Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
42.First Kiss(Semalam sebelum Tera pergi)


__ADS_3

Hari Minggu,tanggal 14 Februari..


Hari terakhir Lentera berada dirumah Gilang,karena besok dia akan pergi untuk melanjutkan sekolahnya.


Lentera yang sudah menyiapkan koper dan beberapa dokumen dikamarnya,tidak bisa tertidur sama sekali hingga pukul dua belas malam.


Karena sudah bertekad untuk menyatakan perasaannya,dia akhirnya mengendap-ngendap melangkah keluar kamarnya dan tidak menyalakan lampu,karena takut ibunya terbangun.


Dia juga penasaran, karena Gilang menjanjikan untuk memberi tahu dirinya siapa yang disukai pemuda itu.


Tapi mereka bahkan tidak punya kesempatan untuk bertemu seharian,karena takut akan ketahuan.


Tera yang melangkahkan kakinya diatas tangga,berharap Gilang belum tidur.


Sampai didepan kamar Gilang,dia berdiam diri sesaat sebelum akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu kamar Gilang.


Pintu terbuka dengan cepat,bahkan belum selesai Tera mengetuk,Gilang sudah keluar dari kamarnya.


..."Aku minta maaf,kalau nggak sempat temuin kamu,aku pulang kuliah sore tadi,ibu sama ayah sudah dirumah,jadi aku takut mereka tau kalau aku ngajak kamu ketemu,kata ibu aku nggak boleh ganggu kamu,karena kamu lagi siap-siap untuk berangkat besok."...


..."Nggak apa mas Gilang,aku juga kesini karena nggak bisa tidur,soalnya masih penasaran sama janji mas Gilang."...


..."Jadi kamu kesini cuma mau nagih janji,nggak ada yang mau kamu omongin sekalian sama aku."...


..."Ada sih,tapi kayaknya lupa,hehehe..."...


..."Ya udah aku juga lupa."...


..."Ih mas Gilang cepetan bilang,aku takut nanti ibu kebangun terus nyariin aku."...


..."Nggak,ini sudah larut malam,nggak ada yang mau bangun jam segini."...


..."Ya makanya buruan dong mas Gilang,jangan bikin aku penasaran bertahun-tahun di Negeri orang."...


..."Tapi aku juga mau kamu bilang sesuatu apa gitu."...


..."Maksud mas Gilang?"...


..."Sini masuk dulu."...


..."Eh nggak mau,kita keruang baca aja."...


..."Oke."...


Mereka melangkah menuju ruang baca yang berada disebelah kamar Gilang.


Gilang mengunci pintu.


..."Kok pintunya dikunci,mas Gilang mau ngapain?"...


..."Biar nggak kedengaran dari bawah."...


..."Awas ya kalau mas Gilang macam-macam."...


..."Nggak akan."...


Gilang membuka gorden,hingga terlihat jelas lampu-lampu yang menyala diluar sana.


Malam selalu terlihat indah dari ruangan ini.


Mereka lalu duduk berhadapan dikursi yang kini sudah bertambah disana,juga ada sebuah meja kecil yang memisahkan mereka.


Gilang membelakangi jendela,menghadapi Tera.


Tera terus saja menatap keluar,dia membeku dan tidak berani berkata apa-apa.


Gilang menatap wajah sendunya dengan tenang.


Entah kenapa,wajah itu semakin terlihat sendu saat ini,membuat Gilang semakin ingin menyentuhnya.


Sudah beberapa menit mereka hanya berdiam diri seperti orang yang tidak mengenal satu sama lain.


Sampai akhirnya suara lirih Gilang menyadarkan Tera dari lamunannya.


..."Lentera..."...


..."Emhh."...


..."Sudah setengah satu malam,kamu nggak tidur,besok kamu pasti ngantuk karena begadang."...


..."Nggak apa-apa,nanti bisa tidur dipesawat,mas Gilang sendiri juga nggak tidur,besok harus kuliah."...


..."Besok aku mau bolos dulu."...


..."Kenapa?"...


..."Nggak kuat ngampus harus pisah sama kamu."...


..."Bisa aja,paling juga senang karena udah nggak ada yang gangguin mas Gilang."...


Gilang berdiri dan pindah kesamping Lentera.


Tera sendiri bersiap untuk menjauh.


..."Mas Gilang mau ngapain?"...


..."Mau duduk dekat kamu,takut kamu nggak dengar apa yang aku bilang."...


..."Telinga aku masih bagus tau mas,dipanggil dari atas sini kebawah sana juga dengar kok."...


..."Hehehe,iya aku tau,tapi mau aja duduk dekat kamu"...


..."Sekarang cepetan kasih tau nggak,kalau nggak mau aku turun nih."...


..."Iya iya sabar."...


..."Jadi siapa yang mas Gilang suka."...


..."Penting banget ya,hehe."...


