
Tahun kedua Tera menjalani masa kuliahnya.
Hubungannya dengan Gilang masih berlanjut meski masih sering bertengkar karena hal-hal sepele.
Tera juga masih tetap saling berkirim pesan dengan Sela,yang katanya cemburu karena Tera ternyata lebih cepat mendapat teman baru,padahal beberapa tahun lalu,dirinya justru mengajak Sela agar menemaninya disana.
Sesekali juga berkirim pesan dengan Ibu Jullie.
Dan beberapa hari sekali selalu menelpon ibunya.
...***...
Kini Lentera kembali menemukan teman baru,bukan teman perempuan,tapi laki-laki dan merupakan warga lokal.
Kim seo jun,Laki-laki tampan yang kini sedang sibuk menyusun skripsi itu tertarik pada Tera yang bekerja diCafe disekitar kampus mereka.
Sering datang sekedar membeli kopi di Cafe tempat Tera bekerja hanya agar bisa bertemu dengan Tera.
Dan kini dia memberanikan untuk menyapa Tera yang sedang bersiap untuk pulang ke kamarnya.
Seo jun sengaja menunggu diluar setelah membeli dua gelas kopi tadi.
..."Halo..."...
..."I-iya halo,anda menyapa saya?"...
..."Iya,benar sekali,saya sengaja menunggu kamu pulang bekerja."...
..."Oh ya,ada apa?"...
..."Emh tidak apa-apa,saya hanya ingin tahu nama kamu?"...
Seo jun menyodorkan gelas kopi hangat kepada Tera,Tera justru mematung sesaat,karena Seo jun mengingatkannya pada Gilang.
..."Ayo ambil,saya membelinya untuk kamu."...
..."Aahhhh maaf maaf,saya ambil ya,terima kasih."...
..."Sama-sama,Emh siapa nama kamu?"...
..."Oh iya,nama saya Tera."...
..."Tela,Qtela?"...
...Eh ini oppa-oppa pake ngatain aku Qtela segala,susah bener ya nyebut huruf R....
Tera kesal karena Oppa ganteng itu salah menyebut namanya.
..."No no,pakai R bukan L..."...
..."Ahhhh Tera..."...
..."Yes,anda benar..."...
Tera mencampur aduk bahasa lokal disana dengan bahasa Inggris,karena jarang sekali dia menggunakan bahasa penduduk Negara ini selain kepada profesor dan dosen dikampusnya.
Mereka berjalan pelan menuju pekarangan tempat tinggal Tera.
..."Nama lengkap?"...
..."Lentera Pradania..."...
..."Len te la pelada nia..."...
..."Pakai R not L..."...
..."Oh sorry,Len tera Peradania."...
Suka suka lue dah,lagian pake nanya nama lengkap segala,udah kayak mau sensus aja,Tera membatin dengan kesal.
..."Iya iya benar..."...
..."Umur kamu?"...
Yaelah,nih oppa beneran mau sensus kayaknya. Tera membatin lagi.
..."Dua puluh tahun..."...
..."Oh ya,kamu mahasiswa baru?...
..."Sudah tahun kedua..."...
__ADS_1
..."Ohh kamu kuliah dikampus Xonsei juga?"...
..."Iya..."...
..."Oh ya kenalkan,saya Seo jun,saya juga kuliah diXonsei,sudah mau skripsi..."...
..."Emh kalau begitu saya harus manggil anda Sunbae"...
..."Ahh tidak apa-apa,jangan panggil Sunbae,Panggil oppa saja."...
..."Tidak apa-apa?"...
..."Ya tidak apa..."...
..."Baik oppa."...
..."Yaa seperti itu,bagus..."...
..."Hehe terima kasih..."...
..."Kamu berasal darimana?"...
..."Saya dari Indonesia oppa..."...
..."Iya iya,jauh sekali ya Indonesia itu?...
..."Hehe iya oppa,naik pesawat sekitar delapan jam,kalau tidak macet..." Tera iseng bercanda....
..."Oh iya iya iya,Ahh tapi diatas awan kan tidak akan macet?"....
..."Haha iya oppa,maaf saya bercanda."...
..."Aahh kyeopta."...
..."Kenapa oppa?"...
..."Oh itu,saya bilang kamu menggemaskan sekali."...
..."Terima kasih,heheh..."...
..."Kamu bisa bahasa lokal?"...
..."Sedikit oppa,karena saya masih belajar,mohon bantuannya."...
..."Iya Sunbae..."...
..."Oppa saja,jangan panggil Sunbae saat diluar kampus....
..."Ahh maaf oppa,saya lupa."...
..."Kamu sudah mau masuk."...
..."Iya oppa,karena sudah larut malam,saya harus masuk,besok saya harus kuliah pagi."...
..."Baiklah,kalau begitu saya juga pamit,sampai ketemu besok Te La..."...
