Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
6.Menjalani Hari


__ADS_3

Perjalanan masa remaja adalah perjalanan panjang dari segala masa.


Dimana kita dituntut untuk bisa dalam segala hal.


Seperti yang dirasakan Lentera saat ini.


Sangat sulit baginya yang berasal dari kota kecil untuk menyesuaikan diri diibu Kota.


Dia harus bisa mandiri,harus terbiasa dengan pandangan teman sekelasnya,terbiasa dengan bus sekolah dan jalanan yang sangat ramai,belum lagi perjalanannya dari rumah Gilang menuju kesekolah yang membutuhkan waktu hampir tiga puluh menit,membuatnya harus terburu-buru bangun agar tidak terlambat,dia mengeluh sendiri,kenapa dia tidak dimasukkan saja kesekolah negeri yang sangat dekat dengan tempat tinggal mereka,yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki.


Mungkin juga akan membuatnya lebih mudah beradaptasi dengan sekolahnya.


...*...


Bus sekolah yang dia tumpangi sudah sampai dihalte dekat rumah Gilang.


Tera turun disana dan berjalan kaki memasuki gang perumahan menuju rumah keluarga Gilang.


Sepanjang gang,dia memperhatikan banyak rumah petak yang dia rasa adalah rumah kontrakan,lalu kenapa waktu itu pak Hermawan berbohong kepadanya tentang rumah kontrakan yang jauh dari rumahnya.


...Aaahh capek banget,mikirin ini itu,desisnya tepat didepan pagar rumah mewah yang kini juga menjadi tempat tinggalnya....


Dia melangkahkan kakinya yang sudah gontai karena hari mulai panas.


..."Loh pulang sekolahnya cepat sekali nak,kamu nggak kabur kan dari sekolah?" Tanya ibunya yang melihatnya masuk kedalam kamar lewat pintu disamping....


..."Belum belajar bu,besok baru mulai pelajarannya,hari ini cuma disuruh ambil ini." jawabnya sambil menunjukkan setumpuk buku yang dia pegang....


..."Oh ya sudah,ganti baju dulu sana,nanti kedapur bantu ibu sebentar."...


..."Iya bu."...


Belum usai sampai disitu,dia juga harus tetap membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah yang dia bisa,ibunya pun tidak memaksa karena belajar adalah hal penting untuk anaknya itu,tapi Tera sering membantu meski tanpa disuruh,baginya tinggal disini berarti harus siap dengan apapun itu.


Dia pun merasa senang jika dapat membantu,karena waktunya pun lebih banyak dirumah untuk saat ini.


...*...


Siang hari dihari biasa,mereka tidak perlu memasak untuk keluarga Gilang,karena ayah ibunya bekerja hingga sore bahkan hingga malam,Gilang sendiri sampai dirumah setelah pukul setengah empat,dan sudah makan siang disekolah.


Ibu Nur dan Tera hanya harus masak saat sore dan hari Libur,saat semua berkumpul dirumah.


...*...


Selesai membantu ibunya bersih-bersih rumah,Tera pamit kembali kekamarnya untuk beristirahat sebentar,karena sore nanti harus kembali membantu ibunya memasak.


Tera tanpa sadar tertidur hingga pukul empat sore,artinya Gilang sudah pulang sekolah,Gilang pulang seperti biasa karena tadi langsung belajar meski baru hari pertama masuk setelah liburan.

__ADS_1


Dia berlari kedapur melihat ibunya yang baru saja memulai memasak.


..." Bu,maaf aku ketiduran,hehe untung ibu baru mulai masak." katanya tertawa....


..." Yasudah kamu disana motongin sayur buat capcay,tadi mas Gilang katanya minta dimasakin capcay," ibunya menyuruh Tera pindah kemeja disebelahnya untuk memotong bahan capcay....


..."Oya bu,tapi sosisnya kok nggak ada,gimana dong?kalo mas Gilang nggak mau ada yang kurang gimana,bisa disemprot kita bu?...


..." Ya sudah selesaikan dulu motongnya,nanti kamu keluar beli sosis,tadi pagi ibu Jullie nitipin uang buat belanja kalau ada yang kurang."...


Tera melanjutkan acara memotongnya hingga selesai,lalu bersiap keluar untuk membeli sosis,tapi masih belum tau tempat atau toko yang berjualan didekat sana.


..." Bu aku nggak tau dimana penjual sosisnya,nanti kalo mas Gilang nggak mau sosis yang biasa aja gimana.?"...


..." yasudah kamu tanya dulu sana sama mas Gilang."...


Hampir saja Tera membatalkan niatnya menolong ibunya jika tidak ingat siapa mereka dirumah ini.


..." Bu,nggak bisa ibu aja yang nanyain kemas Gilang,aku takut bu,nanti disemprot gimana?...


..."Aduh Tera kamu ini,udah sana naik tanya dulu,daripada salah beli nanti sayang kalo mas Gilangnya nggak makan."...


..."Biar aku yang makan bu,kalo dia nggak mau,hehehe."...


..." udah sana cepat,nanti keburu sore ini."...


...*...


Tanpa ragu mengetuk pintu kamar Gilang,meski tidak terkunci,dia tidak mungkin menyosor membuka pintu itu sendiri.


Pintu terbuka dengan Gilang yang memasang wajah sinisnya.


