Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Kemenangan


__ADS_3

Sidang berikutnya Lay masih saja berusaha meyakinkan Shiro Yuki, bahwa dia layak untuk dipertahankan.


"Mas Shiro. Sebenarnya Lay ingin tahu, kenapa Mas Shiro menolak untuk memberikan kesempatan kedua padaku Mas? Bukankah Mas Shiro begitu mencintaiku?"


"Hhhh... memang benar Aku sangat mencintai Kamu lay. Tapi itu dulu."


"Sekarang Aku dan Reo sudah menemukan orang yang tepat untuk hidup bersama dengan kami berdua. Dan Kamu pasti tahu, jika Aku sudah mencintai seseorang aku akan mempertahankan orang tersebut. Kecuali orang itu sendiri yang melepaskan diri."


Lay yang di awal tadi sudah merasa senang, kini menundukkan kepalanya sedih. Dia tahu Shiro Yuki sedang menyindirnya.


"Aku merasa sudah tidak pantas untuk memberikan kesempatan padamu, karena hal itu bisa membuat Amy tidak nyaman. Begitu juga dengan Reo yang menginginkan Amy sebagai mamanya."


"Tapi, bukannya pernikahan kalian hanya karena permintaan dari Reo? kenapa Mas tidak memberikan kesempatan pada Lay untuk... setidaknya berbicara atau memperbaiki hubungan kita melalui Reo juga. Dia anak Lay Mas, pasti dia akan senang karena bisa bersama denganku, mama kandungnya sendiri."


Shiro Yuki tersenyum sinis mendengar perkataan mantan istrinya itu. "Aku tahu dan paham bahwa setiap orang berhak untuk memperbaiki kesalahan dan hubungan yang rusak. Namun, dalam kasus ini, Aku sudah melewati fase itu."


"Aku sudah berdamai dengan diriku sendiri dan sudah memutuskan untuk melanjutkan hidup bersama Amy. Fokus pada hubungan kami berdua, dan tidak ingin membuka luka lama lagi."


Setelah mendengar alasan yang diberikan oleh Shiro Yuki, Lay akhirnya mengerti. "Terima kasih sudah menjelaskan hal ini Mas Shiro. Semoga hubunganmu dengan Amy selalu bahagia dan langgeng. Maaf untuk kesalahanku yang dulu."


Shiro Yuki hanya menganggukkan kepalanya, namun di dalam hatinya berkata, 'Aku juga berharap yang terbaik untukmu, semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan sendiri.'


*****


Akhirnya persidangan berjalan dengan lancar dan tidak banyak halangan, sesuai dengan yang diharapkan oleh banyak orang.

__ADS_1


Lay juga sudah menerima konsekuensi yang harus diterima, akibat perbuatan yang dia lakukan. Kekasihnya, Wilson, yang berusaha untuk meringankan masa tahanannya, juga berhasil setelah melakukan negosiasi bersama dengan Shiro Yuki dan Amy.


Dia berjanji tidak akan mengusik kehidupan Shiro Yuki bersama dengan Amy ke depannya nanti, seandainya Lay sudah keluar dari penjara.


Sekarang Shiro Yuki merasa senang setelah proses pengadilan selesai. Dia berharap supaya rencana-rencana yang sudah dia buat tidak akan gagal lagi. Dia juga tidak memberikan Lay Sanespere kesempatan untuk berbicara, karena merasa cemas dan khawatir jika hal itu membuat Amy merasa tidak nyaman.


"Bee, kita jadi kan honeymoon nya?"


Shiro mulai berbicara dengan Amy dengan suara yang lembut dan penuh kasih sayang, sambil memandangnya dengan tatapan penuh kehangatan dan cinta. Shiro memperlihatkan perhatiannya pada Amy dengan cara yang sangat jelas dan meyakinkan.


Padahal saat ini ada Lay yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka berdua.


Lay bisa melihat betapa Shiro mencintai Amy dengan sepenuh hati, dan dia menyadari bahwa Shiro sudah melupakan masa lalunya bersama dengannya. Lay merasa sedih, tapi dia juga mengerti bahwa Shiro sudah menemukan kebahagiaannya dengan Amy, dan dia tidak ingin mengganggu kebahagiaan Shiro dan Amy. Apalagi dia mendapatkan keringanan dari hukuman yang seharusnya.


