Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Love You


__ADS_3

Reo sudah tiba di depan kampus Elly. Dia menunggu dengan sabar, karena Elly masih berjalan ke luar dari perpustakaan.


Dari jarak jauh, Elly yang sudah melihat keberadaan mobil Reo tersenyum sumringah.


"Hai, sayang. Sudah selesai?" tanya Reo, begitu Elly tiba dan dia sudah keluar dari dalam mobil.


"Hai, kak Reo. Iya, aku sudah selesai. Tapi, kenapa kakak tiba-tiba ingin menjemputku?"


Reo tersenyum dan membukakan pintu mobil untuk Elly. "Kakak sengaja datang menjemput, karena mau ajak kamu. Ada kabar baik nih, aku sudah mengatur jadwal untuk kita pergi ke WO untuk mencari informasi tentang persiapan pernikahan kita."


Mata Elly membola, mendengar perkataan tunggangannya. "Wah, bagus sekali! Kapan kita akan pergi?" tanya Elly dengan antusias.


"Maunya sekarang, tapi jika tidak bisa besok siang juga tidak apa-apa kita pergi. Apa kamu bisa?" tanya Reo memastikan.


"Bisa kok. Tapi, sebelum itu, kita perlu membicarakan apa saja yang perlu dipersiapkan." Elly memberikan beberapa ulasan yang perlu mereka bicarakan.


"Iya, kamu benar. Pertama-tama, kita harus memilih gedung atau tempat yang akan digunakan sebagai lokasi pernikahan. Apa kamu sudah memikirkan tempat yang cocok?" Reo meminta pendapat pada Elly, berpikir bahwa Elly yang akan memilihnya.


Elly mengeleng. "Belum. Aku Sebenarnya belum memikirkannya. Apa kakak punya ide?"


"Emhhh... aku sudah mencari beberapa gedung yang mungkin cocok. Nanti aku bisa memperlihatkan padamu," terang Reo memberi tahu.


"Ok, terima kasih ya kak. Selain itu, kita juga perlu mengatur dekorasi dan tema pernikahan. Apa tema yang kakak inginkan?"


"Aku pikir tema vintage dengan bunga-bunga segar akan cocok. Bagaimana menurutmu?" sepertinya pemikiran Reo sama seperti yang sedang dipikirkan oleh Elly.


"Bagus juga ide mu, kak. Selain itu, kita juga perlu mencari vendor-vendor yang bisa membantu kita dalam persiapan pernikahan."

__ADS_1


"Ya, aku sudah mencari."


Elly tersenyum senang, karena Reo ternyata sudah menghandle banyak hal yang memang perlu perhatian khusus dari calon pengantin.


Pernikahan adalah momen yang sakral dan membahagiakan bagi setiap orang yang mengalaminya. Terlebih lagi jika pernikahan tersebut merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh pasangan yang saling mencintai. Seperti yang dialami oleh Reo, yang akan segera melangsungkan pernikahan dengan tunangannya, Elly.


Untung saja tadi Reo menghubungi Elly, kemudian segera bersiap untuk menjemputnya. Dia sudah berencana akan mengajak Elly untuk pergi ke WO, guna persiapan pernikahan mereka yang sudah dekat. Pada kesempatan tersebut, mereka akan membahas segala persiapan yang perlu dilakukan untuk menjadikan pernikahan mereka berdua berjalan lancar.


Meskipun saat ini Elly masih kuliah, Reo tidak mempermasalahkan hal itu. Baginya, pernikahan adalah momen yang tak bisa ditunda. Dia ingin memastikan bahwa pernikahan mereka berdua dapat terlaksana dengan baik tanpa harus menunggu sampai Elly selesai kuliah. Oleh karena itu, Reo sangat serius dan fokus dalam melakukan persiapan pernikahan.


Pertama-tama, Reo dan Elly memilih gedung atau tempat yang akan digunakan sebagai lokasi pernikahan. Mereka akan mempertimbangkan berbagai faktor yang memerlukan pertimbangan dalam menentukannya. Seperti jumlah tamu, ketersediaan fasilitas, dan tentunya, biaya yang harus disediakan. Meskipun Reo tidak akan kekurangan uang, setidaknya ada patokan untuk pesta pernikahan mereka.


