
Shiro Yuki semakin merasa kagum dengan sosok Amy yang ternyata memiliki sifat pemaaf. Karena Amy juga tidak pernah menceritakan tentang keburukan Lay Sanespere pada Reo.
Amy justru meminta kepada Reo, untuk tetap menyayangi dan menghormati mama kandungnya. Supaya Reo menjadi anak yang berbakti dan tidak durhaka. Sebab surga itu ada di telapak kaki ibu, sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan ajaran agama.
Shiro Yuki merasa beruntung, karena dia bisa mendapatkan mama pengganti untuk Reo. Yang tentunya jauh lebih baik, dan tidak hanya memandang dari segi fisik dan harta saja.
Tapi 1 yang masih menjadi PR untuk Shiro Yuki adalah, memastikan kesanggupan atau kesediaan Amy untuk menerimanya sebagai seorang suami. Dan ini harus dia lakukan secara perlahan-lahan untuk meyakinkan pengasuh anaknya itu.
"Tuan Muda Reo gak takut kan datang ke kantor polisi?" Amy bertanya pada Reo, saat perjalanan menuju ke kantor polisi untuk menengok Lay Sanespere yang ada di dalam tahanan.
Mereka berdua diantar oleh Shiro Yuki, tapi dengan disupiri oleh pak Nico, supir di keluarga Nagato.
"Tidak. Kenapa harus takut?" Reo bertanya balik, karena dia memang belum pernah datang ke kantor polisi untuk urusan apapun.
Sekarang Amy yang bingung sendiri untuk memberikan penjelasan, atas pertanyaan yang tadi diajukannya, tapi sekarang justru ditanyakan balik oleh Reo.
"Emhhh..."
Amy belum bisa memberikan jawaban yang dirasa tepat, karena belum menemukan kata-kata yang mudah untuk dimengerti anak asuhnya yang masih terlalu kecil.
"Karena di kantor polisi itu banyak urusan yang bersangkutan dengan orang-orang jahat Sayang," ujar Shiro Yuki, memberikan jawaban untuk pertanyaan anaknya.
"Orang jahat? Berarti orang yang mau kita jenguk juga orang jahat?" tanya Reo lagi dengan polosnya.
Sekarang Shiro Yuki sendiri yang bingung harus menjelaskan seperti apa lagi, karena ini menyangkut nama bayi dan pandangan Reo tentang mamanya sendiri, mama kandungnya Reo. Jadi baik dan buruk yang dipikirkan oleh Reo untuk mamanya, pasti juga sesuai dengan penjelasan yang akan diberikannya saat ini.
__ADS_1
"Tidak semua orang yang berada di kantor polisi itu adalah orang yang jahat. Tapi ada juga orang-orang yang baik, yang berada di sana untuk memberikan pembinaan pada mereka yang jahat Tuan Muda." Amy mencoba sebisa mungkin memberikan penjelasan yang mudah dimengerti, agar Reo tidak salah paham.
Shiro Yuki menganggukkan kepalanya, mengiyakan penjelasan yang diberikan oleh pengasuh anaknya, upaya Reo tidak lagi bertanya-tanya dan semakin mengorek keterangan tentang mama kandungnya sendiri, yang saat ini berada di kantor polisi.
"Nanti Tuan Muda harus menyapa mama dengan cara yang baik ya," punya Amy, agar Reo bisa lebih ramah pada Lay Sanespere.
"Mama Lay itu yang mana?" tanya Reo, yang tidak pernah memperhatikan sosok mama kandungnya sendiri, meskipun ada foto yang dipajang di kamarnya.
Reo seakan-akan tidak peduli dengan sekitarnya, jika mereka bukanlah orang orang yang memberinya kasih sayang secara nyata. Dia memang tidak pernah bertanya, siapa mama kandungnya yang sebenarnya. Mungkin ini terjadi karena sejak bayi Reo tidak memiliki ikatan batin dengan mamanya, yang dengan sengaja tidak memberinya ASI, bahkan meninggalkannya demi sebuah karir yang tidak sebenarnya hanya fatamorgana dan tidak bisa abadi.
Dunia artis dan panggung hiburan hanyalah sebuah kisah yang seperti mimpi, karena di saat waktunya bangun, semua sudah tergantikan.
