Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Tidak Direspon


__ADS_3

Pagi-pagi Reo duduk di balkon kamar, dengan ponsel yang ada di tangannya, menunggu tanda panggilan dari kekasihnya, Angella. Reo sangat ingin bercerita tentang perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia tahu itu akan menjadi momen yang sulit, tapi dia berharap Angella bisa mendengarkannya dengan hati yang terbuka.


Dia sudah mengirimkan pesan kemarin, tapi belum ditanggapi oleh Angella. Entah sedang sibuk apa kekasihnya, karena akhir-akhir ini sulit untuk dihubungi Reo.


Setelah beberapa menit menunggu, panggilan telepon masuk. Reo mengambil nafas dalam-dalam, baru kemudian menjawabnya.


..."Halo, Angella. Do you have time dear? I want to have a serious talk about our relationship. Apakah Kamu ada waktu? Aku ingin bicara serius tentang hubungan kita Sayang."...


..."Yes, hurry up and talk. I don't have much time. You know that I've been really busy lately."...


Reo mendengar nada suara yang terkesan dingin, sehingga dia mengerutkan keningnya heran mendengar suara kekasihnya itu. Dia tahu, setelah lulus mereka memang tidak banyak berkomunikasi. Bukan karena Reo tidak mau menghubungi terlebih dahulu, tapi Angella sibuk dengan urusan kerjanya, yang menjadi asisten produser film dan musik di Amerika sana.


Angella juga tidak pernah tahu, siapa sebenarnya Reo. Selama menjalin hubungan kurang lebih satu setengah tahun, Reo tidak pernah membicarakan perekonomian keluarganya.


Di Amerika sana, Reo memang banyak berkawan dengan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara, bukan hanya indonesia, yang mendapatkan beasiswa dari negaranya. Jadi Angella berpikir jika Reo juga salah satu dari mereka yang mendapatkan beasiswa tersebut. Itulah sebabnya, pada saat Reo pamit pulang ke indonesia, Angella juga tidak merasakan merasa sedih sama sekali.


..."Aku... Aku sedang mengalami masalah keluarga di rumah."...


..."Apa maksudmu dengan permasalahan di rumah? maksudnya Kamu dituntut kerja setelah lulus? bukankah itu wajar? orang tuamu pasti juga ingin Kamu bekerja, dan bisa membantu perekonomian mereka. Sama juga seperti Aku."...


..."Bukan itu Sayang. Aku... Aku dijodohkan dengan seorang gadis, anak dari temannya papa."...


Angella mendengarkan dengan seksama saat Reo menceritakan tentang perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia merasa terkejut dan tidak tahu harus berkata apa. Namun, dia berusaha untuk memberikan dukungan dan nasehat kepada Reo.


..."Hahaha... kultur Indonesia itu memang aneh dan unik. Mungkin acara perjodohan sudah terbiasa di sana. Lalu apa masalah yang ada pada Kamu?"...

__ADS_1


..."Apakah Kamu tidak bersedih mendengarnya? maksudku... seandainya Aku menerima perjodohan tersebut, bagaimana dengan hubungan kita?"...


..."Beginilah resiko berhubungan lintas benua. Bukankah itu hal yang biasa? Jadi, Aku tidak masalah Sayang."...


..."Tapi... Apa Kamu bahagia dengan keputusan ini? kenapa Kamu tidak ada keinginan untuk mempertahankan hubungan kita?"...


..."Mau bagaimana lagi? Kita masing-masing ada urusan dan berjuang untuk hidup ke depan. Dan itu bukan hanya sekedar cinta."...


Reo terdiam sejenak. Dia tahu dia harus menjawab dengan jujur, tapi dia juga ragu, jika apa yang dibahas oleh Angella ini adalah soal ekonomi. Apakah...


..."Sejujurnya, Aku tidak tahu. Aku merasa bingung dan tidak yakin apa yang harus kulakukan. Aku mencintaimu Honey, tapi Aku juga merasa terikat dengan keputusan orang tuaku. Tapi mendengar Kamu bicara seperti tadi, Aku mungkin bisa memberikan keputusan untuk kedua orang tuaku."...


Angella merasa terharu mendengar perasaan Reo. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi Reo.


