
Shiro Yuki Nagato akhirnya memperhatikan pengasuh anaknya, Amy, secara diam-diam dan tidak terlihat serta disadari oleh siapapun. Termasuk kedua orang tuanya, yang tidak bisa menebak isi hati anaknya sendiri.
Dia memang pandai menyembunyikan perasaannya dengan menunjukkan wajah daftar, sehingga orang lain akan menganggapnya tidak peduli. Bahkan sudah di cap sebagai seorang duda yang kelewat dingin.
Apalagi Shiro Yuki selalu menjauhi rekan bisnis wanita, termasuk temen-temen mantan istrinya sendiri, yang datang dari kalangan artis dan model, dengan kecantikan mereka yang tentunya tidak diragukan lagi.
Tapi pada kenyataannya itu tidak bisa menarik perhatian dari Shiro Yuki, yang pernah merasakan kekecewaan dalam hubungan rumah tangga.
Sebenarnya sikap dan tingkah Shiro Yuki ini membuat kedua orang tuanya, terutama maminya, Cresentia, khawatir.
Maminya Shiro Yuki merasa khawatir, seandainya anaknya yang semakin dewasa itu tidak punya niatan untuk berumah tangga lagi. Padahal banyak sekali wanita yang datang untuk mendekatinya dengan berbagai cara juga.
Hal ini membuat Cresentia pusing, sehingga sering menjodoh-jodohkan anaknya itu dengan beberapa anak kenalannya, sesama pengusaha. Yang tentunya mengenal keluarga mereka dengan baik.
Dia tidak mau jika wanita atau gadis yang ingin dikenalkan pada Shiro Yuki, sebagai calon istri, dari sembarang kalangan.
Selain cantik, mereka tentunya juga harus wanita terpelajar, dari kalangan orang-orang kaya di ibu kota Jakarta ini. Sama seperti keluarga mereka, yang juga dari kalangan pengusaha sukses.
Sayangnya, Shiro Yuki selalu menolak tawaran atau perkenalan tersebut. Apalagi anaknya, Reo, juga tidak menyukai wanita-wanita cantik dan gadis terpelajar, yang dijadikan kandidat sebagai calon istri papanya. Membuat Shiro Yuki juga tidak mau menerima mereka.
Prinsip Shiro Yuki sendiri adalah, dia mau menikah dengan wanita atau gadis manapun, yang diterima oleh anaknya.
Jadi dia menikah bukan untuk dirinya sendiri, tapi yang lebih utama adalah untuk Reo.
Jika hanya sekedar cantik, pintar dan kaya, itu sama saja seperti mantan istrinya. Mamanya Reo, yang pada kenyataannya justru meninggalkan anaknya sendiri, sewaktu Reo masih berusia 2 bulan. Dan itu karena kontrak kerja mantan sang istri, yang harus dikerjakan, dengan mengharuskannya menetap di luar negeri. Membuatnya terpaksa harus pergi dan meninggalkan suami bersama dengan anaknya.
Shiro Yuki sudah melarang istrinya untuk melanjutkan kontrak kerjanya, karena dia mampu untuk mencukupi kebutuhan mereka. Bahkan bukan hanya cukup, tapi bisa dibilang berlebih, dengan pendapatannya sebagai CEO di perusahaan keluarganya. Tentu saja semua fasilitas untuk menunjang hidupnya juga tidak biasa.
Tapi pada kenyataannya, sang mantan istri tidak mau menuruti permintaannya. Bahkan mantan istrinya pergi tanpa pamit, meninggalkan bayinya yang baru berusia 2 bulan. Dan setelah 3 bulan kemudian, istrinya itu justru melayangkan gugatan cerai pada Shiro Yuki.
Hal inilah yang membuat Shiro Yuki tidak terima, dan menganggap semua wanita itu egois, karena mau menang sendiri dan tidak mau peduli dengan keadaan keluarga.
__ADS_1
Akhirnya Shiro Yuki berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menikah lagi, dengan wanita yang sama seperti mantan istrinya.
Dia hanya akan menikah, jika Reo yang memilihkan untuknya. Sebab dia beranggapan bahwa, insting anaknya itu cukup kuat untuk menilai ketulusan hati seseorang wanita.
Hal ini terbukti dengan penilaian Reo terhadap para pengasuhnya sendiri, yang pada kenyataannya tidak pernah lama bekerja dengannya. Reo tidak mau menerima mereka sebagai pengasuhnya.
Ternyata semua pengasuhnya yang kemarin-kemarin itu, atas inisiatif maminya, Cresentia.
