Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Tidak Boleh


__ADS_3

"Yakin ini mau ke rumah Shiro?"


"Iya. Kita harus segera menyakinkan istri barunya Shiro supaya luluh dan mau mencabut laporannya."


Lay Sanespere sendiri memang sudah tidak betah jika harus berada di dalam tahanan, ataupun menjalani kebebasan bersyarat ini. Sebab meskipun dia berada di luar tahanan, masih ada beberapa hal yang harus dia kerjakan untuk keperluan absen, atau menjaga diri dari pengawasan pihak-pihak terkait agar tidak diciduk lagi.


Sekarang mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang, menuju ke rumah keluarga Nagato. Lay dan manajernya itu akan menemui Amy, berusaha mendekati istrinya Shiro dari sisi emosional yang dimiliki Amy terhadap Reo.


Lay memanfaatkan rasa kasih sayang Amy untuk anaknya, karena dia yakin jika Amy tidak akan tega jika membiarkannya di dalam penjara untuk perkembangan mental Reo di kemudian hari, seandainya tahu bahwa mama kandungnya sendiri adalah seorang napi.


Ini adalah ide dari managernya, yang ingin membawa Lay segera kembali ke luar negeri. Dia tidak mau membiarkan kekasihnya itu berada di Indonesia, karena bisa jadi sumber keuangannya itu akan lebih nekad berbuat sesuatu untuk mendapatkan Shiro Yuki.


Padahal selama menjadi manager Lay, job manggung dan iklan terus berdatangan. Jika Lay lepas dari tangannya, manager tersebut akan kehilangan sumber pendapatannya yang terbesar, dari pendapatannya sebagai manager Lay Sanespere.


Dan untungnya Lay sangat percaya padanya selama ini, bahkan sampai mau meninggalkan keluarganya demi iming-iming ketenaran seorang model di ajang internasional.


Lay Sanespere yang selama ini memang berambisi menjadi tenar, tentu saja tertarik dengan iming-iming tersebut. Dia rela meninggalkan anaknya yang masih bayi dan suaminya, padahal tidak pernah kekurangan suatu apapun yang diimpikan oleh semua wanita. Yaitu kenyamanan dan keamanan dalam hal finansial.


Tapi ternyata, semua jaminan terpenuhinya kebutuhan finansial itu tidak mempengaruhi tekad dan niat Lay Sanespere. Karena bagi Lay sendiri, menjadi model dunia adalah impian dan cita-citanya selama ini.


Dia rela berpisah dan kehilangan segala-galanya, demi meraih impian dan cita-citanya tersebut.


Sayangnya beberapa tahun kemudian dia baru menyadari kesalahannya, sehingga ingin memperbaiki. Tapi pada kenyataannya niatnya itu sudah terlambat, sebab Shiro Yuki Nagato dan Reo sudah menemukan sosok pengganti dirinya. Yang menurut Lay bukanlah tandingannya dalam segala hal.


"Honey, Kamu gak berubah pikiran kan? Tu ne me laisses pas retourner à Shiro ?"


"Kamu tidak ada pikiran untuk kembali kepada Shiro lagi kan Hon?"


Wilson, manajer Lay bertanya, sebab dia tidak mau jika kekasihnya itu berubah pikiran, kemudian meninggalkan dirinya. Sama seperti yang dulu pernah dilakukan Lay pada suami dan anaknya.


Shiro dan Reo, yang memiliki ikatan pernikahan dan darah saja tidak ada artinya bagi seorang Lay yang ambisius. Apalagi hanya untuk dirinya yang tidak memiliki ikatan apapun, selain ikatan kerjasama antara model dengan manager saja.


Hal ini membuat manager tersebut memiliki pemikiran yang tidak tenang, sebab dia sengaja datang ke indonesia ini demi bisa membawa Lay kembali. Tapi dia justru mendapatkan kejutan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, sebab Lay ternyata berada di dalam tahanan akibat ulahnya sendiri, yang coba-coba melakukan penculikan terhadap Amy.


"Kenapa? Aku tidak akan balik lagi ke Perancis, jika Shiro memaafkan dan mau menerimaku lagi."

__ADS_1


"Tapi Shiro sudah memiliki istri, apa Kamu lupa itu Hon?" Wilson tidak pernah mengerti jalan pikiran kekasihnya itu.


