
Setelah acara resepsi pernikahan selesai, Reo dan Elly segera menuju ke Singapura untuk bulan madu mereka. Mereka sangat antusias dan senang bisa merayakan momen spesial ini bersama. Setibanya di hotel, mereka langsung masuk ke kamar dan menikmati pemandangan indah dari jendela.
"Wah, kak Reo, pemandangan di sini sangat indah ya. Terima kasih banyak sudah membawaku ke sini, kak."
Elly mengucapkan terima kasih dengan antusias, dan mata yang berbinar-binar bahagia dengan apa yang dia lihat dan rasakan saat ini.
"Sama-sama, sayang. Kakak juga senang bisa menghabiskan waktu bersama kamu di sini." Reo memeluk tubuh Elly dari arah belakang.
"Ahhh, apa rencana kita besok, selama di Singapura?" Elly yang sedikit terkejut, mencoba mengalihkan perhatian dengan memberikan pertanyaan pada suaminya.
(Reo sudah jadi suaminya ya, gak salah sebut nih othornya. Hehehe...)
"Kita bisa mengunjungi Gardens by the Bay, Merlion Park, dan Marina Bay Sands. Atau kita bisa berbelanja di Orchard Road. Atau kamu bisa memilih pergi ke mana saja, kakak akan penuhi." Reo memberikan kebebasan.
"Bagus sekali, kak. Aku tak sabar untuk memulai petualangan kita bersama."
"Eh, tapi..."
Cup
Elly tersipu malu-malu, karena Reo mencuri ciuman di bibirnya.
Reo dan Elly sedang menikmati masa-masa awal pernikahan mereka di Singapura sebagai sepasang pengantin baru. Jadi, selain menghabiskan waktu bersama di dalam kamar hotel, mereka juga mengunjungi berbagai tempat wisata dan mencoba makanan khas negara tersebut.
(Untuk keromantisan sepasang pengantin baru tidak usah dibahas ya gaesss, hiks...)
Selesai dengan kegiatan mereka berdua, siang harinya Reo bertanya memberikan penawaran untuk Elly. "Sayang, apa yang ingin kita lakukan hari ini?"
"Aku ingin mencoba makanan khas Singapura, kak. Mungkin kita bisa pergi ke hawker center?" Elly menyebutkan nama salah satu tempat pusat kuliner.
"Bagus idenya, kakak juga ingin mencoba makanan yang berbeda-beda setiap jam makan agar kita bisa mencoba semua makanan. Kamu mau mencoba sate atau mi goreng Singapura?"
__ADS_1
Elly berpikir sejenak. "Hmm, aku ingin mencoba sate dulu. Kita bisa mencoba di satay by the bay."
"Oke, itu terdengar bagus. Setelah makan, kita bisa pergi ke Gardens by the Bay untuk melihat pemandangan setelah malam hari." Reo menyetujui usulan istrinya.
"Wah bagus, kak. Aku suka melihat lampu-lampu warna-warni di atas pohon raksasa itu. Jadi seperti sedang berada di dunia fantasi." Elly antusias dengan ajakan Reo kali ini.
"Aku senang kamu suka. Mungkin setelah itu, kita bisa kembali ke hotel untuk beristirahat atau menonton film di kamar."
"Hihihi... Ya, itu terdengar sempurna. Aku senang bisa menghabiskan waktu bersama kakak di Singapura. Terima kasih, kak" Elly mengucapkan terima kasih kepada Reo, dengan semua rasa bahagianya.
*****
Beberapa hari kemudian, mereka berangkat ke Eropa. Di tengah perjalanan, mereka membicarakan rencana mereka selama di Eropa.
"Apa yang ingin kamu lakukan saat tiba di Eropa, sayang?" tanya Reo, seraya tersenyum dan menggenggam tangan kiri istrinya.
Elly, mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi kota-kota besar seperti Paris, Roma, dan Berlin. Dia juga ingin mencoba makanan khas di sana.
"Sama sekali tidak bisa menolak. Aku juga ingin melihat pemandangan yang indah dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di sana," sahut Reo senang.
Untuk hadiah dari papanya Reo, keliling Australia dan dari Lay, mamanya Reo, belum bisa diambil.
