Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
59.Lentera dan Seo Jun


__ADS_3

Awal bulan April di tahun keempat,Lentera masih harus menjalani satu tahun lagi masa perkuliahannya.


Setelah putus dari Gilang,dia pun menjalani hari-harinya tanpa kejelasan bersama Seo Jun.


Hubungan mereka hanya berjalan seperti biasa,tidak ada pengungkapan cinta yang jelas.


Tera merasa nyaman meski membuat Seo Jun merasa tidak adil.


Sebenarnya dia sangat penasaran dan seringkali ingin menanyakan kabar Gilang,tapi karena menyadari hubungan mereka sudah berakhir,dia selalu mengurungkan niatnya,dan hanya sering bertanya pada Ibunya,apa yang dilakukan Gilang.


Dari yang dia dengar dari Ibunya,kini cinta pertamanya itu jarang berada dirumah karena menjalani tugas sebagai Dokter Muda dan sering bermalam di Rumah Sakit.


...*...


Hari minggu yang cerah,di musim semi,musim yang sangat di sukai Tera selama berada di Negeri ini,selain musim gugur.


Tera merasa bosan karena sudah tidak bekerja,kini akhir pekannya lebih sering dihabiskan dikamarnya,karena Seo Jun juga sibuk bekerja,dan berkumpul bersama teman-temannya diakhir pekan,meski sering diajak untuk bergabung,tapi Tera yang tidak begitu suka pada keramaian,memilih mencari berbagai alasan agar Seo Jun tidak terus memaksanya.


...*...


Dia mengambil cemilan dari dalam rak meja belajarnya.


Lalu memakannya sambil mengotak-ngatik Laptopnya.


Karena merasa sangat ingin berbicara,akhirnya dia menelpon Ibunya,meski tahu pasti diakhir pekan seperti ini Ibunya sedang sibuk bekerja.



..."Halo bu,Ibu pasti lagi kerja ya?"...


..."Ya ampun Tera,kalau kamu tahu Ibu lagi kerja kenapa telpon pagi-pagi begini."...


..."Bu,kenapa sih setiap hari minggu begini ibu harus kerja terus?"...


..."Tera,ini semua demi kamu juga kan,Ibu tahu kebutuhan kamu makin banyak,apalagi kata kamu,disana setiap tahun harus ganti model baju,Ibu nggak bayangin sudah berapa lusin baju yang kamu habisin selama empat tahun ini?"...


..."Hemh,aku jarang beli baju kok bu,cuma beli secukupnya dan cuma dipakai kuliah aja,kalau buat jalan-jalan aku disini,aku cuma pakai yang itu-itu aja,lagian aku juga jarang jalan-jalan bu,heheh"...


..."Baguslah kalau kamu betah tinggal dikamar kamu,artinya jajan kamu pasti berkurang kan?"...


..."Iya bu,uang dari Ibu lebih sering aku simpan kok,karena memang kebanyakan,hehe,lumayan kalau ditabung buat nanti biaya kita tinggal dirumah sendiri."...


..."Iya Tera,kamu sekolah saja yang baik,Ibu akan kerja keras disini demi kamu,sekarang Ibu Jullie juga sudah naikin gaji Ibu,jadi tabungan Ibu juga sudah semakin bertambah,Ibu berharap tahun ini kita sudah bisa punya rumah sendiri,meski cuma rumah sederhana,tapi pasti akan lebih enak kalau tinggal dirumah sendiri,kan?"...


..."Iya bu,ibu yang kuat ya disana,jangan sampai sering sakit dan bikin aku khawatir disini."...


..."Iya nak,kamu juga ya,oh ya kamu sudah sarapan?"...


..."Ini lagi sarapan cemilan bu,heheh."...


..."Tera,kamu ini,jangan bandel begitu bisa kan?"...


..."Hehe maaf bu,tapi selama disini,aku jadi jarang sarapan,karena nggak ada masakan Ibu!"...


..."Tera,kamu jangan seperti itu ya nak,mau tinggal di manapun,kamu harus tetap makan yang banyak,supaya badan kamu itu nggak makin kecil."...


..."Tapi perempuan disini itu badannya kecil-kecil semua bu,nanti kalau aku gemuk,aku dibully gimana dong..."...


..."Kami ini,sejak kapan kamu itu peduli sama berat badan kamu?"...


..."Heheh,sejak tinggal disini bu..."...


..."Ada-ada saja kamu ini Tera..."...

__ADS_1


..."Heheh,Oh ya kabar Ibu Jullie sama Pak Hermawan gimana?"...


..."Mereka baik nak,Ibu Jullie sekarang sudah tidak pernah kekantor lagi karena Nak Haris sudah tinggal dirumah dan bantu bapak."...


..."Oh ya,mas Haris kapan datang bu?"...


..."Sudah berapa lama ya,ibu nggak kurang ingat kapan dia pulang,yang jelas sekarang Ibu sudah nggak begitu kesepian lagi,karena ada Ibu Jullie dirumah,dan ada nak Haris yang lebih ramai kalau lagi dirumah,Ibu jadi nggak tega mau ninggalin mereka,Tera..."...


