Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Sendirian


__ADS_3

Cup cup cup


Cresen sedang menciumi bibir Amy, sama seperti yang dilakukan oleh Shiro Yuki pada gadis tersebut. Dia semakin bersemangat, karena Amy hanya diam saja dan tidak menolaknya.


"Sial!


Bug


Shiro Yuki tiba-tiba saja datang dan memukul Cresen, karena telah mencium bibir isterinya.


Apa yang dilakukan oleh Shiro Yuki membuat Cresen marah, sehingga mendorong bahu dan menabrak tubuh Shiro Yuki hingga terjerembab, kemudian menindih tubuh kakak sepupunya itu agar tidak bisa bangun lagi.


Dia benar-benar merasa kesal dengan sikap kakak sepupunya, yang tidak bisa menjaga wanitanya. Cresen marah karena Amy terpeleset dan dibiarkan begitu saja oleh Shiro Yuki, yang hanya menonton saja.


Reo juga sama, bahkan bocah kecil itu bertepuk tangan melihat mamanya jatuh.


Plok plok plok


"Horeee... Mama sedang akrobat ya?!" Reo berteriak senang dengan bertanya.


Hal itulah yang membuat Cresen marah sehingga menyerang Shiro Yuki, tanpa peduli dengan kakaknya yang udah tidak berdaya karena saat ini berada dibawahnya.


"Eghhh... lepas Cresen!"


"Awas! Ka... Kamu minggir!"


Shiro Yuki berusaha menyingkirkan tubuh adik sepupunya, yang menekannya dengan kuat tanpa memberikan kesempatan padanya untuk bergerak.


"Tidak. Kakak harus menerima akibatnya!" seru Cresen masih dengan posisi yang sama seperti tadi, tidak mau melepaskan Shiro Yuki supaya bisa kembali berdiri.


Perseteruan keduanya dilihat oleh Reo, dan anak tersebut justru membuat video dari ponselnya Cresen.


"Om Cresen dan Papa seperti pegulat!"


"Itu kakinya Papa di tekuk Om, biar gak bisa gerak lagi!"


"Papa... Papa jangan bergerak-gerak. Nanti Om Cresen bisa mematahkan tangan Papa!"


Reo justru memberikan arahan pada keduanya yang saling berseteru, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel, karena Reo memberikan arahan tersebut dari tangkapan layar yang dilihatnya.


"Ugh..."


Amy tersadar dari pingsannya, di saat tadi terjatuh. Suaranya yang seperti mengaduh, membuat Cresen dan Shiro Yuki sama-sama mengalihkan pandangan ke arahnya.


"Bee!"


"Amy!"


"Awas Cresen? Dia istriku!"

__ADS_1


"Tapi dia adalah wanitaku!"


Sekarang Shiro Yuki merasa sangat kesal dan marah, karena adik sepupunya sudah mengklaim bahwa istrinya itu adalah wanitanya. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena sudah menandakan adanya ketidakberesan adik sepupunya yang kumat.


Bug


Pukulan tangan Shiro Yuki mendarat di dada Cresen, yang masih mengurungnya dibawah, supaya melepaskan dirinya.


"Kamu seharusnya pergi ke spikiater Cresen, dan cepatlah sana!"


Shiro Yuki juga memberikan saran kepada adik sepupunya itu, supaya pergi untuk berkonsultasi pada dokter kejiwaan agar bisa mengatasi kelainannya itu.


Plak


Tapi Cresen juga tidak mau kalah. Dia menampar pipi Shiro Yuki, yang sudah merendahkan dirinya dengan kelainannya yang tidak diketahui banyak orang.


"Jaga mulutmu! Aku tidak akan pernah membiarkan mulut jelekmu itu untuk menyentuh bibirnya Amy!"


"Dia adalah milikku!"


Ternyata Cresen dendam karena pernah melihat Shiro Yuki yang mencium bibir isterinya sendiri. Dia terobsesi untuk bisa mendapatkan Amy secara utuh, sehingga dia juga bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Shiro Yuki.


Tentu saja ini membuat Shiro Yuki marah. Dia mengeluarkan seluruh sisa tenaganya untuk menggulingkan tubuhnya Cresen, agar posisi mereka bisa berubah.


Siutt... brakkk


Reo masih asyik merekam dengan ponsel atas aksi papa dan Om nya yang sedang berkelahi, tanpa tahu kejadian yang sebenarnya. Dia hanya berpikir bahwa keduanya sedang bermain-main satu sama lainnya, sama seperti dirinya jika sedang perang-perangan dengan bonekanya yang besar.


