
Sore hari,sepulang bekerja.
Lentera berjalan kaki dari halte bus yang tidak jauh dari rumahnya.
Pikirannya sejak tadi hampir habis terkuras karena pertemuannya yang tidak terduga dengan Gilang tadi pagi.
Orang yang selama ini sudah membuatnya mengerti arti rindu yang sebenarnya.
Ditengah perjalanannya,dia menatap wajah Gilang yang seperti sedang menunggunya.
..."Gara-gara ketemu tadi pagi,sekarang aku malah liat muka dia disini..." Gumam Tera sambil berusaha melewati tubuh Gilang yang berdiri tegak didepannya....
..."Arggh...ini beneran mas Gilang,aku pikir tadi cuma halusinasi aku aja..." Batinnya karena menabrak dada Gilang dengan kepalanya,lalu mendongakkan kepalanya menatap laki-laki tampan itu dengan serius....
Gilang memasang tampang gantengnya didepan Tera dengan sambil menatap dalam wajah gadis yang dulu sudah meninggalkannya itu.
..."Hai,apa kabar?"...
..."Emh,a-aku ba-baik..."...
..."Pulang dari luar Negeri,cara ngomongnya jadi gagap begitu ya..."...
..."Apaan sih..."...
Tera berniat meninggalkan Gilang.
Saat Tera sudah berada dua langkah didepannya,Gilang memanggil nama lengkapnya.
..."Lentera Pradania..."...
Tera dengan cepat kembali berbalik dan menatap Gilang.
..."Tera...aku butuh waktu kamu sebentar,waktu istirahatku nggak banyak..."...
..."Ada apa,mas Gilang bisa bicara disini..."...
..."Kita duduk disana saja..." Jawab Gilang sambil menunjuk sebuah bangku dipinggir jalan....
Tera lalu mengekor dibelakang Gilang.
Setelah mereka duduk,barulah Gilang bertanya dengan benar tentang kabar Tera.
..."Tera...kapan tepatnya kamu kembali kesini..."...
..."Awal bulan lalu..."...
..."Gimana kabar kamu?"...
..."Baik,mas Gilang sendiri apa kabar?"...
..."Selama kamu pergi,aku hampir lupa rasanya baik-baik aja..."...
..."Kenapa?"...
..."Entahlah,yang pasti aku nggak bisa lupa sama kamu..."...
..."Tapi mas Gilang sempat punya pacar lagi..."...
..."Tapi aku nggak bahagia sama sekali,lagipula Jihan nggak pernah benar-benar sayang sama aku..."...
..."Jihan?"...
..."Iya..."...
..."Sekarang Jihan dimana?"...
..."Ada,mungkin sebentar lagi dia nikah sama Haris?"...
..."Mas Haris..."...
..."Iya,Tera..."...
..."Mas Gilang sendiri sekarang mau gimana?"...
..."Aku mau kamu kembali lagi..."...
__ADS_1
..."Tapi aku sudah disini..."...
..."Kembali sama aku..."...
..."Tapi mas..."...
..."Aku nggak mau dengar alasan apapun lagi dari kamu,aku sudah cukup sabar nunggu kamu selama beberapa tahun,sekarang aku mau semuanya jadi lebih jelas..."...
..."Tapi mas,kita baru aja ketemu lagi,apa mas Gilang nggak penasaran sama aku..."...
..."Tentang apa?"...
..."Gimana kalau aku punya pacar sekarang..."...
..."Kamu nggak bisa bohong didepanku Tera..."...
..."Tapi,aku nggak siap kalau harus ada hubungan apapun untuk sekarang ini..."...
..."Tera,aku harus nunggu berapa lama lagi, sampai kamu siap,aku tahu kamu juga nggak bisa lupa sama aku?"...
..."Kenapa bisa seyakin itu...?"...
..."Aku bisa tahu semuanya dari wajah kamu..."...
Tera diam saja,dia memang tidak bisa berbohong tentang perasaannya yang memang masih sangat mengharapkan Gilang,tapi dia belum siap untuk menerima semuanya dengan terburu-buru.
..."Tera,tolong percaya sama aku..."...
..."Mas Gilang nggak marah sama aku?"...
..."Nggak,karena aku sayang sama kamu..."...
..."Mas Gilang nggak dendam sama aku?"...
..."Nggak sama sekali,Tera..."...
..."Tapi kasih aku waktu untuk mikirin semuanya..."...
..."Iya,tapi tolong jangan terlalu lama berpikir..."...
..."Mas Gilang,tapi sekarang otakku lemot,jadi susah mikir cepat..."...
..."Hemph..."...
..."Aku serius,tapi aku harus balik ke Rumah Sakit sekarang,jadi pikirkan dengan baik,aku pamit dulu,nomor ponselmu masih yang dulu kan?"...
Tera hanya mengangguk,karena Gilang sudah berlari menuju mobilnya diseberang jalan.
..."Apa dia selalu sesibuk itu,bagaimana nanti kalau dia malah makin nggak punya waktu untuk aku..."...
Batin Tera dengan ragu...
..."Dia nggak berubah,dia masih mas Gilang yang selalu mau agar keinginannya bisa tercapai dengan cepat..." Lanjut kata hati Tera lagi....
..."Aku harus gimana sekarang...!"...
