Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
10.Enam bulan disini


__ADS_3

Tanpa terasa,sudah enam bulan Lentera dan Ibunya tinggal bersama keluarga Gilang.


Mereka melakukan pekerjaan seperti biasanya,Lentera bersekolah setiap hari Senin sampai Jumat,dan sering menemani ibunya berbelanja saat Hari Sabtu atau Minggu.


Sejak empat bulan lalu,saat Lentera pulang terlambat setelah bermain,dirinya hampir selalu menolak ajakan Sela untuk bermain hingga malam,karena sebelum jam tujuh malam,tera sudah harus berada dirumah.


Tera heran pada gadis yang kini sudah menjadi sahabatnya itu,nilai tugas hariannya disekolah selalu saja tinggi saat mengikuti pelajaran meski dia aktif bermain dihari Jumat sore.


Tera sendiri,meskipun dia juga murid pintar dikelasnya,dirinya selalu merasa takut nilainya tidak memuaskan jika terlalu banyak bermain.


...*...


Awal bulan Desember ini,semua siswa disekolah Lentera sedang sibuk untuk menyambut ujian semester pertama.


Hampir separuh siswa disana mengikuti kelas tambahan belajar sepulang sekolah.


Tera sendiri yang takut jika sering terlambat pulang,memilih belajar dirumah Gilang,diperpustakaan pribadi keluarga itu memiliki buku-buku pelajaran yang lengkap,Dulu kakak pertama dan kedua Gilang yang memenuhi semua rak buku disana, agar adik bungsunya bisa belajar dengan tenang dirumah.


Ibu Jullie sudah memberi tau Tera untuk membagi waktu belajarnya dengan Gilang agar tidak saling mengganggu didalam perpustakaan.


Tera diberi waktu belajar saat malam hari karena sore hari harus membantu ibunya bekerja.


...*...


Sabtu malam,Tera minta izin pada bu Jullie dan ibunya untuk belajar.


Hari itu merupakan hari pertama Tera belajar dilantai atas,karena ruang perpustakaan berada dilantai yang sama dengan kamar Gilang,dia harus melangkah dengan pelan saat melewati kamar Gilang agar tidak mengganggu.


Didalam perpustakaan,Tera merasa damai,meski ruangan yang tidak begitu besar ini penuh dengan buku,tapi tetap terawat dan bersih,aroma ruangannya juga berbeda,mungkin karena Gilang sering menghabiskan waktunya disini,meski tidak sedang belajar.


Tera duduk dikursi didepan meja belajar yang lebih besar daripada meja belajar miliknya.


Aroma parfum khas laki-laki menusuk hidung Tera,mengira ada orang lain disana,tapi dia menyadari hanya ada tas milik Gilang yang tertinggal dimeja,dia mendekatkan wajahnya kearah tas berwarna hitam itu,mencium aroma parfum maskulin yang terasa menenangkan pikirannya.


Tera kemudian mengabaikan tas hitam itu,mungkin besok Gilang akan mengambilnya.


Dia mulai mencari buku pelajaran kelas sepuluh,mengambil semua buku sesuai mata pelajarannya.


Menumpuk buku-buku itu didepannya,seolah akan melahapnya.

__ADS_1


"Belajar disini kayaknya enak juga,tapi lebih enak kalo ada yang nemanin,atau ngajarin sekalian," Dia menggumam sendiri.


Gilang yang sudah belajar sore tadi,malam ini keluar untuk menghabiskan malam minggu bersama teman-temannya.


Tera yang sedang belajar didalam sana,juga diam-diam berharap bisa berjalan-jalan saat malam minggu.


Tapi nyatanya dia hanya anak gadis enam belas tahun yang kata ibunya masih dibawah umur,masih belum waktunya jalan-jalan malam mingguan.


Tera mengurung diri disana dan tidak menyadari waktu terus berjalan dan menunjukkan pukul dua belas malam,dia yang sangat mengantuk akhirnya terlelap dimeja belajar sambil melipat tangannya diatas tas milik Gilang.


Ibunya sudah kembali kekamar sejak tadi,dan akhirnya tertidur saat menunggu tera kembali.


Ayah dan ibu Gilang juga sudah tertidur.


Gilang sudah kembali kerumah dan masuk kekamarnya pukul sepuluh tadi.


Setelah bermain game online hampir dua jam,dia akhirnya mencari tas sekolahnya.


Menyadari tas sekolahnya tertinggal didalam perpustakaan keluarga,dia segera loncat dari kasurnya sambil tetap memeluk erat selimutnya,karena cuaca malam itu cukup dingin.


Dia masuk dan segera menuju meja belajar,hampir saja dia mengumpat kasar karena kaget melihat tera tertidur disana,melipat tangan dimeja dan menjadikan Tasnya sebagai bantal wajahnya.


..."kalo dibangunkan,bisa salah paham dia,nggak dibangunkan,bisa membeku disini,lagian sok sok an mau belajar segini banyak,mana ibu sudah tidur lagi,terus gue suruh siapa buat bangunin."Dia mengeluh lagi....


Meski membenci Tera karena selama ini ibunya selalu mengutamakan Tera,tapi dia tidak dibesarkan untuk berbuat tega pada semua orang.