Sama halnya dengan karir di dunia hiburan dan keartisan, akan tergantikan seandainya tidak memiliki talenta yang bagus dan tetap diperlukan di industri terkait. Apalagi jika yang datang atau terkenal dengan cara instan. Mereka tidak akan bisa bertahan lama.
Sekarang mereka sudah berada di dalam kantor polisi, menunggu kedatangan Lay Sanespere yang baru saja dijemput di dalam tahanan.
"Gak apa-apa Tuan Muda. situ adalah hal yang wajar sih, kan mau ketemu sama mama." Amy mencoba untuk menenangkan Reo, yang baru kali pertama baginya bisa menerima dengan pertemuan dengan mama kandungnya.
"Hai..."
Lay Sanespere datang, kemudian menyapa mereka semua dengan rasa yang canggung. Dia merasa sangat bahagia, tapi juga takut, seandainya mendapatkan amarah yang kesepian kalinya dari sang mantan suami.
Sejak dia ditetapkan sebagai tersangka, Lay Sanespere memang belum pernah bertemu dengan Shiro Yuki maupun Amy.
Hal ini karena dia dijemput dirumahnya sendiri oleh anggota kepolisian, dengan surat penangkapan atas kasus yang menjadikannya sebagai tersangka. Status tersangka yang ditujukan untuknya itu atas dasar kesaksian dan keterangan dari mereka, yang diberinya tugas dan pekerjaan. Mereka adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam penculik Amy. Tertangkap basah berada di TKP.
__ADS_1
"Reo, ini mama Lay."
Amy memperkenalkan Reo pada mama kandungnya sendiri, yang sebenarnya sudah pernah bertemu dengan Reo beberapa kali. Sayangnya selama ini Reo tidak pernah peduli dengan keberadaan Lay Sanespere, yang tidak pernah dia kenal.
Shiro Yuki hanya diam saja, memperhatikan bagaimana interaksi antara anaknya dengan mantan istrinya itu. Dia hanya mengangguk saja, pada saat Reo melihatnya, belum menyalami tangan Lay Sanespere. Baru setelah itu mereka berdua, Lay Sanespere dengan Reo, berpelukan.
"Hiks hiks hiks... maafkan Mama Sayang. Maafkan Mama Reo..."
Lay Sanespere tidak bisa menahan rasa harunya, karena akhirnya dia bisa memeluk anaknya secara langsung. Sama seperti keinginannya beberapa waktu terakhir ini.
Sepertinya dia benar-benar sudah menyadari kesalahannya sendiri, dengan meninggalkan anak dan suaminya di masa lalu. Apalagi niatan untuk memperbaiki kesalahannya yang dulu, justru menambah daftar kesalahannya yang lain, karena rasa cemburu dan tidak mau diabaikan, dia mengunakan cara yang salah, yaitu dengan rencannya untuk menyingkirkan Amy dari sisi Reo dan Shiro Yuki.
"Mas Shiro, maafkan Lay Mas. Hiks..."
"Amy, maafkan Aku ya!"
Lay Sanespere meminta maaf pada Shiro Yuki dan juga Amy, setelah mengurai pelukannya pada Reo.
Shiro Yuki pengertian dan tidak menjawab, karena dia tidak tahu apa yang direncanakan oleh mantan istrinya itu ke depannya nanti, dengan permintaan maaf ini.
Dia mengenal betul sifat dan karakter Lay Sanespere daripada orang lain, sehingga dia tidak bisa percaya begitu saja dengan permintaan maaf dan penyesalan dari sang artis. Yang notabene adalah mantan istrinya sendiri, mama dari anaknya, Reo.
Tapi untuk perkembangan mental anaknya, Shiro akhirnya mengangguk mengiyakan permintaan maaf tersebut.
Amy yang tidak paham dan mengenal lebih jauh siapa sebenarnya Lay Sanespere, tersenyum senang. Dia berpikir jika berhasil membuat Reo bisa menerima kehadiran mama kandungnya.
__ADS_1
"Semua pasti bisa dibicarakan dengan baik-baik, sehingga berakhir dengan cara yang baik juga," begitulah kira-kira pemikiran Amy untuk saat ini.