Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Kangen


__ADS_3

Asisten Shiro Yuki memberikan kabar dari pengacara, jika Lay Sanespere sudah dibebaskan dengan bersyarat.


"Kok gak ada koordinasi dulu?" tanya Shiro Yuki tidak tahu.


Dia memang tidak tahu jika mantan istrinya itu sudah bebas dari tahanan, karena pengacara dan manager Lay yang sudah berusaha membebaskan.


Tapi Shiro Yuki juga tidak mempermasalahkan lebih besar lagi, sebab dia berpikir bahwa pihak kepolisian sudah memikirkan banyak hal yang membuat Lay bisa bebas bersyarat.


Pihak kepolisian tidak mungkin gegabah dalam kasus ini, apalagi Shiro Yuki juga bukan orang-orang dari kalangan biasa.


"Sebenarnya pihak lawyer sudah menghubungi Tua Muda, tapi waktu itu Tuan Muda tidak bisa menerima panggilan telpon maupun pesan."


Asisten Rizuki kembali menjelaskan tentang keadaan Shiro Yuki waktu itu, sehingga pihak lawyernya membuat keputusan yang sudah dipertimbangkan sedemikian rupa.


Shiro Yuki akhirnya menggangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan yang diberikan oleh asisten Rizuki, satu-satunya orang kepercayaannya yang menangani perusahaan jika dia tidak berada di tempat.


Hari ini Shiro Yuki memang baru pertama kalinya masuk kantor, setelah melangsungkan pernikahannya dengan Amy.


Padahal selamat seminggu ini dia tidak pergi bulan madu, tapi hanya di rumah dan ke villa saja. Itupun dia tidak bisa melakukan apa-apa bersama dengan sang istri.


Mengingat tentang Amy, Shiro Yuki hanya mendesah pelan. "Hemmm... baru juga dua jam Aku pergi dari rumah, tapi rasanya sudah pengen liat wajahnya saja "


Asisten Rizuki yang masih berada di tempatnya, mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dan mendengar apa yang dikatakan Tuan Muda-nya, sebab Shiro Yuki baru saja berkata-kata, tapi dia tidak bisa mendengarnya dengan jelas.


"Apa ada sesuatu yang bisa Saya bantu Tuan Muda?" tanya asisten Rizuki pada akhirnya, sebab Shiro Yuki tidak mengulangi lagi kata-katanya.


"Eugh... tidak. Kamu urus saja untuk meeting 2 jam ke depan. Saya mau melihat laporan terlebih dahulu."


Asisten Rizuki mengangguk patuh, kemudian keluar dari ruangan Shiro Yuki, pergi untuk melaksanakan tugas yang diberikan padanya. Sedangkan Shiro Yuki mulai memeriksa berkas-berkas laporan yang sudah menumpuk di meja kerjanya.


Tapi baru selesai dengan tiga berkas, Shiro Yuki menyandarkan punggungnya yang merasa lelah.


"Huhfff..."


Matanya mencari-cari keberadaan ponselnya, yang tadi dia lupa meletakkannya di mana, sehingga dari tadi tidak ada notif pesan atau panggilan yang dia dengar.


"Ke mana ponselku?"

__ADS_1


"Tadi Aku meletakkannya di mana ya?"


Shiro Yuki berdiri dari tempat duduknya, kemudian mencari-cari ke meja kecil yang berada di sudut ruangan. Tapi ternyata ponselnya juga tidak ada, padahal di atas meja kerjanya juga tidak ada.


"Emhhh..."


Akhirnya Shiro Yuki mencoba mencarinya di saku jas hitam yang tadi dia buka, dan terus hampir di kursi kerjanya yang tadi dia duduki.


Ternyata benar. Ponselnya ada di saku jas tersebut.


"Huhhh, Aku cari kemana-mana ternyata di sini." kesah Shiro Yuki sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Sepertinya dia sedang tidak berkonsentrasi, sehingga mencari keberadaan ponselnya. Biasanya Shiro Yuki tidak akan pernah memperdulikan ponselnya, jika sedang bekerja. Apalagi ada banyak pekerjaan yang menumpuk di atas mejanya, sebab sudah satu minggu dia tidak berangkat ke kantor.


Shiro Yuki cukup senang saat melihat pesan atau panggilan telpon yang ada di layar ponselnya. Karena ternyata ada pesan masuk dari Amy. Ada juga beberapa kali panggilan telpon dari Papinya, Yuki Nagato.


