
Hubungan dua keluarga, antara keluarga Nagato dengan Jamaludin sudah terjalin lama. Kedua orang tua mereka, Ryan Jamaludin dan Shiro Yuki, sudah terjalin sejak masih di bangku kuliah. (Kisah Ryan Jamaludin ada di novel TK Mengubah Takdir)
Mereka seringkali bertemu di rumah masing-masing, atau di luar jika ada acara-acara tertentu. Namun, meski sudah akrab, saat Elly datang ke rumah Reo bersama dengan orang tuanya, Reo merasa agak risih. Hal ini dikarenakan Reo tidak terlalu biasa dengan kedatangan tamu, apalagi tamu yang datang bersama dengan orang tuanya. Meski begitu, Reo sangat senang bisa bertemu dengan Elly, tapi dia harus mengatasi rasa risihnya terlebih dahulu.
Mungkin karena Reo terbiasa hidup di luar negeri sehingga tidak banyak berinteraksi dengan orang lain, apalagi dia memang jarang berbincang dengan orang baru.
Tapi karena orang tua Reo dan Elly sudah saling mengenal dan berhubungan baik sejak lama. Hal ini membuat kedua keluarga menjadi akrab satu sama lain. Hubungan yang erat ini, Elly terbiasa datang ke rumah Reo, bahkan ketika Reo tidak berada di rumah dulunya, karena Elly memang satu sekolah dengan kedua adik kembarnya Reo.
Meskipun sebenernya Reo juga sudah mengenal Elly sejak kecil, karena sebaya dengan adiknya. Tapi untuk saat ini rasanya memang sudah sedikit berbeda, mungkin karena sudah terlalu lama tidak bertemu dengan Elly dan keluarganya.
"Reo kapan pulang? kenapa tidak main ke rumah Tante?" tanya Mira, mamanya Elly.
"Emhhh... baru dua minggu yang lalu Tante. Maaf, Reo belum ada kesempatan pergi-pergi." Reo memberikan alasan sekenanya.
"Pantes ya Pa, Elly sering minta ke sini. Ternyata ada yang mau ditemui." Mira justru membuka rahasia anaknya, membuat Elly tersipu malu-malu.
"Ihsss... Mama apaan sih," kesah Elly berbisik dekat mamanya.
"Hahaha..."
"Anak-anak ternyata sudah pada gede ya."
"Hahaha... iya gak nyangka jika kita bisa melihat anak-anak tumbuh hingga seperti ini."
Shiro Yuki tertawa senang, begitu juga dengan Ryan Jamaludin, tamunya malam ini.
Elly jadi semakin malu dengan wajahnya yang tampak merah, sedangkan Reo hanya tersenyum tipis mendengar perkataan orang-orang yang sudah tua itu.
Meski merasa agak risih, Reo tetap senang bisa bertemu dengan Elly. Amy meminta padanya untuk mengajak Elly bertemu dengan kedua adiknya, yang saat ini masih ada di dalam kamar.
__ADS_1
"Atau panggil saja mereka Reo," pinta Amy, supaya kedua anaknya ikut bergabung.
"Elly minta ijin ke kamar Alina saja Tante. Ini Alina sudah coba pesan Elly kok."
"Oh ya sudah. Tahu kan letak kamar Alina? jangan salah kamar ya, hehehe..." Elly tersenyum tipis, sambil menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Amy.
"Reo, tolong antar Elly ya Sayang," pinta Amy pada Reo.
"Iya Ma," jawab Reo singkat.
Alina dan Marcel memang tidak tahu jika Elly sudah datang ke rumahnya. Tapi Elly sendiri sudah mengirim pesan singkat kepada Alina, tapi Alina justru memintanya datang ke kamarnya.
Mungkin Alina juga risih jika harus ikut bergabung, berbincang-bincang dengan orang-orang yang sudah tua dengan pembicaraan yang tidak dia mengerti. Apalagi jika papanya sudah membicarakan investasi dan bisnis bersama dengan papanya Elly, Alina menganggap hal itu sesuatu yang sangat membosankan.
Marcel juga sama, sehingga mereka memilih untuk berada di dalam kamarnya sendiri.