Dia kemudian melepas selimutnya,lalu menutupi tubuh Tera yang jelas-jelas kedinginan,Gilang bisa merasakan dinginnya kulit gadis itu,setelah tanpa sengaja menyentuh lengan Tera yang hanya memakai piyama tidur berlengan pendek.


Gilang kemudian keluar dari ruangan itu sambil memeluk dirinya sendiri karena kedinginan.


Sudah hampir pukul satu dinihari,Gilang yang masih terjaga karena menunggu Tera bangun,masih belum mendengar suara langkah Tera keluar dari sana,akhirnya memutuskan untuk tidur.


Tera akhirnya terjaga setelah hampir pukul dua pagi.


Punggungnya terasa sakit karena tertidur lama dengan posisi duduk dimeja belajar.


Dia memperbaiki posisi duduknya,menyadari selimut bergaris hitam putih itu terjatuh dibelakangnya.


Dia menarik lagi selimut itu karena merasa kedinginan,aromanya sama dengan Tas Gilang.

__ADS_1


Dia yang menyadari bahwa selimut itu milik Gilang,segera berdiri dari kursinya karena merasa heran.


..."jadi tadi mas Gilang kesini,dia nggak macam-macam kan." Batin tera sambil memperhatikan dirinya sendiri,merasa dirinya aman,dia kemudian membereskan buku-buku yang berserakan dimeja,juga merapikan kembali tas Gilang yang tadi dia pakai sebagai bantalnya....


Sambil mengomel sendiri karena dengan santainya dia tertidur disana.


Dia bersiap untuk keluar dan ketika akan membuka pintu ruang baca,langkahnya terhenti dan hampir saja dia menjatuhkan selimut yang tadi dilipatnya meski dia sedang menahan dinginnya cuaca pagi itu.


Dia mundur dua langkah dari balik pintu,karena pintu terbuka dengan sendirinya,Gilang berdiri disana dengan wajah mengantuk.


..."Masih ingat bangun loe,gue kira mau tidur sampai pagi didalam,oh ya selimut gue jangan lupa dicuci dulu." Gilang berbicara dengan jelas meski sedang menahan kantuk,juga dengan sadar mengambil selimutnya dari tangan Tera dan kembali memakaikan selimut itu pada Tera,Tera membatu sesaat dan kembali sadar saat suara Gilang menyadarkannya....


..."Sana buruan turun,kalo ketahuan yang lain bisa kena amuk lagi loe."...


Tanpa bersuara Tera buru-buru turun dari sana.


Sampai dilantai bawah,dia segera memasukkan selimut Gilang kedalam keranjang pakaian kotor.


Dia berjalan pelan menuju kamarnya.


Untung saja ibunya masih tertidur pulas disana,Tera segera naik ke kasur dan membungkus diri dengan selimutnya sendiri.


Susah sekali baginya untuk tertidur kembali mengingat Gilang yang baru saja bertingkah aneh.


..."Dia pasti lagi tidur sambil jalan tadi,kalau nggak,mana mungkin dia bisa ngasih selimutnya sama aku,helm bekas aku aja dia nggak mau pakai lagi." Pikir tera...


Dia berguling-guling sendiri dikasurnya,beruntung kasur ibunya sudah terpisah dengannya sejak beberapa bulan lalu,ibu Nur tidur dikasur disebelahnya yang dibatasi gorden pemisah,ibu Jullie sengaja membelikan kasur lagi karena katanya Tera sudah remaja,jadi butuh tempat yang lebih privat.


Benar saja,Tera tidak mungkin rusuh itu jika masih tidur bersama ibunya,dia berbaring lalu duduk,duduk lagi kemudian berbaring kembali sampai pukul empat pagi,dia berusaha keras memejamkan kembali matanya,mengingat besok harus bangun pagi-pagi untuk menemani ibunya kepasar.


Dikamarnya,Gilang sendiri sudah kembali tertidur lelap setelah Tera meninggalkan dirinya didepan pintu ruang baca tadi.


Menurutnya apa sudah dia lakukan pada tera adalah hal yang sewajarnya sebagai seorang manusia biasa dan layaknya remaja pada umumnya,baik itu setelah memarahi,memaki ataupun berbuat baik kepada Tera,Dia merasa memang seperti itulah emosi manusia normal.


Dia membenci tera karena sudah datang kerumah ini dan membuat perhatian ibunya teralihkan,tapi dia juga merasa takut ibunya akan membencinya jika memperlakukan anak gadis itu dengan buruk,jadi sebisa mungkin dia tetap berusaha bersikap baik tanpa ada tujuan dan maksud tertentu.


Tapi bagi seorang anak gadis,diperlakukan berbeda adalah sesuatu yang bahkan bisa mengubah suasana hati.


Begitupun dengan Tera,dirinya bahkan tidak benar-benar tertidur sampai pagi karena merasa sangat aneh dengan sikap Gilang,meskipun dirinya tahu,besok Gilang akan berubah menjadi orang berbeda lagi,yang sepertinya bisa saja menelan dirinya mentah-mentah jika terus mengganggu pemuda tujuh belas tahun yang semakin terlihat tampan itu.

__ADS_1


...****...


__ADS_2