Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
36.Sepertinya ketahuan


__ADS_3

..."Bagaimana pendaftaran kuliah kamu Tera?" Tanya ibu Jullie pada Tera yang sedang mengelap meja makan hari minggu pagi ini....


..."Masih belum pengumuman bu,mungkin awal tahun depan bu."...


..."Oh ya,saya pikir akhir tahun ini."...


..."Hehe iya bu,saya juga kurang paham soal itu."...


..."Tapi kamu akhir bulan ini kamu sudah berhenti kerja kan?"...


..."Iya bu,besok juga hari terakhir aku masuk Les,sekalian menyelesaikan yang kurang aja."...


..."Oh baguslah kalau kayak gitu,jadi kamu bisa fokus ngurus keberangkatan kamu dulu nanti."...


..."Iya bu."...


..."ya sudah kamu selesaikan pekerjaan kamu dulu,terus sampaikan sama ibu kamu,hari ini kita keluar jalan-jalan."...


..."Oh iya,baik bu."...


Lentera buru-buru menyelesaikan pekerjaannya lalu mendatangi ibunya yang baru saja selesai menyiram tanaman di halaman belakang.


..."Ada apa sih Tera,kayak dikejar hantu aja kamu ini."...


..."Itu bu,ibu Jullie katanya ngajak kita keluar jalan-jalan,aku mau mandi dulu."...


..."Oh ya sudah,kamu cepat mandi,ibu tinggal ganti baju aja,nggak enak kalau ibu Jullie yang nungguin kita."...


Lentera masuk kekamarnya dan segera mandi.


Dia masih tidak ingat pada buku birunya.


Selesai memakai pakaiannya,dia keluar dan menghampiri ibunya diruang tamu.


..."Ibu Jullie mana bu?"...


..."Mungkin masih ganti baju Ra,kita tunggu disini aja dulu."...


Belum lama menunggu,Gilang lebih dulu datang dari kamarnya memakai pakaian yang sangat biasa saja,sangat berbeda dari Gilang biasanya,meski tetap terlihat ganteng tentunya.


..."Ibu mana?"...


..."Belum keluar nak Gilang,kita tunggu aja disini sebentar."...


..."Mas Gilang ikut?"...


..."Iya,emang kenapa,nggak boleh."...


..."Ya nggak apa-apa sih,cuma pakaian mas Gilang kenapa kayak begitu."...


..."Hemh iya,karna kata ibu tadi mau ngakak kepantai,jadi begini aja,nanti pulangnya baru ganti baju."...


..."Ohh,eehh mau kepantai?"...


..."Emang iya."...


..."Ibu kita nggak bawa baju ganti,gimana dong?"...


..."Ya sudah tinggal ambil aja sana,keburu ibu aku keluar tuh."...


..."Ya sudah,kamu tunggu disini saja,biar ibu yang ambilkan baju kamu sekalian."...


..."Hehe makasih bu."...


Ibu Jullie keluar sesaat setelah ibu Nur masuk kekamar untuk mengambil baju ganti.


..."Loh Tera,ibu kamu mana,tadi bukannya sudah ada disini."...


..."Balik kekamar bu ambil baju ganti,soalnya kata mas Gilang kita mau kepantai."...


..."Oh iya Tera,ibu sampai lupa bilang tadi,maaf ya."...


..."Hehe iya bu,itu ibu sudah balik."...


..."Ya sudah,ayok kita jalan,keburu makin panas."...


..."Ayah nggak ikut bu?"...


..."Nggak Gilang,Ayah juga siap-siap mau kekantor teman Ayah,jadi nggak bisa ikut"....


...*...


Pukul delapan pagi,mereka sudah bersiap masuk kedalam mobil.


Ibu Jullie meminta Gilang yang membawa mobil,karena ibunya sedikit lelah.


..."Gilang,kamu yang nyetir ya,ibu lagi capek,nanti pulangnya gantian ibu yang bawa mobil."...


..."Ya sudah,kita panggil supir ibu aja,aku juga takut kalau nanti macet malah ngamuk dijalanan,hehe."...


..."Gilang,kalau nunggu supir ibu,keburu makin macet jalanannya."...


