
Shiro Yuki sudah siap untuk menemani Amy yang tadi sudah masuk ke dalam kamar, setelah menidurkan Reo.
Tadinya Shiro Yuki masih berada di dalam ruang kerjanya, yang ada di sebelah kamar, karena ada teman sekaligus rekan kerjanya yang menelpon.
Kini dia beranjak mendekati tempat tidur king size nya, di mana Amy sudah di atasnya dengan menutupi seluruh tubuhnya.
'Apa-apaan ini? Tadi Aku sudah bilang kalau harus memakai salah satu pakaian yang tadi Aku beli, kenapa malah sudah tidur sih!'
Shiro Yuki gusar sendiri, melihat bagaimana keadaan istrinya yang justru sudah tertidur pulas lebih dulu tanpa menunggu dirinya. Apalagi Amy juga menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
'Apa Aku terlalu lama meninggalkannya tadi saat telpon? perasaan baru 15 menit,' batin Shiro Yuki, melihat ke pergelangan tangannya.
Sekarang tangan kanan Shiro Yuki menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya. Dia ingin membangunkan Amy, dan tidak dibiarkannya saja malam ini.
Sudah seminggu dia harus menahan diri untuk tidak melakukan apa-apa pada istrinya itu, karena faktor alamiah yang pasti terjadi pada setiap wanita sehat dan normal. Tapi tentunya tidak untuk malam ini.
Cukup sebagai alasan bagi Amy menolak ajakannya, karena faktor tersebut. Namun sekarang pasti tidak ada alasan lagi, jadi Shiro Yuki mau langsung mengajarinya malam ini juga.
Sebenarnya Amy sendiri belum tidur. Dia tidak bisa tenang, masih canggung, rona wajahnya saja bersemu merah jambu sedari tadi.
Dari balik selimut, detak jantung Amy bekerja lebih cepat, membuatnya semakin bertambah gugup. Apalagi pakaian yang dikenakannya malam ini benar-benar tidak membuatnya nyaman.
Tapi sore suaminya itu membelikan 10 model pakaian tak pantas pakai, dengan model yang sungguh... arghhh... Amy pusing memakainya harus seperti apa.
Dia malu sendiri gaess, hehehe...
Memakai baju dengan bahan transparan, memperlihatkan lekuk tubuh sangat jelas sehingga akan terlihat sangat seksi?
Membuat suami gak mau membuang waktu untuk segera datang memeluk?
Semua itu adalah permintaan dari Shiro Yuki, yang tentu saja dipatuhi oleh Amy, sebagai istrinya. Tapi, kalau baju yang satu ini harus dikenakan tanpa harus mengenakan segitiga pengaman terlebih dahulu, bagaimana Amy akan merasa nyaman?
Pakaian ini tujuannya adalah menjadi stocking *3**1, yang akan menarik pasangan sebelum berhubungan. Sebuah pernik yang pas dihadirkan saat bermain-main. Bentuknya menyerupai stocking yang diikatkan di pinggang, desainnya terbuat dari renda berbahan halus dan transparan, benar-benar membuat Amy merasa tidak mengenakan pakaian selembar pun.
__ADS_1
Amy benar-benar merasa gugup dengan keadaannya yang sekarang. Karena itu juga, dia pura-pura tidur dengan menyelimuti seluruh tubuhnya, supaya Shiro Yuki tidak mengganggunya.
'Dia sudah datang, tapi Aku...'
Amy semakin gugup dengan detak jantungnya yang berpacu, saat mendengar pergerakan suaminya di tempat tidur. Apalagi di saat tangan suaminya menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Eghhh..."
Pura-pura menggeliat adalah jurus jitu untuk membuat Shiro Yuki menghentikan pergerakannya. Amy berharap suaminya itu mengerti, jika dia belum benar-benar siap.
Sayangnya itu hanyalah harapan Amy saja, karena pada kenyataannya, Shiro Yuki sudah mengecup pucuk kepalanya, sambil mengurai rambut hitamnya, menyibak anak-anak rambut yang menempel di wajah, dan mengecupnya berkali-kali.
Hal ini membuat Amy semakin gugup dengan detak jantungnya yang seakan-akan ingin meledak. Dia benar-benar gugup.
Hidung mancung Amy tak luput dari perhatian Shiro Yuki. Pria itu sudah berpengalaman, jadi setidaknya dia tahu, jika istrinya itu sedang berpura-pura tidur saja untuk menghindar.
