Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
54.Gilang menangis


__ADS_3

Setelah mendengar kata putus yang bertubi-tubi dari Tera,Gilang menangis dikamarnya.


Sama seperti Tera,dia pulang lebih awal karena tidak punya tempat tujuan lain untuk menumpahkan segala kekesalannya.


Dia duduk sambil memeluk tubuhnya sendiri di tembok kamarnya.


Masih tidak menyangka Tera akan semudah itu memutuskan dirinya,dia mulai menghitung-hitung kesalahannya dan menyesali keputusan Tera.


Bagaimana bisa orang yang begitu menyukai dirinya itu bisa sampai tega meninggalkannya dan kini seolah sangat membenci dirinya.


Gilang menangis..



Pertama kalinya dia menangis karena seorang perempuan.


Dia yang begitu keras kepala bisa sampai menangis tersedu-sedu seperti itu membuktikan bahwa dia sangat mencintai Tera.


Tapi semuanya sudah berlalu begitu saja.


Masih banyak hal yang tidak mereka lewati bersama,tapi kini hubungannya sudah berakhir,sangat menyedihkan.


Gilang masih dengan posisinya sampai Ibunya datang menghampiri,karena tadi melihat anaknya itu naik dengan tergesa-gesa kedalam kamarnya.


Ibu Jullie terkejut melihat Gilang yang menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.


Rasa iba muncul didalam hatinya sebagai seorang ibu,ada apa dengan anak bungsunya itu sampai bisa mengeluarkan air matanya.


Ibunya duduk menjongkok disamping Gilang.


Mengusap kepala anaknya.


Sambil menepuk-nepuk bahunya.


Ini pertama kalinya Ibu Jullie melihat anaknya kembali menangis setelah dewasa,terakhir kali Gilang menangis saat dirinya masih berusia delapan tahun,saat mainannya direbut oleh teman bermainnya dan tidak pernah dikembalikan.


Hari ini,ibunya turut merasakan kesedihan anaknya meski belum tau masalah yang sebenarnya.


Lama sekali Gilang menangis.


Ibunya tetap berada disana sampai Gilang merasa lega.


..."Nak,ada apa,kenapa bisa sampai nangis seperti ini?"...


Gilang menggelengkan kepalanya,dia masih tidak sanggup untuk bicara.


..."Gilang,kamu kenapa nak,hemp?"...


..."Siapa yang bikin anak ibu sampai nelangsa begini?"...


..."Ayo bilang sama ibu,nanti ibu bantuin kamu kalau memang masalahnya karena perempuan?"...


Gilang akhirnya mengangkat kepalanya lalu memeluk ibunya.


..."Tera bu..."...


..."Tera mutusin aku...!"...

__ADS_1


..."Lentera,anak bude Nur?"...


Ibu Jullie sampai tidak percaya pada ucapan anaknya itu.


Gilang mengangguk,karena sepertinya dia akan kembali menangis jika bicara lagi.


..."Jadi selama ini kalian sudah jadian?"...


Gilang mengangguk lagi.


..."Sejak kapan nak?"...


Gilang mengatur nafasnya,agar tidak kembali menangis,tapi tidak melepas pelukannya,karena takut ibunya akan memarahinya.


..."Semalam sebelum Tera pergi bu."...


..."Sudah lama sekali rupanya,kenapa anak ibu ini tidak pernah bilang sama ibu,jadi ibu bisa bantu jagain Tera biar nggak bikin anak ibu kayak gini."...


..."Maaf bu...!"...


..."Tapi aku takut ibu marah sama aku,kalau tahu aku pacaran sama anak asisten ibu."...


..."Kenapa harus marah toh,lagian anak ibu ini sudah besar,pasti tahu yang terbaik untuk dirinya sendiri."...


Gilang akhirnya melepas pelukannya setelah tahu bahwa ibunya tidak marah.


..."Maafin aku bu,karena nggak pernah bilang sama ibu..."...


..."Nggak papa,pasti Tera juga takut kalau sampai ketahuan kan?"...


..."Iya bu..."...


..."Karena aku bu!"...


..."Kenapa bisa begitu?"...


..."Aku selalu minta Tera buat hubungin aku setiap hari,sering marah sama dia karena curiga,sering cemburu nggak jelas,padahal aku juga tahu kalau disana dia sibuk kuliah,dan sibuk kerja paruh waktu,mungkin dia capek sama aku bu,mungkin dia nggak suka kalau aku terlalu posesif sama dia."...


