Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Dua Mama


__ADS_3

Di saat Cresen masih memandang dan mengagumi sosok Amy di ruang tengah, ada mobil masuk ke halaman rumah. Mobil yang ditumpangi Lay bersama dengan Wilson, manager Lay. Mereka berdua memang sengaja datang ke rumah keluarga Nagato untuk bertemu dengannya. Mau membujuk Amy, supaya mencabut laporannya di kantor polisi yang menangani kasus penculiknya.


"Nona Amy, ada tamu." ART datang memberitahukan pada Amy jika ada tamu yang datang mencarinya.


Amy yang tidak pernah menerima tamu cukup terkejut juga. Dia berpikir bahwa tidak ada orang yang tahu keberadaannya di rumah ini, kecuali orang-orang dari yayasan sekolah musik dulu. Tapi tidak mungkin juga mereka datang mencarinya.


Sedangkan teman-temannya saat menjadi SPG Mall dulu, belum ada yang akrab karena dia cuma dua hari kerja di toko aksesoris.


Jadi cuma memilik toko yang tahu, jika Amy sudah menjadi istrinya Shiro Yuki.


"Tidak mungkin," gumam Amy.


"Siapa yang mencari!" tanya Cresen pada ART.


"Nona Lay Tuan Muda Cresen."


Cresen mengerutkan keningnya mendengar jawaban yang diberikan oleh ART. "Mau apa dia?" tanya Cresen dengan kening berkerut.


Amy juga sama bingungnya, sedang Reo biasa saja. Dia tidak begitu antusias untuk tahu atau bertanya-tanya tentang Lay, yang merupakan mama kandungnya.


"Oh ya sudah Bi. Tolong sediakan minuman ya, Saya akan menemuinya segera." terang Amy memutuskan.


"Ma ikut!"


"Aku juga ikut! Itu Lay Sanespere kan? Mamanya Reo?"


Tanpa menunggu persetujuan dan jawaban dari Amy, Cresen justru sudah berjalan terlebih dahulu keluar menuju ke ruang tamu. Dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan mantan kakak iparnya itu.


Cresen juga tidak mau jika mantan istrinya Shiro Yuki yang suka nekat, akan mencelakai Amy. Wanita yang sekarang ini menjadi incarannya. Karena meskipun dia ingin mendapatkan Amy, tapi tidak dengan cara mencari bantuan dari Lay. Dia ingin berusaha sendiri untuk menaklukkan hati Amy.


Reo dan Cresen sudah tiba di ruang tamu terlebih dahulu, baru kemudian menyusul Amy di belakang mereka berdua.


"Sayang, Reo nya Mama..."


Lay berdiri dari tempat duduknya menyongsong kedatangan Reo. Dia memeluk Reo dengan berurai air mata, memperlihatkan kesedihannya.


Di samping Reo, Cresen hanya memperhatikan interaksi antara mama dan anak, yang baru pertama kali dilihat Cresen.

__ADS_1


Dia belum pernah melihat Lay menangis dengan sayang untuk anaknya, sebab dulunya saja Lay begitu tega meninggalkan anaknya yang masih bayi. Bahkan model dunia ini tidak mempan pada saat diminta suaminya untuk mengurungkan niatnya, dan kembali ke rumah demi anaknya.


Kini Lay tiba-tiba pulang ke Indonesia dan menyesali perbuatannya yang dulu. Membuat Cresen tidak bersimpati dan percaya dengan mudahnya. Apalagi ditambah dengan air mata Lay yang keluar, karena bisa jadi itu bukan dari dalam hatinya karena sebuah penyesalan.


'Ada sesuatu yang mungkin rencanakan lay.' Batin Cresen memberikan penilaian.


Setelah beberapa saat lamanya memeluk Reo, Amy mengurai pelukannya, kemudian melihat ke arah Cresen. Sepupu mantan suaminya yang dulu pernah dia temui di Jerman, pada saat dia berbulan madu bersama dengan Shiro Yuki.


"Kamu... Kamu Cresen?"


Lay bertanya kepada Cresen, karena dia belum pernah melihat saudara Shiro Yuki dengan wajah bule selain Cresen.


Cresen sendiri tidak menjawab, tapi cuma mengganggukan kepalanya malas. Tapi anggukan kepalanya itu justru membuat Lay memeluknya dengan senang.


"Oh apa kabar Cresen?"


"Maaf ya, Aku tidak sempat mengunjungimu di Jerman, sewaktu berada di Paris. Padahal Aku di sana 2 tahun lebih lho," ujar Lay mengucapkan permintaan maafnya.