Setelah membalas pesan dari istrinya, Shiro Yuki menghubungi papinya. Membahas masalah yang harus mereka selesaikan meskipun melalui panggilan telpon.


Setengah jam kemudian, Shiro Yuki baru selesai menghubungi papinya. Kemudian membuka galeri pada ponselnya. Dia melihat galeri foto yang menampilkan video-video; yang dibuat Reo pada saat mereka berada di villa kemarin.


Melihat video-video tersebut, membuat senyum Shiro Yuki mengembang sempurna.


Drettt drettt drettt


Shiro Yuki menghentikan aktivitasnya, saat ponselnya bergetar. Ada pesan yang masuk dari anaknya Reo, yang memintanya untuk melakukan panggilan video call.


Dengan senang hati Shiro Yuki mengabulkan permintaan anaknya, sebab dia juga sudah tidak sabar untuk melihat wajah istrinya.


"Halo Sayang..." sapa Shiro Yuki, begitu panggilan video call nya tersambung.


Di layar ponselnya muncul wajah anaknya, yang sedang bermain Lego dengan mamanya. Tapi Amy menundukkan wajahnya, tidak mau ikut melihat ke arah layar ponsel yang sedang di pegang Reo.


"Papa, Papa sedang apa?"


"Papa kerja Sayang. Reo sedang main ya?" tanya Shiro Yuki pura-pura tidak tahu. Padahal jelas-jelas dia melihat kegiatan anaknya yang tampak pada layar ponselnya.


"Iya Pa. Ini sama Mama, main Lego. Kata Mama, tadi dia kangen sama Papa!"

__ADS_1


Amy langsung mendongak ke arah anaknya, yang masih serius berbicara dengan papanya lewat panggilan video call.


"Reo... kapan Mama bilang?" bisik Amy bertanya pada Reo. Dia protes karena anaknya itu mengadu pada papanya. Padahal dia tidak pernah merasa mengatakan hal yang dikatakan Reo barusan.


Shiro Yuki tersenyum senang melihat kepanikan Amy, yang sedang protes pada Reo. Apalagi wajah istrinya itu juga tampak memerah karena malu.


"Gak apa-apa Bee. Gak di larang kok kangen sama Boo. Malah senang lho Aku! Nanti Boo bawakan hadiah ya buat kalian berdua."


"Horeee... Papa cepat-cepat pulang ya!"


Reo bersorak senang, mendengar perkataan papanya yang mengatakan akan memberinya hadiah saat pulang dari kantor. Sedangkan Amy hanya menunduk sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Amy benar-benar merasa malu, meskipun tidak berhadapan secara langsung.


Akhirnya Reo memutuskan panggilan video call nya dengan sang Papa, karena melihat mamanya yang sedikit cemberut dan tidak mau melihat ke arahnya.


"Pa, Papa sudah ya! Mama ngambek-ngambek nih!"


"Iya Sayang. Bilang sama Mama ya, ngambeknya yang banyak, nanti Papa akan cium banyak-banyak juga. Hehehe..."


Klik!


Tiba-tiba tangan Amy pengarah pada layar ponsel, kemudian video call terputus.


"Hehehe... jadi lebih gemes dia dibanding dengan Reo jika malu-malu gitu."


Shiro Yuki justru terkekeh sendiri melihat tingkah istrinya, yang mau mengakui pengakuannya pada Reo, yang mengatakan jika sedang kangen dengannya.


*****


Di tempat lain, Lay Sanespere sedang menerima laporan dari lawyer nya, jika keluarga Nagato sudah kembali ke Jakarta.


Dia bersama dengan manajer, sekaligus kekasihnya, ingin mengunjungi rumah mantan suaminya itu. Mereka berdua akan melakukan rencana yang sudah disusun, yaitu memohon kepada Amy, supaya mencabut laporannya.


"Tapi jika Shiro kukuh dan tidak mau bagaimana?" Lay ragu, jika mantan suaminya itu mau mencabut laporan yang sudah terlanjur masuk berkas kepolisian.


"Kita coba dulu Honey, jika perlu rayu lagi dia. Kamu itu punya senjata yang bisa Kamu gunakan untuk menekannya, yaitu anak Kamu sendiri."

__ADS_1


Nahhh lho, apa ya rencana Lay dan kekasihnya?


__ADS_2