Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
7.Bertemu teman


__ADS_3

Hari demi hari sudah dilalui Lentera dan ibunya dirumah Gilang,tera sudah mulai belajar disekolah dan pulang saat sudah pukul tiga sore,untuk kelas 11 dan 12 tidak jarang mengikuti kelas tambahan hingga hampir malam.


Melelahkan sekali bersekolah disekolah elit seperti ini,harus belajar tanpa ampun,tapi memang itu tujuan tera,belajar demi mencapai impiannya untuk melanjutkan sekolah keluar negeri,dia berharap bisa mendapat beasiswa untuk murid berprestasi agar uang sekolahnya tidak semua dibebankan kepada ibu Jullie.


...*...


Hampir sebulan bersekolah,sama sekali Tera belum menemukan teman baru yang dia rasa cocok dengannya,semua murid disini hampir seluruhnya anak-anak orang kaya yang tinggal dikota ini.


Dia merasa tidak pantas berteman dengan mereka,merasa rendah diri dengan keadaannya,takut jika obrolan mereka tidak nyambung,dia menjalani sebulan terakhir disekolah berteman dengan buku-buku diperpustakaan dan sesekali memperhatikan Gilang dari jauh.


Sampai hari ini,dia duduk sendiri dikursi lapangan olahraga sambil memegang sebotol minuman rasa thaitea kesukaannya,memandangi murid laki-laki yang sedang bermain-main disana,dia memandangi Gilang yang sedang memegangi bola basket,bersenda gurau dibawah ring basket.


..."Mas Gilang kalau sama temannya jadi beda banget,jadi ceria kayak gitu,tapi kalo ketemu aku kenapa kayak orang ketemu singa."...


Tera berbicara pada dirinya sendiri dan dikagetkan dengan suara seorang gadis yang seusia dengannya,meski tubuhnya lebih tinggi darinya.


..." Halo kak,sendirian aja,Seorang gadis manis berambut panjang duduk disampingnya....


..."Kenalin,aku Marsela Kalina,Nama kakak siapa?" lanjutnya lagi membuat Tera merasa bingung dan aneh....


..."Aku Tera,kamu kelas berapa,kok manggil kakak,emang tau aku kelas berapa?" tera dengan sedikit judes menjawab Sela....


..."Aku kelas 10-1,kakak kelas berapa?"...


..." Aku kelas 10-2,dan aku bukan kakak kelas kamu."...


..." Ohh kita sama-sama kelas 10 sekalinya,aku pikir kamu kelas 11,karena disini liatin mereka,katanya sambil menunjuk Gilang dan teman-temannya....


..." Aku duduk disini karena nggak ada tempat lain yang sepi,kamu sendiri kenapa kesini,nggak gabung sama teman-teman kamu? Tera masih bersikap jutek karena merasa Marsela anak orang kaya sama seperti murid yang lain....


..." Aku rasa nggak ada orang yang mau berteman sama anak beasiswa kayak aku,Udah sebulan disini masih susah dapat teman,kayaknya mereka semua anak orang kaya,pasti kamu salah satunya,abis jutek banget,maaf yaa udah ganggu kamu." Sela bersiap meninggalkan Tera yang masih dengan wajah dinginnya....


..." Tapi aku bukan anak orang kaya,karena itu aku duduk disini sendirian,mereka juga nggak akan mau berteman sama orang kayak aku," Tera dengan kesal menjawab karena Sela hampir salah mengira tentang dirinya....


..." Kalau kamu anak beasiswa,aku cuma anak yang numpang dirumah orang dan uang sekolah pun dibayarkan mereka,"dan aku anggap itu hutang yang harus aku bayar."...


tanpa diminta tera menjelaskan tentang dirinya,untung saja disana sepi jadi tidak ada yang mendengar ocehannya selain Marsela.


Sela sendiri bertahan dengan posisi berdiri membelakangi Tera.


Dirinya tidak menyangka,ada orang yang sama sepertinya disekolah elit ini.


Dia akhirnya kembali duduk disamping Tera.


..." Maafin aku udah bikin kamu kesal,semoga kita bisa berteman," Sela mengulurkan tangannya,kali ini Tera menyambutnya dengan sedikit senyum....


" Nama kamu bagus,orang lain pasti akan mikir kamu sama kayak mereka," Tera menengok kearah Sela,Tera bisa melihat jelas wajah teman barunya itu,Sela cantik seperti namanya tapi tidak seperti gadis lain yang merawat wajahnya bahkan memakai riasan kesekolah,sama seperti dirinya,mereka berdua berada disekolah ini dengan wajah polosnya dan hanya memakai barang murah,membuat mereka terlihat berbeda meski mereka pun punya wajah yang cantik,orang lain tidak pernah menyadari itu karena terlalu sibuk dengan temannya masing-masing.


