Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Kemungkinan


__ADS_3

"Ehhh, ehhh apa ini?"


"Lepas! Awas lepas!"


Amy memberontak dengan meronta-ronta, pada saat ada dua orang laki-laki yang menangkapnya, tak jauh dari gerbang rumah keluarga Nagato.


Kebetulan saat ini security gerbang tidak ada, dan Amy memanfaatkan kekosongan pos security untuk keluar rumah, pamit pada Reo untuk membelikan jajanan ke gang depan perumahan.


Tapi ternyata kepergiannya itu dimanfaatkan oleh seseorang untuk menculiknya, jangan cara membawanya secara paksa, tanpa diketahui oleh siapapun, sebab jalanan gang perumahan ini memang sepi pada jam kerja. Di tambah lagi security yang biasanya berjaga-jaga di pos security, depan pintu pagar rumah keluarga Nagato, sedang masuk ke dalam untuk mengambil kopi yang belum disuguhkan oleh asisten rumah tangga.


Waktu ini dimanfaatkan oleh penculik, yang sudah memantau kegiatan dan keadaan sekitar, untuk membawa Amy dengan paksa.


"Diam dan ikut saja dengan tenang, atau Kamu mau pergi ke neraka sekarang juga!" bentak salah satu dari penculik tersebut.


Amy tentu saja menciut, saat mendengar ancaman tersebut. Dia masih belum siap jika harus mati sekarang, jadi hanya bisa mengikuti arahan dari penculik yang tidak dikenal ini.


"Oke-oke! Aku akan diam dan ikut bersama kalian. Tapi siapa yang memerintahkan kalian melakukan semua ini?" tanya Amy, di saat dia masih sadar dan segera berpikir cepat dengan balap kemungkinan yang ada.


"Diam! Tidak usah banyak cing cong!" bentak penculik itu lagi.


"Banyak mulut nih! Hajar saja!" Penculik satunya lagi marah, saad mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Amy.


"Tapi setidaknya Aku tahu alasan kalian menculik itu apa?" Amy masih kekeh dengan bertanya ingin tahu.


Akhirnya satu dari penculik tersebut mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya, kemudian menutup hidung Amy dengan cepat, tanpa bisa dihindari oleh Amy sendiri. Setelahnya Amy tidak sadarkan diri, sehingga kedua pencuri tersebut dengan mudah memasukkan Amy ke dalam sebuah mobil, yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka saat menangkap targetnya, yaitu Amy.


Di balkon kamar Reo, yang bisa langsung melihat tempat kejadian, Reo ikutan panik melihat mama asuhnya di culik. Dia berteriak-teriak dari atas, meminta supaya mama asuhnya itu dilepaskan.


"Hai, itu mamanya Reo!"


"Jangan bawa nama Amy!"


"Huhuhu... mama! mama Amy..."


Reo segera berlari dari balkon ke dalam kamar, kemudian keluar untuk turun ke bawah mencari orang-orang yang bisa membantunya.

__ADS_1


"Mama... Mana Amy!" teriak Reo tiada henti.


Dua asisten rumah tangga yang ada di rumah tergopoh-gopoh mendekati Reo, yang berteriak dengan menangis dan panik.


"Tuan Muda ada apa?"


"Kenapa dengan mama Amy Tuan Muda?"


Mereka berdua bertanya pada Reo, yang masih menangis dan memanggil manggil nama pengasuhnya.


"Mama... mama Amy! Hiks hiks hiks..."


"Huhuhu... mama Amy diulik! huhuhu..."


Kedua asisten rumah tangga tersebut saling pandang, dengan kebingungan yang mereka rasakan, sebab Tuan Muda-nya itu tidak bisa bicara dengan jelas, karena dalam keadaan menangis.


Melihat kedua asisten rumah tangga yang nampak bingung, Reo menyerahkan ponsel yang dia pegang pada mereka berdua. Akhirnya keduanya bisa melihat video rekaman yang masih ada di layar, sehingga bisa mereka putar ulang.


Keduanya sama-sama terkejut melihat video tersebut, bahkan mereka juga panik.


"Siapa yang menculik nona Amy?"


Mereka berdua bertanya-tanya melihat keadaan penculikan yang dialami oleh pengasuh Tuan Muda-nya, Reo.


