kamar.
"Amy, bagaimana jawabanmu atas tawaranku untuk menikah?"
Mendapat pertanyaan tersebut, Amy bingung untuk memberikan jawabannya.
*****
__ADS_1
#Kira-kira Amy menjawab apa atas pertanyaan yang diajukan oleh Shiro Yuki?
#Apakah Amy akan membujuk Reo dan juga Shiro Yuki untuk memaafkan dan menerima Lay Sanespere lagi?