Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
43.For My First Love


__ADS_3

...***...


..."Good morning,emh Good Night,atau Good Afternoon,my first love..."...


..."Kapanpun kamu menemukan buku ini,dan membaca halaman terakhirnya,yang pasti,aku sudah tidak lagi berada di dekatmu."...


..."Oh ya,aku mau ngucapin terima kasih karena sudah mau mengatakan yang sebenarnya,dan menerima perasaanku."...


..."Tapi aku merasa,tidak ada orang yang sanggup menjalani hubungan jarak jauh dalam waktu yang cukup lama."...


..."Dan mungkin aku juga tidak cukup baik untuk menjalaninya."...


..."Sebenarnya,jika kamu tidak menerimaku begitu saja,mungkin aku akan baik-baik saja sekarang,dan sampai nanti....


..."Oh iya,kamu duluan kan yang bilang suka sama aku,meskipun nyatanya memang aku yang suka sama duluan."...


..."Sebelumnya aku berharap semuanya baik-baik saja dan berjalan seperti biasanya,tapi karena sebuah pengungkapan membuat semuanya justru berubah,maka ada sesuatu yang hal yang harus aku lakukan lagi setelahnya....


..."Memutuskan lalu meninggalkanmu,atau bertahan tanpa sesuatu yang pasti."...


..."Asal kamu tau,menunggu itu bukan hal yang mudah..."...


..."Mungkin di tahun pertama kita akan merasakan perasaan yang disebut rindu,tapi beberapa tahun setelahnya,apa kamu yakin semuanya masih bisa sama."...


..."Kita akan bertemu banyak orang baru setelah beberapa tahun,dan bisa saja membuat perasaan berubah"....


..."Lalu setelah itu kita akan saling berbohong untuk menutupi segala sesuatu yang mungkin tidak bisa kita hindari."...


..."Mungkin kamu memang cinta pertamaku,tapi bukan tidak mungkin kita akan jatuh cinta pada orang yang berbeda nantinya."...


..."Oh iya,dulu aku lupa bilang sama kamu,kalau sebenarnya aku nggak suka sama pertemuan yang harus berakhir dengan perpisahan."...


..."Aku juga lupa bilang,kalau aku nggak suka sama hubungan yang nggak tau mau dibawa kemana."...


..."Jadi,mungkin aku harus membuat keputusan yang tepat agar aku tidak kecewa terlalu dalam nantinya."...


..."Tapi kalau suatu hari nanti kita dipertemukan kembali,dan kamu masih sendiri,aku janji akan temuin kamu dengan perasaan yang lebih baik..."...


..."Tapi kali aja kamu nikah duluan,tolong jangan kabari aku,karena aku pasti akan sangat membencimu."...


..."Aku memang selalu egois,itu karena aku selalu merasa rendah diri..."...


..."Aah,aku salah yaa..."...


..."Tapi semoga saja kamu bisa memaklumi orang bodoh seperti aku ini..."...


..."Suatu hari nanti ketika kita bertemu kembali,akan aku ceritakan semua tentangku, bagaimana keadaanku saat kita tidak bersama-sama."...


..."Salam manis,dari Aku..."...


..."Orang yang selalu mencintaimu."...


..."15 FEBRUARI."...


..."*04;30 AM*"...


...***...


Tepat pukul empat pagi,Gilang yang ketiduran sambil membiarkan Tera terlelap di pangkuannya,terbangun karena merasa tubuhnya kelelahan.


Dia membangunkan Tera.


..."Ra,bangun..."...

__ADS_1


..."Ya ampun mas Gilang ini jam berapa?"...


..."Masih jam empat pagi,masih ada waktu untuk kamu lanjut tidur lagi."...


..."Iya mas,makasih ya sudah bangunin aku."...


..."Emh..."...


..."Mas Gilang nanti siang nganterin aku kan?"...


..."Maaf Tera,kayaknya aku nggak bisa..."...


..."Kenapa,kok malah nggak mau,mas Gilang senang kan aku pergi?"...


..."Nggak Tera,kalau bisa aku malah mau minta sama kamu supaya kamu nggak kemana-mana lagi."......


..."Tapi kenapa nggak mau nganter aku,padahal cuma sebentar?"...


..."Raa,kalau aku ikut kebandara, aku takut malah nahan kamu disana,terus kamu nggak jadi pergi..."...


..."Ya udah mas Gilang ikut aku aja yaa..."...


..."Yaa nggak bisa Tera..."...


..."Anterin aku makanya."...


..."Aku usahain yaa."...


..."Ya sudah aku turun."...


Lentera kembali kebawah...


Beruntung ibunya masih tidur lelap.


Dia tidak akan lagi membawa buku itu,katanya dia akan memulai lembaran baru di Negeri orang.


Setengah jam memainkan pulpen sambil terus membolak balik halaman bukunya..