..."Teraa oppa..."...
..."Oh maaf maaf,saya pastikan besok saya bisa menyebut nama kamu dengan baik,maaf untuk hari ini."...
..."Baik oppa..."...
Seo jun melambaikan tangannya saat Tera akan masuk kegedung kamarnya.
Tapi Tera hanya mengangguk membalasnya.
Tera yang dulu sangat pemalu itu,merasa sangat aneh,karena baru saja bertemu Seo Jun dia langsung bisa sangat akrab dengan laki-laki lokal yang terlihat baik itu.
Tera masih berdiri didepan gedung,menatap punggung Seo jun yang berlalu.
Dirinya masih menggenggam gelas kopi yang sudah hampir habis itu,lalu meremasnya dan membuangnya ketempat sampah,sambil memikirkan Gilang.
Haruskah dia mengatakan bahwa baru saja dirinya bertemu dengan anak laki-laki yang menyapanya dan menemaninya berjalan kaki untuk pulang kekamarnya.
Membayangkannya saja,Tera sudah tahu pasti bahwa Gilang akan mengomelinya sepanjang malam.
Akhirnya dia memilih merahasiakannya untuk sementara waktu.
...*...
Tera merebahkan diri diatas kasur kecil miliknya.
__ADS_1
Mengingat wajah Gilang dan Seo Jun bersamaan.
Karena justru mengingat Seo jun,dia mengacak-ngacak rambutnya yang memang sudah berantakan.
Tiba-tiba ponselnya berdering,Ibunya menelpon.
Untung saja bukan Gilang,pikirnya.
Ibu dan anak itu larut dalam cerita hidup masing-masing.
Saling menguatkan meski sedang berjauhan.
Tidak lupa Tera selalu mengingatkan ibunya untuk menabung sebanyak mungkin agar bisa segera pindah dari rumah Gilang dan membuka usaha sendiri.
...*...
Tidak terasa,jam diponsel Tera menunjukkan pukul dua belas malam.
Tera meminta ibunya segera beristirahat,karena dirinya akan segera mandi lalu tidur.
Usai menelpon ibunya.
Dia mengabari Gilang tentang kuliah dan pekerjaannya hari ini.
Dia menunggu sampai lima menit,tidak ada balasan.
Akhirnya dia beranjak kekamar mandi.
Selesai mandi,dia memeriksa ponselnya,Gilang tidak membalasnya,mungkin sudah tidur.
Gilang tidak membalas,justru dia menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal.
Tera kaget bukan main,hampir saja dia melemparkan ponselnya kelantai kamarnya.
..."Ini Seo Jun,saya meminta nomor kamu dari manajer Cafe tempat kamu bekerja..."...
..."Karena takut terlambat,saya pikir saya harus mengatakannya lebih awal..."......
..."Saya suka kamu...!"...
..."Saya sudah memperhatikan kamu sejak lama,saya pikir saya benar-benar kehilangan akal sehat saya,saat saya memutuskan menyampaikan perasaan saya dengan tiba-tiba."...
..."Saya tahu,kamu pasti terkejut,tapi seperti inilah saya,saya takut tidak bisa mengatakannya dengan benar saat saya menatap wajah kamu,karena kamu terlalu unik dan berbeda."...
..."Saya tidak akan memaksa kamu menerima saya,tapi semoga kamu memikirkannya lagi."...
..."Maaf karena mengganggumu malam-malam begini."...
..."Selamat malam*."...
Tujuh pesan masuk secara beruntun itu membuat Tera tidak habis pikir,apa semua laki-laki di sini seperti ini,pikirnya.
Tera memilih tidak membalas pesan Seo jun,agar semuanya kembali baik-baik saja.
Jika dia membalas,itu artinya dia memberi harapan pada laki-laki yang gantengnya melebihi Gilang itu.
Rasanya benar-benar aneh.
Baru kali ini dia merasakan ditembak secara langsung oleh laki-laki secara gamblang.
Gilang saja memilih menyimpan perasaannya sampai dirinya akan berangkat ke Negara ini.
Tapi Seo jun berbeda...
Entah laki-laki itu sedang bermain-main atau sekedar menguji Tera,tapi tetap saja Tera tidak bisa menahan rasa penasarannya.
...*...
Tera akhirnya tertidur sambil menggenggam ponselnya.
...*****...
...*B**ersambung besok ya*......
...Oh ya,nama kampusnya sengaja diplesetkan ya......
...(Sunbae ; Panggilan untuk kakak kelas atau senior)...
...Percakapan dengan Seo Jun tetap ditulis dengan menggunakan bahasa indonesia ya,karena bahasa korea ditulis jadi bahasa indonesia jadi sedikit aneh....
..."Terima kasih atas dukungannya..."...
..."Love you para readersku🙏"...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...