Maminya Shiro ingin mendekatkan gadis-gadis atau wanita yang diinginkan, supaya bisa mengambil hati dan simpati cucunya, sehingga bisa lebih dekat dengan anaknya, yaitu Shiro Yuki.
"Mami tidak perlu repot-repot mencari calon istri untuk Shiro, sama seperti yang dilakukan Mami kemarin-kemarin. Jika waktunya nanti, Shiro juga akan menikah. Tapi itu terjadi jika Reo juga setuju."
Begitulah kira-kira apa yang dikatakan oleh Shiro Yuki pada maminya, Cresentia, yang akhirnya menyerah dan tidak lagi berusaha untuk mencarikan calon istri bagi anaknya itu.
Dan sekarang, Cresentia mengungkit kembali dengan mengajukan pernyataan untuk anaknya, tentang pernyataan Shiro Yuki yang dulu. Hal ini dia tanyakan karena melihat kedekatan Amy dengan cucunya, dengan cara Amy mengasuh Reo dengan baik. Membuat Reo juga merasa nyaman.
"Kamu bilang mau menikah dengan wanita atau gadis manapun, jika Reo mau menerimanya. Dan... Mami liat itu, pengasuh barunya itu, begitu dekat dengan Reo. Apa Kamu tidak perhatikan?"
Bukannya tidak mau memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh maminya, karena sebenarnya Shiro Yuki juga memiliki pemikiran yang sama, yang membuatnya gelisah beberapa hari terakhir ini.
Tapi dia nyatanya dia diam saja, dengan memikirkannya sendiri. Shiro juga tidak tahu, bagaimana perasaan Amy pada dirinya, yang selalu bersikap dingin, bahkan bisa dikatakan kasar. Dengan semua komplain yang dia miliki, mengenai pekerjaan yang dilakukan oleh pengasuh anaknya itu.
"Shiro! Kamu dengar nggak sih pertanyaan Mami tadi?"
Cresentia mendesak anaknya, supaya menjawab pertanyaannya tadi. Dia tidak sabar, karena sikap anaknya yang dianggap lamban dalam mengambil keputusan untuk kehidupannya.
"Mi. Shiro juga harus memikirkan perasaan Amy. Masa iya, tiba-tiba Shiro ajak nikah gitu?" tanya Shiro Yuki, mengajukan pertanyaan, yang membuat Cresentia tersenyum simpul, menanggapi kebingungan anaknya itu.
"Tapi Kamu punya niatan untuk menjadikan Amy sebagai mamanya Reo?" tanya Cresentia lagi, meyakinkan bahwa jawaban anaknya itu mengarah ke jenjang pernikahan.
"Emhhh, menurut Mami bagaimana?"
__ADS_1
"Jika Kamu ingin menikah, sebaiknya jangan hanya karena Reo saja Sayang. Tapi karena perasaan dan hatimu juga. Mami tidak mau jika Kamu justru akan merasakan rasa kecewa lagi nantinya."
Shiro Yuki kembali bingung sendiri dengan perasaannya.
Tapi karena dia sudah pernah berkata demikian, mengajak wanita yang bisa membuat anaknya nyaman untuk menikah, akhirnya kebingungan dengan latar belakang Amy.
"Tapi, dia bukan siapa-siapa Mi. Dia hanya SPG, yang kebetulan menolong Reo, sehingga Reo bisa menerimanya."
Ternyata Shiro Yuki memiliki pemikiran yang berbeda, dari kedekatan anaknya dengan pengasuhnya itu.
"Coba saja Shiro! Kami tidak pernah mempermasalahkan latar belakang wanita manapun, yang akan menjadi calon istrimu."
Setelah mendapatkan jawaban dari maminya, Shiro Yuki mengangguk. Kemudian berjalan menuju ke arah kamar anaknya.
*****
Di dalam kamar Reo, ternyata Amy baru selesai menghidupkan obat nyamuk elektrik. Kedatangan Shiro Yuki tentu membuat Amy terkejut.
"Tu_tuan. Saya, Saya sudah menyalakan obat nyamuk." Amy justru membuat laporan yang tidak perlu, karena Shiro juga sudah melihatnya sendiri tadi, dengan pekerjaan yang dilakukannya.
"Aku ingin mengajakmu menikah."
Amy mengerutkan keningnya, mendengar peryataan Shiro Yuki yang terdengar seperti sebuah perintah.
"Menikah?" tanya Amy tidak percaya.
*****
#Kira-kira, Shiro Yuki beneran mau ngajak nikah karena untuk dirinya sendiri atau karena anaknya?
#Amy percaya nggak sih? Mau gak dengan ajakan menikah dari Shiro?
__ADS_1