Akhirnya Reo mengantar Elly ke kamar adiknya, Alina, yang ada di sebelah kamarnya Marcel. Tapi di saat mereka berdua tiba di depan kamarnya Alina, ada Marcel yang baru saja keluar dari kamarnya sendiri.
Sudah lama dia merasakan perasaan suka pada teman adiknya itu, tapi selalu tidak ada keberanian untuk menyatakan cintanya. Marcel takut pada papanya Elly, yang kata papanya, Shiro Yuki, jika papanya Elly itu jago bela diri.
Clek
"Masuk gih!"
Marcel justru membuka pintu kamar Alina, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia juga mempersilahkan Elly untuk masuk, setelah berhasil membuka pintu kamar kembarannya.
Reo hanya mengangguk saja, saat Elly melihat ke arahnya. Reo tidak ikut masuk ke dalam kamarnya Alina, dan membiarkan Elly sendiri yang masuk.
"Kakak gak mau ikut?" tanya Elly sambil nyengir. Dia berharap agar Reo bisa ikut masuk ke dalam kamarnya Alina.
__ADS_1
"Kakak ada kerjaan, Kamu masuk saja. Mungkin Alina sedang main hape atau laptop di dalam sana."
Marcel mengerutkan keningnya heran, karena dia justru tidak ditawari Elly supaya ikut masuk bersama dengannya ke kamar kembarannya. Tapi dua juga takut, jika kakaknya Reo melarang dirinya ikut masuk ke area cewek-cewek.
Akhirnya Elly masuk sendiri, tanpa memberi tawaran kepada Marcel. Apalagi dia memang hanya mengharapkan Reo saja, dan menganggap Marcel sama seperti Alina yang hanya sebagai teman saja.
Di ruang tamu, Amy dan Mita berbincang-bincang sendiri, lepas dari pembicaraan yang dilakukan oleh suami-suami mereka.
"Elly udah gede, sana seperti Alina juga. Setelah lulus mau masuk kuliah ke mana jeng Mira?" tanya Amy, yang menanyakan rencana Elly selanjutnya untuk pendidikannya.
"Saya ikut saja jeng Amy, gak mau maksain kehendak. Apalagi itu, papanya. Terserah Elly mau lanjut kuliah di mana."
"Alina sendiri mau lanjut ke mana?"
Amy justru tersenyum bingung, karena dia sendiri tidak tahu apa yang diinginkan oleh anak gadisnya itu.
Shiro Yuki melarang kegiatan alina di dunia musik, yang dulu pernah ditekuni Amy sewaktu muda. Alasan Shiro Yuki melarang anaknya, karena dunia musik identik dengan dunia panggung artis, dan dia tidak ingin anaknya masuk ke dunia keartisan.
Mungkin karena Shiro Yuki trauma dengan dunia artis, yang lebih banyak sandiwara dibandingkan dengan kenyataan. Apalagi ada pengalaman pahit dengan mantan istri pertamanya dulu, yang merupakan seorang model internasional.
Sekarang ini Lay Sanespere sudah kembali ke luar negeri, hidup bersama dengan Wilson. Mantan managernya sendiri.
Tapi kabar terakhir yang terdengar, Lay Sanespere justru kembali berpisah dengan Wilson dan sudah memiliki kekasih sendiri. Begitu juga dengan Wilson. Jadi mereka sudah hidup masing-masing, tak lagi bersama-sama.
"Tapi kadang-kadang anak harus diberi kebebasan untuk mengembangkan keinginan mereka. Apalagi zaman sekarang, anak akan lebih keras lagi jika dilarang-larang."
Amy mengganggukan kepalanya, mendengar perkataan Mira yang memang benar adanya. Dia sendiri pusing dengan keinginannya Alina, yang bertentangan dengan keinginan suaminya.
Padahal Ryan sendiri sudah pernah menasehati Shiro Yuki, supaya tidak terlalu mengekang anak-anak. Apalagi ingin menjodoh-jodohkan sedari awal, hanya untuk kepentingan bisnis. Ini karena latar belakang Ryan Jamaludin, yang dulu pernah mengalami ada di lingkaran perjodohan yang justru membuat kehancuran sebuah keluarga.
__ADS_1
Hemmm... kira-kira Shiro Yuki ikhlas gak nih lepas Alina untuk memperdalam hobby nya di dunia musik???