Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Ancaman


__ADS_3

Deg!


"Apa ini? Kenapa Aku merasa tidak senang melihat mereka duduk bersama? padahal Aku bukan siapa-siapa Tuan Shiro," batin Amy melihat kebersamaan papanya Reo, yang duduk berdampingan dengan mantan istrinya.


Entah apa yang dirasakan oleh Amy saat ini, padahal dia sadar jika tidak memiliki hubungan apapun dengan papanya Reo, sebab dia sendiri yang memutuskan untuk tidak mau menerima lamaran dari Shiro Yuki.


Tapi pada kenyataannya saat ini, Amy merasa tidak nyaman dan ada sesuatu yang tidak bisa dia katakan, bergejolak di dalam hatinya.


Dan perasaan ini bertambah lagi, di saat Lay Sanespere tampak lebih rapat dan instens memperhatikan bagaimana Shiro Yuki yang sedang berbicara padanya. Kehadirannya bersama dengan Reo, tidak disadari oleh Shiro Yuki sendiri.


"Papa!"


"Papa... Papa!"


Reo memanggil papanya pada jarak yang cukup sehat, sehingga Shiro Yuki baru menyadari kehadiran mereka berdua.


"Hai Sayang! Kamu datang?"


Pertanyaan Shiro Yuki ini memang ditujukan untuk anaknya, tapi pandangan matanya tertuju pada Amy yang diam saja dengan menunduk.


"Kenapa Kamu mengajaknya tentang ke rumah sakit? bukankah lebih baik Reo berada di rumah? dia masih anak-anak!"


Peringatan dari Shiro Yuki, di tanggapi Amy dengan malas. Dia justru berpikir bahwa Shiro Yuki sedang tidak mau di ganggu, waktu bersama dengan mantan sang istri.


"Dasar laki-laki! Semalam aja minta Aku jadi istrinya, sekarang malah menyalahkan Aku yang mengantar anaknya ke sini. Apa karena ada mamanya Reo ya?"


"Huhfff... untung saja Aku semalam menolak tawarannya untuk menikah. Jika tidak, bisa-bisa Aku kena mental gara-gara dibandingkan dengan Lay Sanespere, yang tentunya jauh berbeda dari Aku yang tidak seberapa ini."


"Hai, malah bengong!"


Shiro Yuki mengajak bicara, tapi Amy tidak peduli dan menyahuti, dengan memberikan tanggapan. Amy justru melamun dan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Shiro Yuki padanya.

__ADS_1


"Reo yang memaksa Mama tadi, Papa jangan salahkan Mama!"


Amy sadar dari lamunannya, saat Reo menarik-narik tangannya, sambil menyahuti perkataan papanya.


"Emhhh... sebaiknya kita lihat nenek saja yuk!" ajak Amy pada Reo, tanpa mempedulikan Shiro Yuki yang masih melihatnya, berharap Amy mau bicara dengannya.


"*Amy kenapa acuh gitu?"


"Dia bahkan tidak menjawab pertanyaan yang Aku ajukan tadi*," batin Shiro Yuki bertanya-tanya, menanggapi sikap Amy yang dinilai berbeda dari biasanya.


Reo patuh dengan ajakan Amy, sehingga mereka berdua masuk ke dalam ruang rawat inap neneknya, Cresentia.


"Reo! Sini sama Mama Sayang," panggil Lay Sanespere pada Reo, anaknya.


Tapi Reo tidak menyahuti sapaan dan ajakan mama kandungnya sendiri, dengan masih menarik-narik tangan Amy untuk segera diajak masuk, melihat keadaan neneknya yang sedang di rawat.


Amy jadi tidak enak hati, dengan keadaan yang canggung ini. "Reo, bisa sapa mamanya Reo sebentar?" tanya Amy, yang berusaha membujuk anak asuhnya.


Tapi ternyata Reo tidak peduli. Bahkan melihat ke arah Lay Sanespere pun tidak! Reo tetap menarik tangan Amy untuk diajak ke dalam kamar rawat inap neneknya.


"Mas, tolong bujuk Reo untuk mau menerimaku sebagai mamanya! bukan pengasuhnya itu yang justru dianggapnya sebagai mama Mas! Ini tidak adil dan tidak pantas," keluh Lay Sanespere pada Shiro Yuki.


Tapi ternyata tanggapan dari Shiro Yuki di luar dugaan sang mantan istri, karena pada kenyataannya Shiro Yuki justru memberitahu pada Lay Sanespere, jika pengasuh Reo adalah calon istrinya.