Shiro sendiri merasa lega setelah berhasil memperlihatkan perhatiannya pada Amy di depan Lay. Dia merasa bahwa dia sudah menjelaskan dengan jelas mengapa dia tidak ingin memberikan kesempatan pada Lay, dan dia juga telah membuat Lay mengerti betapa dia mencintai Amy. Shiro merasa bahwa dia telah melakukan hal yang benar, dan dia berharap Lay dapat menerima keputusannya dengan lapang dada.


Dalam kehidupan, terkadang mengambil keputusan itu memang sulit. Namun dengan berpegang pada prinsip dan keyakinan, semua bisa dihadapi meskipun situasi yang sangat sulit. Shiro Yuki telah melakukan hal yang sulit dan berani dengan menolak kesempatan untuk menerima kembali mantan istrinya, Lay Sanespere, dan memilih untuk memperlihatkan perhatiannya pada Amy. Dalam keputusannya, Shiro telah menunjukkan sebanyak apa dia memberikan cintanya kepada istrinya yang sekarang.


Setelah melewati banyak perjuangan dan tantangan dalam pernikahan mereka belum lama, Shiro Yuki dan Amy merasa sangat bersyukur ketika mereka akhirnya meraih kemenangan besar bersama-sama.


"Aku mau merayakan kemenangan kita ini bersama Bee."


"Maksudnya?" tanya Amy bingung.


Tapi Shiro Yuki tidak memberikan jawaban yang jelas sehingga membuat Amy harus melihatnya lebih intens, supaya suaminya itu mau memberikan jawaban yang diinginkannya.

__ADS_1


Dengan lembut Shiro Yuki mengambil kedua tangan istrinya, kemudian mulai berbicara tentang perjalanan mereka bersama yang akan datang saat honeymoon nanti.


"Pokoknya Aku mau Bee memberikan service yang memuaskan untukku."


"Kamu tahu Bee, Aku tidak pernah menyangka jika pertemuan kita pertama kali yang tidak mengenakan itu akhirnya berakhir seperti ini."


Amy jadi tersenyum dengan menundukkan wajahnya, malu dengan kejadian waktu itu. Dia yang sedang bekerja justru dituduh sebagai penculik anak, padahal waktu itu Reo sendiri yang memaksanya untuk ikut ke Time Zone. Menemani anak tersebut bermain-main.


"Terima kasih untuk cintamu pada Reo, dan juga untukku."


Amy mendongakkan wajahnya menatap pria yang saat ini sudah menjadi suaminya. Dia juga merasa bersyukur karena Shiro Yuki mau menerima dirinya yang bukan siapa-siapa, bahkan kedua mertuanya juga tidak mempermasalahkan latar belakangnya yang tidak pernah diketahuinya secara pasti.


"Justru Bee yang berterima kasih Boo."


"Bee bukan siapa-siapa, tapi ada di sini karena cinta Boo. Ini... emhhh... emhhh..."


Amy tidak melanjutkan kalimatnya karena bibir Shiro Yuki sudah menutup mulutnya, setelah satu tangannya menurunkan sekat ruangan mobil yang memisahkan antara bagian depan dengan belakang. Ini dia lakukan supaya supir yang sedang menyetir di depan, tidak melihat apa yang sedang mereka lakukan di belakang.


Shiro Yuki terus menikmati bibir istrinya hingga puas, tanpa takut jika ada melihatnya.


Sebenarnya Amy sendiri merasa risih dengan keadaan yang ada di mobil, tapi apa yang dilakukan oleh Shiro Yuki padanya tidak bisa diabaikan begitu saja. Dia ikut menikmati ciuman mereka ini, sehingga tangan Shiro Yuki tidak bisa diam begitu saja.


Kedua tangan Shiro Yuki melakukan tugasnya dengan sangat baik, membuat Amy merasa melayang-layang ke awang-awang karena sudah terlena dengan apa yang dilakukan oleh suaminya sendiri.


"Aku mau lebih setelah di rumah."

__ADS_1


Amy mengganggukan kepalanya mendengar permintaan dari Shiro Yuki.


Wkwkwk... maksudnya di minta masak ya, jangan lupa like dan komentarnya.


__ADS_2