..."Penting lah mas,kan mas sendiri yang janji."...

__ADS_1


..."Tapi bukan karena kamu cemburu kan?"...


..."Apaan sih mas Gilang."...


..."Aku suka sama Lentera."...


..."Siapa?"...


Bukannya pura-pura tidak dengar,tapi dia hanya ingin memastikan bahwa namanya baru saja disebut oleh Gilang.


Dia kesal merasa Gilang terus mempermainkannya bahkan disaat seperti ini.


..."Mas Gilang,aku serius,aku kesini diam-diam itu bukan mau dengar mas Gilang bercanda,apalagi main-main sama perasaan orang lain."...


..."Maksud kamu,siapa yang mainin perasaannya siapa?"...


..."Yaa nggak tau deh,aku mau turun aja,mas Gilang sampai aku mau pergi juga tetap aja nyebelin."...


Gilang dengan cepat menarik tangan Lentera dan membuat Tera jatuh kedalam pelukannya.


Dia memeluk Tera dengan kuat dan tidak memberi kesempatan gadis itu untuk menghindarinya.


..."Mas Gilang lepasin nggak !"...


..."Nggak mau,kalau aku lepas kamu pasti pergi."...


..."Cepat lepas atau aku teriak."...


..."Aku lepasin asal kamu janji nggak kabur."...


..."Iya,aku nggak kabur,tapi mas Gilang duduk jauh-jauh."...


..."Oke..."...


Bukannya menjauh,Gilang malah duduk semakin dekat sambil menggenggam telapak tangan Tera.


..."Mas Gilang."...


..."Kenapa."...


..."Lepasin tangan aku."...


..."Tera,kamu nggak percaya sama aku."...


..."Nggak."...


..."Tapi aku serius,orang yang selama ini aku suka itu kamu."...


..."Sejak kapan?"...


..."Aku nggak tau sejak kapan,tapi yang jelas sekarang aku tau,kalau selama ini aku suka sama kamu."...


..."Mas Nggak bohong?"...


..."Nggak Tera?"...


..."Mas Gilang tetap suka sama aku meskipun tau aku cuma pembantunya mas Gilang?"...


..."Iya aku tau,dan aku sangat sadar,tapi aku nggak peduli soal itu."...


..."Yakin banget."...


..."Tapi mas Gilang,jangan banyak berharap,banyak orang yang hubungannya putus karena jarak jauh."...


..."Aku nggak peduli,kalau perlu nanti aku susulin kamu kesana."...


..."Mas Gilang ngomong kayak gini supaya aku tetap mau tinggal disini dan jadi orang yang selalu mau diganggu sama mas Gilang kan?"...


..."Tera,kali ini tolong percaya sama aku."...


..."Tapi yang aku tau,sejak awal aku datang kesini,mas Gilang nggak pernah suka sama aku?"...


..."Tera,maafin aku soal yang dulu,tapi sekarang aku serius,aku nggak ada maksud lain,aku memang suka sama kamu,aku juga nggak mau kamu pergi karena aku nggak tau harus gimana kalau kamu nggak ada disini,tapi karena kamu mau kuliah,aku ikhlas nungguin kamu sampai kamu balik lagi kesini."...


Tera hanya bisa diam mendengarkan Gilang berbicara,sekali lagi dia meratapi semuanya,kenapa Gilang harus mengatakan hal seperti itu tepat beberapa jam sebelum dia meninggalkan rumah ini.


Jika saja Gilang mengatakannya sedikit lebih awal,mungkin dia tidak akan meninggalkan semuanya disini begitu saja.


Tanpa menatap wajah Gilang.


Dia memutuskan mengatakan perasaannya juga,meski sebenarnya Gilang sudah tau.


..."Mas Gilang."...


..."Iya."...


..."Aku juga suka sama mas Gilang."...


..."Aku sudah tau,karena itu aku berharap kamu bisa tinggal disini lebih lama."...


..."Mas Gilang tau darimana?"...


..."Aku pernah baca buku biru kamu..."...


..."Mas Gilang..."...


..."Maafin aku,karena nggak bilang apa-apa sebelumnya."...


..."Jadi selama ini,cuma aku sendiri yang kayak orang bodoh sudah berusaha sembunyikan semuanya, padahal mas Gilang juga sudah tau semuanya."...


..."Aku minta maaf."...


..."Kapan mas Gilang baca buku aku?"...


..."Akhir tahun kemarin."...


..."Mas Gilang baca semuanya?"...


..."Iya semuanya,jadi sekali lagi aku minta maaf."...


..."Mas Gilang jahat."...

__ADS_1


Tera melepas tangannya dari genggaman Gilang,dia berlari ke arah pintu,berniat meninggalkan Gilang,tapi Gilang sudah mengantongi kunci pintunya sejak tadi.


..."Mas Gilang,tolong buka pintunya"...


