
..."Halo pembaca setiaku..."...
..."Tetap semangat ya bacanya..."...
Setelah kejadian dari pantai seminggu lalu,Tera memutuskan untuk menjauhi Seo Jun karena tidak ingin memberi harapan pada laki-laki itu,apalagi setelah Seo Jun berbuat yang lebih padanya,dia benar-benar tidak habis pikir,hubungan mereka bahkan tidak berjalan dengan jelas,tapi Seo Jun berani melakukan hal yang lebih jauh.
Meski Seo Jun sudah meminta maaf berkali-kali,tapi Tera tetap bersikeras agar tidak menjadi lebih dekat lagi pada laki-laki itu.
Karena menyadari hatinya benar-benar tidak bisa melupakan Gilang.
...*...
^^^"Mas Gilang lagi apa?"^^^
^^^"Aku benci perasaan ku saat ini,merindukanmu saat aku sudah tidak berhak..."^^^
^^^"Aku ingin menanyakan kabarmu,ingin tahu apa yang kamu lakukan kemarin,hari ini,dan besok..."^^^
^^^"Tapi aku juga membenci keadaan ini,aku harus merasakan semuanya sendirian,mengeluh pada langit-langit kamarku tentang semua kesedihanku,menanyakan kabarmu pada ibuku..."^^^
^^^"Mas Gilang,kamu pasti sudah pacar baru disana,kamu pasti lagi senang-senang sama teman-teman kamu,kan?"^^^
^^^"Kenapa aku selalu merasa aku yang ditinggalkan,kenapa aku selalu merasa semua orang menjauhiku,meski sebenarnya akulah orang yang menyakiti banyak orang..."^^^
^^^"Mas Gilang,apa pernah sekali saja kamu mengerti keadaan dan perasaanku,dulu maupun sekarang?"^^^
^^^"Apa pernah sekali saja,kamu berusaha untuk menanyakan kabarku sekarang,apa kamu pernah sekali saja ingin tahu,apa aku benar-benar bisa melupakan semuanya..."^^^
^^^"Apa mas Gilang tahu,aku bahkan menyakiti satu orang lagi disini,karena tidak bisa melupakan kamu..."^^^
^^^"Aku benci semuanya,aku ingin pulang,ingin menemuimu,dan mengatakan aku tidak baik-baik saja..."^^^
Tera menulis catatan dilaptopnya.
Hatinya gelisah tidak karuan.
Karena memikirkan Seo Jun yang beberapa hari lalu terlihat sangat tulus mencintainya,dan terlihat sedih saat meminta maaf padanya.
Membuat Tera tidak tega,tapi dia hanya sekedar kagum dan tidak bisa mencintai laki-laki yang juga dikejar-kejar banyak perempuan itu.
Tera belum berani menemui Seo Jun lagi,panggilan bahkan pesannya terus diabaikan.
Saat dia sudah siap,dia akan memberi tahu keadaan dan perasaannya saat ini.
Kini ditambah lagi rasa penasarannya pada keadaan Gilang dan apa yang dilakukan Gilang,jika bisa dia akan langsung menanyakan bagaimana perasaan Gilang padanya saat ini.
Tapi semuanya dia tutup dengan rapat didalam hatinya.
Belum cukup sampai disitu,dirinya pun dibuat bingung dengan kepindahan Ibunya beberapa hari lagi.
Ibunya sudah menemukan rumah disekitar rumah orang tua Sela.
Bukan hal mudah untuk mendapatkan rumah yang sederhana dan murah di Ibu Kota
Mereka menemukan rumah itu berkat bantuan Sela yang meminta orang tuanya agar bisa mencari rumah untuk Ibu Tera.
Meski kabar yang dia dapat dari Sela,yang mereka temukan hanya sebuah rumah kecil dipinggir Kota yang ditinggal pulang kampung oleh pemiliknya,tapi Tera sudah sangat bersyukur karena akhirnya bisa menemukan tempat tinggal yang baru,dan tidak lagi menjadi beban bagi keluarga Gilang.
Rumah itu bisa sepenuhnya menjadi milik mereka setelah pembayarannya lunas.
Karena Ibu Tera tidak mampu jika langsung melunasinya saat itu juga.
__ADS_1
Beruntung pemilik rumah memberikan keringanan,dan mereka bisa membayar beberapa kali lagi semampu mereka.
Karena menurutnya,uang yang diberikan di awal sudah cukup banyak untuk menghidupi mereka dikampung selama beberapa bulan kedepan.
...*...
Ibu Tera sudah membicarakan semuanya kepada Ibu Jullie dan suaminya.
Dan membuat Ibu Jullie sangat sedih akan keputusan Bude yang selama ini menemani keluarga mereka itu.
Tapi mereka bisa memahami keinginan Ibu Nur dan juga Tera yang juga ingin mandiri di Ibu Kota.
Yang Pak Hermawan sayangkan,kenapa mereka justru memilih rumah yang jauh dari rumah keluarga mereka.
Dan Ibu Nur memberi penjelasan,bahwa hanya rumah itu yang menurutnya sangat murah.
Sejak beberapa hari lalu Ibu Nur memang sudah bertanya-tanya pada warga disekitar rumah Gilang,tentang harga-harga rumah yang akan dijual.
Tapi karena semua harganya tidak masuk akal bagi Ibu Nur yang hanya seorang asisten rumah tangga,jadilah dia memilih rumah yang disarankan oleh Sela padanya.
...*...