..."Tera kerja paruh waktu sambil kuliah?"...


..."Iya bu,apa Bude Nur nggak pernah cerita sama ibu?"...


..."Kamu tahu sendiri nak,sejak Tera pergi,Budemu itu jadi jarang bicara,jarang senyum kayak dulu,Ibu sampai takut kalau dia sampai sakit karena Tera benar-benar nggak mau pulang sebelum lulus kuliahnya?"...


..."Iya bu,sama aku juga Bude jarang ngobrol kayak dulu."...


..."Oh iya,Tera sudah lama kerjanya?"...


..."Sekitar setahunan lalu bu kalau nggak salah."...


..."Dia nggak bilang kerja untuk apa?"...


..."Katanya cuma untuk nambah uang jajan,untuk beli keperluannya dia bu,tapi aku rasa dia bohong,karena uang beasiswa pasti cukup untuk dia jajan,apalagi Bude juga sering kirim uang untuk dia."...


..."Kasihan Tera,jauh-jauh kuliah keluar Negeri,tapi malah harus kerja juga,ibu rasa ada yang dia tutupin dari kamu."...


..."Dia tutupin apapun itu aku tahu bu..."...

__ADS_1


..."Jadi kenapa?"...


..."Biaya hidup disana itu mahal bu,fashion disana jg nomor satu,aku yakin pasti Tera kerja untuk itu."...


..."Ya ampun anak itu,terus selama ini kamu biarin aja dia kerja,terus kamu seenaknya marah-marah sama dia,wajar saja dia jadi bosan sama kamu."...


..."Ya mau bagaimana lagi bu,memangnya aku bisa apa,aku juga belum punya kerjaan untuk ngasih dia uang."...


..."Makanya kalau ada apa-apa itu cerita sama ibu."...


..."Ibu,aku lagi sedih ini,kenapa jadi dimarah-marahin sih bu."...


..."Habisnya kamu yang salah."...


..."Tapi aku juga nggak mau bu,Tera aja yang maksa kita putus."...


..."Gilang,kamu harus tahu satu hal,dari yang ibu lihat,Tera itu punya rasa kurang percaya diri yang berlebihan,karena keadaannya sekarang,siapapun pasti akan merasa seperti itu jika kehidupannya sulit,kamu tahu sendiri dia pernah kerja dirumah kita,dan sampai sekarang ibunya saja masih kerja disini,sekarang pacaran sama kamu aja itu sudah bikin dia kesulitan,ditambah lagi kamu yang selalu marah sama dia,wajar kalau sekarang dia merasa kamu nggak bisa ngertiin keadaannya dia."...


..."Tapi bu,aku cuma nggak mau dia ninggalin aku..."...


..."Tapi nggak begitu caranya nak..."...


..."Terus sekarang aku harus gimana bu,Tera sudah nggak mau dihubungin,dia nggak mau dengarin aku bu..."...


..."Nanti ibu bantuin ngomong sama dia ya nak,kalau memang itu sudah keputusannya dia,semoga kamu bisa menerima ya..."...


..."Iya bu..."...


..."Ya sudah kalau begitu,kamu istirahat dulu,nanti ibu yang telpon Tera."...


Ibu Jullie meninggalkan Gilang sendirian dikamarnya.


Gilang merebahkan dirinya dikasur.


Ternyata menjalani hubungan jarak jauh itu tidak mudah,pikirnya.


...*...


Di lantai bawah.


Ibu Jullie sibuk menelpon Tera,tapi tidak ada jawaban dari seberang sana.


Ibu Jullie menyerah,dan akan menelponnya kembali sebentar lagi.


Ibu tiga orang anak itu terlihat gelisah,karena Tera berhasil membuat anak bungsunya menangis.


Dia tidak ingin anaknya diputuskan hanya karena masalah kecil,dan membuat hubungan mereka menjadi berantakan.


Jadi demi memastikan alasan Tera,Ibu Jullie rela menunggu berjam-jam sampai Tera mengangkat telepon darinya.


Mereka tidak tahu,diseberang sana Tera sedang meratapi nasibnya didalam kamar kecilnya,setelah diantar pulang oleh Seo Jun tadi.


...***...


..."Terima kasih readersku ,karena sudah bersedia menunggu UP dari othor receh macam aku ini..."...


..."Terima kasih dukungannya"...

__ADS_1


..."Bantu Komen dan Like ya,kasih vote jika berbaik hati..."...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2