Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Mengintip


__ADS_3

Makan malam yang tertunda akhirnya berakhir dengan menyenangkan, sebab Amy mau menyuapi Shiro Yuki yang sedang manja, melebihi anaknya yang masih kecil.


Reo bahkan ikut-ikutan meminta Amy, supaya terus menerus menyuapi papanya. Sedangkan dirinya sendiri mengabadikan moment tersebut, dengan mengarahkan ponsel papanya untuk membuat video.


Awalnya dia Dia merengek-rengek meminta ponsel papanya, tanpa memberitahu apa tujuannya meminta ponsel tersebut. Apalagi Shiro Yuki tidak suka jika Reo bermain-main dengan ponsel.


Tapi di saat Shiro Yuki ingat dengan kejadian saat Amy diculik, dan video yang dibuat oleh Reo bisa memberikan petunjuk, akhirnya dia mau memberikan ponselnya pada anaknya.


Dan ternyata pikirannya memang benar, jika Reo hanya ingin membuat video.


Amy awalnya menolak dan tidak mau mengarahkan wajahnya ke kamera, tapi selalu dipaksa Reo, supaya mau melihat ke arahnya yang sedang memegang ponsel.


"Mama liat sini..."


"Mana ngadep ke kamera Ma!"


"Papa, ayo aaakkk..."


Reo justru yang mengarahkan kedua orang tuanya, supaya mendapatkan gambar video yang dia inginkan. Dia ingin meminta papa dan mamanya, agar mau menjadi model video yang sering dia lihat di iklan-iklan.


"Seharusnya Reo yang Mama suapin," ujar Amy memberi alasan, supaya anaknya itu tidak lagi memintanya berakting.


"Tapi Reo sudah makan Ma, tadi disuapi nenek. Papa dan Mama yang belum makan, dan nenek minta Mama juga ikut makan."


"Jadi Papa, jangan Papa saja yang minta disuapin. Gantian Papa menyuapi Mama ayok!" pinta Reo memberikan pengarahan pada kedua orang tuanya.


"Eh tidak Sayang, tidak."


Permintaan Reo ini membuat Amy blingsatan, sebab dia tidak mungkin bisa meminta pada Shiro Yuki supaya mau menyuapinya. Dia berpikir bahwa suaminya itu tidak mungkin mau melakukan hal yang di minta anaknya, karena hal ini sama seperti permintaan yang sangat konyol. Tidak mungkin bisa terjadi.


Tapi ternyata semua pikiran Amy salah besar, sebab dengan senang hati Shiro Yuki justru merampas sendok yang ada di tangannya, kemudian menyendok makanan dengan cepat. Bahkan Amy tidak sempat meminta kembali sendok tersebut.


Dia sudah berpikir yang bukan-bukan, 'Tuan Shiro marah ya? Dia mau makan sendiri karena mengira Aku terpaksa melakukannya karena permintaan dari Reo.'


Pikiran Amy sudah ke mana-mana, berpikir bahwa Shiro Yuki sedang marah dan merasa tersinggung dengan jawabannya yang tadi. Tapi pada kenyataannya, Shiro Yuki justru menyendok makanan, kemudian disodorkan ke depan mulutnya.


"Aaa..."


"Ayo Bee, aaa..." pinta Shiro Yuki yang ingin menyuapinya.


"Ayo Ma... ayooo..."

__ADS_1


Reo bersorak senang, karena papanya mau menyuapi mamanya. Hal yang dia inginkan sedari tadi, untuk melengkapi gambar videonya agar terlihat lebih sempurna.


Amy merasa canggung dengan suasana seperti ini, sehingga membuat dirinya tidak bisa berpikir jauh. Bahkan mulutnya tidak juga terbuka lebar untuk menerima suapan nasi yang diberikan suaminya.


"Buka mulutnya lebar-lebar Bee, atau..."


Buru-buru Amy membuka mulutnya dengan lebar, supaya makanan yang berada di depan mulutnya saat ini bisa masuk semua. Dia tidak ingin membuat Shiro Yuki menjadi jengkel sehingga memberinya hukuman, sama seperti tadi. Yaitu mencuri ciuman.


Shiro Yuki tersenyum dengan misterius, melihat Amy yang patuh pada permintaannya.


Begitu juga dengan Reo, yang merasa puas dengan hasil videonya kali ini. Dia dengan antusias menunjukkan videonya itu pada Mama dan papanya, agar mereka berdua juga bisa ikut melihatnya.


"Pa, lihat ini Pa! Bagus kan?"