Reo mengangguk-angguk setuju. Dia merasa lega mendengar pendapat Angella. Namun, ada satu hal lagi yang ingin dia tanyakan.


..."Honey, apa Kamu merasa khawatir tentang keadaan ekonomi keluarga? Aku tidak tahu apakah Aku bisa memberikanmu kehidupan yang baik jika kita menikah."...


Yulia terdiam sejenak sebelum menjawab, karena bisa jadi dia sedang berpikir keras.


..."Reo, Aku tahu cinta kadangkala membutakan segala hal. Tapi Aku juga harus realistis, bahwa kehidupan di Amerika tidaklah murah."...


..."Terima kasih, Hon. Kamu membuatku merasa lebih baik. Aku tahu Aku harus membuat keputusan apa setelah ini. Tapi Aku merasa lebih siap menghadapinya sekarang."...


..."Kamu tidak perlu cemas. Aku sudah mendapatkan kerjaan yang baik."...

__ADS_1


Klik


Reo menghela nafas panjang, kemudian membuangnya perlahan-lahan. Dia tahu apa yang akan dia lakukan setelah ini. Dia memutuskan untuk membicarakan rencana perjodohannya dengan Elly dengan orang tuanya. Dia merasa tidak sabar untuk segera memberikan keputusannya.


*****


Sebenarnya Reo bingung, dan merasa tidak nyaman setelah menceritakan rencana perjodohan dengan kekasihnya, Angella. Dia merasa sedih ketika Angella justru memberi saran untuk menerima keputusan orang tuanya, tanpa mempertimbangkan bagaimana perasaan Reo.


Reo merasa bahwa Angella tidak memahami perasaannya, dan ini membuatnya merasa sendirian dan tidak didukung.


Reo memahami bahwa keputusan orang tuanya adalah hal yang sulit untuk diabaikan. Namun, dia juga merasa bahwa keputusan ini harus diambil dengan mempertimbangkan juga perasaannya. Dia merasa terjebak dalam situasi sulit di mana dia mencintai kekasihnya, tetapi juga merasa terikat dengan rencana perjodohan orang tuanya.


Reo ingin Angella mengerti perasaannya dan mendukungnya, tetapi ketika Angella hanya menyarankan untuk menerima keputusan orang tuanya, Reo merasa kecewa. Dia merasa Angella tidak memahami perasaannya dan tidak membantunya menemukan jalan keluar dari situasi yang sulit ini.


Dia juga merasa tidak nyaman dengan sikap Angella yang seolah-olah cuek dan tidak memperhatikan perasaannya. Dia merasa bahwa Angella tidak lagi peduli pada hubungan mereka, dan tidak peduli dengan masalah yang sedang dihadapi Reo.


Reo merasa bahwa Angella hanya memperhatikan kepentingannya, karier dan ekonominya sendiri tanpa memperhatikan perasaannya.


Hal ini membuat Reo merasa kecewa dan tertekan. Dia merasa bahwa Angella seharusnya mendukungnya dan membantunya menemukan jalan keluar dari situasi ini. Namun, ketika Angella tidak memberikan dukungan dan hanya menyarankan untuk menerima keputusan orang tuanya, Reo merasa tidak nyaman dan kesepian.


Reo merasa bahwa dia membutuhkan dukungan dan pemahaman dari kekasihnya. Dia ingin Angella memahami perasaannya dan membantunya menemukan jalan keluar dari situasi yang sulit ini. Namun, ketika Angella tidak memberikan dukungan dan hanya memikirkan kepentingannya sendiri, Reo merasa bahwa dia tidak dapat mengandalkan Angella lagi.


Reo merasa bahwa dia harus mengambil keputusan sendiri dan mencari jalan keluar dari situasi yang sulit ini. Dia membutuhkan dukungan dan pemahaman dari orang yang dicintainya, tetapi ketika dia merasa tidak didukung, dia harus mencari kekuatan dalam dirinya sendiri untuk mengatasi situasi ini.


"Apa dia berpikir Aku dari keluarga biasa? jadi akan kekurangan uang jika akan menikah denganku?" gumam Reo bertanya tentang sikap Angella.

__ADS_1


__ADS_2