Setelah itu, mereka akan mengatur dekorasi yang sesuai dengan tema pernikahan yang telah dipilih. Reo dan Elly telah sepakat untuk memilih tema vintage yang dihiasi dengan bunga-bunga segar.


Selanjutnya, Reo dan Elly akan mencari vendor-vendor yang akan membantu mereka dalam mempersiapkan pernikahan. Mereka akan mencari vendor untuk catering, fotografi, make up, dan lain-lain. Reo dan Elly ingin memastikan bahwa mereka memilih vendor-vendor yang dapat dipercaya dan memberikan hasil yang memuaskan.


Selain persiapan teknis, Reo dan Elly juga mempersiapkan diri secara personal untuk menjalani kehidupan pernikahan. Mereka telah membahas banyak hal, termasuk visi dan misi pernikahan mereka, harapan dan cita-cita mereka di masa depan, serta bagaimana cara mengatasi konflik yang mungkin timbul di dalam rumah tangga. Reo dan Elly ingin memastikan bahwa mereka dapat membangun hubungan yang sehat dan harmonis di dalam pernikahan mereka.


Meskipun persiapan pernikahan bisa sangat melelahkan dan memakan banyak waktu, Reo dan Elly selalu ingat tujuan utama dari pernikahan mereka. Mereka ingin menikah karena saling mencintai dan ingin membangun kehidupan bersama. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha untuk tetap tenang dan fokus dalam keadaan seperti ini.


***


Dua hari kemudian, Reo dan Elly pergi ke sebuah butik yang sudah direkomendasikan oleh orang tua mereka untuk melakukan fitting baju pengantin, yang akan mereka gunakan untuk pesta pernikahan mereka.


Ada beberapa gaun pengantin yang akan di coba Elly, yang sudah disediakan oleh pihak butik juga.


Beberapa saat kemudian. "Kak Reo, bagaimana menurutmu dengan gaun ini?"

__ADS_1


Reo terdiam saat melihat Elly yang tampak berbeda. Dia terpana pada calon istrinya yang sedang memakai gaun pengantin. "Kamu cantik sekali, sayang." Reo memuji.


Elly tersenyum, "terima kasih, kak. Berarti setiap hari gak cantik ya?" bibir Elly cemberut karena pujian Reo.


"Hehehe... bukan begitu. Tapi, ini aura pengantin sudah terpancar."


Reo mendekat dan hampir memeluk Elly, sedangkan Elly mundur menghindar. "Tapi aku butuh pendapatmu sekarang, kak. Apa gaun ini cocok untuk aku? jadi, jangan peluk-peluk dulu. Hihihi..."


Para pegawai butik menahan tawa, melihat Elly yang mengerjai Reo.


"Ehem."


Untuk menetralisir keadan, Reo berdehem kemudian memperhatikan bagaimana gaun pengantin tersebut berada di tubuhnya Elly.


Reo memperhatikan dengan seksama. "Ya, ini cocok sekali untukmu. Warna dan modelnya sangat cocok denganmu."


Elly tersenyum senang. "Terima kasih, kak Reo. Bagaimana dengan yang lain? Apa kamu tidak mau melihatnya juga?"


Reo akhirnya memperhatikan gaun yang lain juga, kemudian memberikan komentarnya. "Hmmm, aku pikir gaun yang satu ini juga bagus. Warna merah marun cocok denganmu dan terlihat elegan."


"Wah, aku senang kak, kamu juga suka yang satu ini. Tapi, antara yang pertama dan yang kedua, mana yang lebih cocok?" tanya Elly minta pendapat.


Reo berpikir sejenak, kemudian berkata. "Aku pikir keduanya cocok untukmu. Tapi, mungkin yang pertama sedikit lebih cocok karena lebih simpel dan elegan."


Elly mengangguk. "Baiklah, aku akan mempertimbangkannya, mungkin pihak butik bisa memberikan rekomendasi untuk lebih."


Senyum Reo mengembang sempurna. Dia benar-benar terpesona dengan kecantikan dan keanggunan Elly. "Kamu benar-benar cantik, sayang."

__ADS_1


Wajah Elly memerah karena tersipu malu-malu, kemudian mengucapkan terima kasih. "Thank kak, love you."


__ADS_2