"Kamu tidak usah menghina Amy, atau coba-coba untuk mempengaruhi Reo! Amy itu adalah calon istriku, dan untuk Reo, yang tidak mau menerimamu sebagai seorang mama, itu bukan karena Aku yang meminta atau mengajari. Tapi Reo sendiri yang menilai, mana yang lebih pantas untuk dipanggil dengan sebutan Mama atau tidak."


Dengan penjelasan yang diberikan oleh Shiro Yuki, dia memberitahu dan meminta pada mantan istrinya itu untuk tidak menganggu Amy dan anaknya, Reo.


Shiro Yuki menginginkan anaknya itu bisa menyadarinya sendiri, jika Lay Sanespere adalah mama kandungnya, dengan usaha yang dilakukan oleh Lay Sanespere sendiri.


"Kamu harus bisa memberikan nilai lebih untuk bisa dilihat Reo sebagai mama."

__ADS_1


Mendengar semua perkataan dan penjelasan yang diberikan oleh mantan suaminya itu, membuat Lay Sanespere mengerutkan keningnya heran.


"Mas, Kamu mau menikah dengan pengasuhnya Reo? Kamu mau merendahkan dan menghinaku Mas!" tanya Lay Sanespere dengan ekspresi wajah yang sulit percaya.


"Maksudnya?" tanya Shiro Yuki bingung. Dia tidak tahu, apa yang dikatakan oleh istrinya kali ini.


Akhirnya Lay Sanespere mengatakan apa yang dia rasakan saat ini.


"Mas mau menikah dengan seorang pengasuh yang tidak jelas asal usulnya, tidak secantik Aku, tidak sepintar Aku, dan yang pasti dia itu bukan siapa-siapa Mas! Apa seperti ini selera mu sekarang?"


"Aku tahu betul bagaimana kriteria yang Kamu inginkan sejak dulu. Jadi, sebaiknya Mas Shiro menerimaku lagi. Hanya Aku yang pantas menjadi istri dan mamanya reo Mas!"


Ternyata Lay Sanespere tidak terima dengan keputusan yang diambil oleh mantan suaminya, karena menganggap Amy jauh lebih rendah dan buruk, dibandingkan dirinya yang seorang artis dan model.


"Aku sudah merubah kriteria yang selama ini Aku miliki. Semua yang terjadi menyadarkan Aku. Semua yang dulu ternyata salah, karena pada kenyataannya apa yang menjadi kriteriaku dulu tidak ada artinya sama sekali!"


Lay Sanespere memerah karena kesal. Dia merasa sedang di sindir oleh mantan suaminya, karena dia yang dulunya telah meninggalkan anak dan suami hanya demi sebuah karir, yang akan redup pada waktunya.


"Maaf Mas. Aku janji akan merubah semua sikapku yang dulu, dan Aku juga berjanji untuk patuh dan taat pada semua yang kamu katakan. Aku sadar Mas jika Aku salah, karena telah meninggalkan kalian berdua."


Sayangnya Shiro Yuki tidak termakan oleh penyesalan mantan istrinya, meskipun Lay Sanespere berkata-kata dengan menitikkan air mata penyesalan.


Hal ini membuat Lay Sanespere geram dan kesal, sehingga membuat sebuah rencana.


*****


"Jika Kamu benar-benar menyayangi Reo, biarkan dia bersamaku. Sebagai mamanya, Aku bisa merawatnya jauh lebih baik daripada orang lain."


Lay Sanespere meminta Amy untuk meninggalkan Reo, supaya dia bisa merawatnya.


Bahkan Lay Sanespere juga memberi ancaman pada Amy, saat punya kesempatan berbincang dengan calon istri mantan suaminya, jika dia akan mencelakai orang tua Shiro Yuki. Karena mantan mertuanya itu justru memilih Amy, yang bukan siapa-siapa. 

__ADS_1


"Aku bisa melakukan apa saja, supaya mami bisa menerimaku lagi, dan tidak berharap padamu!"


Tekad Amy untuk meninggalkan Shiro Yuki semakin kuat, karena melihat perjuangan dari Lay Sanespere, yang berusaha untuk bisa lebih dekat dengan anaknya, dengan berbagai macam cara yang dia lakukan. Amy juga tidak mau jika terjadi sesuatu pada neneknya Reo.


__ADS_2