Akhirnya mereka berdua segera mencari security, untuk memberitahukan penculikan tersebut. "Ayo kita laporkan pada security di depan!"


Reo mengangguk, masih dalam keadaan menangis, menarik mereka berdua untuk segera pergi ke pos security. Melaporkan kejadian yang dialami oleh mama asuhnya barusan.


Kehebohan ke-dua asisten rumah tangga tersebut, setelah mendapatkan laporan dari Tuan Muda-nya, diperhatikan oleh tukang kebun, yang memang ada di rumah.


"Aku harus melaporkan keadaan rumah pada nona Lay," batin tukang kebun tersebut.


Di pos security, Reo yang masih di dalam keadaan menangis, tidak bisa menceritakan dengan jelas kejadian yang dia lihat. Tapi kedua asisten rumah tangga, membantunya memberikan penjelasan kepada security rumah, dengan menunjukkan video yang sempat direkam oleh Tuan Muda mereka.


"Ini, ini nona Amy?" tanya Security tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


Security tersebut merasa bekerja dengan benar, dan hanya meninggalkan pos security beberapa menit untuk mengambil kopi ke dapur rumah. Dia tidak percaya jika dalam beberapa menit itu dimanfaatkan oleh penculik untuk membawa pergi Amy.


"Kita langsung melapor pada Tuan Besar Shiro, lalu melaporkan ini pada pihak yang berwajib. Sudah ada bukti yang jelas dengan penculikan ini!"


Security juga memeriksa layar cctv, untuk mendapatkan bukti yang lebih banyak. Tapi ternyata cctv di rumah, bagian security dan halaman depan mati.


"Ini kenapa kamera cctv tidak berfungsi? ada yang tak beres atau ada orang dalam yang menjadi mata-mata?" Security tersebut justru bertanya-tanya sendiri dengan ketidakberesan kamera cctv di rumah, yang ternyata sudah disabotase oleh seseorang.


Akhirnya mereka hanya memiliki bukti dari rekaman ponsel yang saat ini di pengang salah satu asisten rumah tangga.


"Kita kirim video ini pada Tuan Shiro, biar dia memiliki video penculikan nona Amy untuk berjaga-jaga, sebagai bukti untuk laporan selanjutnya ke pihak yang berwajib."


Reo dan yang lainnya menggangguk setuju dengan usulan security tersebut.


*****


Di kantor perusahaan.


Shiro Yuki sedang memimpin metting dengan dewan direksi, membicarakan tentang turunnya saham perusahaan Nagato Group di bursa saham.


"Kita harus selidiki pihak mana yang telah menjatuhkan harga saham Nagato Group. Jika tidak segera ditangani hingga akhir bulan, maka perusahaan akan menanggung kerugian yang sangat besar."


Dewan direksi perusahaan mendengarkan perkataan Shiro Yuki dengan seksama, memahami bagaimana keadaan pasar saham, yang rentan dengan sabotase lawan bisnis. Lawan bisnis bisa menggunakan segala cara untuk menjatuhkan perusahaan tertentu, salah satunya dengan cara menjatuhkan harga saham di pasaran.


Metting belum juga selesai, sekertaris Shiro Yuki memberikan ponsel padanya dengan berbisik-bisik, "Tuan, ini ada kiriman video yang sepertinya sangat penting untuk Anda lihat dengan segera."


"Maaf sebentar," ucap Shiro Yuki, yang meminta waktu sebentar pada dewan direksi.


Setelah melihat keseluruhan video, Shiro Yuki terbelalak kaget. "Apa ini?" tanyanya cepat.


"Maaf untuk semua Tuan-tuan, sepertinya metting ini kita sampai di sini dulu. Ada suatu hal yang sangat penting yang harus saya selesaikan sekarang juga."


Meskipun dewan direksi bingung dengan apa yang terjadi, tapi mereka hanya bisa mengangguk.


Akhirnya Shiro Yuki segera pergi ke kantor polisi dan menghubungi beberapa temannya untuk meminta bantuan. Dia berpikir jika kemungkinan yang dialami oleh Amy ini ada hubungannya mantan istrinya sendiri, sehingga dengan cepat dia menghubungi Lay Sanespere.

__ADS_1


__ADS_2