..."Lagian ibu kan capek,kenapa maksa jalan-jalan sih bu."...


..."Ya karena ibu capek makanya mau jalan-jalan,sekalian ngakak Tera keluar sebelum dia berangkat KeLN nanti."...


Baik Gilang maupun Lentera saling menatap sesaat,dan Gilang kembali diam lalu masuk kedalam mobil.


Ibu Nur dan Ibu Jullie segera masuk dan duduk dibangku belakang.


Lentera yang masih berdiri diluar merasa bingung.


..."Tera,cepat naik,kok malah bengong disitu." Ibu Jullie memanggilnya....


..."Ehh iya bu iya,tapi aku boleh duduk dibelakang juga kan bu?"...


..."Nggak muat Tera,sudah kamu didepan saja,ibu lagi butuh istirahat dibelakang sini,kalau duduk didepan situ,nanti Gilang malah ngajak ibu ngobrol terus."...

__ADS_1


..."Baik bu."...


Lentera akhirnya menurut,Gilang membuka pintu mobil depan untuknya,dia masuk dan duduk tanpa suara.


Gilang melirik kearahnya sebentar,lalu memintanya memasang safety belt.


..."Cepat pasang."...


..."Eh apanya."...


..."Itu,cepat pasang,kita berangkat."...


..."Oh iya."...


Lentera merasa canggung duduk disamping Gilang sementara ada ibunya dan ibu Gilang yang memperhatikan mereka dari belakang.


...*...


Mereka berangkat tanpa banyak bersuara,Gilang maupun Tera hanya memikirkan bagaimana agar mereka bisa segera sampai dan kabur dari tatapan ibunya masing-masing.


Tapi karena mereka berangkat sudah pukul delapan lewat,malah mereka akhirnya terjebak macet meski tidak begitu lama,rasanya lama sekali mereka didalam,karena mereka banyak tenggelam dalam pikirannya masing-masing,sehingga waktu seperti berjalan lebih lambat.


Empat puluh menit perjalanan,mereka akhirnya tiba disalah satu pantai yang dekat dari Kota.


Gilang memarkirkan mobil,yang lain sudah turun dan sedang menunggu Gilang.


Mereka berjalan menuju kepinggir pantai.


Ibu Nur dan ibu Jullie berjalan duluan,seolah memberi waktu pada Gilang dan Tera untuk menikmati hari liburnya.


Angin dipantai bertiup tidak terlalu kencang.


Rambut panjang Tera yang dibiarkan terurai tertiup angin dan sebagian menutup wajahnya.


Gilang tersenyum disamping Tera,menyentuh rambut Tera lalu mengikat rambut Tera kebelakang menggunakan karet Gelang yang sejak tadi dia mainkan.


..."Mas Gilang."...


..."Diam"...


..."Mas,kalau ibu liat gimana,bisa ditenggelamkan kita kesana." Sambil menunjuk ke arah pantai....


..."Biarin aja,yang penting ditenggelamkan berdua sama kamu."...


..."Idih apaan sih."...


..."Nah kan,begini lebih bagus." Gilang tertawa melihat rambut Tera yang dia ikat dengan asal....


..."Mas Gilang ini karet apaan sih,sakit tau."...


..."Karet gelang buat ikat nasi padang,hahah,aku dapat didalam mobil tadi."...


Tera membuka ikat rambutnya lalu mengikat ulang dengan benar.


..."Mas Gilang."...


..."Apa mas selalu kayak gini sama semua teman perempuan mas Gilang?"...


..."Gimana?"...


..."Yaa kayak ikat rambut aku tadi misalnya."...


..."Ya enggak dong,emang kamu kira aku laki-laki apaan,lagian semua tema perempuan aku pada bisa ikat rambut sendiri."...


..."Ya nggak cuma ikat rambut aja,kayak bersikap baik sama mereka juga."...


..."Kalau baik,aku selalu baik sama mereka,tapi nggak pernah nyentuh mereka berlebihan,kenapa,kamu cemburu?"...


..."Ya elah mas Gilang keGRan aja."...


..."Hahah,kalau kamu cemburu jangan lupa kasih tau aku ya."...


