Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Tidak


__ADS_3

Suasana di kamar Reo jadi sunyi senyap, sebab Amy belum menjawab pertanyaan dari Tuan Besar-nya, yang baru saja bertanya tentang persetujuannya untuk menikah, sesuai dengan ajakan Tuan-nya itu kemarin malam.


"Bagaimana Amy?" tanya Shiro Yuki lagi, mulai mendesak agar Amy segera menjawab pertanyaannya.


"Tap... tapi mamanya Tuan Muda sudah kembali Tuan Besar, kasian dia." Amy justru mengatakan jika dia merasa kasihan dengan mantan istrinya Shiro Yuki, yang notabene adalah idolanya.


Apa yang menjadi jawaban tersebut juga sebenarnya sudah dipikirkan oleh Amy dengan baik. Dia tidak mau jika Reo tidak memiliki ikatan kasih sayang dengan mama kandungnya. Lay Sanespere, juga mengatakan hal itu pada Amy tadi pagi, di saat dia sempat berbincang-bincang dengan sang artis, karena Reo tidak mau membukakan pintu kamar untuk mamanya, yang datang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya, di saat Reo marah pada Amy waktu sarapan di balkon.


"Aku terasa sangat sedih karena tidak diterima oleh anak kandungku sendiri. Apakah tidak ada kata maaf untuk seorang ibu yang sudah datang mengemis seperti Aku?" Begitulah pertanyaan yang diajukan oleh Lay Sanespere pada Amy, yang membuat Amy merasa ikut sedih juga.


Amy merasa tidak tega, jika ada seorang mama yang diperlakukan seperti Lay Sanespere oleh anak kandungnya sendiri. Bahkan Reo masih terlalu kecil untuk tahu permasalahan kedua orang tuanya, sehingga dia ikut-ikutan membenci mamanya sendiri.


"Kamu bisa bantu Aku, supaya Reo bisa menerimaku sebagai mama? Aku pasti akan sangat berterima kasih padamu."


Lay Sanespere terdiam sejenak, sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya lagi, "ingat Amy! Kamu jangan sampai masuk dalam perangkap dan skenario keluarga ini, jika Shiro Yuki mengajakmu menikah. Semua itu hanya taktik supaya bisa memiliki anak, karena keluarga Nagato ini tidak bisa memiliki keturunan yang banyak. Setelah Kamu masuk ke dalam ikatan pernikahan, Kamu tidak bisa bebas lagi, sehingga Kamu tidak bisa melakukan apa-apa, hanya seperti patung saja yang dijadikan pajangan. Meskipun semua kebutuhanmu terpenuhi dengan baik dan bahkan berlebih."


Semua perkataan Lay Sanespere, sangat mempengaruhi pemikiran Amy yang terbiasa bebas seorang diri. Apalagi jika ingat dengan permintaan Shiro Yuki yang seakan-akan memintanya untuk menikah hanya sebagai bentuk pekerjaan saja.


Amy juga akan sangat merasa egois, seandainya menerima tawaran menikah dari Shiro Yuki, di saat ketegangan permasalahan keluarga mereka belum menemukan titik terang. Meskipun Amy juga tahu jika Lay Sanespere sudah resmi menjadi mantan istri dari Shiro Yuki.


Tapi perkataan mamanya Reo tadi pagi mempengaruhi pikirannya, yang tidak ingin melihat Reo semakin jauh dari mamanya.


"Aku memang salah, tapi Aku hanya ingin diakui sebagai Mama, mendapatkan hak untuk bisa bebas bertemu dengan anakku dan juga memeluk dan mencium anakku sendiri. Apakah itu salah?"


Amy tidak bisa berkata-kata lagi dengan semua pernyataan dan pertanyaan sang artis, yang sedang bertobat dan mengakui kesalahannya.


"Aku menunggu jawabanmu, kenapa justru Kamu melamun?"

__ADS_1


Suara Shiro Yuki yang kembali bertanya, bahkan kini dengan melangkah untuk mendekat ke tempat duduknya, membuat Amy menciut. Dia takut seandainya papanya Reo itu berbuat macam-macam padanya, karena sudah membuatnya menunggu lama.


"Ma, maaf Tuan Shiro! Saya... Saya tidak bisa menerima tawaran dari Tuan."


