
Pernikahan merupakan suatu peristiwa yang sakral dan memiliki arti penting bagi banyak orang. Bagi sebagian orang, pernikahan bisa diartikan sebagai tanda kesuksesan dalam hidup, sementara bagi orang lain, pernikahan adalah pengalaman yang membahagiakan dan memberikan kebahagiaan.
Namun, dalam beberapa budaya, pernikahan diatur oleh orang tua dan keluarga, bahkan sebelum calon pasangan itu sendiri mengetahui satu sama lain. Hal ini dikenal sebagai perjodohan.
Dan ini dialami oleh Reo.
Dia merasa tidak enak hati karena harus menolak tawaran perjodohan dengan Elly. Meskipun dia berusaha menerima tawaran tersebut, dia tetap saja merasa tidak nyaman.
Reo mungkin merasa seperti ini karena dia tidak ingin mengecewakan rencana yang sudah diatur orang tuanya. Selain itu, dia juga tidak ingin menyakiti hati Elly, karena menolak tawaran perjodohan tersebut.
Di sisi lain, Elly juga merasa sedih karena tahu jika di hatinya Reo Sebenarnya menolak tawaran perjodohan tersebut. Meskipun Elly tidak berharap Reo menerima jika tidak rela, dia tetap merasa sedih karena perasaan yang dimilikinya terhadap Reo. Namun, dia tidak bisa melakukan apa-apa karena dia tahu bahwa kebahagiaan kedua orang tua Reo dan kedua orang tuanya adalah hal yang penting.
Secara umum, perjodohan adalah cara yang digunakan untuk menjodohkan dua orang dalam sebuah pernikahan. Bahkan di beberapa negara, perjodohan merupakan tradisi yang dianggap penting untuk mempertahankan keutuhan keluarga dan nilai-nilai tradisional yang ada. Meskipun demikian, dalam banyak kasus, perjodohan juga bisa menjadi sumber konflik dan ketidakbahagiaan bagi para calon pengantin.
Untuk mengatasi masalah ini, Reo dan Elly perlu berbicara secara terbuka dan jujur tentang perasaan mereka terhadap perjodohan ini.
Jadi saat ini mereka berdua sedang bertemu untuk membicarakan hal tersebut.
Reo dan Elly duduk bersama di sebuah restoran dengan servis private room, agar pembicaraan mereka tidak didengar orang lain dan dalam suasana yang tenang.
__ADS_1
Suasana terasa canggung dan mereka berdua tampak merenung sejenak sebelum memulai percakapan mereka, sebab masing-masing tidak tahu harus memulai pembicaraan mereka dari mana.
"Emhhh..."
"Kak Reo..."
Keduanya justru bersamaan mengeluarkan suaranya, sehingga saling pandang karena akhirnya sama-sama terdiam lagi.
"Kamu duluan El," pinta Reo, mempersilahkan Elly untuk bicara terlebih dahulu.
"Eh, eghhh... itu. Kakak ajak Elly ke sini mau bicara apa? apakah ada hal yang penting?"
Elly bertanya dengan hati-hati, takut seandainya menyinggung tentang perjodohan mereka. Jadi Elly tidak bertanya langsung pada pokok permasalahan yang sebenarnya.
"Kakak tidak tahu bagaimana harus mengatakannya, tapi Kakak merasa tidak nyaman dengan ide ini. Kamu sendiri bagaimana?"
Elly tentu saja bingung dan tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Dia tahu, jika di dalam hatinya Reo sudah ada gadis lain yang mengisinya.
"Elly... mengerti perasaan Kakak. Elly juga merasa sulit menerima tawaran perjodohan ini. Tapi, Kakak tahu kan, kedua orang tua kita sangat ingin kita berjodoh."
__ADS_1
"Ya, Kakak tahu itu. Tapi, Kakak juga tidak ingin memaksakan sesuatu yang tidak Kakak inginkan. Apalagi, Kakak merasa jika Kamu masih punya masa depan yang cerah kedepannya, dan itu bukan hanya tentang perjodohan dan pernikahan."
Perkataan Reo membuat Elly terdiam. Ini adalah sinyal jika Reo memang tidak memberinya kesempatan untuk berusaha lebih dekat terlebih dahulu, sebelum memutuskan menerima atau menolak.
"Elly tidak tahu, terserah Kakak saja."
Dalam hati Elly sudah tidak lagi sanggup mendengar perkataan Reo untuk selanjutnya. Dia tidak mau mendengar apapun alasan yang diberikan Reo, karena di awal pembicaraan ini saja sudah tidak ada kesempatan untuk menjalani perjodohan tersebut. Jadi sepertinya tidak ada gunanya untuk melanjutkan pembicaraan ini.
Reo sendiri bingung dengan sikap Elly yang menyerahkan keputusan padanya. Ini sulit, jika tidak ada kesepakatan di antara mereka berdua untuk sama-sama menolak.
"Kakak tahu, Kamu adalah gadis yang baik dan cantik. Pasti ada banyak sekali cowok yang suka sama Kamu." Reo mencoba mempengaruhi pikiran Elly, dengan kehidupan anak remaja yang lain.
'Iya ada banyak. Tapi Aku gak suka!' Batin Elly.
"Kakak tidak perlu memikirkan perjodohan ini, jika kak memang tidak menyetujuinya. Elly gak masalah kok," sungut Elly pura-pura cuek.
"Terima kasih, El. Kakak senang kita bisa membicarakan hal ini dengan terbuka dan jujur. Kakak berharap Kamu bisa menemukan cowok yang lebih baik dan tentunya sesuai dengan kriteria Kamu."
"Sama-sama Kak Reo. Elly juga berharap hal yang sama. Kita bisa membicarakan hal ini pada orang tua kita masing-masing, dan semoga saja mereka mengerti."
__ADS_1
Reo mengangguk setuju, dan tersenyum senang karena merasa bahwa permasalahan tentang perjodohan ini sudah selesai.
Lalu bagaimana dengan perasaannya Elly??? patah hati dong sebelum mencoba...