"Ini Ma, lihat-lihat!"


"Ahh harusnya Mama kayak gini..."


"Papa, gini lho..."


Reo juga memberikan kritik pada keduanya, karena dia merasa ada sesuatu yang tidak seru. Sama seperti yang dia inginkan.


"Buat lagi ya Ma, Pa?"


Tapi Shiro Yuki mengangguk-anggukkan kepalanya, sambil mengedipkan sebelah matanya pada Reo. Dia berharap supaya Reo bisa membujuk Amy, agar mau berakting bersama dengannya, Sama seperti tadi.


"Ma, ayok Ma..."


"Mama juga pasti masih lapar kan?"


"Ayo Ma..."


Reo kembali merayu Amy, dengan menggoyang-goyang tangan Mamanya yang berada di atas meja makan.


Mendengar rengekan-rengekan dari anaknya, membuat Amy tidak tega. Apalagi yang tadi dikatakan Reo memang benar, jika dia belum kenyang dan masih lapar.


Akhirnya Amy memberanikan diri supaya bisa bersikap cuek, dan makan dengan lahap. Tidak menunggu Shiro Yuki yang akan menyuapinya.


"Mama tunggu papa yang suapin..."


"Maaf Sayang... Mama sudah terlalu lapar."

__ADS_1


Meskipun sebenarnya Amy mengatakan hal yang tidak benar semuanya, tapi yang pasti dia ingin menghindar dari Shiro Yuki. Sebab suaminya itu sedang memanfaatkan kelemahannya, yang tidak bisa membantah dan membuat anaknya bersedih hati.


Karena mendengar jika mamanya sudah sangat lapar, akhirnya Reo hanya mengangguk saja, tanpa meminta pada papanya untuk menyuapi mamanya lagi.


Dia membiarkan Amy makan sendiri, membuat Shiro Yuki membuang nafas kasar.


"Hahhh, awas saja!" ancam Shiro Yuki dengan bergumam.


Tapi Amy tidak memperdulikan ancaman suaminya, sebab dia hanya ingin secepatnya menyelesaikan makannya.


"Aku juga masih lapar."


Shiro Yuki mencoba untuk memancing Reo, supaya meminta mamanya untuk menyuapinya lagi. Sebab dia masih ingin bermanja-manja dengan istrinya, meskipun hanya dengan beberapa suap saja.


Tapi sayangnya Reo tidak peka, dan diam saja. Sedang Amy juga tidak memberinya tawaran agar bisa makan bersama dengannya.


*****


Dari balik pintu kamarnya, Cresen memperhatikan kebersamaan mereka bertiga di ruang makan. Sebab om dan tantenya sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri.


"Aku melihat mereka seperti sepasang suami istri yang sebenarnya jika ada Reo. Tapi jika sedang berdua saja, Aku merasa ada yang ganjal, tapi... kira-kira apa ya?"


Tuk tuk tuk


Cresen mengetuk-mengetuk keningnya sendiri dengan jari telunjuk, memikirkan apa yang terjadi pada pernikahan kakak sepupunya.


Menurut pengamatannya selama beberapa hari bersama dengan mereka, Cresen bisa menilai jika hubungan kedua pengantin baru tersebut tidak sama seperti pasangan pengantin baru yang lainnya.


Jika pasangan pengantin baru selalu terlihat lengket dan selalu menempel satu sama lain, tapi ini tidak terjadi pada Amy. Meskipun Shiro Yuki sendiri sebenarnya berusaha melakukannya, tapi istrinya justru merasa risih jika ada didekat suaminya.


"Emh... apa Amy dipaksa menikah dengan Shiro? tapi siapa yang memaksa?"


"Tidak mungkin om atau Tante. Mereka berdua bukan tipe orang tua yang kolot, dan juga pemaksa."


"Jika kak Shiro yang memaksa Amy... dengan alasan apa?"


Cresen menutup pintu kamarnya, setelah objek penglihatannya sudah selesai dengan kegiatan mereka di meja makan. Dia tidak mau jika ketahuan sedang mengintip, meskipun tidak bisa mendengar percakapan mereka bertiga.


Tapi dia cukup senang bisa melihat senyum Amy, pada saat malu-malu menerima suapan nasi dari Shiro Yuki.


"Ahhh, andai saja Aku yang ada di depannya dan menyuapinya. Bukan nasi yang Aku berikan, tapi..."

__ADS_1


Hiii... Cresen mikirin apa hayooo...


__ADS_2