..."Ada apa?"...


..."Eemh mas Gilang biasanya beli sosis dimana,sosis dibawah habis,buat bikin capcay."...


..."Gue makan sosis apa saja,terserah loe mau beli dimana."...


Gilang kembali menutup pintu kamarnya sebelum Tera melangkah dari sana.


...'Huh..judes banget jadi orang.'...


Tera langsung keluar tanpa tau kemana dia harus membeli sosis,dia bahkan belum pernah berjalan-jalan keluar dan bahkan belum mengenali tempat ini.


Sampai didepan gang,dia bingung harus ke kiri atau ke kanan.


Tanpa menyadari,Gilang yang sejak tadi mengikutinya mulai mendekat kearahnya.

__ADS_1


Gilang yang tadi memperhatikan Langkah tera dari jendela kamarnya takut jika anak itu kesasar entah kemana dan membuatnya jadi sasaran omelan ibunya akhirnya memutuskan mengikutinya.


..."Ke kanan,disana ada supermarket,loe mau beli apa aja disana ada,beruntung aja loe supermarket dekat,jadi nggak perlu nyusain orang buat nganterin."Gilang berbicara pada Tera yang bahkan belum menengok kearahnya....


Tera yang menyadari Gilang berada dibelakangnya sedikit kaget karena tanpa ditanya anak itu seolah berbicara sendiri.


..."Iya mas,terima kasih."...


..."Buruan sana,keburu gue kelaparan."...


Gilang berbalik arah untuk segera pulang,karena sudah pasti tera akan tahu jalan pulang pikirnya.


Tera sendiri,segera berlari kearah supermarket yang tidak jauh dari gang rumah Gilang.


Dia segera mencari sosis yang memang menjadi tujuannya kesini.


Ini sosis kenapa jenisnya banyak banget yaa,beli aja deh semua,Karena bingung dia akhirnya membeli lima bungkus sosis yang berbeda bentuk ukuran maupun rasanya.


Dia keluar dari supermarket setelah membayar sosisnya.


...*I*bu sama ibu Jullie bakal marah nggak ya karena beli ini banyak banget,Dia membatin lagi....


..."Udah deh daripada nggak beli,biarin aja,kalo nggak ada yang mau makan,biar aku yang ngabisin."...


Sampai dirumah,ibunya sudah selesai memasak yang lain,melihat Tera membawa begitu banyak sosis,dirinya terkaget bahkan tidak sadar mengomeli anaknya itu hingga didengar Gilang yang sejak tadi berada diluar kamarnya,duduk ditepi pagar tangga diatas sana.


..."Tera kamu yang bener aja kenapa beli sebanyak ini,kan bisa beli satu atau dua macam aja,nggak sampe lima macam begini,nanti nggak ada makan gimana,bisa kena marah ibu Jullie kita nanti,Tera Tera,kamu ini bener-bener ya,suka sekali bikin ibu ngomel kayak gini,gimana ibu nggak cepat tua kalau anak ibu satu satunya ini masih suka kayak anak kecil begini," ibunya mengomel seolah tidak ingin berhenti,tapi karena ibu Jullie dan suaminya masuk kedalam rumah dan mendengar ribut-ribut didapur,akhirnya ibu itu berhenti melanjutkan omelan nya....


..."Apa apa bu Nur,Tera?kok ribut ribut begini?"...


..."Maafkan saya bu,saya nggak sengaja ngomel sampai nggak sadar lagi dimana,anak saya beli ini banyak sekali bu,jadi saya kaget dan sekarang lagi marahin dia bu,tadi mas Gilang minta dimasakin capcay,tapi karena sosis nggak ada,saya suruh Tera beli,malah beli segini bu,uang belanja dari ibu jadi kepake banyak,maafkan saya ya bu."...


..."Yaa ampun bu Nur,saya kira kenapa,udah bu nggak apa apa,kan bisa disimpan dikulkas,besok besok kalau Tera mau makan,dia bisa makan bu,pasti Gilang juga suka kalau banyak stok makanan instan kayak begini,"ibu Jullie sambil tertawa melihat Tera yang sejak tadi diam saja....


..."Tera,nggak apa,lain kali kalau mau beli sesuatu ditanya dulu ya,untuk makanan kayak gini nggak masalah,kalau beli tomat sebanyak ini,bisa dibagi satu RW,"bu Jullie geleng-geleng kepala lagi....


..."Iyaa bu,maafin saya,abis tadi mas Gilang ditanya cuma bilang semua sosis dia makan,jadi aku beli segini,Tera tersenyum dengan polosnya....


..."Yaa udah lanjutin masaknya,nanti keburu Gilang turun mau makan."...


..."Iya buu."...


Diatas sana Gilang geleng geleng kepala mendengar kepolosan tera,entah dia memang polos atau pura-pura polos,yang pasti Gilang membenci gadis itu,karena ibunya sudah mulai memperhatikannya seperti anak sendiri,Gilang merasa kasih sayang ibunya akan segera terbagi,sebagai anak bungsu sangat wajar jika dia selalu berharap perhatian dari orang tuanya.


...*A*was aja kalau sampai selalu cari perhatian ayah sama ibu gue,gue nggak akan tinggal diam.'...


Gilang membatin sendirian disana.

__ADS_1


...****...


__ADS_2