
Acara untuk mempertemukan Reo dengan mamanya, Lay Sanespere sudah terlaksana dan sesuai dengan harapan. Ini karena Reo mau bersikap manis dan baik terhadap Lay Sanespere, bahkan mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat semuanya tersenyum bahagia.
"Jadi Reo sekarang punya dua mama? Di rumah mama Amy, di sini mama Lay?" Reo bertanya dengan mimik wajah yang menggemaskan, membuat ke-tiga orang dewasa yang bersamanya tersenyum senang.
"Hihihi... iya-iya, Reo punya dua mama. Asyik dong ya!" sahut Amy dengan mengikuti mimik wajah anak asuhnya, yang justru membuat Shiro Yuki ingin mengecup pipinya.
Tapi tentu saja itu hanya sekedar keinginannya saja, mengingat situasi dan kondisinya saat ini. Mereka yang berada di kantor polisi, dengan Lay Sanespere yang ada diantara mereka. Seandainya hanya ada Reo saja, Shiro yakin jika anaknya itu tidak keberatan, dengan apa yang dia lakukan pada Amy. Mungkin Reo juga akan melakukan hal yang sama seperti dia, yaitu mengecup pipi mama asuhnya.
Mengingat hal ini, Shiro Yuki tiba-tiba merasa cemburu dengan anaknya itu, karena selama ini Reo bisa bebas mencium pipi Amy. Bahkan Amy juga sering mencium pipi anaknya, Reo.
"Tiba-tiba Aku ingin menjadi Reo saja, yang bisa dengan bebas untuk mencium dan dicium tanpa harus meminta ijin terlebih dahulu." Shiro Yuki justru berandai-andai dalam hatinya.
"Pa, Papa!"
Reo menarik-narik tangan Papanya, karena sedari tadi dipanggil-panggil tidak menyahut. Ini karena Shiro Yuki sedang melamun sehingga tidak mendengar panggilan yang dilakukan oleh anaknya.
"Ya... ehhh, Sayang ada apa?" tanya Shiro gagap.
Hal ini membuat Lay Sanespere mengerutkan keningnya heran, melihat keadaan mantan suaminya, yang dulunya tidak pernah melamun dalam sebuah pertemuan, meskipun tempat tersebut tidak resmi seperti acara-acara kantor.
Tapi Amy justru tersenyum simpul, mendapati Papanya Reo yang tidak fokus. Dia berpikir jika Tuan Besar-nya itu sedang memikirkan nasib mamanya Reo, yang saat ini harus kembali ke dalam tahanan.
"Papa. Mama Lay mau balik, jadi kita diminta untuk balik lebih dulu." Reo memberikan penjelasan kepada papanya, atas apa yang diminta oleh Lay Sanespere.
Lay Sanespere akan segera dikembalikan ke dalam sel tahanan, karena waktu besuk untuknya sudah selesai. Dia tidak mau jika Reo melihatnya digiring oleh petugas polisi, karena itu akan terburuk citra nya di mata sang anak.
Shiro Yuki yang paham dengan situasi ini, akhirnya segera mengajak Reo dan Amy untuk kembali pulang.
"Ayolah kalau begitu. Kita pulang dan biarkan mama Lay melakukan tugasnya lagi, oke boy!" Reo mengangguk cepat, tidak paham dengan perkataan papanya.
Tapi Lay Sanespere tersenyum mendengar perkataan mantan suaminya, yang tidak mengatakan dengan jelas pada anaknya itu, mengenai statusnya yang seorang tahanan di kantor polisi ini.
__ADS_1
Setelah berpamitan, Shiro Yuki meminta kepada Amy untuk membawa anaknya keluar terlebih dahulu. Dia ingin bicara dengan Lay Sanespere sebentar. "Bawa Reo ke mobil, Aku mau bicara dengan Lay sebentar."
Amy hanya mengangguk saja, dengan tidak mengajukan pertanyaan apa pun.
Berbeda dengan Amy, Lay Sanespere tersenyum senang, karena melihat mantan suaminya itu tinggal dan tidak langsung ikut pergi bersama dengan anaknya dan pengasuhnya itu.
"Satu minggu lagi Aku akan menikah dengan Amy. Aku harap Kamu tidak berencana untuk mengacaukan acara itu, atau Kamu akan mendekam di dalam tahanan untuk seumur hidup!" Perkataan Shiro ini, membuat Lay langsung kehilangan senyumannya.