"Apa salahnya jika Aku mengambil kembali milikku yang dulu!" Lay mulai gusar. Dia suka dengan pertanyaan yang diajukan oleh manajernya, yang memberinya warning.


"Lalu bagaimana dengan Aku?"


"Ck, Kamu tenang saja dan tetap bekerja seperti biasanya. Meskipun Aku tidak lagi menjadi modelmu, Aku masih akan menjadi kekasihmu. Dan jika Kamu ada kekurangan uang, Aku bisa dengan mudah membantumu jika menjadi nyonya Shiro Yuki Nagato lagi."


"Kamu tidak lupa kan, jika Shiro Yuki itu pewaris tunggal dari keluarga Nagato?"


Wilson mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh kekasihnya. Tapi dia tetap merasa tidak tenang, berharap supaya Shiro Yuki tidak akan pernah mau menerima mantan istrinya lagi.


Meskipun Wilson yakin dengan perkataan dan janjinya Lay, tapi dia tidak tahu bagaimana keadaan kedepannya nanti, jika Lay bisa menjadi istrinya Shiro Yuki lagi.


Jadi Wilson tetap mengharapkan agar Shiro Yuki tidak mau menerima Lay sebagai istri lagi, meskipun tetap mengharapkan maaf dari pihak Amy dan Shiro untuk kasusnya Lay, supaya dia bisa membawa sang model ke luar negeri dengan segera.


*****


Reo masih bermain-main dengan Amy, yang saat ini sudah memegang piring berisi buah-buahan.


"Ayo aaaa..."


"Hap, yam... yam..."


Amy terkejut begitu ada orang yang menyambar buah yang disuapkan pada Reo, karena yang memakan justru bukan anaknya, tapi Cresen.


Tanpa rasa bersalah, Cresen justru cengengesan sambil mengunyah buah tersebut dengan bersuara. Membuat Amy akhirnya tersenyum dan tidak jadi marah.


"Om nakal! Itu kan buat Reo," protes Reo dengan memasang wajah cemberut.


"Salah sendiri lama!"


Cresen bukannya minta maaf malah menyalahkan keponakannya, sebab Reo memang agak lama dan tidak segera merespon Amy yang menyuapi dirinya.


"Om nakal! Ambil sendiri dong... itu Mama Amy buat Reo!"

__ADS_1


Tidak mau kalah, Reo tetap protes dan meminta pada Cresen supaya menyingkir dan mengambil buah sendiri. Dia tidak mau diganggu Cresen, yang menurutnya mengusik ketenangannya yang sedang bermain.


"Ihhh Reo pelit!"


"Biarin, om yang nakal!"


"Reo pelit!"


"Ihhh, Om Cresen yang nakal!"


Kedua laki-laki berbeda usia tersebut justru saling mengolok-ngolok, menyalahkan satu sama lain. Membuat Amy tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa-tawa senang, melihat keduanya yang sama-sama kekanak-kanakan.


"Hehehe... ada-ada saja tingkah kalian."


"Hihihi..."


Reo dan Cresen sama-sama saling pandang, menghentikan pertikaian mereka berdua.


"Mama Reo cantik ya?" puji Cresen sambil menatap ke arah Amy, meskipun dia berbicara dengan Reo.


"Dia mamaku Om, sana pergi!"


Reo merasa kesal dan menarik tangan Cresen, supaya menyingkir dari tempatnya berada. Dia tidak mau ada orang lain yang membuat mamanya tertawa dan tersenyum seperti ini, apalagi orang itu adalah Cresen.


"Ihs, Om cuma ingin liat kok."


"Gak boleh ya gak boleh!"


Reo justru berteriak sambil menarik rambut Cresen, sebab dia tidak bisa membuat Cresen pergi dengan menarik tangannya.


"Aduh, Reo jangan menyiksa Om," rengekan Cresen sambil meringis.


Amy justru semakin tertawa-tawa, melihat bagaimana Cresen yang sedang berperan seperti bayi untuk mengimbangi Reo.


'Terus tertawa Amy, Aku suka.' batin Cresen sambil tersenyum melihat ke arah Amy.

__ADS_1


__ADS_2