Tera kebingungan,siapa yang akan membantu Ibunya membereskan rumah baru mereka saat pindah nanti,sementara Sela masih berada di Luar Negeri untuk menyelesaikan kuliahnya yang sebentar lagi akan berakhir.
Meminta bantuan Gilang sangat tidak mungkin,pikirnya.
Dia bahkan tidak punya teman dekat selain Sela disana.
Meski sudah berkali-kali ibunya memberi tahu agar dia tidak perlu khawatir,tapi tetap saja Tera sangat memikirkan Ibunya,bagaimana jika ibunya sakit atau bahkan kelelahan setelah tinggal sendiri.
..."Argghh,aku mau pulaaang..."...
..."Aku mau tinggal sama ibu,aku mau ketemu mas Gilang...!"...
Dia benar-benar tidak tahan jika harus berada disini lebih lama lagi.
Tapi kenyataannya memang masih tersisa dua tahun lagi sebelum dia bisa kembali.
Akhir tahun ini,dia akan segera lulus kuliah,dan masa wisuda akan dimulai awal tahun depan.
Setelah itu,dia harus bekerja terlebih dulu selama setahun di salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan kampusnya.
Berkat kepandaian dan kemampuan otaknya ketika menjalani masa kuliah,membuatnya harus menerima surat rekomendasi dari pihak kampus,agar dia bisa bekerja terlebih dulu sebelum meninggalkan Negara ini.
Meski membuat mahasiswa lain iri kepadanya,tapi Tera merasa kepintarannya itu membuat dia harus tertahan lebih lama lagi,padahal dia sudah sangat ingin pulang.
Kini dia membenci keadaannya yang terlahir terlalu pintar,selain membuatnya selalu mendapat tatapan sinis,dia juga harus terpisah jauh dengan orang yang disayanginya.
^^^"Dasar aneh..."^^^
Hatinya merutuki dirinya sendiri.
...*...
Hari minggu ketiga di bulan April,ibu Tera sudah pindah kerumah barunya,semakin membuat Tera tidak sabar ingin tinggal berdua disana.
Ibunya belum menghubunginya lagi sampai sore hari.
Karena merasa tidak tenang,Tera mencoba menelpon ibunya.
Tidak menunggu lama,panggilannya langsung diangkat.
Suara ibunya terdengar sangat kelelahan.
__ADS_1
..."Bu,kenapa nggak telpon aku sih bu dari tadi?"...
..."Maaf nak,beres-beresnya baru saja selesai,dan sekarang lagi masak untuk nak Gilang dan Haris..."...
..."Mereka disana bu?"...
..."Iya nak,kamu mau lihat mereka tidak?"...
..."Nggak usah bu,aku cuma mau tau kabar ibu aja,apa sudah selesai beresin rumah,maaf ya bu,disaat-saat begini,aku malah nggak bisa sama sekali bantuin ibu..."...
..."Nggak papa sayang,ibu beruntung karena ada mereka yang bantuin ibu dari pagi tadi..."...
..."Mereka nggak kerja bu?"...
..."Katanya sih libur,nggak tahu mereka jujur atau nggak..."...
^^^"Kita beneran libur kok bude,aku sampai pulang kerumah demi bantuin bude,hehehe..."^^^
Suara Gilang terdengar ke telinga Tera.
Dia benar-benar merindukan suara itu,tapi tidak punya keberanian sama sekali untuk sekedar menyapanya meski lewat telepon.
..."Mereka libur kok Ra,tadi Ibu Jullie sama Pak Hermawan juga kesini sebentar,tapi buru-buru pulang karena Bapak harus bekerja,jadi nak Gilang dan Haris yang diminta untuk bantuin Ibu..."...
..."Oh iya bu,ibu jangan sampai sakit ya bu selama tinggal sendiri..."...
..."Iya nak,ibu akan sehat terus,jadi kamu juga harus sehat ya,jangan lupa jalan pulang kesini ya..."...
..."Hehe ibu bisa saja,oh iya ibu nggak takut tinggal sendiri?"...
..."Nggak dong Ra,rumahnya dekat kok sama rumah teman kamu,jadi ibu nggak akan kesepian juga."...
..."Baguslah bu,aku jadi nggak sabar pengen cepat pulang,biar bisa tinggal ibu..."...
..."Jangan pulang dulu sebelum kuliah kamu selesai,ibu nggak papa kok disini,nak Gilang sama Haris katanya akan sering-sering nengok ibu disini..."...
..."Iya bu,mereka berdua apa kabar bu?"...
..."Mereka baik banget Ra,nggak tahu mereka makan apa diluar sana bisa makin ganteng begitu..."...
..."Hehehe Ibu bisa aja..."...
Dua orang yang sedang di bicarakan itu tertawa bersama mendengar Ibu Nur memuji mereka.
Tiba-tiba Haris meminta telepon genggam milik Ibu Nur.
..."Bude,aku bisa ngomong sama Tera sebentar..."...
..."Oh bisa nak bisa,ini pakai saja dulu,ibu lanjutkan masak dulu ya,kalian tunggu diluar saja dulu sambil mengobrol dengan Tera."...
..."Baik bude..."...
Haris dan Gilang akhirnya beranjak keluar agar tidak mengganggu ibu Tera memasak untuk mereka.
Juga karena Haris ingin bertanya sesuatu pada Tera.
...*****...
..."Sebelumnya,terima kasih untuk kalian yang sudah selalu hadir dan membaca novel dari aku."...
..."Semoga kalian suka dengan cerita ini dan tetap mengikuti sampai tamat..."...
..."Salam semangat semuanya,jangan lupa tetap dukung yaa..."...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...