"Secepat itu Mas?" tanya Lay dengan wajah sedih.
"Cepat? Reo sudah berumur 3 tahun lebih, hampir 4 tahun malah. Itu sudah cukup untukku merawatnya sendirian. Dan sekarang Reo sendiri yang menemukan sosok mama yang tepat untuknya. Jadi Aku tidak mau menundanya lagi," terang Shiro Yuki pada mantan istrinya.
"Jadi dia hanya Mas nikahi karena Reo?" tanya Lay ingin tahu. Di dalam hatinya, Lay bersorak senang, karena menganggap jika mantan suaminya itu masih memiliki rasa cinta untuknya, hingga tidak bisa menerima wanita lain.
"Hehhh Aku justru sangat mencintai Amy, sama seperti Aku mencintai Reo!"
Setelah memberikan jawaban yang terakhir kalinya, Shiro Yuki keluar dari kantor kepolisian, menyusul anaknya bersama Amy, yang sudah menunggunya di dalam mobil.
"Ya Den!" jawab pak Nico patuh.
"Buat apa Tuan ke butik? Saya bisa naik taksi jika Tuan masih ada urusan," usul Amy yang tidak tahu rencana Shiro.
"Kita fitting baju pengantin. Di butik mami dan papi sudah menunggu kita."
Amy tentu saja terkejut dengan jawaban tersebut, tapi itu tidak berlaku untuk Reo, yang langsung bertepuk tangan mendengar jawaban yang diberikan oleh papanya.
Plok plok plok!
"Horeee..."
"Tapi Tuan..."
__ADS_1
"Aku tidak mau ada yang menggagalkan rencana kita Amy, jadi jangan pernah menolak!" Amy terdiam mendengar perkataan Shiro yang tegas.
Meskipun dia terkejut dan tidak bisa menerima dengan mudah, tapi sebenarnya didalam hatinya bersorak senang. "Ini tidak mimpi? Tuan Shiro memintaku untuk menjadi istrinya bukan karena pekerjaan kan? Aku akan sangat senang jika ini adalah keinginannya sendiri, bukan hanya karena Tuan Muda Reo."
"Ini keinginanku sendiri, jadi Kamu tidak usah khawatir," ujar Shiro Yuki, tanpa melihat ke arah Amy.
Amy tentu saja terkejut mendengar perkataan Shiro Yuki, yang seakan-akan tahu isi pikirannya saat mendengar ajakannya tadi.
Tapi Amy tersenyum malu-malu, di saat melihat ke arah spion, karena ternyata Shiro Yuki memperhatikannya lewat kaca spion tersebut.
"Asem ihhh, ternyata dia pencuri!" batin Amy yang sedang berbunga-bunga.
*****
Seminggu kemudian.
Acara akad nikah Shiro Yuki dengan Amy Hendarto hanya dihadiri oleh pihak keluarga Nagato. Tapi sedikit ricuh, di saat kedatangan Lay Sanespere, yang dikawal oleh beberapa polisi. Padahal dia hanya ingin mengucapkan selamat kepada Amy dan Shiro Yuki.
"Aku mengucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua. Dan untuk Kamu Amy, Aku menitipkan mas Shiro dan Reo. Semoga berbahagia selamanya." Lay menyerahkan mantan suaminya pada Amy, dan meminta pada Amy supaya menjaga dan merawat anaknya Reo.
Dia akan menjalani masa tahanan untuk bertanggung jawab atas semua kesalahan dan segala sesuatunya, yang dia lakukan pada mempelai wanita mantan suaminya.
Amy mengangguk pasti, karena sekarang ini muak itu memang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Selesai akad nikah pada siang hari, malamnya dilanjutkan dengan acara resepsi yang dihadiri oleh banyak orang. Dengan begitu, Shiro Yuki juga mengumumkan pada publik, jika saat ini Amy Hendarto telah resmi menjadi istrinya.
Para tamu yang hadir juga ikut berbahagia dengan kebagian kedua mempelai, Tapi ada juga berapa tamu yang kaget dan was-was.
Mereka adalah supervisor dan beberapa teman Amy sewaktu berada di Mall, sebab mereka pernah mengolok-olok Amy, sewaktu masih bekerja sebagai SPG.
Begitu juga dengan kepala sekolah di sekolah musik, yang dulu memecat Amy. Ternyata kepala sekolah itu juga ikut hadir dalam resepsi pernikahannya.
__ADS_1
"Mampus Aku!"