Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
25.Keluarga Rumit


__ADS_3

Pagi ini Lentera menuju sekolah dengan ragu,sibuk memantapkan hatinya agar benar-benar bisa menemui teman-teman Gilang disekolah.


Dia berjalan sambil terus berpikir,akan bilang apa dia jika teman-teman Gilang bertanya tentang siapa dirinya.


..."Aaarrrghh mas Gilang ada-ada aja,kenapa pake kabur segala sih,ujung-ujungnya malah aku yang repot,aku harus bilang apa coba kalau teman-temannya nanya aku siapa!" Gerutunya sambil menunggu bus dihalte....


...*...


Gilang hari ini terpaksa harus absen,karena tidak membawa baju sekolahnya,dia berdiam diri dikamar Beni seharian sampai waktu pulang sekolah.


Beni sendiri tetap berangkat sekolah agar orang tuanya yang sedang berada diluar kota tidak marah kepadanya.


Gilang sedikit beruntung karena tidak ada siapa-siapa dirumah temannya yang terlihat sedikit lebih besar daripada rumahnya itu.


...*...


Ibu Jullie memutuskan beristirahat kerja hari ini,sambil menunggu kabar dari Lentera,juga keluar sebentar bersama supir yang sengaja dipanggilnya untuk pergi membeli sesuatu yang akan diberikan pada Gilang,dirinya merasa bersalah karena sudah melupakan hari ulang tahun anaknya itu.


Ibu jullie akhirnya membeli ponsel keluaran terbaru yang harganya cukup mahal,sejak lama Gilang memang berniat mengganti ponsel lamanya,tapi karena sikap keras Ayahnya,ibu Jullie sering berpikir kembali untuk memberi sesuatu yang cukup mahal bagi anak bungsunya itu.


Karena dirinya pun merasa,sejak Gilang menerima hadiah ulang tahunnya keenam belas tahun saat itu,yang berupa motor besar yang sangat diinginkannya,Gilang sudah terlihat kurang bersemangat dalam belajar,dan hanya ingin bermain bersama teman-temannya.


Tapi kali ini,karena sudah cukup merasa bersalah,akhirnya dirinya merelakan beberapa tabungannya yang selalu disisihkan setiap bulan untuk keperluan mendadak Gilang,karena takut jika harus meminta kepada suaminya,hanya untuk membeli ponsel mahal itu.


...*...


Disekolah.


Saat jam istirahat pertama,Lentera memberanikan diri mencari teman-teman Gilang yang beberapa kali pernah dilihatnya saat mereka makan bersama dikantin,meski sebelumnya harus repot-repot meminta izin mengambil ponselnya dari wali kelas tadi,lalu mengganti nama ibu Jullie dengan Tante Jullie,bukan tanpa alasan,karena dirinya harus mengaku sebagai sepupu Gilang,maka dia harus mempersiapkan sesuatu agar tidak terlihat mencurigakan.


Dia merasa menjadi mata-mata hari ini.


..."Huuhh,semangat."bisiknya pada dirinya sendiri....


Dikantin terlihat sangat ramai,tidak mungkin Lentera menemui Beni dan Gengnya itu secara terang-terangan jika dirinya tidak ingin menjadi pusat perhatian.


Akhirnya dia memilih duduk disana tanpa makan apapun,hanya memesan satu gelas thaitea ukuran jumbo sambil terus menunggu teman-teman Gilang pergi dari sana.


Setelah menghabiskan makanan dan minumannya,akhirnya mereka beranjak dari sana,juga membuat Tera harus buru-buru mengejarnya sambil membawa sisa minumannya.


Tera mengejar Beni dan teman-teman lainnya yang sepertinya menuju kelapangan olahraga.


..."Eemmhh maaf kak permisi."serunya dari belakang Beni dkk....


..."Lo manggil kita."jawab Beni....


..."Iya kak,betul."...


..."Ada apa yaa,btw kelas berapa lo?"...


..."Ohh saya kelas sebelas kak."...


..."Oh oke,ada urusan apa sama kita,kayaknya gua baru pertama kali liat lo."...


..."Eemh ini kak,kakak temannya Kak Gilang kan?"...


..."Iya,kenapa?" Beni yang terus menjawab karena teman lainnya seperti tidak tertarik melihat Tera,apalagi Jihan yang sepertinya merasa kesal karena ada yang mengenal Gilang selain dirinya disekolah ini....


..."Maaf kak,saya mau tanya,dia sekarang dimana yaa,soalnya ibunya nyariin dia?"...


..."Sorry yaa,sebelumnya gue tanya dulu,lo siapanya Gilang,kenapa bisa tau ibunya nyariin dia?"...


..."Oh itu,saya sepupunya Gilang kak,tadi pagi ibunya manggil saya kerumah Gilang,karena minta tolong tanyakan Gilang sama kalian?"....


