Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Permintaan Lay


__ADS_3

Suasana di ruang tamu rumah Nagato masih terasa tegang, dengan tatapan tajam Cresen ke arah Lay. Dia tidak suka kesenangannya yang tadi bersama Amy dan Reo terganggu dengan kedatangan Lay bersama dengan managernya itu.


Tadi Cresen sudah berperan sebagai Shiro Yuki, bisa bersama Amy dan Reo. Meskipun antara dirinya dengan Reo tidak bisa akur layaknya papa dan anak.


Begitu juga dengan Lay sendiri, yang tidak suka dengan sikap Cresen. Dia menganggap bahwa adik sepupu suaminya itu, terlalu ikut campur dengan urusannya. Padahal dulunya, dia mengenal Cresen sebagai seorang pribadi yang tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain.


Dia jadi tidak bisa bicara banyak untuk mempengaruhi Amy, karena Cresen yang menjadi penghalangnya.


Tapi tak lama kemudian Amy kembali. Reo sudah tertidur, sehingga Amy kembali menemui tamunya yang masih menunggu.


"Amy, bagaimana?"


Lay berdiri dengan tidak sabar, bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama untuk Amy. Dia ingin mendapatkan jawaban yang pasti, dengan permintaannya tentang pencabutan laporan.


"Lay!" seru Cresen ikut berdiri.


Cresen berpikir Lay akan nekad, sehingga menyakiti Amy. Dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada gadis tersebut, karena bagaimanapun juga Amy adalah gadis yang sedang menjadi incarannya saat ini.


Tapi Amy hanya tersenyum saja, kemudian duduk dengan tenang di kursi tamu. Dia tidak langsung menanggapi pertanyaan Lay, model yang pernah menjadi idolanya dulu.


Sayangnya sejak tahu bagaimana kehidupan Lay demi mendapatkan nama dan ketenaran tersebut, Amy mulai tidak mengaguminya.


"Amy, tolong ya bicarakan ini dengan mas Shiro secepatnya. Ini demi Reo, dan Aku ingin kembali bersamanya demi Reo juga. Kamu masih muda, cantik dan menarik. Pasti akan ada banyak laki-laki yang mau denganmu, meskipun sudah berpisah dengan mas Shiro."


"Aku akan memberimu sejumlah uang yang sangat besar, yang bisa kamu gunakan untuk model usaha atau memperbaiki diri."


"Jadi Kamu tidak perlu khawatir jika kekurangan, setelah pergi dari kehidupan mas Shiro dan juga anakku Reo."


Amy, Cresen dan bahkan manager Wilson, sama-sama terkejut mendengar perkataan Lay yang tidak pernah mereka sangka-sangka sebelumnya. Ini diluar kesepakatan Lay dengan kekasihnya.


"Lay," tegur Wilson dengan tatapan yang tidak percaya dengan apa yang baru aja dia dengar.

__ADS_1


Tapi sepertinya Lay tidak peduli. Dia hanya fokus menatap ke arah Amy, yang sedang mengerutkan keningnya. Dia berpikir jika sekarang ini Amy sedang mempertimbangkan permintaannya tadi, dan Lay cukup senang dengan menyerang sisi keibuan dan kasih sayangnya terhadap Reo.


Cresen sudah mengeraskan rahangnya, karena geram sendiri dengan cara Lay meminta pada Amy. Meskipun dia merasa senang, mendapatkan teman untuk bisa memisahkan Amy dengan Shiro Yuki, tapi itu tidak membuatnya puas. Sebab Cresen merasa tidak memiliki tantangan.


Wilson sendiri menunggu dengan cemas, jawaban yang akan diberikan oleh Amy atas pertanyaan dan permintaan kekasihnya itu.


Dia sendiri belum berkata apa-apa, masih menjadi penonton dan pendengar saja.


"Maaf. Sepertinya Saya tidak bisa."


Jawaban Amy tebang dan tidak terburu-buru. Dia sudah memikirkan masak-masak, dengan jawaban yang dia berikan sekarang. Keputusannya kali ini bukan hanya mempertimbangkan posisinya sebagai korban penculikan yang dilakukan oleh Lay, tapi dia juga memposisikan dirinya sebagai seorang istri yang harus melindungi dan mempertahankan keutuhan rumah tangganya.