Setelah mengobrol,mereka membeli beberapa botol minuman dan makanan ringan,lalu menyusul ibu mereka yang sedang asyik duduk menikmati angin dipinggir pantai.


..."Kalian darimana sih lama banget."...


..."Hehe habis cari minum bu."...


..."Ya sudah duduk sini,kalau mau main air,main sana,tapi hati-hati."...


Tera dan Gilang duduk disamping ibu mereka masing-masing,sambil menatap anak-anak kecil maupun anak remaja yang tengah bermain pasir.


..."Bude aku pinjam anak bude boleh ya."...


..."Eh Gilang kalau ngomong jangan sembarangan begitu,kamu kira Tera barang,mau dipinjam-pinjam."sahut ibunya....


..."Hehe maaf bu,bercanda,maksudnya aku nggak boleh main sama Tera,soalnya aku nggak ada liat teman aku disini."...


..."Boleh nak Gilang,Tera ayo sana temani nak Gilang main."...


...Tera geleng-geleng kepala....


Tapi Gilang segera menarik tangannya dan membuatnya terpaksa berdiri.


Berdua,mereka menyusuri pinggir pantai dibawah terik matahari yang tidak terlalu panas.


Gilang bahkan tidak melepas genggamannya,begitupun Lentera yang sengaja tidak melepaskan tangannya dari genggaman Gilang.


Ibu Jullie sampai geleng-geleng kepala dengan kelakuan anak bungsunya.


..."Bu Nur,kalau misal mereka berjodoh,apa bu Nur bersedia jadi besan saya."...


..."Ibu ngomong apa toh bu,saya bahkan tidak berani membayangkan kalau Tera suka sama anak ibu,anak kita punya hidup yang jauh beda,saya nggak berani berharap apa-apa bu,saya juga harus tau diri bu sama keadaan saya"...


..."Hehe ibu Nur serius banget,kan baru misalnya bu,soalnya saya merasa aneh sama anak saya itu,dia pernah nanya sama saya,gimana kalau misalnya dia suka sama perempuan kayak Lentera,saya jadi curiga kalau yang dia maksud itu ya Lentera anaknya ibu."...


..."Maksud ibu Jullie bagaimana?"...

__ADS_1


..."Mungkin Gilang suka sama anak ibu,tapi mereka nggak tau persis sama apa yang mereka rasakan,karna masih muda."...


..."Maafkan saya bu."...


..."Loh kok ibu Nur malah minta maaf."...


..."Maafkan saya bu,kalau memang sudah bikin anak ibu jadi suka sama anak saya,tapi bukan keinginan saya untuk seperti itu,atau mungkin mereka cuma mau mencoba berteman saja bu,karena saya tau betul,saat pertama kali datang kesini,nak Gilang tidak suka sama Tera."...


..."Saya juga minta maaf ya bu Nur,karena Gilang bersikap seperti itu saat kalian pertama kali datang kesini,Oh iya satu hal yang perlu ibu tau,siapapun yang Gilang suka,bagaimanapun keluarga orang yang Gilang suka nanti,saya tetap akan menerima mereka,jadi ibu tidak perlu merasa rendah diri kalau memang seandainya yang Gilang suka itu anak ibu."...


..."Baik bu,terima kasih banyak."...


..."Sama-sama bu Nur."...


Kedua orang ibu itu menatap anak-anak mereka yang tertawa disana,tawa khas anak muda yang sedang merasakan cinta untuk pertama kalinya.


Bagaimanapun mereka juga pernah merasakan hal seperti itu,sehingga dengan mudah mereka mengerti perasaan anak-anak mereka yang kini tumbuh semakin dewasa.


(Sepertinya buku biru Lentera kini bukan lagi sebuah rahasia).


Tanpa dirinya sadari,orang-orang disekitarnya pun tau persis perasaannya pada Gilang,begitupun dengan apa yang dirasakan Gilang.


Apa yang dia takutkan tentang terbongkarnya rahasia hatinya, sebenarnya tidak perlu dia pedulikan,karena akan ada orang yang memaklumi hubungan seperti mereka berdua.


Tapi kenyataannya,rasa rendah diri didalam hati Tera juga hampir melebihi rasa sukanya pada Gilang.


