Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Pagi Yang Indah


__ADS_3

Amy merasa sangat malu saat bangun pagi hari. Dia baru saja mengalami malam yang panas dan intens bersama suaminya untuk pertama kalinya. Malam itu menjadi momen spesial bagi pasangan baru ini dan mereka sangat bahagia.


Namun, tidak semua orang di rumah merasa sama. Cresen adalah orang tersebut. Sepupu Shiro Yuki itu justru merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Dia merasa tidak enak dan tidak nyaman dengan kebahagiaan Amy dan suaminya.


'Enak-enak mereka berdua semalam ya??? ahhh, Aku akan secepatnya merebut Amy!' tekad Cresen dalam hati.


Amy sendiri merasa cangung, saat mendapat tatapan mata Cresen yang tidak dia mengerti. Dia tidak ingin berada dalam situasi seperti ini, apalagi dia sudah tahu bagaimana kelainan sepupu suami itu.


Apakah Amy akan berusaha terus menghindar, sama seperti yang dikatakan oleh suaminya? Atau Amy justru memiliki pemikiran lain untuk membantu Cresen mengatasi kelainannya?


Namun, setelah berpikir sejenak, Amy akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan Cresen. Dia akan mengajak Cresen berbicara dan menjelaskan bahwa dia dan suaminya sangat bahagia dan merasa sangat beruntung dapat menjalani hidup bersama.


Amy juga akan mengatakan bahwa dia mengerti perasaan Cresen dan mengerti jika Cresen merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Namun, dia berharap Cresen dapat menerima kebahagiaan mereka dan menyambut mereka dengan tangan terbuka. Supaya Cresen tidak memiliki keinginan untuk merebut dirinya.


'Aku harus menegaskan pada Cresen supaya dia tidak memiliki niatan untuk merebutku.'


"Pagi Cresen," sapa Amy, saat penduduk kan dirinya di meja makan.


Dia datang bersama dengan Reo, sedangkan Shiro Yuki masih bersiap di kamarnya.


"Pagi Om Cresen." Reo juga ikut menyapa, karena dia tidak tahu apa-apa tentang omnya itu. Apalagi dia juga merasa senang karena kemarin bisa bermain dengan Cresen.


"Apa semalam Kamu bahagia Amy?" Tiba-tiba saja Cresen mengajukan pertanyaan tersebut pada Amy.


"Tentu saja Aku bahagia. Apa yang Aku ragukan untuk tidak bahagia Cresen?"


"Maaf. Aku hanya bertanya."


"Syukurlah jika Kamu bisa berbahagia dengan kak Shiro. Aku berharap kalian berdua seperti itu selamanya."


Cresen akhirnya menerima permintaan maaf. Dia mengatakan bahwa dia sangat bahagia untuk Amy dan suaminya dan bahwa dia akan selalu mendukung mereka.


"Terima kasih Cresen. Aku pasti bisa berbahagia bersama dengan keluargaku."

__ADS_1


"Dan terima kasih juga atas dukungannya, dan Aku senang mempunyai saudara sepertimu."


Amy mengatakan bahwa, dia sangat bahagia bersama dengan suaminya. Dia juga merasa sangat beruntung memiliki saudara seperti Cresen, yang memiliki kepedulian dan pengertian.


Apa yang dikatakan oleh Amy ini justru membuat Cresen merasa bersalah, karena dia memiliki niatan untuk merebut Amy dari sisi Shiro Yuki sebagai suaminya Amy sendiri.


Padahal semua ini adalah momen yang sangat spesial bagi Amy dan suaminya, dan mereka akan selalu mengingat malam itu sebagai malam pertama mereka bersama sebagai pasangan suami istri. Mereka sangat bahagia dan merasa sangat beruntung dapat menjalani hidup bersama dan memiliki saudara yang mendukung mereka.


"Kapan Aku bisa seperti kalian berdua?" tanya Cresen dengan enteng.


Shiro Yuki yang baru saja datang, menatap sepupunya itu dengan tatapan tajam. Dia tidak suka dengan pertanyaan yang diajukan oleh Cresen untuk istrinya.


"Kamu carilah istri dan berbahagialah Cresen," kata Shiro Yuki memberi saran.


"Akan Aku coba Kak saran darimu itu?"


Mereka semua terdiam, pada saat Yuki Nagato dan Cresentia datang untuk bergabung bersama mereka menikmati sarapan pagi.


Situasi di meja makan pagi itu sangat meriah dan penuh dengan tawa. cesentia dan Yuki Nagato, mertua Amy, sangat senang dan terlihat sangat bahagia. Mereka tampak sangat gembira dan tidak bisa berhenti tertawa. Apalagi melihat beberapa jejak merah di leher menantunya.


