Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Kenapa?


__ADS_3

Reo merasa frustasi karena segala upaya untuk mendapatkan perhatian dan cinta Elly selalu membuahkan hasil sia-sia. Meskipun awalnya dia menolak perjodohan dengan Elly, tapi kini dia merasa sangat menyesal karena Elly adalah gadis yang sangat baik dan layak untuk dicintai. Dari garis keturunan yang jelas, dan cantik juga, dan kecantikan Elly ini memang diakui Reo sejak lama.


Tapi karena dia dulunya belum ada rasa, jadi Reo hanya menganggapnya sebagai adik saja sama seperti kedua adik kembarnya.


Papanya, Shiro Yuki, yang juga ingin melihat anaknya bahagia, meminta Reo untuk tidak menyerah dan terus mencoba mendapatkan hati Elly.


"Kamu harus berjuang keras Reo. Ini bukan sama seperti ujian untuk sekolah atau universitas, tapi penaklukan hati seorang wanita itu memang perlu kesabaran."


"Jika Kamu tidak percaya, sebelah tanya sama mamamu itu. Dua pasti juga akan memberikan saran untuk membeli sabar dan terus berusaha."


Reo menganggukkan kepalanya saja, karena sadar jika ini adalah kesalahannya sendiri.


Sejak saat itu, Reo mulai mencari berbagai cara untuk menarik perhatian Elly. Dia memutuskan untuk bergabung dengan klub olahraga yang sama dengan Elly, karena dia tahu bahwa Elly adalah penggemar olahraga. Mungkin karena Ryan, papanya Elly, juga penyuka olahraga.


Reo juga mulai aktif antar jemput adiknya, berharap agar bisa sering bertemu dengan Elly di pagi atau sore hari di sekolahnya.


Namun, meski Reo telah melakukan berbagai upaya, Elly tetap saja tidak menghiraukannya. Reo merasa semakin putus asa dan tidak tahu lagi harus melakukan apa agar Elly memperhatikannya. Dia merasa sedih dan kecewa, dan memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan meminta bantuan pada kedua adik kembarnya.


"Ayo lah Lin, Cek. Bantu Kakak ya," pinta Reo.


"Bantu bagaimana? biasanya Kakak selalu punya cara sendiri, atau untuk menaklukkan hati seorang gadis indonesia tidak semudah gadis bule?" Marcel justru meledek permintaan kakaknya.


Alina sendiri hanya mengangkat kedua bahunya, nanda jika dia tidak peduli.


"Lin, mau kan?" tanya Reo memastikan pada adiknya yang merupakan temannya Elly.


"Kata papa apa?"


Sayangnya Alina justru memperingatkan kakaknya itu dengan pesan yang diberikan oleh papanya, jika dia harus berjuang sendiri.


"Ck, sok-sokan nolak! nyatanya sekarang ngejar. Jika suruh bantu deketin, mending Aku aja maju sendiri."

__ADS_1


Marcel justru mengibarkan bendera perang untuk bersaing mendapatkan perhatian Elly dengan kakaknya. Hal ini membuat Reo membelalakkan matanya, melototi adik cowoknya.


"Hehehe... peace!"


"Jika pun iya, tentu Marcel mendapatkan Elly terlebih dahulu kak!" tegas Marcel membanggakan dirinya.


Puk


"Udah deh," potong Alina menengah i percepatan kedua saudara cowoknya.


Sayangnya, Marcel diam-diam merekam suara mereka, kemudian dikirimkan pada Elly. Tindakan ini hanya akan membuat Elly semakin menjauh dari Reo. Dia merasa tidak nyaman dan terganggu oleh upaya-upaya Reo yang terlalu memaksakan diri. Elly ingin dicintai dengan cara yang tulus dan bukan karena adanya tindakan manipulatif yang dilakukan oleh Reo, dengan cara meminta bantuan pada kedua artinya tersebut.


Setelah beberapa waktu, Reo menyadari bahwa dia telah salah dalam pendekatannya. Dia menyadari bahwa cinta sejati tidak bisa dipaksakan atau diminta dengan cara yang salah. Reo harus memperbaiki sikapnya terlebih dahulu dan berusaha untuk lebih memahami Elly. Dia harus berusaha menjadi seseorang yang pantas dicintai oleh Elly.


