Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
60.Kissed by Seo Jun


__ADS_3

Di musim semi seperti ini,cuaca masih terasa dingin meski musim dingin sudah berlalu satu bulan lalu.


Tera mengenakan pakaian yang sedikit lebih tebal,meski sudah tidak setebal saat musim dingin.



Meski hanya selalu mengenakan pakaian sederhana,tapi Tera selalu terlihat cantik meskipun wajahnya terlalu melankolis.


Seo Jun yang menyukainya karena wajahnya itu,sering tersenyum tanpa sebab jika sedang bersama Tera,yang kadang membuat Tera keheranan.


...*...


Karena hari masih siang,mereka memutuskan untuk mampir di Cafe terdekat untuk makan siang terlebih dulu.


Seo Jun masuk dan duduk duluan,karena Tera langsung menuju toilet.


Seo Jun memesan makanan berat yang berbeda,karena takut seleranya berbeda dengan Tera.



Seo Jun menunggunya dengan memasang ekspresi yang lucu.


Membuat Tera yang baru saja akan menuju kearahnya tersenyum tanpa arti sambil menatap pemuda yang beberapa tahun lebih tua darinya itu.


..."Why,Is there something wrong?"...


..."Aahh nggak nggak,ternyata oppa ganteng juga,hehehe."...


..."Kenapa baru sadar sekarang,dari lahir aku memang sudah ganteng,jadi gimana dong."...


..."Hahaha,percaya diri sekali..."...


..."Percaya diri itu penting Tera,meski kamu tidak cantik sekalipun,tapi jika kamu percaya diri,kamu akan tetap merasa dirimu berharga,dan punya nilai yang lebih,selama kamu tidak merasa sombong,karena kedua perasaan itu berbeda..."...


..."Aahh oppa yang benar saja,aku bahkan tidak pernah merasa cantik,atau merasa seperti apapun itu,aku hanya menjalani semuanya dengan datar."...


..."Tidak bisa seperti itu,sepertinya kamu harus berubah mulai sekarang..."...


..."Baik oppa,tapi untuk orang yang introvert,apakah ada obatnya?"...


..."Obatnya ada pada diri kamu sendiri..."...


..."Seperti apa?"...


..."Aahh entahlah,aku lapar sekarang,jadi bisakah kamu diam saja dan menikmati makan siangmu?"...


..."Nanti beri tahu aku jawabannya?"...


..."Oke,setelah kita sampai dipantai?"...


..."Hemph..."...


Mereka menikmati makan siang yang terlihat menggoda selera makan Tera,karena sejak pagi tadi dia belum pernah makan sesuatu yang membuatnya kenyang.



..."Apa kamu menyukai segala jenis makanan?"...


..."Eumh..."...


..."Bagus,kalau begitu aku tidak perlu repot-repot memesan makanan yang berbeda setiap kali kita makan diluar seperti ini"...


..."Hemph." Tera tidak menjawab dengan benar karena mulutnya yang penuh makanan....


..."Makanlah,kenapa malah jadi aku yang banyak bicara,hehe."...


Tera mengangguk mengiyakan,karena dia sedang menikmati makanannya.


Beberapa menit kemudian,mereka sudah selesai makan,Seo Jun duduk menatap Tera yang terlihat menggemaskan karena hampir tidak mau bergerak akibat kekenyangan.


..."Hei,perjalanan kepantai itu butuh waktu dua jam lebih,apa kamu mau tetap duduk disini sampai merasa lapar lagi?"...


..."Emh maaf oppa,tapi perut aku sakit..."...


^^^"Itu akibatnya kalau makan terlalu cepat,minum ini..."^^^


Seo Jun menyodorkan sebotol air mineral dari depannya.


..."Terima kasih..."...


..."Hemph..."...


Tera masih duduk sebentar,karena rasa mulas diperutnya belum menghilang.

__ADS_1


..."Masih sakit?"...


..."Sedikit..."...


..."Bisa berjalan?"...


..."Bisa..."...


..."Kalau begitu,kita kemobil,aku akan membayar dulu."...


..."Ini uang aku..." Tera berniat ikut membayar....


..."Hei,tidak perlu,aku bisa membayarnya karena aku sudah bekerja,sementara kamu masih kuliah,simpan saja..."...


..."Baik,terima kasih..."...


Tera berjalan pelan menuju mobil.


Seo Jun tidak tega melihatnya.


Tapi Tera pasti akan marah jika disentuh tanpa persetujuannya.


Seo Jun hanya mengikutinya dari belakang lalu buru-buru membuka pintu mobil untuknya.


Tera masih memegangi perutnya,mungkin karena dirinya jarang sekali sarapan,dan baru saja dia makan terburu-buru.


..."Kita pulang saja,kalau kamu memang merasa nggak baik?"...


..."Oh nggak,nggak perlu,kita bisa lanjut aja,sebentar lagi pasti sembuh..."...


..."Kamu yakin?"...


..."Iya oppa..."...


Seo Jun tidak bisa berbuat apa-apa,karena Tera merupakan gadis yang tidak mudah dipahami.


Sudah pukul satu siang,mobil yang dikendarai Seo Jun melaju sedang menuju pantai yang membutuhkan waktu sekitar dua jam tiga puluh menit.


Tera yang menahan rasa nyeri perutnya,akhirnya tertidur karena merasa tubuhnya panas dingin.