..." Nama kamu juga unik,ngomong-ngomong nama lengkap kamu siapa?"...


..." Lentera Pradania,tetap panggil Tera aja,jangan diganti ganti,"...


..." Oke,oya kamu mau kan jadi teman aku?...


..." Eemhh boleh,asal kamu bisa jaga rahasia kalau kita bukan anak konglomerat," Tera sambil tertawa mengatakan hal seperti itu,dia tidak menduga dirinya bisa seegois itu saat ini hanya karena status mereka,tapi demi ketenangan mereka selama berada disekolah ini,mereka harus tetap menjaga rahasia keluarga mereka,agar siswa lain tidak mengusir mereka dari sini....


..." Selama sebulan sekolah,kamu dimana aja,kok baru kali ini aku ketemu kamu?"...

__ADS_1


..." Aku sering duduk disini,duduk dilapangan sebelah sana,atau duduk diperpus,asalkan nggak ramai,aku pasti disana." Aku nggak suka tempat yang ramai banget,karena pasti bakal diliatin anak anak lain,rasanya nggak enak banget diliatin kayak gitu." Tera kini sudah bisa berbicara lebih ramah,mengingat teman barunya ini sepertinya anak baik baik dan suaranya sedikit lebih kecil daripada dirinya....


..." Aku juga sering keperpus,tapi nggak pernah ketemu yaa,kamu suka duduk dipojokan yaa?"...


" Hehe iyaa,aku suka duduk dibalik rak buku disamping jendela,disana adem nggak ada yang ganggu,besok besok kalau kamu mau, bisa gabung sama aku." Tera mengajak temannya itu ketempat persembunyiannya selama jam istirahat disekolah.


" Hemph boleh juga,nanti aku ajak kamu juga ketempat aku sering nongkrong sendirian,Gantian Sela yang memberi tahu bahwa dirinya pun memiliki tempat aman dari semua siswa disekolahnya.


Mereka sepakat untuk membagi tempat rahasia mereka,karena mereka memutuskan untuk menjadi teman mulai hari ini.


Meski dikelas lain ada juga sebagian siswa yang sama seperti mereka,tapi hanya mereka berdua yang akhirnya bertemu dan menjadi teman.


Bel tanda masuk sudah berbunyi,istirahat pertama mereka sudah usai,mereka berjalan bersama menuju ruang kelas masing-masing,kelas mereka ternyata bersebelahan,tapi mereka bahkan tidak pernah bertemu selama sebulan terakhir.


...*...


..." Kelas kita sebelahan,tapi nggak pernah ketemu sama sekali,jangan jangan kamu ini..." ihh serem, Sela terkekeh menengok kearah Tera yang seakan siap menelannya....


" Kamu juga sama,aku juga nggak pernah ketemu kamu ,kamu bukan kunti kan,rambut kamu panjang banget tuhh," Tera juga meledek Sela.


Sela hampir saja menjawil kepala tera tapi Tera sudah berlari masuk kekelasnya lebih dulu,dirinya pun melangkah menuju kelasnya.


Tera merasa lega karena menemukan teman yang sama sepertinya,jadi dia tidak perlu takut akan ditanya hal yang aneh-aneh.


Dikelas,Mereka belajar seperti biasa.


...*...


Sudah pukul tiga sore,artinya mereka harus segera pulang,dan menuju kehalte bus jika tidak ingin tertinggal bus sekolah.


Tera baru saja akan berlari turun dari kelasnya,tapi suara kecil Sela menghentikan langkahnya.


Tera menengok ke pemilik suara,senyumnya mengembang melihat Sela berlarian kearahnya,dia senang melihat tingkah Sela yang terlihat lebih ceria,dan sebenarnya lebih mudah bergaul dibanding dirinya.


" Suara kamu lucu,meskipun udah teriak begitu masih kecil aja,padahal badan kamu lebih besar dari aku," Tera meledeknya.


..." Udah dari orok kayak gitu,mau gimana lagi,heheh, oh iya kamu biasa pulang naik apa,bareng aku mau nggak?"...


..." Aku naik bus sekolah,kalau berangkat sekali-kali naik ojek,biar lebih cepat aja,kamu naik apa emang,mau ngajak bareng?"...


..." Eemhh,aku dijemput bapak aku,naik taksi,bapak aku supir taksi yang sering jemput anak anak lain disini,tapi hari ini katanya lagi nggak jemputin anak itu,jadi kita bisa ikut."...


..." Ya sudah hari ini aja yaa,aku takut nyusain bapak kamu kalau kita malah numpang gratis."...