Mami dan papinya mengolok-olok Amy dan Shiro Yuki tentang malam mereka yang panas dan intens. Mereka berdua juga bertanya-tanya, bagaimana malam itu berjalan dan apakah mereka menikmatinya.


"Sepertinya ada yang bergadang semalaman ya Pi?" tanya Cresentia sambil melirik ke arah anak dan menantunya.


Amy dan Shiro Yuki tampak sangat malu dan tidak tahu harus berbicara apa. Mereka sangat merasa bersalah dan tidak tahu harus berbicara apa tentang malam itu.


Dan Shiro Yuki menyesal, lupa memberitahu istrinya untuk menutupi tanda-tanda kepemilikannya itu dengan foundation.


Tapi di sisi lain hatinya, Shiro Yuki juga merasa bangga. Karena dengan begitu, Cresen tahu jika, dia dan Amy memiliki hubungan yang baik.


Namun, mami dan papinya tidak membiarkan mereka merasa malu dan terus mengolok-olok mereka yang masih berstatus sebagai pengantin baru. Mereka berdua juga tidak terus bertanya-tanya, bagaimana malam itu berjalan dan apakah mereka menikmatinya, sebab dari tanda tandanya saja mereka sudah tahu bagaimana jawabannya.


Sayangnya Shiro Yuki ingin pamer, sehingga berkata, "Mami dan Papi tidak perlu khawatir. Tak lama lagi akan ada kabar gembira untuk kalian, dan juga untuk Reo."

__ADS_1


"Wahhh benarkah, apa itu? hehehe..."


"Kabar apa Pa?" Reo ikut bertanya.


"Hahaha..." tawa Yuki Nagato.


Sedangkan Cresen mengerutkan keningnya, mendengar perkataan yang diucapkan oleh kakak sepupunya itu.


Tapi cesentia dan Yuki Nagato sangat senang mendengarnya dan terus tertawa dan mengolok-olok mereka. Karena terlihat jelas jika anak mereka sangat bahagia pagi ini.


Pagi itu sangat meriah dan penuh dengan tawa. Mami dan papi mertua Amy sangat gembira dan tidak bisa berhenti tertawa. Mereka sangat bahagia melihat kebahagiaan Amy dan Shiro Yuki dan merasa sangat beruntung bisa membuat keluarga ini kembali ceria lagi. Terutama Shiro Yuki, yang selama ini selalu merasa hampa.


Ini adalah pagi yang akan selalu dikenang oleh Amy dan Shiro Yuki sebagai pagi pertama mereka, sebagai pasangan suami istri yang sebenarnya. Dan pagi ini juga penuh dengan kebahagiaan bersama mami dan papi mertuanya.


Mereka sangat bahagia dan merasa sangat beruntung dapat menjalani hidup bersama dan memiliki keluarga yang mendukung dan mencintai mereka.


Akhirnya Cresen juga merasakan kehangatan di dalam hatinya, dengan tekadnya untuk bisa lepas dari kelainannya. Dia di juga ingin merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang dirasakan oleh kakak sepupunya, memiliki sebuah hubungan keluarga yang baik dan hangat.


Cup


"Aku berangkat ke kantor Bee," pamit Shiro Yuki, selesai sarapan dan di antar oleh Amy di teras depan rumah. Dia juga mengecup kening istrinya, membuat perasaan dan hatinya menghangat.


Ada Reo juga di antara mereka.


Amy mencium punggung tangan suaminya, pada saat pamit dan bersalaman. Sama seperti yang dilakukan oleh Reo juga.


Kini mereka bertiga benar-benar sebuah keluarga yang harmonis, sama seperti impian semua orang.


Dari arah balkon kamarnya, Cresen melihat bagaimana interaksi antara kakak sepupunya itu dengan istrinya. Dia pun tersenyum tipis, melihat mereka berdua yang sudah ada dalam ikatan pernikahan, dan sekarang telah melalui semua proses tersebut dengan baik semalam.


Cresen ikut merasa bahagia, dan sekarang waktunya dia untuk pergi ke Bandung.


Kemarin dia memang kembali lagi, sebab perasannya tidak nyaman saat sudah keluar dari gerbang rumah keluarga Nagato. Dan ternyata perasaan tidak enaknya itu karena tidak lama kemudian, Lay Sanespere datang untuk membujuk Amy.

__ADS_1


"Semoga saja Lay Sanespere tidak membuat ulah lagi."


Hemmm... apakah Cresen menyerah ya?


__ADS_2