Sekarang Shiro Yuki menempelkan hidung mancungnya di puncak hidung Amy, membuat napas keduanya menyatu. Kemudian dia menyentil mesra hidung mancung istrinya, membuat Amy terkejut dan membuka matanya cepat.
"Mau menghindar Bee?"
"Emhhh.... ehhh..."
Amy tidak sempat untuk menyelesaikan ucapannya, karena bibir Shiro Yuki sudah menciumnya dengan lembut. Hal ini membuat Amy terbuai, seiring dengan terbukanya kain-kain yang menghalangi pergerakan tangan Shiro Yuki, saat ciumannya berangsur ke bawah. Dan itu tidak disadari oleh Amy secara pasti.
Situasi malam pertama, yang tertunda tentunya, jadi sedikit berbeda. Karena Shiro Yuki yang duda, harus bisa mengajari dan membuat nyaman Amy. Dia adalah seorang gadis, yang tentunya masih kaku dan belum berpengalaman untuk kegiatan ini.
Tapi Shiro Yuki sudah berusaha membuat semua yang dilakukannya pekan dan lembut, hingga bisa dikatakan sangat romantis. Dia ingin memberikan kesan dan perasaan yang hangat dan nyaman, membuat Amy bisa menerimanya tanpa paksaan.
Setelah puas menciumi bibir dan leher Amy, Shiro Yuki bertanya pada istrinya itu, "apakah Kamu sudah siap Bee?"
Dengan mengigit bibirnya sendiri, Amy hanya mengangguk saja tanpa bisa mengeluarkan suaranya. Ini adalah yang pertama kali untuknya, dan yang pasti akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan sepanjang hidupnya.
Sekarang Shiro Yuki semakin mantap, setelah mendapatkan izin dari istrinya. Permainannya dimulai lagi, tapi kali ini semakin panas. Membuat Amy menggelinjang manja, hingga membuat Shiro Yuki semakin bersemangat.
__ADS_1
Bibir Shiro Yuki menjalar di setiap inchi tubuh istrinya, sehingga tidak ada yang terlewati.
Sepasang gundukan kenyal di depan tubuh Amy, menjadi mainan paling mengasikkan bagi Shiro Yuki sejak kemarin-kemarin, kini tidak dia biarkan menganggur.
Berkali-kali Amy meng3r4ng nikmat, membuat Shiro Yuki yang mendengarnya jadi candu tersendiri.
Pijatan lembut Shiro Yuki, seiring dengan bersatunya bibir mereka berdua, supaya suara Amy tidak terlalu keras terdengar, meskipun sebenarnya di kamar ini ada peredam suara, tapi itu justru membuat Amy mengg3l1nj49, meliuk bagai bunga-bunga yang menunduk pasrah, karena menahan bobot kumbang yang dengan nikmat menghisap madunya.
Sang bunga yang meliuk-liuk ramah, seakan meminta kumbang untuk menjamahnya lagi dan lagi.
Begitulah Shiro Yuki dan Amy kini, yang sama-sama sedang memberikan hak-hak mereka berdua sebagai sepasang suami istri.
Dari ujung kaki hingga seluruh tubuh Amy telah di jamah oleh Shiro Yuki, dengan mencumbunya di setiap inchi dengan lembut. Membuat Amy benar-benar merasa melayang ke awang-awang.
Kini Shiro Yuki telah siap berada di atas tubuh istrinya, mengurungnya sambil menahan bobot tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya.
Benda keramat Shiro Yuki sudah mengeras sempurna, sepadan dengan inti tubuh istrinya yang sudah basah sedari tadi.
Shiro Yuki menatap netra penuh hasrat istri tercintanya, tatapan memohon bidadari itu agar Shiro Yuki segera menyerahkan haknya, memberikan nafkah batin yang sejak tadi menyiksa dirinya.
'Aku akan memberikan kenikmatan yang membuatmu candu setiap saat bee.' Batin Shiro Yuki tersenyum bahagia.
Begitu juga dengan Shiro Yuki, demi cintanya pada Yang Maha menciptakan Cinta, dia berniat menyempurnakan pernikahannya ini. Dia ingin memberikan nafkah batin untuk istrinya ini.
Namun, ketika senjatanya hampir saja menyatu, suara rintihan Amy terdengar sangat mengejutkan bagi Shiro Yuki.
“Boo....ihhhss” ucap Amy sangat pelan.
Shiro Yuki yang mendengar suara itu seperti suara rintihan, membuat Shiro Yuki menghentikan pergerakannya.
Huwaaaa... nanggung gak nih???
Kaburrrr...
__ADS_1