..." Yee nggak gratis dong,bapak aku tetap ngasih uang buat bayarin,kalo nggak nanti bapak aku dikeluarin dari tempat kerja."...


..." Ya ampun,terus ngapain kamu ngajakin kalau kamu juga harus bayar,hari ini aku yang bayar yaa,nggak terima penolakan."...


Mereka sampai didepan pagar sekolah,tadi Sela sudah menghubungi bapaknya menggunakan ponselnya,memang bukan tipe ponsel mahal,setidaknya bisa digunakan untuk menghubungi siapapun.


..." Kamu bawa Handphone?" tanya Tera penasaran....


..." Iya nih, buat telpon bapak kalo kadang aku nggak dapat angkot pulang sekolah,oh iya boleh minta nomor kamu?"Tanyanya pada tera....


" Aku belum punya handphone,yang lama dirumah dipakai sama ibuku." Mungkin bulan depan baru bisa kebeli heheh." Tera tertawa receh menghibur dirinya yang bahkan belum memiliki ponsel baru.


..." Emh iya deh,nanti kalo udah beli nomornya jangan lupa dibagi ya."...

__ADS_1


..." Oke mba Sela ."...


Tidak lama kemudian taksi berwarna biru putih berhenti didepan mereka,Sela segera menghambur masuk tanpa menunggu Tera berkata-kata.


Tera masih ragu untuk masuk kedalam taksi itu,bagaimana jika perjalanan kerumah, dia harus membayar lebih mahal,uang jajannya akan berkurang tentunya.


..." Tera,ayo masuk,keburu sore."...


..." Ehh iya iyaa."...


Bapak Sela tersenyum ramah pada Tera,begitupun Tera.


..." Alamat rumah kamu dimana nak,bapak masukin alamatnya," Bapak Sela bertanya pada tera karena baru kali ini harus mengantar teman anaknya itu....


Tera mengeluarkan kertas bertuliskan alamat rumah Gilang dan mengulurkannya kedepan.


Sela penasaran kenapa alamat rumahnya harus ditulis di kertas,padahal untuk alamat rumah sendiri pastinya mudah diingat.


..." Raa,kamu yang bener aja alamat rumah sendiri harus ditulis segala,kamu punya penyakit pikun yaa?"...


..." Eeh sembarangan,aku disana kan cuma numpang Marsela yang manis,jadi alamat rumahnya aku suka nggak ingat."...


..." Oh iya,maaf yaa Raa."...


..." Hemph" Tera berdehem....


Bapak Amir Prabudi,Bapak Sela yang sudah hampir berumur 50 tahun tertawa melihat anaknya,baru kali ini dirinya melihat Sela mengajak teman SMAnya pulang bersama.


..."Oh iya pak,kenalin ini teman baru aku,namanya Lentera,baru tadi nemu di lapangan olahraga,hehe." Sela mengenalkan Tera....


..."Kalau bicara dijaga nak omongannya,kalau orang lain tersinggung gimana?" Bapaknya takut jika Lentera marah....


..."Hehe iya pak,maaf,maaf yaa Ra."...


..."Nggak apa pak,saya suka karena Sela jujur dan apa adanya,saya juga baru kali ini punya teman kayak Sela."...


..."Baguslah kalau kalian bisa berteman dengan baik,tolong saling jaga ya disekolah." Pesan pak Amir pada dua anak remaja itu....


...*...


Hampir tiga puluh menit pak Amir mengemudikan taksinya,mereka akhirnya sampai didepan gang perumahan Gilang.


..."Wah kayaknya kamu tinggal sama orang kaya ya Ra,Disini terkenal karena banyak bos bos perusahaan tinggal di daerah sini,yaa meskipun nggak semua." Seru Sela penasaran....


..."Hemph gitulah Sel,tapi ingat yaa yang kaya bukan aku,tapi mereka."...


..."Oh iya pak,ini sekalian saya bayarin Sela."...


..."Nggak usah nak,biasanya Sela saya yang bayarkan ongkos taksinya."...


..." Nggak apa pak,saya malah minta maaf karena bapak jauh-jauh kesini ngantar saya duluan,dan bapak malah harus mutar balik kerumah bapak."...


..." Udah resiko kerjaan Ra,anggap aja aku sekalian nemanin bapak aku kerja." Sela menimpali....


..."Iya Sel,makasih ya udah ikut nganterin aku,lain kali aku ajak mampir yaa,aku duluan yaa,terima kasih banyak pak,makasih sel." Tera berjalan meninggalkan taksi pak Amir dan Sela....


...Bapak dan anak itu tersenyum melihat Tera berlalu....

__ADS_1


...*****...


__ADS_2