"Kak Shiro, awas!"


"Aku mau bantu Amy dulu!"


Plak plak plak


Shiro Yuki tidak mau mendengar dan memperdulikan permintaan Cresen, bahkan menang pernah beberapa kali supaya sadar.


Bug bag bug


Bahkan sekarang Shiro Yuki sama seperti orang yang sedang kesetanan, memberikan pukulan demi pukulan untuk menghajar Cresen. Padahal adik sepupunya itu sudah meringkuk dalam posisi menutupi wajah dengan kedua lengannya, menghindar supaya tidak terkena pukulan.


Tapi semua itu justru membuat Shiro Yuki semakin gelap mata, dengan menendang-nendang tubuh Cresen.


Dag dag brukkk


Dan...


"Agrhhh... duh!"


Cresen mengaduh dengan meraba-raba pantat dan lengannya yang terasa sakit, kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

__ADS_1


Ternyata dia jatuh dari tempat tidur, setelah bermimpi di tendang-tendang oleh Shiro Yuki.


"Ah sial!"


Umpatan kesal dan jengkel keluar dari mulut Cresen, setelah sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


Ternyata dia bermimpi sedang berkelahi dengan Shiro Yuki, dengan memperebutkan satu wanita, yaitu Amy. Dan itu karena diawali oleh dirinya sendiri yang sudah mencium bibir istri kakak sepupunya.


"Huhfff... sampai ke bawa mimpi."


Cresen memegangi bibirnya sendiri, saat sadar jika tadi dia sudah sempat berciuman dengan Amy. Bahkan sekarang ini dia kembali memejamkan matanya, membayangkan bagaimana rasanya tadi saat mimpi itu hadir dan seperti nyata.


"Amy..."


Tanpa sadar Cresen menyebut nama Amy, membuatnya jadi blingsatan sendiri.


"Ah br3ngs3k! Hanya dengan membayangkan saja Aku bisa on, bagaimana seandainya Aku bisa menyentuhnya secara langsung?!"


Dengan cepat Cresen berdiri dari posisinya yang masih berada di lantai, kemudian berjalan menuju ke kamar mandi. Dia ingin menyelesaikannya sendiri, meskipun hanya dengan membayangkan saja, jika ada Amy yang bersama dengannya.


*****


Di kamar yang lain.


Amy sudah tidur dengan memeluk Reo, Sedangkan Shiro Yuki sendiri masih terjaga. Dia tidak bisa memejamkan matanya, melihat keadaan yang membuatnya iri.


Dia ingin diperlakukan seperti Reo, yang bebas memeluk dan dipeluk oleh Amy.


"Hemmm... kapan Amy bisa bersikap biasa dengan Aku? Aku bahkan tidak sabar menunggu tamunya segera pergi."


Shiro masih bisa bertahan lama, karena sadar jika tidak mungkin meminta hak nya sebagai seorang suami pada Amy, karena istrinya yang sedang berhalangan.


Tapi membayangkan hal tersebut justru membuat Shiro juga tidak bisa menahan dirinya, yang secara alami jadi merasa panas dingin dengan sendirinya.


"Hohhh tidak. Kenapa dia justru bangun sih!"


Dengan hati-hati Shiro Yuki menjulurkan tangannya untuk mengelus rambut hitam istrinya, berpikir bahwa cara ini bisa meredam emosi jiwanya yang tiba-tiba datang menuntut.


Sayangnya apa yang dilakukannya itu justru membuatnya semakin merasa kehausan, sehingga dia menggigit bibir bawahnya sendiri agar tidak menyerang Amy tiba-tiba.


"Damn it!!"


Ternyata keinginannya untuk tetap bisa bertahan sia-sia, karena tetap saja harus bisa menuntaskan keinginannya segera.


Akhirnya dengan terpaksa Shiro Yuki turun dari tempat tidurnya, kemudian berjalan menuju ke arah kamar mandi. Dia juga terpaksa harus melakukannya tanpa ada lawan, sebab posisinya yang masih belum bisa melakukan dengan istrinya.


"Huhh! Aku pastikan Kamu akan menjerit-jerit Amy!"


Dan setelah beberapa menit kemudian, Shiro Yuki baru bisa kembali bernafas lega.

__ADS_1


__ADS_2