Mama Asuh Tuan Muda

Mama Asuh Tuan Muda
Sekarang Saja


__ADS_3

"Boo..."


Amy mencoba untuk mencari cara, supaya kegiatan mereka ini tidak berlanjut. Dia ingat jika belum keramas untuk mandi besarnya setelah bersih datang bulan. Karena sebenarnya hari ini dia juga selesai, tapi rencannya memang baru sore mandinya, takut jika tiba-tiba darah haidnya keluar lagi.


Tapi peringatan Amy tidak digubris oleh Shiro Yuki. Apalagi yang dipikirkan Shiro Yuki, selain d3s4han Amy yang sedang menyebutkan namanya.


Padahal bukan seperti itu kan ya, Shiro Yuki terlalu bersemangat nih!


Dia bahkan tersenyum bahagia di dalam hatinya, karena berpikir bahwa siang ini bisa bersatu dengan istrinya. Shiro Yuki bertekad untuk membuat Amy puas siang ini, sebab cukup panjang penantian selama istrinya itu datang bulan. Seminggu sejak pernikahan mereka.


'Eh, Amy sudah selesai atau belum ini?' batin Shiro Yuki bertanya.


'Ah, nanggung banget ini! Tapi jika belum justru... Aku coba tanya, awas saja kalau belum!' gerutu Shiro Yuki lagi dalam hati.


Shiro Yuki merebahkan Amy di atas tangan kokohnya, membawanya ke dada, tangan sebelah lagi menyelinap ke belakang lutut Amy, mengangkat tubuh istrinya perlahan-lahan seraya mengecup kening Amy berkali-kali.


"Boo..."


"Sssttt..."


"Ada apa?" tanya Shiro Yuki pada akhirnya.


Wajah Amy yang tampak bingung membuatnya ragu, berpikir jika istrinya itu masih takut dengan kegiatan mereka nanti.


"Aku... be... belum mandi."


Deg


Sejenak Shiro Yuki berpikir, kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke arah tempat tidur. Dia pendudukan Amy di tepiannya, kemudian berlutut di depan istrinya sambil bertanya. "Maksudnya mandi..."


Amy mengganggukan kepalanya dengan tersenyum canggung, merasa sangat bersalah karena telah benar-benar tidak bisa meneruskan kegiatan mereka berdua ini.


Shiro Yuki tampak menghela nafas panjang, kemudian membuangnya perlahan-lahan. Setelah itu dia terdiri dari tempatnya berjongkok, kemudian duduk di samping istrinya.


"Jadi, kapan selesainya?" Shiro Yuki bertanya, dengan menahan gejolak dirinya yang tadi sudah sangat bersemangat.


Akhirnya Amy mengaku, bahwa sebenarnya dia sudah bersih dari darah datang bulannya, tapi belum yakin dan baru mandi sore nanti.


"Emhhh... coba ayo lihat!"


Mendengar ajakan suaminya, Amy melihat dengan tidak percaya. Tatapan matanya mencerminkan rasa takut, ragu, malu dan sebagainya. Sebab suaminya mau mengajaknya memeriksa sesuatu yang tidak mungkin diperlihatkan pada orang lain.

__ADS_1


"Ayok! jika perlu Aku yang mandiin sekalian," ajak Shiro Yuki lagi, dengan menawarkan dirinya sendiri untuk memandikan istrinya.


Amy segera menggeleng cepat, tapi sedetik kemudian tubuhnya sudah melayang ke udara karena Shiro Yuki membopong tubuhnya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Aaa..."


"Tidak usah berteriak Bee, nanti saja teriakannya." Shiro Yuki memperingatkan.


Amy melotot kesal karena perkataan suaminya yang sedang berpikir mesum. Padahal dia sedang kaget atas perbuatannya, yang mengangkat tubuhnya tanpa aba-aba terlebih dahulu.


Tapi Amy hanya bisa pasrah saja, karena dia juga merasa kasihan pada suaminya yang tadi sudah bersemangat untuk menyentuhnya jadi kesal karena peringatannya juga.


Clek


Amy mengikuti saja apa yang dilakukan Shiro Yuki terhadap dirinya, walaupun jujur dia sebenarnya sangat gugup. Apalagi saat ini mereka sudah berada di dalam kamar mandi.


Perlahan-lahan Shiro Yuki mendudukan Amy di atas pinggiran bathtub, membuat jantung istrinya itu berdetak semakin tidak karuan.


"Boo, a... Bee bisa sendiri."


"Boo... bisa keluar?"