Akhirnya Amy bisa memberikan jawaban atas pertanyaan dari Shiro Yuki, meskipun dengan terbata-bata.


Dia tidak mau menjadi orang yang egois, menerima tawaran menikah, padahal ada hati wanita lain yang tersakiti secara tidak langsung, meskipun orang tersebut sudah status sebagai mantan.


Tapi Amy merasa yakin jika hubungan antara mereka masih bisa diperbaiki, seandainya Shiro Yuki dan keluarganya bisa memaafkan Lay Sanespere demi Reo.


Semua yang dipikirkan oleh Amy semata-mata hanya untuk Reo, yang dua anggap kurang kasih sayang. Apalagi kasih sayang dari sosok mama.


Itulah sebabnya Amy tidak ingin egois, dengan memutuskan untuk tidak menerima tawaran menikah, supaya Shiro Yuki mau menerima mantan istrinya lagi demi anak mereka berdua.


Amy juga merasa yakin jika sebenarnya Shiro Yuki masih mencintai Lay Sanespere, yang tentu saja jauh lebih baik daripada dirinya, karena terbukti dari foto sang artis yang masih ada di kamar Reo.


Foto Lay Sanespere memang ada di pajang di kamar ini, dengan gambarnya yang sedang mencium Reo waktu baru saja lahir. Dan Amy sering memperhatikan anak asuhnya, Reo, yang selalu melihat ke arah foto tersebut jika mau tidur. Meskipun Reo hanya lihatnya secara sekilas.


"Maaf Tuan," jawab Amy cepat, saat menyadari bahwa jawabannya tadi menyinggung perasaan Shiro Yuki.


"Ingat Amy! Kamu akan menyesal telah menolak tawaranku." Setelah berkata demikian, Shiro Yuki berlalu keluar dari kamar anaknya.


"Huhfff... maaf," lirih Amy, dengan membuang nafas lega.


*****


Pagi hari rumah keluarga Nagato heboh, dengan ditemukannya Cresentia yang terjatuh di kamar mandi.

__ADS_1


"Cepat bawa mami ke rumah sakit!"


"Panggil Nico!"


"Tidak usah Pi! Shiro saja yang bawa!"


Shiro Yuki membopong tubuh maminya, kemudian membawanya ke mobil. Dia akan membawa maminya ke rumah sakit sendiri, karena tidak sabar jika harus meminta pada supir untuk mengantar.


"Amy, tolong jaga Reo ya!"


Yuki Nagato memberi pesan pada Amy untuk menjaga cucunya, sebab sarapan pagi ini tidak ada papanya dan juga kakek neneknya.


Amy tidak sempat menjawab dan hanya mengangguk saja, karena Yuki Nagato juga berlari menuju ke luar. Menyusul anaknya yang sudah menghidupkan mesin mobil, membawa istrinya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.


Seharian Amy menenangkan Reo yang terus-menerus merengek minta ke rumah sakit, melihat keadaan neneknya yang sedang di rawat.


"Tapi nenek sedang tidak bisa diganggu Tuan Muda," terang Amy menjelaskan.


"Reo mau liat! Ayo ke sana Mama!"


Akhirnya Amy menghubungi Shiro Yuki, memberitahukan keinginan anak asuhnya itu.


Tak lama kemudian Amy tersenyum lega, "Kita ke rumah sakit sekarang! Minta tolong pada pak Nico untuk mengantar kita yuk!" ajak Amy, karena Shiro Yuki memperbolehkan dirinya mengantar Reo ke rumah sakit.


"Horeee!" teriak Reo dengan riang.


Tak butuh waktu lama, Amy bersama dengan Reo tiba di rumah sakit. Tapi pemandangan di ruang tunggu membuatnya merasa sedih, meskipun dia sadar bahwa dia bukan siapa-siapa.

__ADS_1


Dia melihat keberadaan Lay Sanespere yang sedang berbincang dengan posisi duduk berdampingan bersama dengan Shiro Yuki. Sehingga dia beranggapan bahwa papanya Reo itu mempunyai niatan untuk rujuk dengan mantan istrinya.


Padahal yang sebenarnya, Lay Sanespere memang sengaja melakukannya, karena melihat kedatangan Amy. Dia ingin memperingatkan kepada pengasuh anaknya itu, dengan isyarat supaya tidak berharap lebih kepada mantan suaminya.


__ADS_2