...*...


Hari sudah cukup panas dan terik,mereka berdua lelah bermain air,mereka kembali ketempat duduk ibunya.


Disana kedua ibu itu sudah memesan makanan dan minuman dingin.


Mereka makan dengan lahap dengan pakaian yang masih basah.


..."Selesai makan kalian mandi lalu ganti baju,kita pulang."...


..."Yaa ibu,kenapa cepat banget sih pulangnya,baru juga main." Gerutu Gilang....


..."Kita nggak langsung pulang kok,nanti mau mampir belanja,sekalian beli pakaian untuk Tera bawa kuliah."...


Raut wajah Gilang selalu berubah saat mendengar orang lain menyebut urusan kuliah Tera.


Ada rasa kesal didalam hatinya,karena gadis itu akan meninggalkan dirinya.


Karena itulah,dia berusaha membuat banyak kenangan disisa-sisa masa remaja mereka saat ini,karena mungkin saat mereka bertemu kembali nanti,mereka sudah bukan lagi anak remaja belasan tahun yang hanya bisa sibuk bertengkar meski saling menyukai.


..."Kamu kenapa,ada masalah,muka kamu jadi cemberut begitu."...


..."Nggak bu,kesal aja sama Tera."...


..."Anak bude kenapa nak Gilang,dia bikin kesal kenapa,dia gangguin nak Gilang lagi?"...


"Eehh enggak kok bude, enggak sama sekali,saya cuma kesal karena Tera harus kuliah jauh-jauh,saya jadi nggak punya lagi dirumah."


Ibu Jullie dan Ibu Nur saling menatap.


..."Kenapa bu?" Tanya Tera melihat ibu-ibu didepannya yang terlihat heran....


..."Ibu cuma heran Tera,setau ibu,anak ibu ini dulunya sangat benci sama kamu,tapi kenapa sekarang malah kesal karna kamu mau kuliah jauh-jauh"....


Mereka tidak bicara lagi,Tera pun bingung pada sikap Gilang.


Akhirnya mereka makan seperti orang asing yang belum pernah bertemu.


Setelah selesai makan pun,Tera langsung buru-buru kekamar mandi untuk mengganti baju tanpa berkata apa-apa,begitupun Gilang.


Ibu Jullie dan Bu Nur malah semakin heran dibuatnya.


...*...


Sudah pukul dua siang,mereka bersiap untuk pulang.


Gilang kembali diminta menyetir mobil.


..."Ibu..tadi katanya kalau pulang ibu yang bawa mobilnya,kok sekarang aku lagi."...


..."Hehe ibu masih capek Gilang,kamu yang bawa aja yaa."...


Gilang masuk kedalam mobil,Lentera juga diminta kembali duduk didepan oleh Ibu Jullie.


Tapi bukannya masuk kedalam mobil,ibu Jullie dan ibu Nur malah masuk kedalam Taksi yang ternyata sudah dipesan ibu Jullie sejak tadi.


Gilang menurunkan Kaca Mobilnya.


Belum sempat berkata apa-apa,ibu Jullie melambaikan tangan dan taksi berlalu meninggalkan mereka berdua disana.


Ponsel Gilang tiba-tiba berdering saat dia bersiap untuk melajukan mobilnya.


Dia menyalakan loudspeaker,lalu kembali membelokkan mobilnya dari arah pantai menuju jalan raya.


..."Gilang,jangan lupa mampir di mall plaza nanti"....


..."Iya bu,tapi apa maksud ibu malah ninggalin kita berdua."...


..."Ya tidak ada maksud apa-apa,biar kalian lebih enak aja ngobrolnya,kayaknya ibu perhatikan kalian lebih suka ngobrol kalau berdua aja."...


..."Apa sih bu,perasaan sama aja,"...


..."Ya sudah,cepat pulang,ibu nanti nunggu disana aja sama bude Nur."...


Mereka malah salah tingkah ditinggal berdua didalam mobil.


Apalagi Tera kembali mengingat Gilang saat mencium kepalanya saat mereka berada didalam mobil yang sama.


Mereka akhirnya diam saja sampai tiba dimall yang dimaksud ibunya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2