Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Sosok Reo Onsi Nagato


__ADS_3

Reo berjalan cepat menuju gerbang sekolah dengan hati yang cemas. Hari ini, adiknya Alina sedang sakit dan dia harus menjemputnya, atas mintakan adiknya sendiri yang masih ada di sekolah. Dia cemas dan bertanya-tanya, seberapa parah kondisinya Alina, dan apakah dia memerlukan bantuan medis atau tidak. Karena adiknya, Alina, hanya mengatakan bahwa lututnya terluka akibat jatuh.


Tapi adiknya yang satu lagi, Marcel, kembaran Alina, tidak memberikan kabar apa-apa tentang kondisi saudaranya sendiri.


Reo yang baru saja pulang dari Amerika tahu, bahwa Alina sangat penting untuk kedua orang tuanya, begitu juga untuknya. Dia bukan hanya adiknya, tapi juga teman bermain waktu masih kecil dulu. Mereka bertiga telah bersama sejak kecil dan saling membantu satu sama lain. Reo merasa sedikit khawatir dan tidak sabar melihat Alina, memastikan bahwa keadaan adiknya itu baik-baik saja.


Ketika dia tiba di depan sekolah, dia melihat sekelompok murid di luar. Mereka sedang mengobrol dan tertawa bersama. Reo merasa sedikit ragu, dia bukan orang yang suka bergaul dan tidak tahu harus berbicara apa.


Tapi tiba-tiba, dia melihat siswi yang sepertinya dia mengenalnya.


"Itu... itu Elly, teman Alina. Anaknya Om Ryan Jamaludin kalau tidak salah." gumam Reo mengamati seorang siswi yang tampak senang dan gembira ketika melihat ke arahnya.


"Kak Reo, hai di sini!" seru Elly sambil berlari mendekati Reo.


Reo sedikit kaget, dia tidak pernah berbicara dengan Elly sebelumnya. Tapi dia merasa senang melihat keberadaan Elly yang menyambutnya dengan wajah senang.


"Hai, emhhh... Kamu Elly," balas Reo menebak-nebak.


"Iya Kak Reo. Kamu ke sini jemput Alina, kan?" tanya Elly dengan antusias.


"Iya, adikku sedang sakit," jawab Reo menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Elly.


"Aduh, iya Kak. Kamu pasti sangat khawatir kan? Alina jatuh dan lututnya terluka," kata Elly memberikan penjelasan.


Dia memang sengaja berlari menuju kearah luar untuk menunggu kedatangan Reo, di saat Alina mengatakan sudah memberikan kabar kepada kakaknya ini. Elly senang bertemu dengan Reo, kakak Alina yang sudah lama tidak pernah dia jumpai karena belajar di Amerika sana.


Reo merasa terharu dengan empati yang ditunjukkan Elly. Dia tidak terbiasa dengan orang yang sangat memperhatikan perasaannya. Dia merasa senang dengan Elly dan mulai merasa bahwa Elly adalah teman yang baik untuk adiknya, sama seperti hubungan kedua orang tua mereka yang berteman baik sejak lama.


"Maukah Kamu menunjukkan di mana ruang UKS?" tanya Reo meminta tolong pada Elly.

__ADS_1


"Pasti Kak, ayok ikut Elly Kak," ajak Elly sambil tersenyum senang.


Mereka berjalan bersama ke dalam sekolah dan langsung menuju ruang perawatan. Alina terlihat lelah sambil meringis-ringis, menahan sakit di kedua lututnya. Tetapi Reo merasa lega, karena dia dapat melihat dengan lebih baik, jika keadaan adiknya tidak separah seperti yang dibayangkan tadi.


“Bagaimana, ada yang sakit?” tanya Reo dengan lembut pada Alina. Dia melihat luka adiknya yang berada di kedua lutut.


“Aku baik-baik saja Kak, tapi ini sakit..." jawab Alina manja, dengan suara lemah dan bibir manyun.


"Syukurlah," ucap Reo lega.