..."Ibu betah disana?"...


..."Sebenarnya betah nak,tapi kita nggak mungkin selamanya tinggal disini kan..."...


..."Iya bu..."...


..."Oh ya,kamu nggak mau tau kabar mas Gilang kan,kalau nggak penasaran,Ibu mau tutup telponnya dulu,mau lanjut ngurus tanaman Ibu Jullie dibelakang rumah."...


..."Eh tunggu tunggu bu,jangan dimatiin dulu dong,emh mas Gilang sekarang masih sibuk ya bu?"...


..."Iya Tera,hari ini saja dia tidak pulang lagi..."...


..."Tapi dia sehat bu?"...


..."Sehat kok,oh ya kamu kenapa nggak hubungin mas Gilangnya langsung saja sih nak?"...


..."Emh nggak papa bu,takut pacarnya marah,heheh."...


..."Walah kamu ini..."...


..."Ya sudah bu,ibu lanjut kerja dulu gih,nanti Ibu Jullie marah,hehe."...


..."Iya Ra,kamu jangan suka keluyuran ya disana..."...


..."Siap ibuku sayang..."...


...*...


Dia memutuskan mengetik sisa-sisa tugasnya yang masih belum selesai.


Kelelahan,dia akhirnya tertidur dimeja belajarnya.



Setelah tertidur beberapa menit,dia merasa tubuhnya lebih ringan.


Hari sudah semakin siang,dia masih dengan kebosanannya,akhirnya dia membawa beberapa lembar pakaian kotornya menuju loundry yang berada dilantai bawah.


Setelah menyapa beberapa penghuni kamar disana,dia berjalan pelan kebawah menuju tangga sambil memainkan ponselnya.


Karena terus menatap layar ponselnya,dia tidak menyadari Seo Jun yang berdiri didepan tangga,bersiap menuju kekamarnya.


Seo Jun yang tahu Tera lebih suka menggunakan tangga biasa daripada menggunakan Lift,memutuskan menuju kesini dan malah mendapati Tera dengan pakaian santainya berjalan kearahnya.


Tera tersenyum menatap Seo Jun,tapi langsung melanjutkan perjalanannya tanpa menyapa laki-laki yang sering membuatkannya makan siang itu.


Seo Jun sampai keheranan dibuatnya.



Seo Jun buru-buru menarik kerah baju Tera dari belakang sebelum gadis itu berlalu meninggalkannya.


..."Aarghhh sakit tau,siapa sih jahil banget..."...


..."Yaaa,kamu ini lupa ingatan atau tidur sambil berjalan?"...

__ADS_1


..."Aahh Seo Jun oppa,maaf aku tadi melamun,sampai tidak sadar kalau itu oppa,heheh."...


..."Apa yang kamu lihat diponsel kamu,hemh?...


..."Ohh itu,cuma lagi hapus chat lama dan lihat jadwal kumpul tugas,hehe..."...


..."Oh,sekarang mau kemana?"...


..."Mau cuci baju,Oppa sendiri kenapa ada disini siang-siang begini,bukannya tadi mau jalan-jalan sama temannya?"...


..."Tidak jadi,aku mau ajak kamu saja,kamu harus ikut."...


..."Tapi,aku lagi mau cuci baju dan beres-beres kamar setelah ini..."...


..."Tera,berhenti membuat alasan agar kamu bebas dari ajakanku,hari ini aku tidak menerima penolakan."...


..."Setelah aku selesai mencuci?"...


..."Baiklah,aku akan menemani kamu mencuci,agar cepat selesai."...


..."Eh jangan oppa,tunggu di luar saja bisa kan,lagipula ini kamar perempuan,apa oppa mau kena lemparan sandal dari penghuni yang lain...!"...


..."Ehhe oke oke..."...


..."Tunggu ya oppa,ini akan sebentar aja,heheh..."...


...*...


Benar saja,tidak sampai dua puluh menit,Tera sudah selesai.


Dia berjalan kembali kekamarnya,menumpuk baju lembabnya begitu saja kedalam keranjang kecil disana.


Lalu mengganti pakaiannya dan kembali keluar.


Karena tidak ingin membiarkan Orang itu menunggu terlalu lama diluar.


..."Sudah selesai?"...


..."Belum oppa..."...


..."Lalu?"...


..."Lalu apanya?"...


..."Kenapa tidak diselesaikan?"...


..."Aku takut oppa menunggu lebih lama,jadi aku akan menjemurnya nanti saja."...


..."Oke,baiklah,kalau begitu ayo kita kepantai..."...


..."Pantai?"...


..."Yes Tera..."...


..."Aku belum pernah kepantai selama empat tahun aku disini,jadi boleh saja."...


Seo Jun yang membawa mobil,membuka pintu mobil untuk Tera,lalu mengendarai mobilnya dan mulai menikmati perjalanan dimobil bersama Tera.


...*****...


..."Aku bener-bener minta maaf ya,karena selalu Up dimalam hari,besok-besok aku usahakan untuk bisa Up beberapa bab dalam sehari..."...


..."Terima kasih dukungannya para readerku sayang..."...

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2