
..."Haloo..apa kabar kalian hari ini..."...
..."Semoga sehat selalu..."...
..."Aamiin..."...
Lentera yang baru saja memulai bekerja keras,mengeluh pada ibunya karena merasa sangat lelah dan ingin menggunakan uang yang diberikan oleh ibunya untuk membayar rumah mereka,tapi Tera malah menerima kenyataan bahwa uang yang dia terima selama tidak bekerja paruh waktu,adalah uang dari Ibu Jullie,yang selalu dikirimkan oleh ibunya, bersamaan dengan separuh gaji yang selalu diterima ibunya setiap bulan.
Tera benar-benar tidak percaya,beruntung dia tidak memakai sama sekali uang yang lebih tersebut,seperti biasa dia hanya menggunakan sesuai keperluannya,dan tetap sama seperti saat ibunya belum mengirimkannya lebih banyak.
...*...
Tera berdiam diri dikamarnya.
Memikirkan kembali baik-baik apa yang harus dilakukan dengan uang tersebut.
Karena Ibu Jullie seakan tidak ingin membiarkan dirinya lepas dari keluarganya.
Tera merasa,hutang budinya semakin banyak saja.
Jika dia tidak diperbolehkan mengganti uang itu,maka sudah pasti ada sesuatu yang harus dilakukannya untuk keluarga Ibu Jullie saat dia kembali nanti.
Tera semakin bersemangat untuk bekerja,agar tetap bisa menyimpan uang itu dengan baik dan akan mengembalikannya setahun lagi,setelah dirinya pulang dari Negara ini.
...*...
Karena sudah terlalu banyak beban pikiran yang harus ditanggungnya,hari ini dia merasa tubuhnya sudah tidak kuat lagi.
Dia menelpon kantornya,mengatakan bahwa dirinya sedang tidak sehat dan akan pergi kerumah sakit.
Setelahnya,Dia berangkat kerumah sakit sendirian menggunakan taksi.
Karena sudah tidak kuat menahan rasa nyeri perutnya yang semakin membuatnya merasa sesak,dia terpaksa harus memeriksakan dirinya.
Sampai dirumah sakit,dia mengurus semuanya sendirian.
Dan duduk menunggu giliran.
Sambil terus memegangi perutnya,dia merasa mual dan ingin muntah,tapi berusaha menahannya.
Sampai waktu gilirannya tiba.
Dia masih terus merasa mual.
..."Anda sakit perut?"...
..."Iya Dok..."...
..."Sakitnya dibagian mana?"...
..."Ulu hati saya Dok..."...
..."Anda makan dengan teratur..."...
..."Saya sering melewatkan sarapan dan makan malam Dokter..."...
..."Saat ini apakah anda merasa mual?"...
..."Iya Dok..."...
..."Sepertinya maag akut anda sedang kambuh,sebaiknya jangan melewatkan sarapan,dan jangan sering mengkonsumsi minuman yang mengandung cafein,jika anda ingin cepat sembuh,cobalah makan dengan teratur,karena maag akan mengancam nyawa anda jika terlalu sering mengabaikan sarapan."...
..."Baik Dokter..."...
..."Anda datang sendirian?"...
..."Iya Dok..."...
..."Dengan kondisi seperti ini?"...
__ADS_1
..."Iya Dok,karena saya mahasiswa Asing dan sedang bekerja disini,jadi saya tidak punya keluarga."...
..."Oh seperti itu rupanya,apa karena anda tidak punya keluarga disini,jadi sering mengabaikan aturan makan..."...
..."Sepertinya Dok..." Tera berusaha tersenyum menjawab Dokter muda didepannya....
..."Baiklah,akan saya berikan obat pereda nyeri,dan vitamin,jangan lupa anda harus makan dengan teratur ,dimanapun anda berada,karena jika anda saja tidak memperhatikan tubuh anda sendiri,lalu bagaimana orang lain akan memperhatikan anda..."...
..."Baik Dok,terima kasih..."...
..."Silakan tunggu diluar untuk mengambil resep obatnya..."...
..."Baik Dok..."...
...*...
Tera kembali keluar dan menunggu obatnya.
Setelah selesai,dia membayar dimeja administrasi lalu keluar dari sana sambil terus menahan rasa nyeri di Ulu hatinya.
...*...
Sampai dikamarnya,dia segera mengunyah obat pereda nyeri yang diberikan oleh dokter tadi.
Lalu kembali tertidur,meski masih pagi.
Dia terbangun setelah lewat waktu makan siang.
Lagi-lagi dia terlambat makan.
Dia segera keluar kamar dan masuk keruang dapur,hanya ada mie instan disana.
Karena tidak ingin menambah beban penyakit ditubuhnya,dia kembali kekamarnya lalu memesan makanan secara online.
