Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
55.Permintaan Tera pada Ibu Jullie


__ADS_3

Dikamarnya,setelah diantar pulang oleh Seo Jun,Tera kembali menangis sambil memeluk bantal dikasur.


Ternyata mencintai sekaligus harus meninggalkan orang yang berarti itu adalah hal yang paling berat.


Jika akan sesakit ini,dia akan memilih untuk tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Pikirnya.


Kepalanya terasa sakit karena menangis lama.


Setelah merasa lebih baik,dia ke dapur asrama dan memasak mie instan.


Meski merasa sangat hancur,tapi dia tidak boleh kelaparan.


Beruntung siang ini,tidak ada mahasiswa lain selain dirinya.


Jadi dia segera memasak mie dan membawanya kembali kekamar.


Dia duduk di meja belajar,mengaduk-ngaduk mienya yang sudah hampir membengkak.


Dengan masih menahan diri agar tidak terus menangis,dia memaksakan untuk menelan makanan.


Dan masih tidak menyadari ponselnya terus menyala karena Ibu Jullie masih berusaha menelponnya.


Selesai makan,dia mencari tasnya yang dia lempar dengan asal saat sampai tadi.


Dan menemukannya bersama sepatu miliknya didepan pintu.


Dia merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya,lalu kembali duduk dimeja belajar.


Setelah membuka layar ponselnya,nama Ibu Jullie terlihat memanggilnya sampai dua puluh kali,dari panggilan video sampai panggilan telepon biasa.


Tera merasa Ibu Jullie sudah tau yang sebenarnya,entah kali ini dia akan menerima kemarahan majikan ibunya itu,atau akan menanyakan hubungannya dengan Gilang.


Karena merasa bersalah,akhirnya dia mengirim pesan.


...Lentera ; "Ada apa bu,maaf tadi saya lagi dijalan pulang dan handphone saya dikasih mode silent,jadi saya nggak dengar..."...


...Ibu Jullie ; Maaf Tera,ibu bisa telpon kamu nggak,ada yang mau ibu tanyakan?"...


...Lentera ; Iya bu bisa..."...


Ponsel Tera berdering.


Tera langsung mengangkatnya.


Ibu Jullie yang sengaja melakukan panggilan video agar bisa melihat wajah Tera,malah membuat Tera kaget dan buru-buru menjauhkan kamera dari depannya.


..."Halo ibu..."...


..."Halo Tera,kamu baik-baik aja?"...


..."Iya bu..."...


..."Ibu mau lihat kamu sebentar boleh nak?"...


..."Tapi saya belum mandi bu,hehe."...


Tapi kebohongannya tidak dapat mengelabui ibu Jullie.


Ibu Jullie tetap memaksa agar bisa melihat dirinya.


Dengan berat hati Tera mengarahkan kamera ke wajahnya dan sedikit meletakkan ponselnya agak jauh didepan.


Ibu Jullie kaget karena melihat mata Tera yang sudah membengkak dan merah.


Sudah bisa dipastikan Tera menangis selama berjam-jam.


Tapi Ibu Jullie berusaha untuk tidak menanyakannya.

__ADS_1



..."Kamu lagi apa sayang?"...


..."Emh ini bu,saya baru selesai makan!"...


..."Kamu nggak kuliah?"...


..."Itu bu,emh saya izin pulang duluan karena nggak enak badan."...


..."Kamu sakit?"...


..."Nggak juga bu..."...


..."Oh ya,ibu nggak ganggu kamu kan?"...


..."Eh nggak kok bu,aku juga lagi nggak ada kerjaan."...


..."Oke,kalau begitu ini sepertinya akan lama,jadi ibu minta waktu kamu ya untuk temani ibu ngobrol."...


..."Iya bu..."...


..."Emh ibu bingung harus mulai darimana ya...!"...


..."Mulai dari yang paling mudah saja bu,hehe."...


..."Kalau begitu,ibu mau tanya...Sejak kapan Tera sama Gilang jadian?"...


...Uhuk......


Seketika Tera seolah tersedak batu keras.


..."Ibu sudah tau?"...


..."Iya Tera,ibu sudah tahu setelah kalian sudah putus,kalian ini gimana sih,ada sesuatu yang penting begitu nggak pernah cerita sama ibu..."...


..."Maafin saya bu,karena selama ini sudah diam-diam malah nggak tahu diri suka sama anak ibu,tapi sekarang saya berusaha untuk jauhin mas Gilang bu."...


..."Maksud saya,saya nggak akan ganggu mas Gilang lagi bu."...


..."Kenapa begitu?"...


..."Saya nggak pantas..."...


..."Kata siapa?"...


Tera diam saja sambil menatap langit-langit kamarnya.


Sepertinya air matanya tidak akan berhenti keluar hari ini.


..."Kata siapa sayang,hemh?"...


Tera menggeleng.


..."Tera sayang,ibu nggak akan marah sama kamu kalau kamu pacaran sama anak ibu,tapi sekarang ibu sepertinya marah karena kamu sudah bikin Gilang nangis sampai nggak mau keluar dari kamarnya."...


..."Mas Gilang...!"...


..."Iya Tera...Katanya dia diputusin sama kamu."...


..."Maaf bu..."...


..."Nggak papa Tera,tapi Ibu cuma mau tahu alasan kamu yang sebenarnya,kenapa bisa sampai berpikir untuk mengakhiri hubungan kalian,kalau itu cuma karena masalah kecil?"...


