Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Mengetahui Kebenarannya


__ADS_3

"Amy, Amy!"


Shiro Yuki panik pada saat melihat amy pingsan di dalam gendongannya. Padahal dia melihat, jika kondisi Amy tidak terlalu lemah. Shiro Yuki tidak sadar, jika Amy pingsan setelah melihat luka di dadanya, yang saat ini menjadi sandaran kepalanya Amy.


"Arghhh..."


Saat memanggil-manggil nama Amy tadi, secara tidak sengaja Shiro Yuki mendekap kepala Amy lebih erat ke dadanya, terhingga luka yang terdapat pada bedanya terasa sakit.


"Darah?"


Ternyata Shiro Yuki tidak menyadari adanya luka di dadanya sendiri. Dia tidak memperhatikan keadaan dan kondisi tubuhnya, karena fokus hanya pada Amy aja.


Sekarang Shiro Yuki ingat dengan perkelahiannya dengan dua orang laki-laki, yang tadi menghadang di saat dia mendekat ke tempat Amy di sekap. Dua orang tadi, membawa pisau lipat, dan menyerang nya bersamaan sehingga menggores dada dan lengan kirinya.


"Apa Amy pingsan saat melihat lukaku ini?" batin Shiro Yuki bertanya dengan keadaan Amy yang sadarkan diri.


Pihak kepolisian, di bantu anak buah Shiro Yuki, membereskan orang-orang yang menjadi tersangka penculikan. Sedangkan Shiro Yuki meminta pada Rizuki untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.


"Ayo cepat ke rumah sakit! dia harus mendapatkan perawatan medis."


"Siap Tuan," sahut Rizuki cepat.


Tapi Rizuki bukannya melihat keadaan Amy, yang sedang dibopong Shiro Yuki, melainkan fokus pada darah yang mengalir dari dada dan lengan Bos-nya yang terdapat luka goresan pisau dari para penculik tadi.


"Tuan, itu..."


"Cepat Rizuki!"


Akhirnya Rizuki tidak melanjutkan kalimatnya, karena dipotong oleh Shiro Yuki, yang tidak sabar untuk pergi ke rumah sakit. Terlihat wajahnya yang tampak cemas melihat keadaan Amy yang pingsan.


"Ini sih bukan nona Amy yang harus dirawat, tapi Tuan sendiri," batin Rizuki, melirik kondisi Tuannya yang sama memprihatinkan.


Tak lama kemudian, mobil sudah memasuki halaman rumah sakit. Shiro Yuki yang tidak sabar, membuka pintu sendiri, kemudian kembali membopong tubuh Amy untuk dibawa ke ruang IGD.


"Tuan! Biar saja Saya yang bopong nona Amy," pinta Rizuki, bermaksud untuk meringankan beban Tuan-nya itu.

__ADS_1


"Tidak sudah, urus saja cepat ke bagian administrasi! Pesan kamar yang paling bagus di rumah sakit ini, biar dia bisa istirahat dengan nyaman nanti."


Rizuki hanya mengangguk saja, tanpa membantah lagi, meskipun di dalam hatinya berkata, "sebaiknya Anda juga memikirkan kondisi luka-luka yang ada pada tubuh Anda Tuan. Nona Amy tidak akan bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman, jika melihat luka Anda masih sama seperti itu."


Setelah beberapa saat kemudian.


Amy sudah dipindahkan dari ruangan IGD ke kamar rawat inap, ditemani oleh Shiro Yuki, sedangkan Rizuki di minta untuk pengurus segala sesuatu di kantor polisi, terkait penculikan Amy.


"Eugh..."


"Kamu sudah sadar? Apa ada yang sakit?" tanya Shiro Yuki panik. Dia berpikir jika Amy merasakan sakit di bagian tertentu tubuhnya.


"Ehhh Tuan. In... ini, Sa... ya..."


"Apa?" tanya Shiro Yuki, memotong kalimat Amy yang terbata-bata, karena dia tidak sabar.


"Luka, luka Tuan bagaimana?"


Akhirnya Amy bertanya tentang keadaan Shiro Yuki, yang tadi di lihatnya banyak luka sayatan pisau di dada dan lengan.


"Kenapa? Kamu tidak percaya jika Aku baik-baik saja?"