Hadiah dari Lay, mamanya Reo, adalah melakukan perjalanan ke Amerika dengan kapal pesiar mewah. Tapi Reo tidak bisa menerima hadiah tersebut, sebab tidak ada waktu untuk melakukan perjalanan ke sana.
Akhirnya Lay memberikan kebebasan kepada Reo untuk meminta hadiah lainnya, tapi Reo memutuskan untuk memintanya kapan-kapan.
Ketika mereka tiba di Eropa, Reo menyadari dan meminta maaf kepada Elly, karena tidak bisa mengambil tiket bulan madu yang diberikan oleh papa dan mamanya.
"Sayang, aku merasa sedih karena aku tidak bisa mengambil tiket bulan madu ke Australia yang diberikan oleh papa Shiro, juga dari mama Lay." Reo mengucapkan permintaan maafnya.
"Jangan khawatir, kak Reo. Kita masih bisa mengunjungi Australia suatu saat nanti. Yang penting adalah kita menikmati waktu bersama di Singapura dan di Eropa."
__ADS_1
"Terima kasih, sayang. Aku benar-benar bersyukur bisa menikmati bulan madu ini bersamamu."
Saat itu, Reo sudah mengajukan permintaan maaf pada mamanya, Lay, saat tidak bisa menerima hadiah perjalanan dengan kapal pesiar ke Amerika.
"Maaf, Ma. Aku tidak bisa menerima hadiah pernikahan berupa perjalanan dengan kapal pesiar mewah ke benua Amerika."
"Oh, begitu ya. Tidak apa-apa, Nak. Kamu bisa meminta hadiah yang lain."
"Bolehkah aku memintanya nanti, Ma? Saat ini aku dan Elly sedang sibuk dengan bulan madu kami."
"Tentu saja, Nak. Kamu bisa meminta hadiah tersebut kapan saja. Mama hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu dan Elly."
"Terima kasih, Ma. Aku benar-benar bersyukur."
"Senang mendengarnya, Nak. Semoga kalian menikmati waktu bersama selama bulan madu, ya."
Lay tidak merasa tersinggung karena Reo tidak mau mengambil hadiah darinya. Lay paham, jika anaknya itu akan lebih sibuk dengan urusannya bersama dengan Elly selama berbulan madu di Singapura dan Eropa. Dan setelah kembali mereka juga akan kembali sibuk dengan pekerjaan dan urusan lainnya, karena Elly juga masih kuliah.
*****
Di rumah, Marcel sedang memandangi wajah Elly dari foto-foto yang dia ambil tanpa sepengetahuan Elly. Dia menempelkan banyak foto kakak iparnya itu, karena rasa cintanya yang belum juga hilang.
Marcel duduk di kamar, memandangi wajah Elly dari foto-foto yang dia tempelkan pada seluruh bagian dinding kamar. Dia merasa sedih karena rasa cintanya yang belum juga hilang, bahkan semakin kuat setelah melihat Elly bersama Reo dalam momen-momen bahagia mereka di pesta pernikahan kemarin.
Marcel merasa tergoda untuk menempelkan semua foto Elly yang dia miliki di dinding kamarnya. Dia ingin melihat wajah Elly setiap saat, meskipun dia tahu itu tidak benar dan tidak etis.
Marcel merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia tahu bahwa dia harus melepaskan perasaannya terhadap Elly karena Elly sudah menikah dengan Reo, tetapi hatinya tidak bisa membenci Elly.
Marcel merasa sangat sedih dan terpuruk. Dia ingin mencari cara untuk menghilangkan perasaannya terhadap Elly, tetapi dia tidak tahu harus mulai dari mana. Karena selama ini dia sudah melakukan terapi medis dengan ahlinya, yaitu psikiater bersama dengan papanya yang selalu memberinya dukungan.
Situasi ini sangat sulit dan kompleks bagi Marcel. Dia harus mengatasi perasaannya terhadap Elly dan memulai hidup baru dengan mencari seseorang yang tepat untuknya. Marcel perlu mencari cara untuk melepaskan diri dari cinta yang tak terbalas dan memulai babak baru dalam hidupnya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa lepas dari jerat cinta ini Ell. Tapi, aku juga tidak bisa merebut mu dari kakak."
Marcel mencoret-coret wajah kakaknya, jika kebetulan foto-foto Elly sedang bersama kakaknya, yaitu Reo.