Meskipun belum ada rasa yang sepenuhnya kepada Shiro Yuki, Amy percaya jika seiring berjalannya waktu semua itu bisa diatasi. Apalagi dengan adanya Reo, Amy tidak ingin membiarkan anak asuhnya itu kembali bersedih, gara-gara kehilangan sosok mama yang diinginkan.


"Saya adalah mamanya Reo. Saya tidak akan membiarkan siapapun untuk membuatnya bersedih hati."


"Anda tahu bahwa Reo tidak menginginkan Anda, meskipun dia sudah mengetahui posisi Anda sebagai mamanya. Tapi kenyataannya Reo tetap memilih Saya."


Mendengar jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh Amy, Cresen tersenyum sinis, mengejek ke arah Lay yang sedang melotot, melihat bagaimana Amy yang berkata dengan tenangnya. Seakan-akan keputusannya itu tidak bisa diganggu gugat.


Wilson juga melihat ke arah Amy dengan tatapan kagum. 'Ini cewek ragu bagaimana caranya bersikap. Dia punya prinsip yang tidak mudah untuk dipengaruhi.'


'Padahal Aku berpikir jika dia bisa dengan mudah di intimidasi, dengan berbagai pertanyaan Lay tadi.'


Nyatanya Amy hanya tersenyum tipis tanpa memberikan tanggapan lagi. Ini seperti sikapnya pada saat dia dipecat dari sekolah musik. Dia tidak mau banyak bicara, karena menganggap semua itu tidak ada gunanya.


"Saya sudah memberikan jawaban, jadi sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan."


Mata Lay melotot melihat bagaimana Amy yang sedang mengusirnya secara halus, padahal dia yakin jika Shiro Yuki hanya menganggap Amy sebagai seorang pengasuh saja. Dan itu karena permintaan anaknya, Reo.


Dengan cepat Lay berdiri, mengangkat tangannya untuk menampar Amy.

__ADS_1


"Jangan berbuat lebih!"


Untungnya Cresen juga cepet menangkap tangan Lay, sehingga tidak mengenai wajah Amy. Bahkan Cresen mencekal pergelangan Lay, hingga merasa kesakitan.


"Argh... lepas!"


"Cepat pergi atau Aku panggil polisi? karena Kamu sudah membuat kekacauan di rumah ini Lay?!"


Wilson segera menarik kedua pundak kekasihnya, mengajaknya untuk segera pergi dari rumah keluarga Nagato. Dia tidak mau jika terjadi keributan, sehingga membuat kekasihnya itu kembali ke dalam tahanan.


"Ayo kita pergi!" ajak Wilson dengan kesal.


Dia kesal karena ternyata Lay punya niatan lain, dengan kepulangan nya ke Indonesia. Padahal dia bermaksud untuk menjemput modelnya itu, yang juga kekasihnya.


Wilson bahkan rela mengeluarkan uang yang banyak, digunakan untuk jaminan persyaratan kebebasan Lay. Tapi kenyataannya dia justru mendapatkan kejutan yang tidak pernah dia sangka-sangka sebelumnya.


"Aku tidak pernah menyangka kamu akan mengkhianati kepercayaaku Lay!" ucap Wilson dengan geram.


Tapi Cresen tidak peduli dengan pertengkaran mereka berdua. Dia hanya fokus pada Amy, yang sedikit shock saat melihat reaksi Lay. Di saat model tersebut marah dan ingin memukulnya tadi.


"Kamu tidak apa-apa Amy?" tanya Cresen dengan wajah khawatir.


Amy hanya mengangguk saja dengan tersenyum tipis, supaya Cresen tidak mengkhawatirkan keadaannya.


"Hai, apa yang terjadi?!"


Dari arah pintu masuk utama, terdengar suara Shiro Yuki yang bertanya dengan nada tinggi. Dia memang langsung pulang ke rumah, begitu mendapatkan telpon dari ART yang memberinya kabar, jika ada Lay datang ke rumahnya. Padahal Papi dan Maminya sedang tidak berada di rumah.


Shiro Yuki juga terkejut dengan keberadaan Cresen yang ternyata ada di rumah, sebab tadi pagi adik sepupunya itu sudah pergi pagi-pagi sekali, pamit untuk pergi ke Bandung sebelum pulang ke Jerman.


"Apa yang terjadi? Ada apa ini ha?!" tanya Shiro Yuki lagi, berjalan cepat menuju ke arah istrinya.

__ADS_1


__ADS_2