Reo memulai perubahan dengan berhenti melakukan tindakan manipulatif dan meminta maaf pada Elly. Dia berusaha untuk menjadi teman yang baik dan menyenangkan bagi Elly. Dia mulai mengikuti hobi dan minat Elly, dan berusaha untuk mengenalnya dari hatinya.


*****


Kebetulan weekend ini Reo ada janji temu dengan temannya di sebuah restoran. Tapi setelah dia berada di tempat yang dituju, ternyata temannya itu menyatakan jika tidak bisa datang karena ada keperluan mendadak dengan orang tuanya.


Dengan ragu, Reo mendekat dan menyapa gadis tersebut.


"Hai Elly, sedang menunggu seseorang?" tanya Reo menyelidik.


"Eh Kakak. Gak, cuma nunggu jemputan aja. Tapi karena cuaca panas, dan Elly lapar, jadi nunggunya di sini."


Elly memberikan penjelasan pada Reo, karena saat ini dia sedang menunggu supir yang menjemput. Tapi karena lama, dua akhirnya memutuskan untuk makan terlebih dahulu.


"Elly, ada sesuatu yang ingin kusampaikan padanya. Boleh Kakak duduk di sini?" Reo meminta izin untuk ikut bergabung di meja Elly, dan diangguki juga oleh Elly.


"Apa itu Kak? sepertinya serius," tanya Elly, sambil menatap Reo dengan tatapan mata yang tidak bisa diartikan oleh Reo sendiri.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya El."


"Sebenarnya, ketika papaku pertama kali menawarkan perjodohan antara kita, Aku menolaknya. Tapi, setelah sekian lama Aku memikirkan hal ini, Aku menyadari bahwa Aku merasa terusik dalam hatiku ketika mendengar tentangmu."


"Aku merasa ingin lebih mengenalmu dan berusaha untuk membuat hubungan kita berjalan dengan baik."


"Sayangnya... Kamu seperti tidak memberikan jalan untukku berusaha. Maaf jika pernyataan yang tempo dulu itu menyinggung perasaanmu."


Reo mengungkapkan perasaan dan isi hatinya yang sekarang ini dia rasakan.


"Hmmm... Aku tidak tahu harus berkata apa Kak," kesah Elly sambil mengelengkan kepalanya.


"Kakak mengerti jika Kamu merasa ragu dengan situasi ini, tapi Aku benar-benar serius. Aku yakin dengan hati yang tulus, Aku ingin menerima tawaran perjodohan ini karena Aku ingin mengenalmu lebih dalam dan membina hubungan yang baik denganmu."


"Thanks sudah jujur Kak. Tapi Aku ingin Kamu tahu, Aku tidak ingin dimanfaatkan hanya karena perjodohan ini." Elly memberikan alasan, karena ini alasan Reo di awal dulu.


"Aku mengerti. Aku memang awalnya merasa terpaksa, tapi seiring berjalannya waktu, Aku merasa benar-benar tertarik padamu. Aku ingin membangun hubungan yang baik denganmu karena aku merasa kau adalah gadis yang baik dan aku ingin mengenalmu."


"Bagaimana Kakak bisa yakin jika memang tertarik padaku, dan bukan hanya karena patuh pada Om Shiro?" tanya Elly memastikan.


"Aku... Aku sudah memikirkannya dengan matang El. Jadi Kakak harap, Kamu juga memberikan kesempatan pada Kakak."


"Bukan karena kekasih Kakak?" tanya Elly, menyinggung soal Angella.


Reo mengerutkan keningnya heran, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Elly padanya. Dia tidak pernah menyangka, jika Elly mengetahui tentang kekasihnya.


"Kenapa Kak?" tuntut Elly meminta jawaban.


"Hhhh... Kakak sudah putus dengannya."


Elly mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban yang diberikan oleh Reo. Sekarang dia bisa membuat kesimpulan, bahwa Reo mau menerima tawaran perjodohan ini karena sudah putus dengan kekasihnya yang orang bule.

__ADS_1


"Apa ini karena rencana perjodohan kita, atau Angella yang tidak mau menerima Kakak?"


Reo kaget mendengar pertanyaan Elly, yang seakan-akan memojokkan dirinya.


__ADS_2