Gilang berdiri mendekat,dia tidak ingin Tera meninggalkannya begitu saja,meski sudah tau tentang perasaan mereka masing-masing..


..."Tera,aku minta maaf,aku juga nggak sengaja liat buku kamu ketinggalan di sini,karena aku penasaran,jadi aku buka dan baca,tapi asal kamu tau,aku juga suka sama kamu jauh sebelum aku baca buku kamu,jadi aku nggak mau kamu mikir, karena kamu suka sama aku terus aku juga mutusin buat suka atau main-main sama kamu,nggak Tera..."...


Tera masih tidak percaya pada Gilang,tapi dia juga merasa bahagia karena Ternyata Gilang juga menyimpan perasaan untuknya.


Sekali lagi Gilang memeluknya.


..."Tera,percaya sama aku."...


Tera mengangguk dengan ragu-ragu.


..."Makasih Tera."...


Gilang melepas pelukannya,lalu menyeka air mata diwajah Tera yang sudah lama sekali ingin disentuhnya itu.


Gilang semakin mendekat dan membuat Tera terpojok dibalik pintu ruang baca.


Dia meraih kedua tangan Tera dan meletakkan tangan mungil itu di pinggangnya.


Nafas Gilang terasa hangat di wajah Tera.


Dia mencium pipi halus gadis yang mulai dicintainya itu.


Tera memejamkan matanya,merasakan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.



Merasa tidak cukup,Gilang mencoba mencium bibir Tera.


Karena Tera diam saja,Gilang melanjutkan saja dan berharap Tera membalas "First Kiss" darinya.


Tera yang terbawa suasana dan sentuhan tangan Gilang diwajahnya,membuatnya tidak bisa menolak dan membalas perlakuan Gilang pada dirinya.


Gilang akhirnya merasa Tera mulai mempercayainya.


Gilang segera melepas tangannya dari wajah Tera sebelum mereka larut dalam suasana dingin malam itu.


Mengingat usia mereka yang bahkan belum mencapai dua puluh tahun.


Tera menatap Gilang dengan malu,lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


..."Kenapa ditutupin,aku sudah tau rasanya kok."...


..."Mas Gilang..."...


..."Tera,makasih ya sudah percaya sama aku,maafin juga karena sudah ngambil "First Kiss kamu."...


..."Emangnya sebelum sama aku,mas Gilang sudah pernah sama orang lain."...


..."Belum pernah juga,jadi kita satu sama."...


..."Mas Gilang sembarangan ih."...


Gilang menarik tangan Tera untuk duduk kembali di kursi.


Tera menurut saja meski menyadari waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


..."Jadi sekarang gimana?"...


..."Maksud kamu?"...


..."Status kita sekarang apa mas Gilang?"...


..."Oh itu,aku punya kamu,kamu punya aku."...


..."Tapi besok aku berangkat."...


..."Nggak apa-apa,aku akan nungguin kamu."...


..."Tapi kalau nanti mas Gilang atau aku sudah nggak bisa bertahan,kita berhenti ya."...


..."Nggak mau."...


..."Mas Gilang,aku disana nggak sebentar,dan aku juga nggak akan pulang meskipun lagi liburan."...


..."Kenapa nggak mau pulang?"...


..."Aku takut kalau sering pulang,aku malah susah kembali lagi kesana,jadi aku sudah bilang sama ibu aku,aku akan pulang kalau sudah lulus nanti."...


..."Oke,aku tetap nunggu kamu."...


..."Terserah mas Gilang,yang jelas aku sudah ngasih tau mas Gilang sekarang,jadi jangan terlalu berharap sama hubungan jarak jauh."...


..."Kamu kok jahat?"...


..."Mas Gilang juga."...


Gilang tidak berkata-kata lagi.


Dia menutup gorden,karena sudah semakin larut malam.


Mereka masih duduk disana dan tidak merasa mengantuk sama sekali.


Gilang menyuruh Tera untuk tidur sebentar,dan akan membangunkannya pukul empat pagi nanti.


Tera akhirnya tertidur dan bersandar dibahu Gilang.


Gilang tidak bisa tertidur sama sekali,dan terus menggenggam kuat telapak tangan Tera.


Dia benar-benar takut setelah Tera meninggalkannya besok,gadis ini akan melupakannya begitu saja saat sudah tinggal disana.


Dia membaringkan Tera dipangkuannya dan terus menatap lekat pada wajah gadis yang kini sudah menjadi pacarnya itu.


Dulu dia bahkan tidak ingin berlama-lama melihat Tera berada didepannya.


...Tapi sekarang dia justru sangat takut kehilangan gadis cantik yang selalu berwajah sendu ini....

__ADS_1


Dia merasa bahwa semua ini hukuman untuknya karena pernah sangat membenci Lentera.


...*****...


__ADS_2