Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Kesal


__ADS_3

Siang ini Shiro Yuki terlihat bersemangat sekali, setelah selesai dengan beberapa urusannya di kantor. Dia berencana untuk pulang lebih awal, karena ingin memberikan kejutan untuk istrinya.


Shiro Yuki ingin mengajak Amy untuk melakukan perjalanan bulan madu yang tertunda kemarin-kemarin.


"Semoga saja kali ini tidak gagal."


Begitulah harapan yang diinginkan oleh Shiro Yuki, karena dia sudah tidak sabar mengajak istrinya itu untuk berkeliling dunia. Sama seperti yang dia katakan pada Papinya, saat ditanya soal honeymoon.


Kedua orang tuanya Shiro Yuki juga mendukung rencana tersebut, bahkan mereka sendiri yang akan menjaga Reo saat dia dan Amy pergi untuk berbulan madu.


"Mami dan papi akan menjaga Reo Shiro, jadi Kamu tenang saja bersama Amy."


Begitulah kesediaan Cresentia saat mengetahui rencana anaknya, yang belum memiliki waktu luang untuk melakukan perjalanan honeymoon setelah menikah.


Tak lama kemudian mobil yang membawa Shiro Yuki sampai di rumah. Dia langsung berjalan cepat masuk ke dalam, setelah pintu penumpang dibuka oleh supir.


"Siang Sayang," sapa Shiro Yuki dengan wajah sumringah, menyapa Reo dan Amy, yang kebetulan sedang berada di ruang tengah.


"Papa... hore Papa sudah pulang!"


Plok plok plok


Reo menyambut gembira kedatangan papanya, sambil bertepuk tangan. Sedangkan Amy dengan senang hati menyambut suaminya yang datang, dengan mengambil tas kerjanya untuk dibawakannya masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


"Tidak usah Bee, biarkan dulu di sini."


"Sini, duduk sini dulu!"


Shiro Yuki mencegah ami yang sudah mau berjalan menuju ke tangga, bermaksud untuk membawa tas kerjanya ke ruang kerja. Dia justru meminta pada istrinya itu untuk duduk di sebelahnya, sama dengan anaknya juga.


"Bee, urusanku yang kemarin-kemarin sibuk di kantor sudah selesai ya. Bagaimana jika kita pergi besok? toh paspor dan visa mu juga sudah siap."


Amy memicingkan matanya, mendengar ajakan suaminya yang tidak dia mengerti dengan cepat apa maksudnya.


"Maksudnya kita ke mana Boo?" tanya Amy memastikan.


"Buat adek bayi untuk Reo," sahut Shiro Yuki asal tanpa berpikir bahwa, saat ini ada anaknya bersama dengan mereka.


Puk

__ADS_1


Amy memukul dengan cepat lengan suaminya, karena berkata vulgar di depan Reo. Hal ini membuat Shiro Yuki mengerutkan keningnya heran, karena dia merasa tidak bersalah atas ucapannya tadi.


Tapi Amy tidak memberikan penjelasan apapun, hanya memberikan isyarat mata saat Reo melihat dengan bingung perkataan papanya tadi, soal membuat adik.


"Papa sama Mama mau buat adik bayi untuk Reo, kapan? Reo ikut ya!"


Dengan antusias Reo justru merengek-rengek untuk ikut juga, membuat Shiro Yuki menepuk keningnya sendiri.


"Hahhh, kenapa Aku lupa jika Reo itu sangat kritis." Shiro Yuki menyesal telah mengatakan apa yang dia inginkan bersama dengan Amy, yang menyangkut adik bayi.


"Tapi Boo, tadi pihak pengacara bukannya sudah memberitahu, jika lusa ada sidang di pengadilan?"


Shiro Yuki berpikir sejenak kemudian membuang nafas kasar, "hahhh, iyakah? kenapa Aku tidak memperhatikan pesan yang masuk? apa hari ini aku terlalu senang karena rencana yang sudah Aku buat?"


Ya, Shiro Yuki memang sudah terlanjur merasa senang, sehingga dia mengabaikan pesan maupun panggilan telepon yang masuk ke ponselnya.


Sekarang dia membuka ponselnya untuk memastikan kebenarannya, tentang apa yang dikatakan oleh Amy. Dan dia akhirnya memperlihatkan wajah kecewa, saat menemukan kebenaran dari perkataan istrinya barusan.


"Kenapa harus lusa sih?!"


Shiro Yuki benar-benar kesal karena rencananya untuk honeymoon gagal lagi, karena harus menghadiri sidang perdana kasus penculikan Amy yang dulu. Hal ini membuat Shiro Yuki merasa kecewa. Padahal dirinya dan Amy sudah membicarakan merencanakan perjalanan bulan madu mereka sejak lama, sehingga dia bersemangat dan berharap dapat menghabiskan waktu bersama setelah menunda perjalanan ini beberapa kali.


Shiro Yuki merasa kecewa karena mereka sudah menunggu terlalu lama untuk melakukan perjalanan bulan madu dan sekarang, mereka terpaksa mengubah rencana mereka lagi karena masalah hukum yang muncul.


Namun, mereka tahu bahwa ini adalah hal yang harus dilakukan, dan mereka harus fokus menghadapi apa yang ada di depan mereka.


Shiro Yuki dan Amy tahu bahwa penculikan yang pernah dialami Amy adalah sesuatu yang sangat traumatis dan mengubah hidup mereka selamanya. Dari sini juga akhirnya Shiro Yuki menyadari perasaannya sendiri pada pengasuh anaknya.