..."Maaf bu,saya juga bingung,saya sayang sama mas Gilang,saya juga nggak mau kayak gini,tapi saya juga nggak pantas untuk mas Gilang,saya disini selain sibuk kuliah,juga harus sibuk kerja part time,dan itu bikin saya jarang punya waktu untuk bisa setiap hari hubungin mas Gilang..."...


..."Tapi untuk masalah seperti itu kan kalian bisa bicarakan baik-baik,apa kamu yakin cuma karena masalah itu?"...

__ADS_1


Tera menggeleng lagi.


Ibu Jullie bisa melihat dengan jelas wajahnya yang berusaha terlihat tegar.


..."Maaf bu,sebenarnya saya juga merasa nggak cukup baik untuk mas Gilang,hidup saya sampai sekarang masih serba susah,saya malu bu,saya malu kalau sampai orang-orang tahu mas Gilang punya pacar anak pembantu dirumahnya..."...


..."Ya Tuhan...Tera, kenapa kamu bisa sampai berpikir seperti itu,kamu itu keluarga ibu,ibu nggak mau kamu berpikir yang bukan-bukan,kalau Gilang saja memilih kamu,kenapa kamu harus malu...!"...


..."Tapi bu,untuk sekarang,saya nggak bisa bertahan..."...


..."Kenapa nak,bilang sama Ibu apa alasan kamu,supaya Ibu bisa kasih pengertian sama Gilang,Ibu takut dia sampai sakit karena mikirin kamu,dan kamu nggak bisa kasih alasan yang jelas."...


..."Saya mau dia bebas bu..."...


..."Maksud kamu gimana,sayang?"...


..."Saya harus kasih mas Gilang waktu bu,saya nggak mau kalau mas Gilang terus-terusan nungguin saya dan nggak punya kebebasan untuk nikmatin masa mudanya,selagi dia nungguin saya,saya juga mau dia punya kesempatan untuk teman-temannya,ataupun punya pacar lain disana,asalkan saya sama mas Gilang tidak ada hubungan apa-apa,saya memang suka sama mas Gilang dari awal,tapi saya nggak mau egois dan membiarkan mas Gilang menunggu lama."...


..."Tapi kamu nggak papa Tera?"...


..."Mungkin sekarang berat banget bu,saya bahkan nggak punya teman untuk cerita disini,tapi karena Ibu mau mendengarkan,saya jadi sedikit lebih lega,saya minta tolong sama Ibu,untuk bilang sama mas Gilang,nanti kalau hidup saya sudah lebih baik,dan saya sudah bekerja,saya akan temui mas Gilang lagi."...


..."Tera sayang...!"...


..."Kamu ini,bagaimana bisa berpikir seperti itu,kamu bahkan nggak perlu repot-repot bekerja kalau kamu mau segera nikah sama Gilang kalau kamu lulus kuliah nanti...!"...


..."Tapi saya juga harus sukses bu,saya punya Ibu yang harus saya bahagiakan,saya juga harus menuruti permintaan bapak saya,untuk jadi orang yang bisa membanggakan orang tua,saya juga nggak bisa selamanya bergantung hidup dengan keluarga Ibu,sementara Ibu juga punya keluarga yang membutuhkan keuangan yang lebih besar,dan selama ini saya sudah banyak sekali berhutang budi sama ibu,saya hanya ingin bisa membalas semua kebaikan ibu,meskipun saya nggak tahu kapan..."...


Tera meneteskan air matanya yang sejak tadi ditahannya.


"Tera..." Ibu Jullie tidak bisa menahan air matanya karena gadis kecil itu kini sudah menjadi lebih bijak dan dewasa.


..."Maafin saya bu."...


..."Nggak sayang,Ibu juga minta maaf karena nggak bisa bikin anak Ibu memahami keadaan kamu."...


..."Kamu sudah dewasa sekali sekarang,Ibu justru malu karena belum bisa mendidik Gilang untuk mandiri seperti kamu,makanya sekarang dia tumbuh jadi anak yang suka memikirkan keadaannya sendiri,selama ini kamu pasti kesulitan menghadapi dia yang selalu keras pada keinginannya."...


..."Nggak papa bu,meskipun capek tapi saya sayang sama anak Ibu,hehehe." Tera berusaha tertawa untuk menghibur dirinya....


..."Saya minta tolong ya bu,sampaikan sama mas Gilang,kalau saya masih sayang sama dia,saya harap dia bisa ngerti sama keadaan saya sekarang,oh ya bu,tolong jaga mas Gilang baik-baik juga ya bu,saya janji akan langsung temuin ibu sama mas Gilang kalau sudah pulang nanti."...


..."Iya Tera sayang,kamu juga baik-baik ya disana,semoga nanti Gilang berjodoh sama kamu,Ibu juga janji akan jagain dia buat kamu,jaga diri kamu ya nak..."...


..."Iya bu,terima kasih..."...


..."Kalau gitu Ibu tutup teleponnya ya..."...


..."Iya bu,salam buat Ibu saya ya bu..."...


Panggilan mereka terputus...


Tera merasa sedikit lega setelah memberi tahu Ibu Gilang.


Meski dadanya masih sangat terasa sesak.



Tera merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah dan tertidur hingga malam hari.



Begitupun yang dilakukan Gilang diseberang sana...


..."Terima kasih untuk kalian yang sudah sabar menunggu."...


..."Doakan bisa segera crazy Up dan nggak bikin penasaran..."...

__ADS_1


..."Terima kasih..."...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2