Shiro Yuki mulai membuka kancing bajunya, yang ternyata baru, perlihatkan bagian dadanya yang sudah tidak mengeluarkan darah, sebab telah ditangani oleh tim medis. Begitu juga dengan lengannya, sudah di perban dan tidak terlihat adanya darah.


Amy cepat mengalihkan pandangannya, saat melihat dada Shiro Yuki yang terekspose dengan jelas, karena sedang tidak memakai kaos dalam. Dan itu di sadari oleh Shiro Yuki, sehingga tersenyum senang melihat tingkah Amy, ternyata mengkhawatirkannya juga.


"Kamu tidak yakin? atau mau memegangnya sendiri, supaya lebih yakin, jika ini udah tidak terasa sakit."


Mendengar tawaran yang diberikan oleh Tuan Besar-nya itu, membuat Amy terbelalak tidak percaya, jika papanya Reo bisa senarsis itu.


"Hahaha..."


Tawa Shiro Yuki menggema, membuat Amy akhirnya tersenyum simpul. Merasakan kehangatan di dalam hatinya, dengan perhatian dan semua yang sudah dilakukan oleh Shiro Yuki untuknya.


*****

__ADS_1


Setelah melakukan pengembangan dan interogasi dengan para tersangka pelaku penculikan Amy, dan juga bukti-bukti yang ada, akhirnya ditetapkan, jika otak atau dalang dari penculikan ini adalah Lay Sanespere.


Dengan mudah, pihak kepolisian menahan sang Artis, yang tidak bisa melawan, karena bukti-bukti mengarah padanya.


"Jika Aku berada dalam tahanan, Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah rencana mas Shiro, yang akan menikahi pengasuh itu," batin Lay Sanespere geram.


Tapi nyatanya Lay Sanespere tidak hilang akal. Dia tetap memiliki rencana lain, mencegah mantan suaminya, yang berniat untuk menikahi pengasuh anaknya.


Dia meminta bantuan pada temannya yang lain supaya mencelakai Amy. Dalam bentuk apapun. Jika bisa, temannya itu sekalian diminta untuk membunuh calon istri dari mantan suaminya.


Lay Sanespere memberikan pesan tersebut sebelum ponselnya dititipkan pada asistennya, setelah menghapus semua pesan agar tidak ada jejak.


Dengan demikian, seandainya ada sesuatu yang terjadi pada Amy lagi, dia tidak akan dilibatkan lagi untuk kedepannya.


"Cihhh! tidak semudah itu Amy. Kamu hanyalah seorang pengasuh, yang tidak layak untuk dijadikan sebagai istri dan juga mama dari anakku!" Begitulah tekad Amy.


Sayangnya rencana untuk mencelakai Amy, justru mengakibatkan kecelakaan yang terjadi pada Reo, hingga nyawanya ikut terancam.


Orang yang diminta untuk melakukan pekerjaan itu tidak tahu, jika saat ini Amy sedang ada di rumah sakit, dan tidak bersama dengan Reo.


Orang tersebut mengira jika Amy masih mengasuh Reo, sehingga dia menyerempet Reo, yang sedang bersama dengan Zaskia.


Saat itu Reo mengajak asisten rumah tangga tersebut untuk menemani ke taman, yang letak tak jauh dari rumah. Itulah waktu di mana orang yang disuruh mamanya, muncul dan menabrak Reo, yang disangka sedang bersama dengan Amy.


*****


Berita kecelakaan Reo, tentu saja membuat Amy tidak tenang, dan minta untuk segera pulang. Dia ingin melihat keadaan anak asuhnya, Reo.


"Tuan, kita pulang sekarang! Aku ingin melihat keadaan Tuan Muda."


Shiro Yuki yang merasa khawatir dengan keadaan anaknya, tentu saja setuju. Tapi dia memastikan terlebih dahulu, jika keadaannya Amy memang sudah baik, dan bisa rawat jalan saja, supaya bisa dirawat di rumah.


Semua yang terjadi pada Shiro Yuki dengan Reo, tentunya didengar oleh Lay Sanespere, melalui mata-matanya, yaitu tukang kebun di rumah mantan suaminya sendiri.


Di sinilah Lay Sanespere melihat ketulusan seorang Amy. Yang pada awalnya dia pikir hanya mengincar harta mantan suaminya saja. Tapi pada kenyatannya Amy benar-benar menyayangi anaknya juga.

__ADS_1


__ADS_2