...*...
Nyeri perutnya sudah membaik.
Belum jauh meninggalkan asrama kantornya,dia menerima telepon dari Ibunya.
..."Halo ibuku sayang..."...
..."Halo nak,kamu lagi apa?"...
..."Lagi diluar bu jalan-jalan..."...
..."Loh kamu tidak bekerja?"...
..."Emh anu bu,aku izin,heheh..."...
..."Kenapa,kamu sakit?"...
"Nggak kok bu,cuma lagi mau jalan-jalan aja."
..."Oh ya sudah,jangan sampai sakit ya..."...
..."Iya bu..." Tera terpaksa berbohong agar ibunya tidak khawatir....
..."Oh iya nak,sekarang ibu kan cuma kerja tiga kali seminggu dirumah Ibu Jullie,Ibu bosan kalau dirumah tidak ada kegiatan,apa boleh ibu buka usaha dirumah,mau jual apa saja yang bisa ibu buat..."...
..."Ibu...Bisa nggak,tunggu aku pulang dulu,aku nggak mau ibu kecapean,apalagi sekarang ibu tinggal sendirian,kalau ibu kenapa-kenapa,gimana?"...
..."Tapi ibu bosan nak..."...
..."Ibu..."...
..."Tapi kamu kapan pulang nak?"...
..."Mungkin tahun depan bu,setelah kerjaan aku disini selesai..."...
__ADS_1
..."Masih lama sekali Tera,ibu bisa-bisa malah sakit karena tidak ada kegiatan dirumah..."...
"Ya sudah,bagaimana bagusnya sajalah bu..."
..."Jadi boleh ya Ra?"...
..."Hemh,boleh bu,tapi ingat jangan sampai ibu kenapa-kenapa?"...
..."Iya sayang,ibu janji akan jaga kesehatan disini,tapi kamu juga jaga diri kamu baik-baik,kalau nggak kuat,bilang sama ibu..."...
..."Iya bu..."...
..."Oh ya,bagaimana dengan uang yang selalu dikirimkan oleh Ibu Jullie itu Ra?"...
..."Aku tetap bakal balikin bu,aku nggak mau punya hutang budi yang makin banyak sama Ibu Jullie,gimana caranya kita ganti semuany bu..."...
..."Maaf ya Ra,karena selama ini ibu tidak pernah cerita sama kamu."...
..."Hemph,nggak papa bu,yang penting sekarang uangnya masih utuh,belum pernah aku pakai sama sekali."...
..."Iya Ra,tapi apa kamu yakin Ibu Jullie akan mau menerima kalau kita kembalikan nanti..."...
..."Entahlah bu,aku juga nggak yakin,tapi kalau nggak dibalikin,aku yakin Ibu Jullie pasti minta sesuatu yang lain sebagai gantinya."...
..."Misalnya gimana Ra...?"...
..."Aku nggak tahu pastinya bu,tapi aku takut kalau kembali diminta buat kerja dirumah mereka..."...
..."Tera,semoga saja mereka nggak seperti itu ya,lagipula sekarang ibu juga masih tetap kerja untuk mereka,jadi kamu nggak usah khawatir,ibu pasti akan bayar semuanya,kalau memang merek minta ganti..."...
..."Kita sama-sama ya bu,heheh..."...
..."Iya sayang,oh iya Ibu mau istirahat sebentar,kamu pulang dulu sana..."...
..."Aku sudah tidur bu tadi pagi..."...
..."Ya sudah,hati-hati ya mainnya..."...
..."Siap ibu,daah ibu..."...
...*...
Tera memasukkan ponsel didalam tasnya.
Dia tidak punya tujuan,tapi terus saja melangkahkan kakinya entah kemana...
Sampai di ujung jalan,dia kembali berbalik untuk pulang.
Dia seperti orang aneh yang kehilangan akalnya.
Sepanjang perjalanan,dia kembali memikirkan banyak hal,termasuk kepulangannya nanti.
Dia berharap akan ada orang yang menunggu kedatangannya,selain ibunya.
Dia berharap bisa menemui cinta pertamanya dengan perasaan yang sama.
Dia juga berharap tidak akan ada yang berubah meski bertahun-tahun dia sudah meninggalkan orang yang disayanginya.
Dia hanya ingin kembali sebagai Tera yang sejak dulu selalu menyukai Gilang dengan sepenuh hatinya,juga ingin kembali menjadi orang yang lebih baik.
...*...
Sesampainya kembali dikamarnya...
Dia merebahkan tubuhnya yang kelelahan,dan berharap besok bisa kembali bekerja seperti biasa...
..."Terima kasih untuk dukungannya,maaf karena selalu terlambat UP..."...
...❤️❤️❤️...
__ADS_1