..."Mana buktinya kalo lo sepupunya Gilang?"...


..."Ini kak,saya punya nomor tante Jullie." Tera memperlihatkan nomor ibunya Gilang....


Itu benar nomor ibunya Gilang seperti yang sering dilihat Beni diponsel Gilang.


..."Oke,sebentar gue Vidio Call Gilang,buat mastiin lo bener sepupunya atau bukan?"...

__ADS_1


..."Iya kak."...


..."Kalian duluan aja,biar gue yang urus ini,karena Gilang ada dirumah gue." Beni meminta teman-temannya meninggalkan dirinya....


Gilang mengangkat panggilan dari Beni.


..."Kenapa bro?"...


..."Ini ada yang nyariin lo,katanya sih sepupu lo,gue mau mastiin bener apa nggak." Beni mengarahkan kamera depannya kewajah Tera....


..."Iya bro,bener,kenapa dia?"...


..."Katanya ibu lo nyariin,terus nyuruh anak ini nanya kegue,mending lo pulang aja deh,sebelum ibu lo yang nyariin kesekolah,bisa pusing gue."...


..."Iya bro,nanti lo pulang sekolah antarin gue pulang."...


..."Oke bro,lo disana aja dulu,sampai gue pulang,makan aja apa yang ada,jangan cari yang aneh-aneh,hahah." Beni memutus sambungan teleponnya....


..."Lo udah tau kan Gilang dimana,nanti pulang sekolah gue langsung bawa dia pulang."...


..."Iya kak,terima kasih.",...


..."Oke"....


Mereka berpisah disana,Tera kembali kedalam kelasnya dengan sedikit tegang meski sudah tenang karena mengetahui keberadaan Gilang.


..."Halo bu,maaf saya ganggu ibu."...


..."Nggak tera,justru ibu lagi nunggu kabar dari kamu,gimana udah ketemu teman Gilang?"...


..."Iya bu,baru aja saya habis ketemu mereka,katanya mas Gilang ada dirumah temannya,nanti sore mau diantar pulang."...


..."Syukurlah Tera,ibu lega,makasih banyak sayang,sudah bantu ibu."...


..."Iya bu sama-sama."...


Tera memutus telponnya lalu kembali menyimpan handphonenya dikotak penyimpanan telpon genggam dimeja guru.


...*...


Dia pasti akan jadi bahan ejekan satu sekolah jika mengetahui bahwa dirinya bukanlah sepupu Gilang,melainkan hanya anak seorang asisten yang bekerja dirumah itu.


Dia mengurung dirinya dikamar dan duduk disofa kecilnya,sambil terus menatap keluar untuk memastikan Gilang sudah pulang kerumah.


...*...


Akhirnya setelah pukul setengah lima sore,Beni datang mengantarkan Gilang,Beni masuk kedalam dan meminta maaf pada ibu Jullie.


..."Maaf tante,saya baru ngantar Gilang pulang,semalam dia nginap dirumah saya tante."...


..."Nggak apa-apa,nggak perlu minta maaf,karena anak tante yang salah,sampai kabur dan menyusahkan kamu,kamu mau minum dulu."...


..."Emmh nggak usah tante,saya buru-buru pulang karena orang tua saya juga sudah mau pulang,kalau gitu saya pamit dulu ya tante!"...


..."Oh iyaa,terima kasih sudah jagain anak tante,kamu hati-hati yaa."...


..."Iya tante."...


Beni pamit pulang,dan Gilang berdiam diri didepan ibunya.


..."Aku minta maaf bu."ucap Gilang meski tidak berani menatap wajah ibunya....


..."Ibu yang minta maaf Gilang,karena sibuk kerja,ibu sampai lupa sama kamu,tapi asal kamu tau nak,semua ibu lakukan supaya kamu bisa tetap hidup enak,dan tetap betah tinggal sama ibu dirumah,sejak kedua kakak kamu pergi dari rumah,ibu takut kalau kamu juga sampai berpikir yang sama kayak mereka,dan ninggalin ibu sendirian dirumah."Ibu Jullie terlihat gamang...


..."Aku tau bu,tapi bukan berarti waktu buat aku selalu dikorbankan kan bu,apalagi sekarang,sejak ada Lentera dirumah ini,ibu selalu kerja keras sama Ayah,aku tau itu cuma bukan untuk aku,tapi untuk Lentera juga."...


..."Maafkan ibu sekali lagi yaa nak,ibu seperti itu karena Lentera anak yang baik,dan ibu menganggap dia seperti adik kamu karena memang ibu sayang sama dia,tapi sayang ibu sama kamu tetap yang paling utama,karena kamu anak ibu,kamu jangan marah dan benci sama Lentera,dia nggak minta ibu bersikap baik sama dia,tapi karena memang ibu yang berharap dia bisa kayak anak ibu juga."...