Tapi Cresen cepat melepaskan pelukan Lay, karena dia tidak mau jika sampai Amy cemburu melihatnya di peluk-peluk Lay.


Cresen menjaga perasaan hati Amy, supaya tidak berpikir yang macam-macam tentang dirinya yang sebenarnya tidak menyukai mantan istrinya Shiro Yuki ini.


"Maaf. Tapi Boo... emhhh... maksudnya Papanya Reo, suamiku, belum membicarakan tentang pencabutan atau apapun terkait laporan yang sudah masuk ke kantor polisi."


Amy menjelaskan kepada Lay, bahwa dia tidak tahu menahu soal laporan yang dibuat oleh suaminya.


"Tapi Mas Shiro pasti mau mencabut laporan itu Amy, jika Kamu yang memintanya." Lay berusaha untuk mempengaruhi Amy, supaya meminta kepada Shiro Yuki mencabut laporan yang masuk ke kantor kepolisian.


"Demi Reo Amy."


Sekarang Lay memanfaatkan anaknya untuk kepentingannya sendiri. Dia menyerang sisi keibuan Amy, atas nama Reo. Dia yakin jika Amy tidak akan rela, jika Reo memiliki seorang mama narapidana. Ini bisa berpengaruh untuk mental anak di kemudian hari, saat dia sudah besar.


Amy diam dan mulai berpikir. Dia membenarkan apa yang diutarakan oleh Lay Sanespere. Tapi dia juga tidak mungkin membuat keputusannya sendiri, tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan suaminya.


"Mama," panggil Reo, tanpa tahu apa yang sedang dibicarakan orang-orang dewasa di sekitarnya.


"Ya Sayang."

__ADS_1


"Reo mau apa?"


Lay dan Amy bersamaan menjawab panggilan Reo, karena Reo tidak menyebutkan nama belakang pada saat memanggil mama.


"Mama Amy."


Akhirnya Reo memperjelas panggilannya, cepet dia sedang memanggil Amy.


Hal ini membuat Lay kecewa, sebab dia sudah berpikir bahwa anaknya itu sudah mulai bisa menerimanya sebagai mama, bukan hanya sekedar tamu yang mengenal keluarganya saja.


Cresen tersenyum misterius, melihat interaksi antara Lay, Reo dan Amy. Dia bisa menyimpulkan sendiri, bagaimana dengan cara Reo yang menilai kedua wanita yang berada di sampingnya saat ini.


'Reo saja bisa membedakan mana wanita yang patut untuk dipertahankan dengan yang tidak. Padahal Lay adalah mama kandungnya sendiri, yang tentunya harus dipertahankan. Tapi karena Lay tidak pernah memberikan ASI pada anaknya, ikatan darah itu seakan-akan tidak pernah ada.'


'Sedangkan untuk Amy, Reo pisang memilihnya, karena anak kecil itu bisa menilai bahwa, kasih sayang Amy tulus, bukan karena ada maksud tertentu yang direncanakan.'


"Reo mau makan atau tidur Sayang?"


Ya Cresen ingat, jika jam sebelasan seperti ini biasanya Reo sudah mulai mengantuk dan tidur. Ini adalah kebiasaan keponakannya itu.


"Kenapa harus tidur jam segini? nanti siang saja, Mama masih ingin bersama dengan kamu Sayang." cegah Lay Sanespere, yang menginginkan reog berada di dekatnya.


"Kita juga belum selesai bicara Amy," ujar Lay melanjutkan maksudnya.


"Tapi..."


"Bicara dengan Aku saja."


Cresen memotong kalimat Amy yang belum selesai, karena dia tidak mau jika Amy disudutkan seperti ini.


Manager Lay, Wilson, hanya diam saja memperhatikan. Dia belum mengeluarkan sepatah kata pun, bahkan memperkenalkan dirinya saja tidak.


"Amy, bawa Reo ke kamar. Dia tidak akan sehat mendengarkan pembicaraan yang cukup serius ini." Akhirnya Cresen meminta kepada Amy untuk membawa Reo ke dalam kamarnya.


"Tapi Cresen, Aku ada perlu penting dengan dia!" Lay mulai emosi, karena sepupu Shiro Yuki mulai mencampuri urusannya.


"Kamu sudah dengar sendiri tadi, jika Amy tidak mau mencabut laporan sebelum bicara dengan Shiro Yuki. Apa Kamu tidak mendengarnya tadi?" Cresen mengingatkan.

__ADS_1


Lay mendengus dingin mendengar perkataan Cresen yang memang benar.


__ADS_2