Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Kenangan


__ADS_3

Di Jakarta.


Lay Sanespere akhirnya bebas dengan jaminan persyaratan. Dia dijemput oleh managernya, yang sekaligus kekasihnya, bersama dengan pengacaranya.


Mereka bertiga kemudian pergi ke restoran untuk merayakan kebebasan Lay Sanespere, atas permintaan dari Lay sendiri.


"Kita rayakan ini ke restoran. Aku ingin makan sepuasnya, karena sejak berada di dalam tahanan, Aku tidak bisa makan-makanan yang enak-enak."


Sang manager dan pengacara tentu saja mengangguk dengan senang hati, sebab mereka berdua juga memang sedang lapar karena belum makan siang. Jadi ajakan Lay Sanespere ini tentu saja seperti angin segar untuk mereka.


"Aku ingin bisa segera bebas dengan cepat. Aku tidak mau di dalam penjara."


Lay mulai kembali berulah, karena pada kenyataannya di dalam penjara tidaklah menyenangkan sama sekali. Dia baru merasakannya sebagai seorang tahanan sementara saja sudah tidak betah, apalagi seandainya nanti sudah ditetapkan hukumannya setelah persidangan.


"Kamu harus bisa merayu Tuan Shiro atau istrinya, agar mau mencabut laporan." Sang pengacara mulai memberitahu taktik yang harus dilakukan oleh kliennya.


Lay Sanespere dan kekasihnya, mendengarkan semua perkataan yang diucapkan oleh sang pengacara.


"Jadi Anda harus bisa berakting sebaik mungkin, agar pihak pelapor tidak melanjutkan kasusnya."


Semua yang dikatakan oleh sang pengacara adalah untuk usahanya dalam pembebasan Lay Sanespere. Ini karena dia tidak mungkin bisa menang melawan Shiro Yuki, yang menjadi pelapornya.


Semua jajaran kepolisian dan pengacara, tentu saja akan tunduk pada Shiro Yuki. Apalagi di tambah dengan adanya semua bukti yang mengarah kepada Lay Sanespere sendiri, dalam kasus penculikan Amy Hendarto pada waktu itu.


Jadi bisa dipastikan bahwa pengadilan juga akan memutuskan bersalah untuk kliennya itu, tanpa harus melakukan banyak rekontruksi yang diperlukan untuk pembuktian lagi.


"Jadi untuk melawan Tuan Shiro Yuki dalam kasus ini, hanya bisa menggunakan dengan cara kekeluargaan saja."


"Gunakan saja pengaruh Anda sebagai Mama dari anaknya. Bukankah anaknya itu juga anak Anda Nona Lay?"


Lay Sanespere mengangguk-anggukkan kepalanya, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sang pengacara. Dia memang mamanya Reo, tapi anaknya itu bahkan tidak bisa dekat dengan dirinya. Jadi ini bukan hal yang mudah juga dilakukan olehnya.


"Bagaimana Beb, Kamu bisa kan?" tanya kekasihnya Lay.


Dengan tersenyum tipis, Lay menganggukkan kepalanya pasti. "Aku akan usahakan."


Riyan, sang manager mengambil tangan Lay untuk digenggamnya. Dia ingin memberikan dukungan dan semangat bagi kekasihnya, agar bisa terbebas dari segala tuntutan Shiro Yuki, mantan suaminya Lay sendiri.

__ADS_1


"Maaf permisi Nyonya, Tuan."


Pelayanan restoran datang membawakan pesanan mereka, sehingga tidak lama kemudian mereka bertiga makan siang bersama, setelah pesanan makanan siap terhidang di atas meja.


Hampir satu setengah jam lamanya mereka berada di restoran. Bukan hanya sekedar makan siang, tapi juga membahas permasalahan yang dihadapi oleh Lay Sanespere sendiri. Dan pengacaranya itu memberikan penjelasan serta nasehat-nasehat yang harus dilakukan Lay Sanespere sendiri.


"Saya hanya bisa membantu dengan nasehat dan taktik ini Anda Nona Lay. Tapi semuanya juga tergantung dari usaha Anda sendiri."


Lay melihat ke arah kekasihnya, Riyan, kemudian Riyan mengangguk mengiyakan. Akhirnya Lay ikut mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh pengacaranya tadi.


"Baiklah. Saya pasti akan mengusahakannya." Kata Lay pasti.


"Tapi untuk sementara waktu ini Anda beristirahat saja dulu Nona Lay. Keluarga Nagato sedang berlibur ke villanya."


Sang pengacara memberikan informasi kepada Lay tentang keberadaan dan kegiatan keluarga Nagato, keluarganya Shiro Yuki.


