
"Kamu... Kamu tahu dari mana tentang Angella, El?" tanya Reo ragu.
"Dunia ini sempit ya ternyata Kak? bukankah ada kecanggihan teknologi informasi dan media sosial? Dari situ semua orang di dunia ini bisa mengakses informasi apa saja yang diinginkan."
Elly membicarakan tentang kecanggihan teknologi, yang bisa mengetahui apa saja yang diinginkan, jika hanya sekedar ingin tahu saja. Itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk jaman sekarang, yang sudah sangat maju.
Reo menganggukkan kepalanya paham, dengan apa yang dikatakan oleh Elly barusan. Dia sendiri lebih banyak tahu tentang kegiatan Elly saat ini dari media sosialnya juga, karena kedua adik kembarnya tidak ada yang mau membantunya.
"Tapi Kakak benar-benar terkejut dengan kata-katamu tadi, yang menyinggung soal Angella. Kamu tahu bahwa Angella adalah kekasihku, tapi Aku merasa Kamu tidak tahu apa-apa tentang dia."
"Ya maaf kalau Elly menyinggungnya soal ini. Tapi sejujurnya, Elly khawatir dengan keputusan Kakak untuk menerima tawaran Om Shiro, karena Angella tidak mau mempertahankan Kakak." Elly kembali mengatakan apa yang dia khawatirkan.
"Ya, Kakak mengerti jika Kamu merasa khawatir. Tapi Kakak sudah berpikir matang sebelum membuat keputusan ini. Ini bukan karena Kakak sudah putus dengan Angella atau apa, tapi karena Kakak ingin mencoba patuh pada papa."
"Kakak pikir itu bukan hal yang buruk, karena ada banyak sekali contoh yang bisa dijadikan cermin jika perjodohan tidak semuanya buruk."
Akhirnya Reo menyebutkan beberapa nama pasangan keluarga yang awalnya adalah perjodohan, tapi nyatanya mereka langgeng hingga tua, bahkan sampai maut memisahkan keduanya.
"Tapi apakah Kakak yakin, tidak ingin Angella lagi? atau masih ada yang belum terselesaikan di antara kalian berdua?"
"Tentu saja Kakak yakin El. Kami sudah membicarakannya dan dia mendukungku sepenuhnya. Kami bahkan sudah membuat tidak lagi berhubungan satu sama lain, meskipun itu lewat media sosial."
"Kamu bisa cek sendiri semua media sosialku, tidak ada lagi Angella sejak lama kan?" Reo justru memberi saran pada Elly.
__ADS_1
"Oh, begitu ya? Maaf kalau Elly salah mengira. Tapi walaupun begitu, Elly tidak bisa langsung menerima juga. Elly perlu waktu."
Pada akhirnya Elly memberikan kesempatan kepada Reo untuk bisa menunjukkan keseriusannya, yang tadi dia katakan. Elly tidak mau menerima begitu, saja karena pada awalnya dia sudah merasa Reo memang tidak menerima rencana perjodohan yang sudah diatur oleh kedua orang tua mereka berdua.
"Thanks, Elly. Kakak senang kamu mendukung. Dan jangan khawatir, Kakak akan selalu mengutamakan hubungan kita ini."
Setelah Reo berhasil meyakinkan Elly bahwa keputusannya untuk menerima rencana perjodohan mereka berdua, situasi di antara mereka berdua menjadi lebih baik. Awalnya, Elly agak khawatir tentang rencana Reo dan tidak yakin apakah Angella benar-benar ikhlas dengan melepas Reo, namun setelah Reo menjelaskan bahwa mereka sudah membicarakannya dan Angella mendukung sepenuhnya, Elly menjadi lebih tenang dan mendukung keputusan Reo kali ini, dengan memberinya waktu untuk membuktikannya.
Mereka berdua menghabiskan waktu berbicara lebih lama, dengan menikmati makanan yang tadi sudah dipesan.
Ketika Reo dan Elly sudah selesai berbicara, mereka merasa lebih dekat satu sama lain. Elly merasa senang Reo membuka dirinya dan mengatakan kebenaran tentang hubungannya dengan Angella. Sedangkan Reo merasa senang bahwa Elly akhirnya mendukung keputusannya dan mereka bisa melanjutkan hubungan ini sesuai dengan permintaan kedua orang tua mereka.