Sepertinya Amy sangat gugup, karena takut jika segitiga pengaman yang dia pakai ternyata masih ada bercak darah. Itu sungguh memalukan bukan?


Karena Shiro Yuki tidak mau pergi juga, akhirnya Amy terpaksa membuka segitiga pengamannya sambil tersenyum canggung. Dia benar-benar merasa malu diperhatikan seperti ini, meskipun Shiro Yuki sudah menjadi suaminya sendiri. Tapi karena belum terbiasa, tentunya rasa tidak enak hati dan pikirannya sendiri sudah membuatnya sangat gugup. Membuatnya tidak bisa cepat melakukan pekerjaannya.


"Hhh..."


Helaan nafas Shiro Yuki membuat Amy mendongakkan kepalanya, melihat bagaimana ekspresi wajah suaminya yang ikut tegang untuk melihatnya. Apalagi dia tidak segera membuka dan memperlihatkan keadaan segitiga pengaman yang dia pakai.


'*Ini lebih menegangkan dibanding saat Aku mengucapkan ijab kabul. Seperti sedang menunggu klien memberikan keputusan kerjasama atau tidak saja, rasanya tidak seperti ini.'


'Awas ya Amy. Jika sampai ini benar-benar bersih, tak akan Aku biarkan Kamu keluar dari kamar. Apalagi jika sampai ketemu Cresen*!'


Saking gemas dan geram sendiri yang dirasakan, Shiro Yuki justru tidak memperhatikan pada saat istrinya sudah selesai membuka dan melihat keadaan segitiga pengamannya.


Tau-tau Amy berdiri kemudian menuju ke wastafel.


"Eh, bagaimana?" tanya Shiro Yuki bingung.


Amy justru menundukkan wajahnya, malu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Tapi sedetik kemudian dia menganggukkan kepalanya, membuat Shiro Yuki mengerutkan keningnya heran.

__ADS_1


"Apa artinya mengangguk? belum selesai atau su..."


"Sudah."


Mata Shiro Yuki membelalak tak percaya, kemudian segera memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Cup cup cup


"Ahhh... buruan mandi! Atau Bee mau Boo yang mandiin?" Shiro Yuki tidak bisa menahan rasa bahagia yang dirasakannya saat ini. Dia sudah tidak sabar menunggu.


"Emhhh... Boo keluar ya, biar Bee mandi sendiri." Amy mengatakan keinginannya dengan rasa canggung.


Tapi Shiro Yuki segera menetralkan raut wajahnya kembali, sehingga membuat Amy mengigit bibirnya sendiri. Melihat bagaimana cara Shiro Yuki yang melihatnya dengan tatapan mata seperti orang sedang mengintimidasi.


Akhirnya Amy hanya nyengir kuda, membiarkan suaminya yang tetap berada di kamar mandi. Melihatnya yang baru saja mau mandi untuk membersihkan dirinya.


Tok tok tok


Sayangnya pintu kamar mandi diketuk-ketuk dari luar, di saat Amy baru saja mau membuka bajunya.


"Siapa sih yang lancang dan berani masuk ke dalam kamar?" tanya Shiro Yuki kesal.


Clek


Kemarahan Shiro Yuki harus dia buang dengan segera, sebab yang datang mengetuk pintu kamar mandi ternyata adalah Reo. Anaknya itu sudah terbangun dari tidur siangnya, padahal dia belum selesai dengan urusannya bersama Amy.


"Huhfff..."


Shiro Yuki membuang nafas panjang, untuk membuang kekesalannya atas semua kejadian ini. Dia tidak mungkin marah-marah pada Reo juga kan ya? hehehe...


"Papa sedang apa?"


"Mama mana Pa?" tanya Reo beruntun.


"Mama sedang mandi," jawab Shiro Yuki jujur.


"Kok Papa juga ada di dalam sana? Papa juga ikut mandi sama Mama? Tapi ini masih siang Pa, kok Mama tumben sudah mandi sih? Reo ikut ah..."


Reo hampir saja masuk ke dalam kamar mandi, tapi segera dicegah papanya.


"Eh, gak usah. Reo nanti saja."

__ADS_1


Dengan cepat Shiro Yuki menghadang tubuh anaknya yang mau menyusul istrinya ke dalam kamar mandi. Dalam hati Shiro Yuki berkata dengan kesal, 'Aku saja tidak ikut mandi, enak saja kamu ikutan Reo!'


Nah... kan, gimana nanti malam ini??? Maafkan othor ya gaesss belum bisa buat keduanya menikmati malam pertamanya. Hehehe...


__ADS_2