"Maksudnya semua anggota keluarga? bukan hanya Shiro dan istrinya saja?" Lay bertanya cepat, sebab dia tidak percaya jika mantan suaminya itu akan pergi honeymoon bersama dengan kedua orang tuanya dan anaknya juga. Yaitu Reo.


"Iya benar Nona."


Sebagai mantan istrinya Shiro, Lay tentu sangat tahu bagaimana cara Shiro memanjakan seorang istri.


Dulu, sewaktu menikah dengan dirinya, Shiro bahkan mengajaknya untuk honeymoon dengan berkeliling ke negara-negara Eropa, kemudian mampir ke rumah tantenya. Adik dari mami Cresentia.


Tapi kenapa pernikahan keduanya ini Yahya honeymoon ke villa?


Hal ini membuat pikiran Lay Sanespere senang, karena dia menganggap bahwa Shiro hanya mempermainkan Amy saja dengan pernikahan mereka. Bukan karena Shiro memang mencintai Amy.


"Ternyata Kamu belum bisa move on dari Aku Sayang. I will come again for you."


"Love you Shiro Yuki. Prince of the Nagato family."


Lay benar-benar merasa bersemangat setelah membayangkan bagaimana keadaan pernikahan sang mantan suami, yang ternyata hanya sebuah rekayasa semata.


"Mungkin saja Shiro Yuki tidak mau dibilang tidak laku, atau hanya untuk memanas-manasi Aku. Hahaha... tidak bisa Mas. Aku tidak mudah untuk Kamu tipu!"


Lay Sanespere kembali bersemangat untuk bisa menaklukkan hati Shiro Yuki, mantan suaminya yang dulu dia tinggal pergi.

__ADS_1


Dia selama ini tidak pernah tahu jika, keberhasilannya dalam dunia keartisan dan model karena mendapatkan bakingan dari sang papi mertuanya, Yuki Nagato, yang memiliki banyak pengaruh.


"Aku menang bodoh karena baru menyadari dan mengetahuinya setelah pergi."


"Tapi sekarang Aku tidak mungkin bisa mundur lagi. Jadi Aku harus bisa mendapatkan Kamu lagi mas Shiro. Ada Reo yang akan menjadi pendukungku."


"Reo adalah anakku. Bagaimanapun juga dia adalah darah dagingku, yang pastinya akan mendukungku untuk bisa bersatu dengan papanya lagi. Ini demi keutuhan keluarga kita Reo, jadi Kamu harus bantu mama Reo."


*****


Di villa pada saat makan malam.


Cresen mengutarakan niatnya untuk pulang ke Jerman. Dia mengkhawatirkan kesehatan papanya di sana.


"Cresen mau pulang ke Jerman Tante, Om."


Mendengar perkataan Cresen, ada rasa bersalah di hati kedua orang tua tersebut. Mereka berdua secara tidak langsung telah membuat keponakannya itu merasa tidak kerasan berada di Jakarta, tapi ada kelegaan tersendiri juga karena berhasil menjauhkan Cresen dari dari Amy.


"Apa tidak terburu-buru?" tanya Cresentia was-was. Dia tidak mau jika pertanyaannya ini memancing Cresen untuk berubah pikiran.


"Sebenarnya Cresen ingin ada di jakarta lebih lama lagi. Tapi jika papa harus bekerja sendiri, Cresen takut jika papa lupa untuk menjaga kesehatannya." Cresen menggeleng lemah.


Yuki Nagato dan Cresentia saling pandang, kemudian beralih ke arah Shiro Yuki dan Amy.


"Kami akan mengantarkan Cresen besok, jika Papi dan Mami masih ingin berlibur di villa." Shiro Yuki justru salah paham.


"Bukan begitu Shiro. Emhhh... apa Kamu tidak ada niatan untuk honeymoon ke Eropa lagi?"


Pertanyaan Yuki Nagato ini justru membuat yang lain terdiam, sehingga Yuki langsung menyadari kesalahannya setelah sikunya di senggol sang istri.


Yuki Nagato telah membangkitkan kenangan lama sang anak, Shiro, tentang pernikahan pertamanya yang gagal. Sebab dulu Shiro Yuki mengajak Lay Sanespere untuk honeymoon keliling negara-negara di Eropa.


"Maaf. Papi bukan bermaksud..."


Srek


Shiro Yuki menggeser kursinya, kemudian berdiri dari tempat duduknya tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dia pergi ke kamarnya, sedangkan orang-orang yang masih berada di meja makan tidak tahu harus berbuat bagaimana. Terutama Yuki Nagato.

__ADS_1


__ADS_2