Seo Jun menepikan mobilnya sebentar dan melepas jaketnya lalu menyelimuti tubuh Tera.


Tera sama sekali tidak bergerak.


Dia kembali menyetir mobilnya dengan rasa gelisah yang berkecamuk didalam hatinya.


Bagaimana tidak,sudah hampir dua tahun dia menyukai Tera,tapi gadis ini justru memintanya untuk saling menjaga layaknya seorang Ayah dan anak.


Tapi bagaimanapun juga dia bisa sedikit memahami Tera yang merupakan mahasiswa Asing,yang cepat atau lambat pasti akan meninggalkan negara ini dan meninggalkan dirinya.


Dia pun tidak banyak berharap karena nyatanya berpisah memang sangat menyakitkan,apalagi jika banyak kenangan yang terjadi diantara mereka.


Pukul tiga lebih tiga puluh menit,Seo Jun memarkirkan mobilnya tidak jauh dari tepi pantai.


Lalu membangunkan Tera yang masih tertidur pulas selama hampir dua jam dan masih dengan posisi bersandar dikursi mobil.


Lagi-lagi Seo Jun hampir tidak bisa menahan diri.


Untung saja Tera sudah bangun dan menggosok-gosok wajahnya,dan menyadari jaket Seo Jun jatuh yang dipangkuannya,dia malah tidak berniat mengembalikan dan tetap memegangnya.


..."Bagaimana perut kamu?" Tanya Seo Jun gugup karena hampir saja ketahuan ingin menyentuh pipi Tera....


..."Sudah nggak sakit lagi sekarang..."...


..."Baguslah,ayo kita turun..."...


..."Hemph..."...


Mereka melangkah menuju pinggiran pantai.


Beberapa orang sedang berjalan-jalan disana,menikmati sore hari yang masih dingin.


Tera masih memegang jaket Seo Jun,berjalan pelan ke samping Seo Jun karena melihat pemuda itu menahan hembusan angin yang membuat tubuhnya kedinginan tanpa jaketnya.


..."Maaf oppa,ini jaketnya..."...


..."Oh,kamu tidak dingin?"...


..."Hemph,aku pakai baju tebal kok,oppa saja yang aneh,pakai baju tipis begitu tapi malah lepas jaket..."...


..."Hehehe,kamu main air?"...


..."Nggak,kita nggak bawa baju ganti..."...

__ADS_1


..."Kita bisa beli baju gantinya..."...


..."Aku nggak mau,heheh,silakan oppa saja..."...


..."Lalu kamu ikut kepantai untuk apa?"...


..."Mau liat pantai,hahaha..."...


..."Kamu ini..."...


Seo Jun melangkah mendekati air.


Meninggalkan Tera di belakangnya yang memilih melamun dan mengingat kenangan bersama Gilang saat mereka bermain dipantai beberapa tahun lalu.


Ada sebutir air mata yang sempat jatuh dari matanya,dia buru-buru mengelap wajahnya sebelum Seo Jun melihatnya.


Karena takut tenggelam bersama kenangan lamanya.


Akhirnya dia memutuskan mengikuti langkah Seo Jun.



Dan memilih bermain air dan menikmati waktunya bersama Seo Jun,meski setengah hatinya tidak benar-benar merasakan kebahagiaan.


Tanpa terasa waktu berjalan hingga senja.


Mereka memilih duduk di tepi pantai dan menikmati sunset disana.



Seo Jun melirik Tera yang duduk disampingnya.


..."Tera,mau pulang sekarang?"...


..."Sebentar lagi,aku mau lihat mataharinya menghilang."...


..."Kita bisa sampai malam kalau begitu..."...


..."Nggak apa-apa,anggap saja aku membayar hutang sama oppa karena hari ini bisa ikut,hehe..."...


..."Oke..."...


Seo Jun berdiri disamping Tera yang masih duduk di pasir.


Sekitar lima belas menit,mereka masih berada di posisinya masing-masing.


Lampu disekitar pantai sudah menyala,matahari sudah benar-benar tenggelam.


Tera ternyata kembali menjatuhkan air matanya tanpa disadari oleh Seo Jun yang berdiri menikmati suasana senja dipantai.


Tera kembali menghapus air matanya,dan segera berdiri berniat meninggalkan Seo Jun.


Tapi baru saja akan membalikkan tubuhnya menjauh,tangannya diraih oleh Seo Jun yang masih tetap tenang.


..."Tera..."...



Tera bahkan belum menjawab,tapi Seo Jun sudah lebih dulu membungkam bibirnya dengan ciuman hangat di tengah senja yang semakin dingin.


Tera merasakan nafas Seo Jun yang berhembus diwajahnya.


Dengan cepat Tera mendorong tubuh Seo Jun menjauh.


Mereka bahkan tidak bisa berkata-kata.


Seo Jun hanya bisa mengejar Tera yang berlari hampir menjauh dari mobilnya.


..."Hei,tunggu,kamu mau pulang naik apa?"...


..."Maaf oppa,aku akan naik taksi saja..."...


..."Tapi tidak ada taksi disini,ayo cepat naik..."...


..."Ta-tapi..."...


..."Maaf,aku tidak akan mengulanginya lagi..."...


Mereka segera naik ke dalam mobil dan menikmati perjalanan,tanpa suara...


Entah apa yang mereka pikirkan...


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2