Reo memang merasa lega dan bersyukur. Dia merasa sangat senang karena teman-teman Alina juga baik. Ada Juna, Adam dan Vina yang masih menunggunya di UKS, bersama dengan Andre.


"Ayo Kak pulang, biar surat ijin pulang diurus mereka." Alina mengajak Reo untuk segera pulang, dengan suara manja.


Vina yang mendengar suara temannya semanja itu jadi mencibir, "hihsss... jinjaii Gue liat Lo manja gitu Lin!"


Adam dan Juna juga memperlihatkan ekspresi mual, karena mereka berdua tidak pernah menyangka jika Alina bisa semanja itu dengan kakaknya.


Reo tersenyum dan meraih tangan adiknya. Dia merasa senang bisa membantu dan menjaga adiknya.


Saat mereka berbincang-bincang, Elly duduk di sebelah mereka dan terus memperhatikan pembicaraan mereka. Reo sedikit merasa tidak nyaman, tapi dia juga tidak ingin Elly merasa terabaikan.


"Kamu mau minum sesuatu?" tanya Reo pada Alina.


Alina mengangguk mengiyakan. Dia memang merasa haus, tapi teman-temannya tidak ada yang memberikan tawaran.


Reo adalah anak pertama Shiro Yuki yang sedikit pendiam dan tidak suka menonjolkan diri. Dia lebih suka memperhatikan hal-hal di sekitarnya daripada menjadi pusat perhatian. Namun, hari ini, di saat dia baru dua hari berada di rumah, dia harus menjemput adiknya yang sakit di sekolah dan membuatnya sedikit cemas saat mendapatkan kabar dari adiknya langsung. Reo sangat peduli dengan kedua adiknya, terutama Alina, dan selalu berusaha untuk melindunginya.


Sekarang dia ada di UKS bersama dengan adiknya dan teman-teman adiknya, karena Alina yang ingin pulang dengan dia yang harus menjemput.

__ADS_1


"Marcel bagaimana?" tanya Reo, saat ingat dengan kembaran Alina.


"Dia masih ada kelas tiga jam lamanya, jadi kelamaan jika nunggu. Biar saja dia dijemput supir nanti," rengek Alina, yang ingin segera pulang ke rumah.


Elly memperhatikan bagaimana Alina yang sangat manja pada Reo, berbeda dengan kebiasaannya jika bersama teman-teman.


"Ya sudah. Tapi kasih kabar dulu sama Marcel." Alina mengangguk cepat mengiyakan permintaan dari Reo.


Setelah itu, Reo membopong tubuh Alina untuk dibawa pulang. Membuat teman-teman Alina melongo, melihat bagaimana cara Reo memperlakukan adiknya.


"Wahhh... Gue mau dong punya kakak atau pacar kayak kakaknya Alina..." Vina menghalu sesuai dengan kriteria cowok idaman.


Puk


"Ogah Gue jadi pacar Lo!" Adam menepuk pundak Vina yang sedang berkhayal.


"Hahaha..." Juna tertawa-tawa senang dengan melihat ketua temannya yang sefrekwensi itu.


Elly dan Andre, hanya melihatnya dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan. Entah apa yang sedang mereka pikirkan, melihat Reo dan Alina yang berjalan menuju ke arah parkiran.


"Eh, tas Alina..."


Elly yang baru sadar ingin berteriak memanggil Alina, tapi segera berhenti karena ingat dengan adanya Marcel. Dia bisa menitipkan tas Alina pada Marcel, yang merupakan kembarannya Alina sendiri.


"Udah-udah, balik yok!"


Juna mengajak mereka kembali ke kelas, karena istirahat mereka memang sudah selesai 10 menit yang lalu.


Akhirnya mereka semua bubar, kembali ke kelas mereka. Andre sendiri menuju kelas bersama dengan Vina, karena mereka berdua memang satu kelas. Berbeda Adam, Juna dan Elly, yang satu kelas dengan Alina. Sedangkan Marcel sendiri berbeda kelas dengan mereka semua.

__ADS_1


***


Hai... kira-kira lanjut gak nih kisah mereka yang udah pada gede???


__ADS_2