Setelah kejadian itu, Shiro Yuki berjanji untuk selalu melindungi Amy dan membuatnya merasa aman. Dalam setiap situasi yang sulit, mereka akan selalu bersama dan saling mendukung satu sama lain.


Setelah beberapa lama kasus penculikan yang pernah dialami Amy akhirnya diproses oleh pengadilan. Shiro Yuki merasa sangat lega, karena mantan istrinya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dulu.


Dia harus memberikan efek jera, supaya Lay Sanespere tidak mengulangi perbuatan yang sama di waktu ke depannya nanti. Baik itu kepada Amy atau orang lain, yang sedang memiliki masalah dengannya.


melupakan masa lalu dan melanjutkan hidup mereka. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama karena sidang perdana dalam kasus ini jatuh pada waktu yang sama dengan rencana perjalanan bulan madu mereka.


"Maaf ya Boo, rencana ini jadi gagal lagi." Amy meminta maaf karena tidak mungkin meninggalkan sidang.


"Tidak apa-apa. Boo juga tidak mau melewatkan persidangan ini, meskipun ada pihak pengacara yang bisa mewakili kita."

__ADS_1


"Baiklah. Kita berangkat bersama-sama dan mengatasinya bersama-sama, bagaimana?" tanya Amy sambil tersenyum, meminta persetujuan kepada suaminya.


"Tentu saja Sayang. Tapi... harus ada imbalan yang setimpal ya!" Shiro Yuki meminta kepastian.


Amy mengerutkan keningnya mendengar permintaan suaminya yang terdengar aneh. Tapi sedetik kemudian dia menunduk malu, karena tahu maksud dari permintaan tersebut.


Reo yang sedang bersama mereka hanya bisa melihat ke arah papanya, kemudian berganti pada mamanya. Begitu berulang-ulang tanpa menyela pembicaraan keduanya. Dia sudah cukup senang melihat kedua orang tuanya akur, tidak sama seperti dulu yang terlihat tidak sehat dan belum bisa saling memahami.


*****


Shiro Yuki dan Amy, yang baru saja menjalani kehidupan pernikahan sudah mendapatkan banyak cobaan dan tantangan. Mereka selalu berusaha untuk saling mendukung dan menjaga satu sama lain, terutama setelah Amy mengalami penculikan yang mengubah hidup mereka selamanya.


Namun, ketika mantan istrinya Shiro Yuki, Lay Sanespere, muncul kembali dalam kehidupan Shiro Yuki, semuanya menjadi lebih rumit dan penuh dengan drama.


Shiro Yuki merasa marah dan kecewa ketika Lay Sanespere berusaha mendekatinya lagi. Setelah apa yang dilakukan Lay Sanespere pada Amy, Shiro Yuki merasa sangat kesal dan tidak bisa memaafkan mantan istrinya tersebut. Dia merasa bahwa Lay Sanespere tidak memiliki hak apa pun untuk kembali ke kehidupannya setelah melakukan kejahatan seperti itu.


"Mas, Lay kangen Mas!"


Lay dengan percaya diri menyapa mantan suaminya dengan mengatakan bahwa dia merasa kangen.


Tentu saja ini membuat Shiro Yuki tidak nyaman, apalagi dia sedang bersama dengan Amy, yang saat ini sudah menjadi istrinya.


Namun, meski begitu, Shiro Yuki merasa bingung dan tidak tahu bagaimana cara menghadapi situasi ini. Dia tidak ingin membuat masalah dengan Lay Sanespere, tetapi dia juga tidak ingin berbicara dengan mantan istrinya yang telah melakukan hal buruk terhadap orang yang paling dicintainya saat ini, yaitu Amy.


Untung saja Reo tidak ikut bersama dengan mereka ke pengadilan, karena Cresentia tidak mau membuat Lay menjadikan cucunya sebagai alasan untuk mempengaruhi Amy.


Shiro Yuki merasa sulit untuk menghadapi perasaannya sendiri dan memutuskan apa yang harus dilakukan dalam situasi ini. Dia merasa bahwa dia harus memberikan waktu untuk dirinya sendiri untuk memikirkan hal ini dan menentukan tindakan apa yang harus diambil selanjutnya.


Sementara itu, Lay Sanespere terus mencoba mendekati Shiro Yuki, berusaha untuk meminta maaf dan mendapatkan kembali kepercayaan suaminya yang telah hilang.


Shiro Yuki merasa terganggu dengan perilaku Lay Sanespere yang mencoba untuk masuk ke dalam kehidupannya lagi. Dia merasa bahwa mantan istrinya tersebut tidak menghormati batas-batas yang telah ditetapkan dan tidak memahami seberapa besar dampak perbuatannya terhadap Amy.


"Kamu bersikaplah yang sopan Lay. Ini ada di pengadilan, dan Aku tidak memberikan kesempatan padamu untuk memperbaiki kesalahan yang pernah Kamu lakukan kemarin-kemarin."


"Lebih baik Kamu menyesalinya saat berada di dalam tahanan saja."


Shiro Yuki tidak bisa memberikan kesempatan kedua kepada Lay Sanespere setelah apa yang terjadi pada Amy. Dia merasa bahwa mantan istrinya telah merusak kepercayaan dan merusak hidup orang yang dicintainya. Dia tidak bisa membiarkan Lay Sanespere kembali ke kehidupannya dan membiarkan kembali kejahatan yang pernah dilakukannya.


"Tapi Mas, Aku masih mencintai Kamu Mas!"

__ADS_1


Ihhh, beneran tuh???


__ADS_2