Tera dengan wajah bingung melanjutkan langkahnya agar bisa segera sampai dirumahnya.
...*...
Baru saja membuka pintu,dan ingin segera masuk kedalam kamar,ibunya yang sejak tadi sudah menunggu,menatap tajam pada Tera.
..."Ibu,kenapa?"...
..."Tera..."...
..."Kenapa ibu sayang,hemph?"...
..."Apa tidak ada yang mau kamu sampaikan sama ibu?"...
..."Emh kayaknya belum ada bu,memangnya kenapa?"...
..."Tapi tadi Gilang ada cerita sesuatu sama ibu..."...
..."Nah,justru sekarang aku yang mau tanya sama ibu,sejak kapan mas Gilang sering main kesini?"...
..."Yaa sejak ibu pindah kesini toh Tera,kan tidak mungkin dia main kesini kalau ibu masih tinggal dirumahnya..."...
..."Sering bu?"...
__ADS_1
..."Tidak juga,kadang seminggu sekali,kadang dua minggu sekali,kadang-kadang dia datang sama nak Haris..."...
..."Kenapa ibu nggak pernah bilang sama aku?"...
..."Nak Gilang yang minta..."...
..."Kenapa mereka selalu kayak gini bu,kita juga harus mandiri,nggak boleh selalu berharap bantuan mereka,gimana kalau mereka nganggap semuanya sebagai hutang budi yang harus kita ganti..."...
..."Tera sayang,apa kamu bisa mengubah cara berpikirmu itu sedikit saja,asal kamu tahu,ibu juga tidak bisa menerima kalau mereka terus-terusan membantu kita,tapi berpikir kalau mereka menganggap itu hutang budi itu juga salah nak,mereka semua tulus,karena keluarga mereka sayang sama kamu,Tera..."...
..."Tapi bu,sejak awal kita cuma pembantu mereka,apa mereka bisa nerima keadaan kita yang cuma selalu bergantung sama mereka..."...
..."Tera,kalau memang kamu tidak bisa menerima,silakan kamu pergi kerumah mereka,dan kembalikan semua kebaikan yang sudah diberikan Ibu Jullie sama kita..."...
..."Aku akan kembalikan uang Ibu Jullie,tapi kebaikan yang lain aku harus bayar dengan apa bu,apa aku harus kembali bekerja dirumah mereka..."...
..."Terserah kamu Tera..."...
..."Ibu...!"...
..."Pergi mandi dan makan,lalu kembali kekamarmu..."...
Tera jelas tahu ibunya marah,tapi dirinya juga merasa benar,selama beberapa tahun ini,mereka selalu saja membuat Tera semakin merasa rendah diri,meski sebenarnya keluarga Gilang melakukan semua itu karena tidak ingin hidup Tera kesulitan.
Tera melangkah dengan gontai masuk kekamarnya.
Karena melihat sikap ibunya yang baru saja meninggalkannya,membuat Tera kehilangan semangat untuk melakukan apa saja.
Dia merebahkan tubuh dikasur kecilnya,ingin sekali dia menangis disana,tapi air matanya tertahan.
Dia mengeluh didalam hatinya,kenapa banyak sekali hal yang membuatnya selalu ingin menumpahkan air matanya.
..."Bapak..."...
..."Sampai kapan lagi aku harus bertahan,kapan aku bahagia..."...
..."Aku nggak kuat begini terus..."...
Dia memeluk erat bantal yang berada didepannya,menahan rasa sesak didalam dadanya setiap kali orang disekitarnya tidak bisa memahami dirinya.
...*...
Senja mulai menghampiri seluruh Kota hari ini.
Tera masih tenggelam dalam kesedihannya,menahan rasa lapar perutnya,menahan rasa gerah ditubuhnya karena seharian bekerja.
Dia berpikir,ingin pulang saja ke Kota asalnya.
Tapi semua orang disanapun tidak akan ada yang peduli pada dia dan ibunya.
..."Aku capek..."...
Batinnya,kemudian tertidur dengan pakaian kerjanya.
Dia melupakan rasa laparnya.
...*...
Pukul delapan malam,karena merasa bersalah pada anaknya,Ibu Nur meninggalkan pekerjaannya didapur untuk melihat Tera dikamarnya yang tidak keluar sejak tadi.
Tera tidak menyalakan lampu kamarnya,karena sudah tertidur saat senja baru saja berakhir.
Ibu Nur masuk kedalam dan menyalakan lampu tidur disamping kasur Tera.
Wajah anaknya terlihat sangat lelah,setetes air mata tertinggal dipipinya.
..."Maafkan ibu ya nak,karena tidak memikirkan perasaan kamu,ibu cuma mau hidup kamu lebih baik,sebenarnya ibu juga tidak suka jika terus hidup berkat belas kasihan orang lain,tapi keluarga ibu Jullie kelihatannya sangat tulus,jadi ibu merasa tidak keberatan..."...
Ibu Nur mengusap kepala Tera,dan membenarkan posisi tidurnya,lalu kembali keluar dari sana.
...*...
Mereka punya kesedihannya masing-masing,hanya saja karena tidak ingin saling membebani,mereka memilih menjadi seperti orang yang memikirkan diri sendiri.
...***...
"Bersambung yaa..."
...❤️❤️❤️...
__ADS_1