*****
Ketika Alina merasa tidak mendapatkan dukungan dari papanya, dia memutuskan kabur dari rumah. Meskipun dia tidak tahu ke mana harus pergi, dia merasa bahwa dia tidak bisa tinggal di rumah lagi. Namun, atas saran dari Elly, dia akhirnya setuju untuk tinggal di rumah Elly untuk sementara waktu.
Ketika Alina tinggal di rumah Elly, Marcel justru sering datang ke rumah Elly untuk menjenguk Alina dan membawakan makanan untuknya. Karena cuma pada Marcel saja, Alina dan Elly memberitahu keberadaan kembarannya itu.
Untuk papa dan mamanya Elly, Alina sudah meminta pada keduanya untuk tidak memberitahu kedua orang tuanya Alina. Dan Ryan maupun Amy menyetujuinya saja.
Kedua orang tuanya Elly berpikir bahwa, anak-anak tersebut masih memerlukan waktu untuk berpikir panjang. Mereka hanya memberikan saran untuk tidak pergi jauh-jauh, nekat dengan keegoisan yang bisa berakibat fatal. Dan Alina mematuhinya.
Tapi Reo akhirnya tahu juga, karena dia sering datang ke rumah Elly untuk menghabiskan waktu bersama dengannya.
__ADS_1
"Jadi, Alina ada di sini?" tanya Reo kaget, saat tahu jika adiknya ada di rumah ini.
Elly hanya nyengir kuda, karena dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Marcel ketahuan datang, dan sedang berbincang-bincang dengan Alina. Akhirnya Reo ikut bergabung dengan kedua adiknya, dan memberi nasehat untuk segera pulang ke rumah sebentar tidak merepotkan keluarga Elly.
Sebenarnya, papanya Elly secara diam-diam sudah memberitahu pada Shiro Yuki, jika Alina ada di rumahnya. Tapi Ryan meminta pada papanya Alina untuk membiarkan anaknya itu bisa menenangkan hati dan pikirannya, karena jika sudah lebih baik dipastikan pulang ke rumah lagi.
Untungnya Shiro Yuki menyetujui, dan tidak memaksa Alina pulang ke rumah. Dia juga meminta pada temannya itu untuk menjaga anaknya, yang penting tidak pergi kemana-mana lagi.
"Elly, boleh Kakak berbicara denganmu sebentar?" tanya Reo, meminta waktu pada Elly, supaya mereka berbicara berdua saja.
Elly menganggukkan kepalanya setuju, kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk ke ruang tengah. Reo juga mengikutinya, meninggalkan kedua adik kembarnya yang masih berbincang-bincang.
"Kakak merasa sedikit tidak nyaman dengan kedekatanmu dengan Marcel. Kakak merasa Kamu justru lebih dekat dengannya daripada denganku."
Elly mengeryit heran, mendengar pernyataan Reo pada. "Oh, maaf kalau merasa seperti itu. Aku hanya berusaha membantu Alina dan Marcel adalah saudara kembarnya. Dan Kakak tahu sendiri kan, jika Marcel juga temanku?" tanya Elly.
"Ya, Kakak mengerti. Tapi Kakak merasa dia terlalu sering datang, sehingga menghabiskan banyak waktu denganmu." Reo sepertinya merasa cemburu dengan adiknya.
"Sorry, jika Kakak merasa seperti itu. Elly berpikir masih wajar, dan Elly hanya membantu Alina Alina dalam keadaan seperti ini. Jika Marcel jadi intens datang ke rumah, itu karena dia datang untuk Alina juga."
"Hemmm... tapi Kakak merasa Kamu jadi lebih dekat dengannya daripada denganku."
Elly tersenyum tipis mendengar pernyataan Reo, yang secara tidak langsung memberitahu Elly jika dia sedang cemburu.
__ADS_1
"Maafkan Elly, tapi Elly tidak bisa meninggalkan Alina dalam keadaan seperti ini. Elly berharap Kakak bisa memahami dan mendukungku, juga Alina."
Reo akhirnya menganggukkan kepalanya, mencoba untuk memahami dan mendukung mereka-mereka. Karena kedua adik kembarnya juga ada pada situasi yang sama seperti dulu pernah dia rasakan.