Akhirnya dia menyempatkan menulis beberapa kalimat yang ditujukan pada Gilang.


Dia hampir saja menangis,tapi masih terlalu pagi,jadi dia simpan kembali air matanya yang sebentar lagi mungkin akan tumpah saat akan berangkat nanti siang.


Dikamarnya,Gilang terus bagaimana memikirkan hari-harinya tanpa Tera nanti.


Membayangkannya saja sudah membuatnya frustasi,apalagi harus menunggu sampai enam atau tujuh tahun lagi,bisa gila dia.


Sementara memikirkan,apakah dia harus mengantar Tera atau hanya menatap kepergiannya dari jendela kamarnya,dia malah tertidur meski sudah menjelang pagi.


Lentera yang tidak bisa tidur hingga pagi,akhirnya membangunkan ibunya untuk membuat sarapan,meski masih pukul enam pagi..


..."Ya ampun Tera,ini masih pagi sekali."...


..."Aku lapar bu,semalam susah tidur,mau cari makanan tapi takut,hehe."...


Ibunya mengucek matanya dan menatap mata panda Lentera.


Mereka duduk dikasur masing-masing sambil saling menatap.


Ibu dan ini akan segera berpisah sebentar lagi.


Tidak ada kebohongan dimata mereka,keduanya menyimpan kesedihan yang mendalam.


Setelah suaminya meninggalkan dirinya dan Lentera beberapa tahun silam,kini Lentera pun akan pergi jauh darinya,meski tetap kembali suatu hari nanti,tapi tetap saja,ditinggal sendiri dikamar besar ini, membuat hati ibu Nur terasa teriris..

__ADS_1


Masih terlalu pagi untuk mereka melepas kesedihan,jadi Lentera segera berdiri dan mengajak ibunya untuk segera memasak apa saja yang bisa mengisi perutnya pagi ini.


Sementara mereka memasak berdua,waktu tanpa terasa sudah menunjukkan pukul tujuh lewat.


Ibu Jullie dan suaminya menghampiri mereka didapur,karena pak Hermawan akan segera berangkat kekantor.


Tera buru-buru menghampirinya sambil menundukkan kepalanya.


..."Pak,saya minta kalau selama ini sering membuat keributan dirumah bapak,maafkan saya juga karena sering tidak bekerja dengan baik,dan sekarang malah mau pergi begitu saja dari rumah bapak..."...


..."Saya juga berterima kasih kepada Bapak karena sudah mau menerima saya dan ibu dirumah bapak,dan menjadikan kami seperti keluarga bapak,suatu saat nanti saya pasti akan kebaikan Bapak,meski tidak bisa semuanya."...


Ibu Jullie malah menertawakan Lentera karena terlalu jujur.


Pak Hermawan mendekat kepada Tera dan menepuk pundak Tera.


..."Sama-sama Lentera,tapi kalau mau balas kebaikan saya,jangan setengah-setengah ya."...


..."Eh maksud bapak,jadi saya harus bagaimana pak,kan tadi saya sudah bilang,tidak bisa semuanya,hehe."...


..."Hahaha,kamu ini..."...


..."Hehe maaf pak..."...


..."Kalau mau balas kebaikan saya,nanti setelah kamu jadi orang yang sukses,kamu harus jadi menantu saya."...


... Huk Huk Huk......


Lentera sampai tersedak air liurnya sendiri mendengar candaan Bapak majikannya itu.


Begitu pula ibunya yang masih berada didepan dapur.


..."Kenapa,kamu tidak mau?"...


..."Hehe,kalau saya mau gimana pak?"...


..."Bagus itu,kamu tinggal pilih Haris atau Gilang,karena tidak mungkin kalau anak pertama saya,sudah terlalu tua."...


..."Hehe tapi nanti kan pak?"...


..."Haha iya nak,jangan sekarang,makanya mulai sekarang kamu harus berusaha jadi orang yang siap bekerja keras kalau serius mau jadi menantu saya,tapi rahasiakan ini dari anak-anak saya."...


..."Hehe baik pak."...


Tera menyalami pak Hermawan dengan hormat.


Bagaimana pun orang baik itu tetap saja hanya majikannya.


..."Kamu baik-baik di Negara orang,jaga diri baik-baik...,Oh iya saya hampir terlambatkalau gitu saya duluan..."...


..."Iya pak."...


Pak Hermawan meninggalkan mereka tanpa sarapan,karena memang tidak terlalu suka makan saat masih sangat pagi.


Ibu Jullie tidak ikut kekantor karena harus mengantar Lentera ke bandara siang nanti...


Mereka sarapan bersama pagi ini.


Dan menjadi sarapan terakhir Lentera bersama keluarga Gilang.


Mungkin akan terulang beberapa tahun lagi.


Gilang yang masih mengantuk makan tanpa bersuara meski matanya hampir tidak berhenti menatap Lentera.

__ADS_1


...***...


__ADS_2