..."Kamu juga jangan benci sama Ayah ya nak,Ayah kamu seperti itu karena berharap kamu bisa membantu dikantor Ayah nanti."...


"Tapi bu,aku nggak pernah punya niat untuk masuk kedalam perusahaan Ayah,aku nggak ngerti bu,aku cuma mau jalanin hidup aku sama kayak kakak aku bu,mereka bebas milih kemana mereka pergi,tapi kenapa aku nggak?"

__ADS_1


..."Aku tetap nggak akan mau kerja sama Ayah,tapi aku janji nggak akan pergi dari sini,tolong bantu aku yaa bu."...


..."Gilaangg."...


..."Aku mau istirahat bu."...


Gilang meninggalkan ibunya yang nampak sedih disana.


Bagaimanapun juga,Gilang memang berhak menentukan kehidupannya sendiri.


Tapi disisi lain mereka semakin hari semakin menua,bagaimana jika tidak mampu lagi mengelola perusahaan yang sudah mati-matian mereka pertahankan itu.


Ibunya sudah tidak bisa lagi banyak bicara jika mengenai keinginan anak-anaknya.


Dia duduk disana sampai hampir malam,dan ketika suaminya tiba,mereka langsung membicarakan apa yang dikatakan Gilang pada ibunya tadi.


..."Gilang sudah pulang?" Tanya pak Hermawan pada istrinya....


..."Sudah mas,tadi diantar temannya."...


..."Baguslah,kalau masih tau diri."...


..."Mas,aku minta tolong,jangan terlalu keras sama Gilang,dia masih belum ngerti apa-apa kayak kakaknya dulu,dia masih mau bebas kayak anak-anak lain."...


..."Bu,mau sebebas apa lagi dia,dia sudah bermain sepuasnya sampai lupa belajar,kamu lihat sendiri,nilainya turun selama setahun belakangan,bagaimana dia bisa kuliah ditempat bagus nantinya?" Ayah Gilang memang orang yang baik,tapi ada kalanya marah jika itu menyangkut soal anak-anaknya....


..."Tapi mas,Gilang juga tidak punya keinginan untuk melanjutkan usaha kita dikantor,tadi dia bilang kalau dia akan tinggal dirumah sampai kapanpun,tapi tetap tidak mau bekerja dikantor."...


..."Entah apa yang dipikirkan anak-anak ini,mereka semua keras kepala dengan kemauan mereka masing-masing,apa mereka lupa darimana kita menghidupi mereka,kenapa semua menghindari pekerjaan dikantor."...


..."Sudahlah mas,kita tidak akan bisa memaksa mereka untuk mengikuti kemauan kita,Aku sudah bersyukur karena Gilang mau tetap tinggal dirumah,kita berdoa saja semoga Andrian bisa tetap membantu kita meski dari jauh."...


..."Baiklah,tapi tolong kamu perhatikan anak itu,jangan sampai dia merasa tidak diperhatikan lagi,tolong sampaikan kalau aku minta maaf."...


Sudah menjadi kebiasaan Ayahnya yang tidak pernah bisa menunjukkan rasa sayangnya kepada anak-anaknya,dan selalu meminta maaf melalui istrinya


..."Baik mas."...


Ibu Jullie melangkah keatas menuju kamar Gilang,meninggalkan suaminya yang mulai terlihat stres,karena terus memikirkan pekerjaannya.


...*...


Didalam kamarnya,Gilang membuka paperbag yang diletakkan diatas nakas disamping tempat tidurnya.


Dia terlihat senang,karena akhirnya bisa memiliki Ponsel yang cukup terbilang mahal untuk kebanyakan siswa lainnya.


Dia membuka kotak itu dengan hati-hati.


Sambil memegang ponsel barunya,dia membuka pintu kamarnya karena ibunya tiba-tiba mengetuk diluar sana.


..."Ada apa bu,ibu sudah bilang kan sama Ayah,kalau aku nggak mau kerja dikantor Ayah.?"...


Ibunya mengangguk.


..."Ibu kesini karena mau bilang kalau Ayah kamu minta maaf karena sudah kasar sama kamu,jadi lain kali tolong jangan buat Ayah kamu marah lagi yaa."...


..."Iya bu,oh iya ini pasti ibu yang beli kan?"...


..."Iya nak,kamu suka kan?"...


..."Suka banget bu."...


..."Syukurlah kalau kamu suka,maafkan ibu yaa,karena terlambat ngasih kamu hadiah ulang tahun."...


..."Nggak apa bu,terima kasih ya bu."...


..."Iya sayang,kamu jangan bandel lagi yaa,ya sudah sana istirahat,jangan lupa nanti turun makan malam."...


..."Siap bu."...


Mereka semua tersenyum ditempat masing-masing,serumit itu keluarga mereka.

__ADS_1


......***......


__ADS_2